Minggu, 05 Agustus 2012

Menjadi Sehat dan Bahagia Melalui Donor Darah

Dulu aku adalah pendonor darah aktif di kota Bogor ketika aku masih berstatus sebagai pekerja di satu pabrik semen. Aku lupa sampai berapa kali dulu aku menjadi pendonor darah, 25 kali atau 35 kali, yang pasti aku telah mendapat suntikan vaksin hepatitis. Aku berhenti menjadi pendonor setelah setiap kali tekanan darah diperiksa selalu menunjukkan di bawah tekanan darah yang diijinkan untuk mendonorkan darah. Tekanan darahku pada waktu itu adalah 100/70 mm Hg, normalnya adalah 120/80 mm Hg.

Hari ini untuk pertama kalinya, aku menjadi pendonor darah di Bekasi setelah lebih 15 tahun absen. Bilangan haemoglobinku mencapai 17,2 g per dl [melebihi dari minimum yang diijinkan, yakni 12,5 g per dl], tekanan darah 130/80 mm Hg, dan berat badan 94 kilogram. Mengonsumsi telur, tahu, tempe, dan sayuran cara yang dianjurkan untuk dapat memiliki haemoglobin yang diijinkan untuk menjadi pendonor darah.

Sering mendonorkan darah adalah sehat bagi pendonor karena dapat menetralkan kondisi darah yang hampir tidak normal [catatan : bukan karena penyakit] menjadi normal kembali. Dan, satu kebahagiaan bagi orang lain yang tertolong jiwanya karena kecelakaan atau pendarahan lain setelah mendapat darah dari pendonor melalui transfusi darah.-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar