Kamis, 02 Agustus 2012

Warung Nasi Mas Genduut


Chicken wing with bali seasonings.
Mas Genduut adalah satu nama yang telah terkenal di sebuah pulau wisata terkenal di Indonesia. Semua orang di kota ini mengenal nama ini, yaitu nama sebuah warung nasi tiga ratus meter tidak jauh dari sebuah gedung besar dan tua yang dipakai kantor sebuah bank terkenal di sudut jalan. Dari namanya saja sudah ketahuan, bahwa tubuh pemilik warung nasi ini adalah orang yang mempunyai perut gendut. Pengunjung yang datang juga bukan saja orang kulit sawo matang melainkan tidak sedikit yang kulit putih dan rambut pirang. Ini menunjukkan bahwa warung nasi ini sudah mempunyai jaringan pelanggan antar negara. Mas Genduut mempunyai nama asli Handoko Sutanto, asli putra Jawa Timur dari Pacitan, tetapi semua pelanggannya di seluruh kota ini mengenalnya sebagai Mas Genduut. Ia fasih bicara dalam dua bahasa asing, yakni Inggris dan Belanda. Ia adalah seorang sarjana hukum dan pernah bekerja di kantor pengadilan negeri di Surabaya. Lingkungan kantor yang penuh dengan intrik korupsi dan kolusi yang tidak selaras dengan hati nuraninya, maka dia memutuskan untuk mengundurkan diri dan meninggalkan Surabaya. 

Kalau engkau mengunjungi warung Mas Genduut, sulit bagi Anda untuk mengatakan tidak datang lagi untuk kedua kalinya. Lantai warung ini bersih, begitu juga dengan 20 meja makan di sini, dan tidak ada lalat berterbangan di sini. Kamar mandi dan tempat cuci tangan juga bersih. Dari segi kebersihan ruang saja sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi warung ini, sebab jarang yang namanya warung nasi sampai sebersih ini untuk ukuran kota wisata ini. Aku mengunjungi warung ini untuk pertama kali pada bulan Juli 1987. Temanku yang mempromosikan warung ini berkata kepadaku, katanya, jangan tahunya Gu-deg Sultan Agung, siomay Bandung, atau soto Ambengan saja.

Sayur gori dan sambal terasi.
Masakannya juga tidak pernah membosankan, setiap dua hari sekali menu diganti dengan susunan tetap. Misalnya, Senin dan Selasa kau akan menjumpai menu, bumbu bali sayap atau paha ayam, sayur gori, sayur bayam, rawon, semur daging sapi, tumisan cabai hijau daging sapi, krengseng daging kambing, pindang patin, ayam goreng, dan omelet; Rabu dan Kamis kau akan menjumpai menu, bumbu bali daging sapi, rawon, sayur gori, sayur lodeh, semur sayap atau paha ayam, tumisan kacang panjang, tumisan cabai hijau ikan asin jambal, lele goreng, pindang bandeng, dan tahu goreng; Jumaat dan Sabtu kau akan menjumpai menu, bumbu bali ikan bandeng, ikan bawal goreng bumbu acar, ikan gurame asam manis, sayur gori, rawon, orak-arik tempe, telur goreng, ikan teri balado, tumisan sayur pakcoy, dan sayur labu Siam. Warung nasi ini buka dari pukul 07.00 sampai 21.00, kecuali Sabtu malam dan Minggu sampai pukul 00.00, kau akan menjumpai menu spesial akhir pekan, yaitu : Rotterdamsch beef steak dan nasi goreng kambing. Untuk sarapan menunya tetap dari pk. 07.00 – 10.00, yaitu : nasi pecel, peyek teri, tempe goreng, tahu goreng, dan omelet. Ada tiga masakan yang tampaknya selalu ada dalam daftar menu, yaitu sayur gori, rawon, dan bumbu bali; mereka memang istimewa khas Jawa Timur dan ketiganya paling di gemari di pulau wisata ini. 

Apa rahasia kelancaran bisnis warung nasi Mas Genduut ini? Ia berkata kepadaku bahwa dia harus setia dalam perkara kecil, karena perkara besar dimulai dari perkara kecil dan satu juta langkah dimulai dari langkah pertama. Barangsiapa tidak bertanggung jawab dalam perkara kecil, jangan diharapkan orang seperti ini dapat bertanggung jawab dalam perkara yang lebih besar. Dalam hal keduniawian dia juga harus jujur kepada siapa dia melayani orang lain, walaupun mungkin orang lain tidak tahu apa yang sedang dilakukannya, misalnya satu potong ayam goreng jatuh walaupun pembeli tidak tahu, ayam goreng ini harus digoreng lagi sebelum diletakkan di atas piring. Jika dalam perkara kecil, yaitu harta duniawi yang tidak kita bawa kalau mati nanti, tetapi kita sudah memiliki tanggung jawab besar, Tuhan pasti memberi kepercayaan kepada kita dengan perkara yang lebih besar, menerima harta yang paling berharga dalam hidup kita, yakni keselamatan kekal. Kemudian katanya lebih lanjut, rezeki berlimpah ruah bukan hasil kerja keras kita melainkan datang karena kemurahan Tuhan.

Ia penggemar lagu-lagu yang dinyanyikan oleh pemuda-pemuda asal Liverpool, Inggris. The Night Before adalah lagu favoritnya. Namun, sudah sepuluh tahun ini aku tidak akan pernah lagi menikmati masakan warung nasi Mas Genduut. Tidak akan pernah lagi menikmati lezatnya hidangan special akhir minggu sambil mendengarkan alunan lagu-lagu The Beatles. Tidak akan pernah lagi selamanya. Sebuah bomb teroris meledak tepat di depan warungnya pada satu malam pukul 20.00, pada puncaknya warung nasi menerima pengunjung. Puluhan touris kebanyakan dari Belanda dan Australia yang sedang menikmati nasi goreng beef steak di warungnya pada jatuh bergeletakan, ada yang tewas dan banyak lainnya yang luka berat. Pukulan terberat pada musibah ini adalah putri tunggalnya yang sedang tumbuh remaja, Diana Reciana tewas mengenaskan, kepalanya lepas dari tubuhnya sampai 100 meter jauhnya. Mas Genduut bersama istrinya pulang ke kampung halamannya dan tidak pernah kembali ke kota ini.-
  
Reading list : Proverbs x:22 dan Luke xvi:10-12
   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar