Selasa, 01 Mei 2012

Membangun Gereja Demi Kemuliaan Tuhan Di Bumi

Membangun gereja tidak selalu diartikan mendirikan bangunan secara fisik belaka, walaupun kenyataannya sekumpulan orang Kristen memang membutuhkan tempat permanen untuk beribadah. Kata gereja berasal dari bahasa Yunani, yaitu ecclesia dari kata kerja kaleo yang semula berarti dipanggil keluar oleh seorang bendara untuk menghadiri rapat. Dengan istilah ecclesia yang sekarang berarti gereja adalah semua orang yang terhitung diselamatkan dipanggil keluar oleh Tuhan dari dunia kegelapan untuk berhimpun menerima terang yang bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan tidak menguasai terang yang diberikan oleh Tuhan. Terang itu adalah kasih karunia dari Tuhan. Abraham dipanggil keluar oleh Tuhan dari dunia kegelapan orang kafir, demikian juga sekumpulan orang yang terpilih dipanggil keluar oleh Tuhan dari lingkungan kekafiran ke dalam persekutuan orang percaya yang disebut gereja. Jadi, sesungguhnya Tuhan sendiri yang merencanakan untuk mendirikan jemaat atau persekutuan orang Kristen dalam satu organisasi yang disebut gereja dan Tuhan Yesus sebagai kepalanya.

Gereja Baptis Indonesia, jemaat Kenten Palembang.
Dalam arti yang lebih luas pengertian gereja ada dua macam, yaitu gereja yang tampak dan gereja yang tidak tampak. Gereja yang tampak seperti yang dapat dilihat sehari-hari, yaitu sebuah bangunan rumah ibadah dan sistem organisasi yang mengatur di dalamnya, sebaliknya gereja yang tidak tampak adalah gereja [bait/rumah Tuhan] yang ada di dalam hati seseorang. Rasul Paulus mengatakan, bahwa tubuh seorang percaya adalah bait atau rumah Tuhan dan Roh Tuhan ada di dalamnya. Jika ada orang yang sengaja membinasakan rumah ini, Tuhan sendiri akan membinasakan dia, karena bait Tuhan itu kudus dan bait Tuhan itu adalah Anda sendiri. Baik gereja yang tampak maupun yang tidak tampak, keduanya adalah satu, yaitu Gereja Tuhan Yesus Kristus. Seorang hamba Tuhan seharusnya membangun gereja karena dilandasi kepentingan meluaskan Kerajaan Surga di bumi dan termotivasi untuk membangun jemaat tumbuh di dalam Kristus serta mempererat relasi sesama orang Kristen. Tetapi ada juga orang membangun persekutuan orang percaya karena dengki dan perselisihan dengan orang atau hamba Tuhan pada tempat persekutuan sebelumnya dan yang lain karena kepentingan sendiri dengan maksud tersembunyi. Apakah Injil Kristus diberitakan dan jemaat dibangun dengan tujuan yang benar atau palsu tidak mengapa, karena yang penting ada pertobatan pada diri orang yang menerima Tuhan. Memang ada juga gereja terpecah, kemudian pecahannya terpecah lagi, karena semua perpecahan ini terjadi mengikuti kehendak Tuhan juga yang menampi untuk memisahkan mana yang gandum dan mana yang lalang. Inilah realitas Injil Kristus, bahwa setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa yang di sorga akan dicabut beserta akar-akarnya. Ada sebuah gereja yang jumlah anggota jemaatnya mencapai ribuan orang, sebaliknya ada sebuah gereja yang jumlah anggota jemaatnya bisa dihitung dengan jari dan itu-itu saja; masuk satu, keluar satu. Never mind! Tuhan tidak melihat berapa jumlah anggota jemaat sebuah gereja, tetapi kualitas iman setiap orang yang ada di dalam persekutuan itu yang dipandang-Nya. Hanya Roh Tuhan saja yang Mahatahu ketebalan iman dan kebenaran yang benar yang dipegang oleh seseorang. Maksudku begini, Tuhan itu lebih mengutamakan iman bukan bagaimana caranya Anda itu diterima dalam sebuah persekutuan orang Kristen.

Pada mulanya orang Kristen berkumpul melakukan persekutuan ibadat di rumah seorang anggota jemaat dan bergantian. Kemudian timbul inisiatif membangun rumah atau gedung permanen untuk tempat berkumpul semua orang percaya yang melakukan persekutuan di dalam Kristus. Lambat laun orang menyebut gedung tempat persekutuan orang percaya ini sebagai gereja.     
Kenyataan di lapangan menunjukkan, bahwa untuk membangun sebuah gedung gereja di Indonesia tidak semudah membalikkan telapak tangan oleh karena satu dan berbagai alasan, misalnya masalah perizinan; tetapi hal yang paling krusial adalah menghimpun semua orang Kristen untuk berkumpul mewujudkan tempat untuk berbagi rasa sesama orang Kristen. Di dalam menejemen sekular pun selalu ditekankan mengurus manusia jauh lebih sulit dibandingkan dengan memelihara sebuah mesin. Terlalu mudah seorang anggota jemaat untuk pindah ke gereja lain, karena kecewa dengan pendetanya, khotbah membosankan, aspirasi tidak tersalurkan, lingkungan gereja yang tidak mendukung, dan lain sebagainya. Mustinya hal-hal yang demikian dibicarakan bersama dalam majelis gereja.

Faktor lain sulitnya mendapatkan perizinan membangun gereja di Indonesia, karena disebabkan ada rasa curiga dari pengikut agama lain dengan isu Kristenisasi. Melakukan pekabaran Injil Kristus bukan membuat orang beragama lain pindah agama menjadi Kristen, melainkan mewartakan atau menceritakan tentang Yesus Kristus secara Alkitabiah dan sifatnya tanpa paksaan. Kewajiban orang Kristen menjadi garam dunia bukan membuat pengikut agama lain terpengaruh lalu pindah agama menjadi Kristen, melainkan segala yang dilakukan oleh orang Kristen adalah cerminan karakter Kristus dalam kehidupan keseharian orang percaya, sehingga dengan demikian Kristus dimuliakan di dunia.

Semua orang tidak senang mengalami kesukaran, maunya hidup ini seperti mobil yang berjalan di jalan tol. Apakah ada gembala yang bersedia mengalami kesulitan untuk memperluas gerejanya? Jawabannya pasti tidak ada yang mau. Dalam doanya dia mungkin berkata, Tuhan kalau bisa lewatkan saja cawan ini dari kehidupanku dan jemaatku. Tetapi mengapa Tuhan mengizinkan kesukaran menimpa Anda? Dari kebenaran firman Tuhan didapati, bahwa setiap kesulitan terjadi karena Dia sendiri yang mengadakannya untuk menguji Anda; Dia yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang, Dialah yang membuat semuanya ini. Terhadap setiap kesukaran Roh Kudus selalu memberikan jalan yang unik untuk membantu Anda mengatasinya. Ini adalah realitas Injil Kristus, bahwa semua perkara [kesulitan] dapat Anda atasi di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada Anda.-


Daftar bacaan : Colossians i:13; 1 Peter ii:9; 1 Corinthians iii:16-17; Deutronomy viii:2, 3, dan 16; Isaiah xlv:7; Philippians iv:13.           
   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar