Rabu, 02 Mei 2012

Jangan Bercerai !!!

Dalam waktu lima belas tahun ini berita tentang perceraian, terutama di kalangan artis atau selebritis mudah sekali Anda jumpai di berbagai mass media, seperti majalah, koran, tabloid, maupun majalah. Banyak pasangan muda yang menikah, tetapi mudah juga mereka mengambil keputusan bercerai. Ada pasangan suami-isteri yang baru saja menikah selama 3 bulan, kemudian memutuskan bercerai. Ada banyak factor yang membuat pasangan suami-isteri mudah mengambil keputusan bercerai, antara lain : 1) Kegagalan mengelola emosi. 2) Mementingkan diri. 3) Mitos.

Pengantin orang Batak menyatakan sumpah setia pernikahan.
Kegagalan mengelola emosi. Jiwa manusia adalah tempat menampung dan meluapkan berbagai emosi atau perasaan, seperti gembira, sedih, marah, terharu, dengki, empati, kasih, dan lain sebagainya. Hanya mereka yang dewasa secara rohani dan psikis saja dapat berhasil mengendalikan emosi-emosi ini sehingga berdaya guna besar bagi orang lain. Ya, untuk orang lain, karena hakekat sesungguhnya pernikahan itu adalah memikirkan atau peduli kepada orang lain, bukan memikirkan dirinya sendiri lagi. Orang muda mempunyai kecenderungan meletupkan emosi, mudah tersinggung, tidak mudah memaafkan, sehingga menimbulkan gesekan-gesekan berkelanjutan di dalam rumah-tangga [keluarga]. Tidak ada jaminan pasti pada umur berapa tahun seseorang mencapai kedewasaan emosi, tetapi umur rata-rata kedewasaan emosi orang mulai menikah antara 25 – 30 tahun. Semakin tinggi umur seseorang pada umumnya semakin stabil emosinya, tetapi sebaiknya jangan terlalu tua mengambil keputusan menikah.

Mementingkan diri sendiri. Banyak kasus perceraian dimulai dari perselingkuhan yang dilakukan oleh salah satu pihak atau oleh keduanya, dengan kata lain tidak ada kesetiaan lagi satu terhadap yang lain. Menurut sebuah survey yang pernah dilakukan di Indonesia, mengatakan bahwa 2 diantara 3 pasangan suami-istri di Jakarta pernah selingkuh. Di Jakarta bukan cerita rahasia lagi, bahwa para ibu rumah-tangga yang kesepian sesama mereka mengadakan arisan gigolo. Gigolo adalah seorang laki-laki yang dijadikan pemuas nafsu seks oleh seorang perempuan dengan imbalan bayaran, dengan kata lain gigolo adalah pelacur laki-laki, umurnya antara 15 sampai 25 tahun. Arisan gigolo artinya memuakan nafsu seks secara giliran.

Para suami pun juga tidak kalah menarik dengan petualangan seks mereka. Mereka biasa bermain dengan teman sekerja atau dengan relasi mereka lain perusahaan. Jika keluarga ini mempunyai babu cantik dan seksi, tidak jarang petualangan asmara tuan dan babu ini terjadi di dalam rumah ketika rumah sedang kosong, karena anak-anak sekolah dan istri juga sedang cari hiburan sendiri di luar.      

Mitos. Mitos adalah cerita dari mulut ke mulut sudah berlangsung, mungkin ratusan tahun, tetapi sangat mempengaruhi perilaku masyarakat lokal di mana mitos ini berkembang. Misalnya, di satu tempat di Jawa Barat, yaitu di Krawang, masyarakat [baca : kaum perempuan] menganggap seorang perempuan itu demikian berharga, jika sudah pernah mempunyai beberapa laki-laki yang pernah menjadi suaminya, mereka akan terus berusaha menambah jumlah frekuensi perkawinan mereka. Karena itu di daerah ini tersiar istilah “goyang Karawang” yang aduhai. Di Indramayu ke timur lagi setelah Krawang, lain lagi ceritanya. Di daerah ini orang menikah kalau sedang panen, tetapi kalau sedang paceklik melanda daerah ini, banyak perceraian terjadi. Di kabupaten ini banyak perkawinan dibawah umur terjadi. Seorang temanku yang pernah lama tinggal di kota ini mengatakan bahwa Indramayu adalah kota sejuta janda. Katanya, jumlah jandanya melampaui jumlah becak di kota ini. Karena penghidupan di kota ini memang demikian sulit dan taraf pendidikan mereka juga rendah, banyak para janda muda ini mencari penghidupan menjadi pelacur di kota-kota besar lain di Indonesia.

Saya percaya, bahwa para ahli sosiologi, psikolog, atau etika dapat menambahkan penyebab lain selain di atas mengapa banyak rumah-tangga terjadi perceraian sekarang ini. Di hadapan Tuhan, perkawinan itu adalah peristiwa sacral, karena laki-laki dan perempuan yang diikat dalam satu perkawinan melakukan sumpah setia satu terhadap yang lain di hadapan Tuhan. Tuhan menciptakan organ seks laki-laki dan perempuan untuk digunakan secara benar di hadapan Tuhan, yaitu melalui lembaga perkawinan sehingga dari setiap keluarga orang percaya akan lahir anak-anak mereka yang hidup di dalam kedekatan dengan Tuhan. Demikian sacral lembaga perkawinan di hadapan Tuhan, maka dari sejak semula Tuhan sangat tidak menghendaki adanya perceraian di antara umat-Nya. Anda mencari alasan, apa gunanya ikatan keluarga diteruskan, kalau tidak ada kesehatian lagi. Ingatlah baik-baik, bahwa Tuhan tidak pernah membuat rancangan buruk terhadap manusia, tetapi manusia sendiri yang membuat rancangan buruk terhadap diri mereka. Mereka mencari solusi di dalam konflik keluarga tanpa menyertakan Tuhan, sehingga timbul masalah baru.

Jika bangsa Israel mendapatkan restu dari Musa untuk menceraikan isteri mereka, restu itu mereka dapatkan karena ketegaran bangsa ini. Tuhan mengizinkan umat mendiami rumah-Nya hanya untuk mereka yang setia terhadap sumpah yang pernah diucapkan di hadapan-Nya, walaupun umat ini tengah menghadapi masalah sulit berkaitan dengan sumpah setianya. Masa sulit di dalam keluarga adalah bagian dari romantika keluarga, Tuhan pasti membuka jalan dan memberi kekuatan untuk mengatasi setiap masalah yang ada di dalam keluarga.

Jangan terlalu mudah mengatasi setiap konflik keluarga dengan solusi cerai, karena sekali Anda mudah melakukan cerai, untuk seterusnya Anda melakukan lagi kedua, ketiga, dan seterusnya. Manusia cenderung untuk mengatasi masalah yang dihadapi dengan cara yang dipandang mudah, walaupun tanpa disadari cara yang tengah ditempuh itu merugikan masa depan. Seperti orang yang masuk angin, begitu mudahnya mendapatkan solusi bebas dari masuk angin dengan kerokan, seterusnya dia akan kerokan, apabila dia mendapat rasa masuk angin; padahal kerokan adalah cara yang tidak baik menurut ilmu kesehatan, karena akan memperbesar pori-pori kulit sehingga orang ini akan mudah terkena masuk angin lagi. Anda tidak dapat menipu Tuhan dengan melegalkan segala cara untuk memuaskan nafsu birahi Anda melalui lembaga perkawinan, karena lembaga perkawinan bukan tempat persundalan. Anda mungkin merasa aman telah mendapatkan akta perkawinan, tetapi di hadapan Tuhan tidak ada yang tersembunyi, Dia Mahatahu setiap motivasi Anda untuk apa mengambil isteri baru.

Apakah Anda ingin mempunyai pengalaman berkeluarga dengan kawin-cerai sampai 7 kali seperti yang pernah dialami oleh Elizabeth Taylor? Jika keluarga Anda mengalami perceraian, artinya Anda gagal membangun fondasi keluarga. Tuhan menghendaki Anda berhasil di segala bidang, berhasil dalam karir dan keluarga. Anda akan berhasil mengatasi setiap masalah keluarga yang tengah Anda hadapi, jika Anda menyertakan Tuhan, karena Dia memberi kekuatan untuk berhasil.-

Jangan memberi peluang bagi Iblis sedikit pun untuk merusak kehidupan keluarga Anda, karena melalui keluarga Tuhan memberkati Anda.      


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar