Rabu, 30 Mei 2012

Pengalaman Pertama Menikmati Sashimi

Pada 26 Mei 2012 pukul 19.00, aku, isteriku, dan putriku menghadiri pesta penikahan putra dari direktur utama, bekas atasan isteriku di perusahaan supermarket terkenal di Jakarta. Pesta pernikahan diadakan di satu hotel bintang lima yang sangat terkenal di distrik selatan kota ini. Kami tiba di ball room tepat pada saat acara makan dimulai, tetapi kami menyempatkan terlebih dahulu untuk memberi ucapan selamat kepada yang punya pesta meriah ini.

Luar biasa hidangan yang tersedia di ruang bola yang luas ini, ada masakan Jawa, Jepang, Korea, Eropa, dan Cina. Tidak ada kambing guling yang biasanya selalu hadir pada setiap pesta nikah. Masakan Jepang sangat menarik perhatianku. Aku sudah lama mengetahui bahwa masakan Jepang yang disebut sashimi semua bahan bakunya adalah mentah, seperti ikan tuna, ikan salmon, udang, dan daging. Aku membayangkan jijik dan amis terhadap masakan Jepang ini selama bertahun-tahun.

Tetapi pada malam pesta nikah ini, aku lihat banyak juga bukan orang Jepang pada antri untuk mendapatkan porsi masakan ini. Seperti ada dorongan di dalam pikiranku untuk mencoba masakan yang selama ini aku tak pandang sebelah mata. Sebelum acara makan pada pesta ini aku juga telah mengenal beberapa masakan Jepang yang diolah matang, seperti Sukiyaki yakni semurnya orang Jepang. Aku menyukai sukiyaki. 

Aku mendapat giliran dalam antrian ini untuk memilih apa yang akan aku santap. Aku memilih udang, ikan salmon, ikan tuna, sushi, daging sapi, dan jahe merah. Satu mangkuk kecap asin aku letakkan di pinggir piringku. Aku mengikuti saja dengan orang yang ada di depanku, ternyata aku mengambil porsi sangat banyak. Dengan supit kayu, aku japit udang mentah, aku celupkan ke dalam kecap Kikoman, dan kemudian tanpa ragu masuk ke dalam mulutku. Tidak amis dan ternyata sashimi lezat. Aku sangat terkesan dengan masakan ini. Bagaimana aku tak terkesan, karena sejak lahir aku tahunya adalah masakan yang dimasak matang, tetapi pada malam ini adalah pengalamanku yang pertama menikmati masakan serba mentah.


Enzym adalah zat yang bertanggungjawab terhadap kelancaran metabolisme di dalam tubuh manusia dan hewan. Enzym berfungsi dengan baik jika keberadaannya dalam keadaan segar dan mentah, baik dari sumber nabati maupun hewani. Menikmati makanan Jepang yang bernama sashimi adalah jawaban tepat untuk mendapatkan enzym dalam keadaan sebagian besar masih utuh, karena enzym yang masih utuh menjamin kesehatan tubuh Anda semakin baik.


Namun, mengingat bahan makanan serba mentah, khususnya daging sapi mempunyai resiko terjangkit parasit, maka setelah makan sashimi sebaiknya makan agak banyak rajangan jahe merah. Sentuhan akhir makanan sashimi, jika Anda suka minumlah satu dua gelas kecil sake.-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar