Selasa, 08 Mei 2012

Jagalah Mulutmu !!!

Aku sudah sering mendengar dari mulut teman-temanku terucap sumpah dengan menyebut nama Tuhan, maksudnya jelas, yakni meminjam wibawa Tuhan supaya kata-kata sumpahnya itu meyakinkan. Misalnya, sumpah potong kupingku kalau bohong, sumpah samber geledek kalau aku bohong, demi Tuhan aku tidak terima uang suap dari taipan itu, dan seterusnya. Hati-hatilah terhadap setiap kata yang Anda ucapkan, karena semua kata yang telah Anda ucapkan itu dimeteraikan di hadapan Tuhan. Apa yang terikat di bumi, juga terikat di sorga. Ucapan yang telah termeteraikan itu tidak akan terlepas, kecuali Anda mencabutnya melalui pertobatan dengan rasa hormat di hadapan Tuhan.

Orang yang mengatakan sumpah di hadapan orang lain, pasti menggunakan wibawa pihak lain yang lebih tinggi kedudukannya supaya semua ucapannya itu mendapat legitimasi. Pemilik wibawa pihak lain yang paling tinggi kedududkannya adalah Tuhan Yang Mahakuasa. Abraham berkata kepada hambanya yang paling tua di rumahnya supaya hambanya meletakkan tangannya dipangkal paha Abraham untuk mengambil sumpah hambanya demi Tuhan, Allah pemilik langit dan bumi. Jika Tuhan yang bersumpah, Dia tidak perlu wibawa pihak lain, karena di atas Dia tidak ada lagi yang lebih tinggi; hanya Dia yang paling tinggi.

Hati-hatilah dengan mulutmu! Yefta, orang Gilead bernazar kepada Tuhan, bahwa jika Tuhan menyerahkan bani Amon itu ke dalam tangannya, apa yang keluar dari pintu rumahnya untuk menemuinya, pada waktu dia kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi milik Tuhan, dan dia akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran. Nazar adalah pernyataan untuk memberikan sesuatu kepada Tuhan dengan sumpah. Yang keluar dari rumah Yefta, memang adalah puterinya, anak tunggalnya, yang dengan kesedihan amat mendalam dia menepati sumpahnya menjadikan anak tunggalnya itu sebagai korban bakaran.

Sekali lagi aku mengatakan, hati-hatilah dengan mulutmu. Orang Yahudi berkeras di hadapan Pilatus supaya Yesus disalibkan dan mereka bersumpah, bahwa darah Kristus ditanggungkan atas mereka dan semua anak mereka. Dua ribu tahun kemudian pada PD II yang berlangsung dari 1939 sampai 1945, Tuhan menjawab sumpah mereka dengan kematian lima juta bangsa Yahudi melalui genosida yang dilakukan oleh Nazi Jerman.

Tetapi melalui mulut juga Anda mengakui, bahwa Anda menerima Yesus sebagai Juru Selamat dan melalui mulut juga, Anda menyampaikan banyak berkat kepada orang lain. Inilah realitas Injil Kristus, bahwa bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.

Di Indonesia ada dua orang terkenal yang saat ini menjadi sorotan masyarakat, karena keduanya adalah public figure. Orang terkenal yang pertama bernama Susno Duadji, perwira tinggi polisi yang pernah menjadi Kabareskrim ketika dia diduga terlibat dalam kasus Bank Century. Orang terkenal kedua bernama Ruhut Sitompul, seorang lawyer dan anggota perlemen dari Partai Demokrat. Susno ini ketika dipanggil oleh Team 8 untuk klarifikasi kasus BC, dia berkata bahwa demi Allah lebih baik dia mati jika benar dia terima uang dari Bank Century. Tuan Sitompul ini juga berkata bahwa siap potong leher jika keluarga Cikeas [baca : keluarga Presiden SBY] terima aliran bail out [talangan] kasus BC. Sombong sekali kedua orang ini, yang satu sumpah berani mati, lainnya sumpah potong leher segala. Bayangkan jika keluarga Cikeas betul terima bocoran dana kasus BC, apakah Tuan Sitompul ini betul mau potong leher. Ya, potong leher ayam.

Tuan Sitompul ini aku tahu, dia adalah seseorang yang cukup rajin hadir di sebuah gereja yang terkenal di Jakarta, tetapi siapa yang bisa menyangka kalau dari mulutnya bisa terlontar satu kata yang pantasnya diucapkan di kebun binatang Ragunan; tahukah Anda satu kata yang tidak layak diucapkan olehnya ini diucapkan di lembaga negara terhormat seperti parlemen. Ia mengatakan, bangsat kepada Gayus Lumbuun yang sedang memimpin rapat panitia khusus angket Bank Century. Seharusnya dari mulut seorang keturunan Ishak menjadi saluran berkat bagi banyak orang, seperti Puji Tuhan, Tuhan memberkatimu, Damai sejahtera untukmu, … dan seterusnya. Sabar sedikitlah bung. Lumbuun dan Sitompul di dalam rapat panitia khusus ini saling bersahutan mengeluarkan kata-kata makian. Pantaslah kalau Gus Dur ketika masih hidup mengatakan, bahwa anggota parleman kelakuannya seperti murid-murid taman kanak-kanak.

Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Ini adalah perintah Tuhan yang ketiga dalam Dasa Titah supaya manusia menjaga lidahnya terhadap setiap kata yang keluar dari mulutnya. Demi menghormati nama Tuhan, orang Yahudi tidak mau sembarangan menyebut nama Tuhan [Yahweh], maka sebagai gantinya dalam kehidupan sehari-hari mereka menyebut Tuhan dengan Adonai, artinya Tuan atau Tuhan. Orang yang bersumpah menyebut nama Tuhan Allah tidak pada tempatnya sama dengan orang yang tidak menghormati kewibawaan Tuhan demi kepentingannya sendiri. Anda diizinkan menyatakan sumpah hanya pada dua peristiwa ini saja, yakni pada pemberkatan pernikahan Anda dan pada saat pengambilan sumpah yang diselenggarakan oleh lembaga negara. Di luar peristiwa ini, jika ya, hendaklah Anda katakan :”Ya”, jika tidak, hendaklah Anda katakan :”Tidak”. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.-

Daftar bacaan : Genesis xxiv:2-3; Hebrew vi:13-16; Judges xi:30-31; Matthew iv:11; v:36, dan xxvii:25; Deutronomy v:11.
     
    

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar