Senin, 07 Mei 2012

Makanan Sehat Untuk Penderita Hipertensi dan Jantung Koroner

"Alles door God geschapen is goed, maar niet alle zijn door God geschapen om gezond te eten. Allen zijn door God geschapen is goed, maar ik wil niet te worden geknecht door de wens om Gods schepping te genieten "[1 Korintiƫrs vi: 12].

Seorang teman saya yang pernah bekerja di Timur Tengah berkata, bahwa banyak orang Arab menjadi suka makan soto berbahan baku jeroan sapi atau kambing setelah mencicipinya di banyak resto yang dikelola oleh orang Indonesia. Sejatinya orang Arab dan Yahudi tidak makan jeroan, melainkan daging hewan tanpa lemak, karena lemaknya mereka buang. Walaupun saya tidak mengidap penyakit hipertensi dan jantung koroner, saya tidak mengonsumsi makanan ini lebih dua puluh tahun lamanya. Jeroan itu makanan sampah, junk food-nya orang Indonesia, namanya sampah, ya harus dibuang, jangan dikonsumsi. Bagi Anda yang telah divonis mengidap kedua penyakit ini, katakanlah good bye, jangan punya keinginan lagi untuk menikmatinya. Olah raga memang perlu, tetapi ketika Anda memiliki kedua penyakit ini, maka kegiatan olah raga Anda dibatasi, baik bebannya maupun frekuensinya, selanjutnya adalah menjaga makanan yang Anda konsumsi.

Nasi merah dan sayuran urap.
Hewani. Nikmatilah makanan yang berasal dari hewani yang paling sedikit kakinya. Tentunya mulai dari sapi, kerbau, kambing atau domba, kemudian dilanjutkan dengan daging unggas tanpa kulit, dan terakhir adalah segala jenis ikan darat atau laut. Melihat urutannya demikian, maka mengonsumsi ikan lebih baik dibandingkan dengan daging ayam, dan mengonsumsi daging ayam lebih baik dibandingkan dengan daging sapi. Memang betul, bagaimana pun bersihnya daging sapi, seperti bagian tenderloin, topside dan inside [paha atas] tetap saja masih mengandung trigliserida. Kepiting dan udang kakinya banyak termasuk tidak sehat dikonsumsi oleh penderita kedua penyakit ini, karena banyak mengandung kolestrol, meskipun sedikit trigliseridanya. Belut dan sidat mengandung banyak protein, tetapi tinggi kadar kolestrolnya.

Asinan Bogor.
Ikan laut terutama yang berasal dari laut dalam adalah sumber terbesar asam lemak omega 3 hewani yang diketahui mampu membantu mencegah serangan jantung. Asam lemak ini mampu menurunkan fibrinogen, yakni protein di dalam plasma darah yang berfungsi dalam pembekuan darah, mengerem kerusakan sel akibat radikal bebas, mampu menurunkan trigliserida yang berlebihan, meningkatkan HDL, yakni kolestrol baik yang berfungsi menyapu kelebihan kolestrol jahat, LDL, dan membuat membrane sel menjadi lebih fleksibel. Jika substansi lemak yang berlebihan di dalam darah berhasil di dieliminasi, aliran darah menjadi lancar dan pembentukan plak pun dapat dicegah. [Suriawiria, KOM.PAS 1990?].

Berbagai ikan laut yang baik dikonsumsi oleh penderita penyakit hipertensi dan jantung koroner, seperti gindara, bawal, kembung, layang, seren, slengseng, tenggiri, terubuk, tuna, blue marlene, salmon; beberapa ikan darat, seperti ikan mas, gurame, nila, mujair, gabus, dan lele.

Namun, betapa pun baiknya kualitas sumber bahan makanan tersebut di atas, tidak ada manfaatnya sama sekali apabila diolah dengan cara yang salah sehingga dapat menurunkan kualitas bahan makanan itu sendiri, karena asam lemak omega 3 mudah terurai dan teroksidasi jika diolah dengan cara digoreng. Idealnya dimakan mentah seperti orang Jepang, supaya tidak amis diberi perasan jeruk nipis atau cuka aren, tetapi tentu tidak semua orang suka mengosumsi ikan dengan cara seperti ini. Dipanggang lebih baik dari pada digoreng, tetapi dikukus seperti orang Menado atau dipepes seperti orang Sunda adalah cara terbaik, karena banyak orang yang menyukai cara ini. Jika Anda menginginkan makan daging ayam dengan kulitnya, roasted, yakni dipanggang perlahan-lahan tanpa diolesi minyak adalah cara yang baik.

Nabati. Makanan tinggi serat dan tinggi khlorophil dibutuhkan untuk melancarkan pencernaan dan tahapan pembuangan kotoran sisa makanan. Serat yang dapat larut di dalam air, seperti oatmeal berguna membantu mengurangi kadar kholestrol di dalam darah sampai 20 persen. Makanan berserat banyak terdapat di dalam semua sayuran berdaun hijau, seperti bayam, kailan, pakis, sawi, cabai hijau, paprika, singkong, timun, katuk, selederi, labu, ubi rambat, melinjo, rumput laut, daun kacang panjang, slada keriting, selada air, brokoli, parsley, labu, tomat, lobak, wortel, turi, dan kacang panjang. Bagi penderita penyakit jantung harus menghindari cara berak dengan mengejan, karena tindakan ini menambahkan kerja lebih keras bagi jantungnya. Supaya tidak menimbulkan kebosanan menikmati daun-daunan tersebut di atas, santapan kambing ini dapat diolah menjadi beberapa olahan, yakni :

  • Diurap, yakni 4 atau 5 jenis sayuran diberi campuran parutan kelapa yang berbumbu. Di dalam parutan kelapa ini pasti terdapat asam lemak jenuh, tetapi tidak usah kuatir terhadap kesehatan Anda karena dalam pengolahannya parutan kelapa ini tidak dipanaskan berlebihan. 
  • Dimakan bersama bumbu pecal atau gado-gado, yakni dengan semacam selai kacang tanah yang diberi bumbu.
  • Dimakan dengan sambal terasi.
  • Dibuat asinan sayuran, seperti yang dilakukan oleh orang Bogor. Namanya saja asinan, tetapi rasanya asem, karena dalam proses pembuatannya beberapa sayuran dicampur dengan cuka aren. Rasanya, memang aduhai, weleh, weleh … hemmm. Mau mencoba? Datanglah ke Bogor di jalan Suryakencana atau ke Jakarta di jalan Mangga Besar Raya. 
  • Ditumis. Dimasak dengan sedikit minyak dan sedikit air.
  • Dibuat sayur asem atau bening. 
  • Diacar, yakni umbi bawang putih, bawang merah, wortel, cabai rawit, dan timun diasamkan dengan cuka.

Buah-buahan seperti kiwi, jambu biji, jeruk, papaya, nanas, sawo, mangga, manggis, pisang ambon, semangka, dan appel baik untuk dikonsumsi baik secara utuh maupun dijus. Jus dapat dilakukan dalam satu jenis buah atau kombinasi dengan sayuran. Umbi bawang putih tunggal mempunyai kemampuan untuk meluruhkan kolestrol telah terbukti secara medis. Namun, jika tak ada bawang putih tunggal, bawang putih betina pun masih dapat diandalkan.

Kalium baik dikonsumsi untuk menjaga supaya otot-otot pada umumnya, khususnya otot jantung ketika Anda masih sehat bekerja secara normal, tetapi jika Anda tengah mengidap penyakit ini, asupan kalium harus dikendalikan; karena itu sebaiknya jus buah dikombinasikan dengan sayuran mengingat sebagian besar buah-buahan terlebih yang telah dikeringkan, seperti sale pisang ambon dan manisan buah tamarin [asam Jawa] mengandung banyak kalium. Jus buah yang baik untuk kesehatan harus disajikan tanpa gula tebu dan susu sapi encer atau kental manis untuk penambah rasa. Gula tebu berpotensi meningkatkan asam lemak di dalam darah dan susu sapi mengandung cukup banyak lemak dan kalium. Kebutuhan kalium yang aman untuk orang dewasa adalah antara 1875 – 5625 mg per hari, dari kadar ini kurangilah dari kadar maksimumnya, karena kelebihan kalium [hiperkalemia] dapat menyebabkan gangguan irama jantung dan gagal jantung; kekurangan [hipokalemia] kalium pun menyebabkan irama jantung tak teratur dan kelumpuhan jantung.  

Makan roti tawar tanpa margarine atau mentega pastilah terasa tidak enak, tetapi dimakan dengan cara dicelupan ke dalam susu sapi juga tidak dianjurkan. Susu kedele aroma cokelat dapat menjadi pengganti susu sapi mungkin solusi paling tepat untuk dikonsumsi bagi Anda. Margarine dan mentega tidak ada penggantinya, sementara kedua bahan makanan ini tidak layak dikonsumsi, karena keduanya mengandung asam lemak jenuh yang tidak baik untuk yang berpenyakit jantung dan hipertensi. Diolesi tipis, ya, strawberry marmalade-nya juga tipis, dan makannya seminggu sekali saja. Jangan terkecoh dengan selai kacang tanah [peanut butter]. Minyak kacang tanah memang baik untuk kesehatan jantung, karena kacang ini mengandung asam lemak tak jenuh tunggal [mono unsaturated fatty acid] sebesar 46 persen yang baik untuk kesehatan jantung; namun, kacang ini baik dikonsumsi apabila diolah dengan cara direbus, roasted, atau dipanaskan di dalam oven. Selai kacang tanah tidak dianjurkan untuk dikonsumsi, karena di dalamnya mengandung butter sebagai campuran selai ini.

Apabila pengidap penyakit jantung koroner mengurangi kalium, sementara pengidap hipertensi mengurangi natrium. Anda lebih mudah menghindari makanan mengandung kalium dibandingkan dengan menghindari natrium. Ada orang yang sensitive terhadap penambahan natrium, sebaliknya ada juga yang tidak. Hampir semua makanan mengandung natrium, karena tanpa zat ini makanan terasa hambar, terlebih makanan yang dalam pengawetan, seperti ikan asin, daging hewan [sapi dan kambing] baik yang segar maupun yang diasap, sosis, keju, corned beef, sayur asin Cina, cracker snacks, bermacam-macam makanan instant, seperti mie instant [instant noodle], makanan cepat saji, dan masih banyak lagi.     

Daging panggang baik sapi maupun kambing atau domba tidak baik dikonsumsi dalam jangka waktu lama, karena semua daging panggang mempunyai zat karsinogen yang berpotensi menyebabkan kanker usus besar, sementara natrium dan lemak yang terdapat di dalamnya masih utuh. Anda harus mengompensasinya dengan cara menambahkan lebih banyak sayuran hijau ketika makan beef steak. Jika Anda ingin menikmatinya di restoran, sebaiknya minta kepada chef supaya saus dan beef steak yang dipanggang tersebut dipisahkan. Di dalam saus juga terdapat natrium, jadi Anda harus menakar dengan kesadaran sendiri seberapa cukup yang Anda butuhkan.-

Baca : hengkiblackcoffee.blogspot.com/2012/04/makanan-mempercepat-kematian.html
  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar