Rabu, 18 Juli 2012

Orang Kaya dan Orang Miskin Di Dalam Kristus

Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih semua orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia [Yakobus ii:5].

Diskriminasi dalam pergaulan manusia pada umumnya sudah ada seumur manusia, baik di lingkungan orang percaya maupun dalam lingkungan orang dunia. Masyarakat adalah sekumpulan kelompok manusia yang terdiri dari berbagai kekuatan ekonomi dan social. Mereka satu sama lain membangun kelompok sosialnya masing-masing berdasarkan kesetaraan, mulai dari kelompok yang terkuat sampai ke kelompok yang terlemah.

Jangan ada diskriminasi di rumah Tuhan!
Jika orang kaya diundang ke satu perjamuan yang diadakan oleh sesama orang seiman, pasti mendapat perlakuan lebih istimewa dibandingkan dengan undangan lain yang kondisi ekonominya lebih lemah. Kondisi seperti ini sudah ada pada jaman Yesus Kristus masih ada di dunia 2000 tahun yang lalu. Kondisi seperti inilah yang membuat Yakobus menegur semua orang bangsanya dengan keras. Mereka menyatakan iman kepada Kristus, tetapi perbuatan mereka dalam pergaulan pilih muka.

Orang miskin adalah orang yang hidupnya hanya bergantung kepada kemurahan Tuhan. Orang miskin adalah orang yang tidak mempunyai sesuatu yang dapat dibanggakan. Orang miskin adalah orang yang cenderung rendah diri, karena mereka menganggap diri mereka adalah manusia tak berharga. Karena itu, mereka lebih suka menjauhi pergaulan.

Orang miskin sering menjadi korban keserakahan orang kaya. Orang yang status sosialnya rendah sering menjadi korban kesombongan orang yang memiliki status social yang lebih tinggi. Dulu, 35 tahun yang lalu, seorang temanku pernah berkata, bahwa jika berteman dengan orang kaya, orang kaya cenderung memperbudak terhadap orang yang tak berpunya.

Melihat orang kaya menyombongkan diri adalah pemandangan biasa, karena orang kaya adalah orang yang hidupnya lebih mengandalkan kekayaannya. Bagi orang kaya tempat perlindungan yang aman baginya adalah hartanya, lain dengan orang tak berpunya, kemiskinan menemani sepanjang hidupnya sampai dalam kemelaratan [Amsal x:15]. 

Jangan menyombongkan diri dengan kemegahan kekayaan dunia. Ingatlah selalu, bahwa orang kaya dan orang miskin mempunyai kesempatan yang sama untuk meninggalkan iman kepada Kristus. Orang kaya kalau hidupnya sangat menumpuk kekayaan, tidak ingat lagi bahwa harta kekayaan yang dimilikinya saat ini berasal dari Tuhan, kemudian berkata dengan congkak ... siapa itu Tuhan? Sebaliknya kalau terlalu miskin dan lelah dalam kehidupan, maka tak segan lagi meninggalkan Kristus demi jabatan yang dianggapnya dapat memperbaiki nasib hidupnya. 


Pada jaman seperti sekarang ini, bergabung dalam satu komunitas memang membutuhkan biaya, ya tergantung, kalau bergaulnya dengan orang berpunya, dapat mengeluarkan biaya tidak sedikit. Beberapa sekolah Kristen di Jakarta semua muridnya membentuk dua kelompok komunitas, misalnya, beberapa murid yang berasal dari golongan orang berpunya, mereka membentuk komunitas mereka sendiri sebaliknya yang tak berpunya juga membentuk kelompoknya sendiri. Dua komunitas di satu sekolah dapat terbentuk seperti ini tak lain karena mereka  melihat kelakuan orang tua mereka. Jika mereka bertemu di gereja pun, mereka berteguran seadanya, tanpa ada ekspresi keakraban. Jika anak-anak ini bertumbuh dewasa dan menjadi orang tua, jadilah mereka manusia Kristen seperti yang digambarkan oleh Yakobus pada masanya.


Sebenarnya Tuhan tidak melihat kekayaan atau kemiskinan  pada satu komunitas di gereja, melainkan  bagaimana sikap manusia terhadap Tuhan. Yang Tuhan inginkan dari manusia adalah manusia hidupnya hanya bergantung kepada Tuhan saja. Manusia hidupnya tidak hanya dari roti, melainkan dari semua perkataan Tuhan.


Tuhan memilih semua orang miskin yang sering menjadi korban keserakahan orang kaya supaya mereka menjadi kaya di dalam iman kepada Kristus. Orang dapat menjadi kaya di dalam iman kepada Kristus, hanya jika mereka bersedia hidup dipimpin oleh Roh Tuhan. Sama seperti semua pemain football dalam satu football club, mereka akan memiliki bentuk permainan yang semakin kaya, hanya jika mereka patuh kepada semua petunjuk pelatih atau mau dipimpin oleh pelatih mereka. Hari emi hari semakin kenal kenal Kristus, maka hasilnya adalah semakin kaya rohani. Tuhan membentuk rohani mereka, Kristus yang kaya rela menjadi miskin, supaya mereka yang miskin menjadi kaya di dalam kristus.


Tuhan memilih semua orang miskin yang sering diremehkan oleh keberadaan status sosial orang kaya, supaya mereka juga menjadi hli waris adalah orang yang mempunyai hak menerima semua janji Allah. Syarat menjadi ahli waris adalah status anak yang telah mereka miliki. Janji Allah adalah rahmat, kasih karunia keselamatan kekal dari Allah melalui Kristus.


Mengapa kita menjadi hakim bagi sesama? Tuhan-lah Hakim Yang Maha Adil. Hamba Tuhan tidak boleh memilih ladang pengabaran Injil, yaitu mana kelompok kaya dan mana kelompok miskin. Begitu juga terhadap semua anggota jemaat tidak boleh memandang muka dalam pergaulan di gereja.-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar