Rabu, 04 Juli 2012

Hidup Sehat Menurut Kehendak Tuhan [2]

Roti Bloeder.
Dulu ketika saya masih sekolah, guru olah raga sering mengatakan bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Mensana in corpore sano, ini motto kesehatan dalam bahasa Latin. Apakah motto kesehatan ini masih tetap berlaku untuk zaman seperti sekarang ini? Saya pernah melihat di sebuah jalan yang ramai di Jakarta, seorang perempuan muda sekitar 25 tahun, rambutnya hitam panjang tergerai, tubuhnya segar bugar, dadanya montok, dan pinggangnya ramping. Pokoknya sexy. Woooow. Ia sedang berlari telanjang kaki, sepasang gunungnya yang montok bergoyang ke kiri dan ke kanan dan bergoyang naik turun. Tidak ada seorang pun laki-laki yang mau menemaninya, karena dia lari dalam keadaan telanjang bulat, alias mengalami gangguan kejiwaan. Tubuhnya sehat, tetapi jiwanya tidak sehat. Di Jakarta ini saja jumlah penderita gangguan kejiwaan ini telah mencapai 1,5 juta jiwa. Sebagian besar  masalah kejiwaan ini disebabkan oleh masalah ekonomi terutama setelah krisis ekonomi yang pernah melanda negeri ini dari tahun 1997 sampai sekarang belum pulih betul.

Tuhan menghendaki Anda sehat bukan saja secara fisik, tetapi jiwa Anda juga harus sehat. Apakah jiwa itu sehingga perlu dijaga kesehatannya? Jiwa itu adalah tempat semua emosi manusia berada, seperti sedih, gembira, duka, bahagia, bosan, gairah, dan seterusnya. Bagi orang yang sehat jiwanya semua emosi ini dalam keadaan seimbang dengan pasangannya. Orang disebut sehat jiwanya, jika dia masih berkemampuan mengendalikan pikirannya sehingga masih mempunyai perilaku normal; dan jika dia mempunyai masalah dengan kejiwaannya, dia menyadari keadaannya dan tahu kemana dia mencari solusinya,  misalnya, mendatangi seorang psikhiater, psikholog, pendeta, konselor, atau paling sedikit seorang sahabat yang sudah sangat dipercaya sebagai tempat curahan hati; sebaliknya jika ada orang yang tidak mampu mengendalikan dirinya lagi sehingga mempunyai perilaku abnormal, sama sekali tidak menyadari keadaan dirinya [telanjang di tempat umum atau menyanyi di atas atap rumah], dia disebut gila. Orang mengalami gangguan kejiwaan bisa disebabkan dari faktor genetika, lingkungan tempat pekerjaan, tekanan ekonomi, dan beban pikiran yang luar biasa. Manusia memerlukan stress untuk memacu peningkatan prestasi hidupnya, tetapi stress yang berlebihan juga dapat menyebabkan gangguan kejiwaan. Di Jakarta, pelaku bunuh diri bukan orang dewasa saja, ada gadis remaja bunuh diri karena hubungan cinta dengan pacarnya tidak direstui oleh orang tuanya, bunuh diri karena stress menghadapi Ujian Nasional, bahkan ada yang mau bunuh diri dengan cara naik ke tower di Mabes Polri, tetapi berhasil dicegah.

Apakah ada orang yang sehat jiwanya berjalan kaki sejauh 100 km pada tengah malam dari Palembang ke Prabumulih? Pada dekade 80-an di Sumatera Selatan dari Palembang sampai Prabumulih tidak ada bis angkutan umum pada tengah malam. Apakah ada orang yang sehat jiwanya usai jam kerja, tidak bisa pulang ke rumahnya, karena lupa rumahnya di mana? Demikianlah ini adalah dua cerita tentang teman saya yang mengalami gangguan kejiwaan. Yang pertama bekerja di perusahaan minyak, telah meninggal tidak lama setelah tiba di kota kelahirannya dan yang kedua bekerja di pabrik semen bagian power station, telah dikeluarkan dari perusahaan. Apakah Anda mau menyusul menjadi pasien ketiga? Tidak mau dong. Saya mau sehat tubuh dan jiwa saya. Lalu bagaimana caranya, ya?

Carilah tempat yang sunyi untuk menyendiri, untuk melakukan saat teduh. Mungkin di bawah tangga, di bawah  pohon beringin, di tepi sungai, di tepi kolam ikan, di tepi danau, di tepi bukit, di coffee shop, melihat ikan-ikan berenang di dalam aquarium, dan seterusnya, yang penting mengistirahatkan otak dan jiwa dari beban pikiran dan emosi. Biarkan setiap orang mencari sendiri tempatnya untuk melakukan saat teduh. Yesus mempunyai kebiasaan naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ia seorang diri saja di tempat itu. Ia juga mempunyai kebiasaan mengajak semua muridnya ke pinggir kota ke suatu tempat perbukitan bernama Getsemani yang banyak ditumbuhi pohon zaitun untuk berdoa. Ketika saya masih bujangan dan tinggal di Bogor, saya juga mempunyai kebiasaan menyendiri di Kebun Raya Bogor.

Apa yang Anda dapatkan dari menikmati kesunyian ini? Anda mendapatkan kenikmatan hubungan mistik antara jiwa Anda dengan Tuhan; mengevaluasi pribadi, apa saja yang telah Anda miliki saat ini, karena mengucap syukur dalam segala perkara lebih baik daripada memikirkan apa yang belum Anda miliki saat ini; jika Anda penderita hipertensi, terapi seperti ini sangat dianjurkan; dan jika Anda mau membaca, bacalah bacaan yang ringan, seperti novel, majalah hiburan, Alkitab, renungan harian. Jangan lupa ditutup dengan doa, ya.-


Reading list :  Matthew xiv:23; Luke xxii:39; John vi:15; 1 Thessalonians v:18


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar