Kamis, 12 Juli 2012

Yang Terpilih Bagi Allah

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya [Efesus i:3-4].

Ia dilahirkan dengan nama Saulus, orang Yahudi yang memiliki kewarganegaraan Romawi berasal dari kota Tarsis. Pada mulanya dia sangat membenci semua orang percaya. Ia memburu dan menyiksa semua orang percaya di seluruh wilayah jajahan Romawi. Seluruh Palestina tempat kelahiran Yesus Kristus adalah wilayah jajahan Romawi, imperium terbesar pada waktu itu menguasai hampir seperempat dunia. Melalui suatu peristiwa ajaib yang dialaminya di Damaskus dalam perjalanan memburu orang percaya, yaitu matanya menjadi buta selama tiga hari karena dia melihat cahaya yang sangat menyilaukan matanya. Peristiwa yang sangat luar biasa ini membawanya ke arah pertobatannya berbalik menjadi murid Kristus yang sangat militant.

Penulis Mazmur mengatakan bahwa kejadian manusia itu dahsyat, Allah Maha Tahu bakal jabang bayi yang ditenun-Nya di dalam rahim seorang perempuan, jauh sebelum segala sesuatu dijadikan oleh-Nya. Manusia yang bernama A, B, C, dan seterusnya sudah ada blue print mereka di tangan Allah Maha Pencipta. Paulus menyadari realitas Injil yang mengatakan, bahwa bukan seseorang yang memilih Tuhan (beriman kepada Kristus) melainkan Tuhan yang memilih orang ini untuk diselamatkan [Yohanes 15:16]. Dengan kata lain, dari sejak semula Allah telah memilih Paulus untuk beriman di dalam Kristus.

Paulus juga menyadari hasil dari pilihan Allah adalah supaya semua orang pilihan Allah menerima berkat rohani. Banyak orang dunia berusaha dengan susah payah untuk mendapatkan berkat materi, karena sebagian besar orang berpikir berkat selalu dikaitkan dengan kebendaan, status, dan power, seperti mempunyai simpanan uang di bank, status social yang bagus, dan memiliki jabatan penting di satu perusahaan besar; padahal semua yang saya sebutkan ini sifatnya fana, alias tidak dibawa mati. Berkat rohani yang dijanjikan oleh Allah kepada semua orang pilihan Allah adalah keselamatan kekal melalui iman kepada Kristus. Berkat keselamatan kekal ini adalah anugerah Allah bukan jerih payah perbuatan baik manusia.

Tujuan Allah memilih semua orang pilihan-Nya adalah supaya kita menjadi kudus dan tidak bercacat. Pemahaman kudus menurut firman Allah adalah mempunyai arti pemisahan dan perbedaan. Sesuatu dipisahkan dari yang lain karena mempunyai satu tujuan dan tampil beda dengan yang lain. Misalnya, gereja atau rumah Tuhan disebut kudus karena beda dengan bangunan lain, seperti gedung sekolah atau gedung perkantoran atau bangunan rumah hiburan. Karena itu, orang Kristen dipilih oleh Allah sebagai orang pilihan supaya hidupnya tampil beda atau lain dari orang bukan pilihan. Beda apanya? Bedanya adalah semua orang pilihan Allah menerima keselamatan kekal karena dibenarkan oleh Allah melalui iman kepada Yesus Kristus. Disebut tidak bercacat, artinya standar hidup orang Kristen seharusnya jauh di atas rata-rata semua bukan orang pilihan Allah, karena Allah sempurna, maka lifestyle orang Kristen semakin hari harus semakin meningkat kualitas rohaninya.

Hidup itu adalah pilihan yang menjanjikan adanya perubahan. Pilihan itu dipandang seperti mata uang yang mempunyai dua sisi, yakni sisi Allah dan sisi manusia. Allah mempunyai pilihan atas semua orang pilihan-Nya, sebaliknya manusia juga mempunyai kehendak bebas untuk memilih. Mengapa kebanyakan orang Jakarta kalau membeli mobil selalu yang mempunyai body besar? Alasannya karena pernah mempunyai pengalaman tidak menyenangkan ketika Jakarta dilanda kebanjiran besar kalau pakai mobil kecil, mobil pasti mogok karena mesin terendam air banjir. Alasan lain karena pihak marketing sudah mengarahkan pikiran konsumen dengan gagasan, bahwa kalau pakai mobil besar banyak anggota keluarga dapat terangkut.

Konsep pilihan menuju keselamatan kekal sering dihubungkan dengan takdir Allah. Takdir artinya kodrat Allah yang tidak dapat diubah lagi. Jadi, kalau satu kondisi telah ditakdirkan oleh Allah, maka kondisi tersebut mutlak harus diterima dan tidak dapat dirubah lagi. Yang mana di antara dua kasus ini pantas disebut takdir? Pertama, pada saat ini seseorang menjadi seorang pengemudi becak selama puluhan tahun, apakah pekerjaan orang ini telah menjadi takdirnya. Kedua, pada saat ini seseorang telah berganti kelamin menjadi perempuan, padahal sebelumnya selama puluhan tahun sejak lahir dia dilahirkan sebagai laki. Kondisi takdir membuat manusia pasrah dalam keterpaksaan. Mengapa Allah menetapkan bangsa Inggris menguasai dunia? Apakah ini juga disebut takdir?

Dasar firman Allah dalam konsep pilihan. Pilihan Allah terhadap bangsa Israel [Ulangan iv:37]. Pilihan Allah terhadap Kristus sebagai Juru Selamat Dunia sebelum penjelmaan-Nya [Yesaya xlii:1]. Pilihan Allah terhadap semua orang percaya [Kolose 3:12 dan Titus 1:1]. Allah memperpendek masa tribulasi [Matius xxiv:22, 24, 31].

Definisi pilihan, yakni tindakan Allah dalam memilih mereka yang akan diselamatkan untuk menjadi anggota tubuh Kristus. Dasar pilihan Allah terhadap konsep pilihan adalah karakter-Nya, artinya ada peristiwa yang selaras dengan semua sifat Allah, seperti : Allah Maha Kasih [Efesus i:5] artinya Allah menyelamatkan semua orang pilihan-Nya, karena kerinduan-Nya kepada semua umat terpilih supaya kembali kepada-Nya. Hikmat Allah [Yudas i:5] artinya, Allah memberi pengetahuan kepada semua orang pilihan-Nya, bahwa Allah sendiri yang mengeluarkan bangsa Israel dari Tanah Mesir. Mesir adalah metafora, yaitu gambaran dosa-dosa manusia di masa lalu. Kekekalan  [Roma viii:30] artinya, panggilan semua orang percaya untuk diselamatkan bukan karena kebetulan, melainkan sudah ditetapkan sebelum semesta alam ini diciptakan oleh Allah. Allah Maha Tahu [Mazmur cxxxix] artinya, Allah sangat mengetahui blue print masa depan Anda, bahkan ketika Anda masih janin yang ditenun di dalam rahim seorang perempuan. Allah Maha Mulia [Efesus i:14] artinya, akhir dari keselamatan kekal adalah memuliakan Allah di dalam Kristus.

Cara Allah merealisasikan pilihan-Nya. 1) Ada pemberitaan di satu tempat dan ada satu umat tertentu yang dipilih [Efesus ii:14-15]. Pemberitaan Injil dapat dilakukan dengan banyak cara, misalnya khotbah di gereja atau kebaktian keluarga, tulisan di media cetak atau tulisan di blog internet, perbuatan nyata di lingkungan tempat tinggal. 2) Inkarnasi Kristus memang sudah dinubuatkan, jauh sebelum bangsa Israel mengalami perbudakan di Mesir. 3) Perintah pengabaran Injil pada masa kini [Matius xxviii:19-20]. 4) Tuntutan untuk bertobat dan menyatakan iman kepada Kristus supaya diselamatkan. Keselamatan itu bukan warisan dari generasi sebelumnya [KPR xvii:30-31]. 5) Peringatan dari Allah, bahwa ada penghakiman bagi yang tidak percaya [Yohanes iii:16-18].

Apakah pilihan Allah memenuhi keadilan? 1) Apakah perbuatan baik yang Anda lakukan berguna untuk Allah? Misalnya, ada bencana gempa bumi terjadi luar biasa hebat di satu tempat kemudian Anda mengirimkan 10 truk besar berisi beras ke tempat kejadian bencana. Perbuatan mengirim beras ini memang berguna bagi yang tertimpa bencana, tetapi tidak berguna bagi Allah. Betapa berkualitasnya dan banyak perbuatan baik yang dilakukan oleh seseorang tetap saja tidak akan dapat menyelamatkan orang ini. Karena semua orang telah berdosa sehingga semua perbuatan sebaik apa pun tidak ada yang berkenan di hadapan Allah. Keselamatan itu anugerah dari Allah bukan karena melakukan perbuatan baik [Efesus ii:8-9]. Orang percaya melakukan perbuatan baik karena telah beriman kepada Kristus supaya iman mereka tetap hidup [Yakobus ii:24], sebaliknya orang tidak percaya melakukan perbuatan baik sebagai usaha pribadi untuk mendapatkan keselamatan. 2) Tidak mungkin pilih kasih, karena di hadapan Allah tidak ada satu pun yang dipandang baik. Pilihan adalah mutlak otoritas Allah yang dilandasi oleh karakter-Nya, yakni Maha Kuasa [Yohanes v:22]. 3) Adanya kelahiran baru, yakni kesadaran bertobat, menyadari jalan hidupnya salah kemudian kembali kepada iman yang benar, yaitu Yesus Kristus Orang Nazaret. 4) Konsep pilihan dapat membuat orang percaya menjadi sombong. Jika ada orang percaya menyombongkan dirinya, apa yang dimilikinya untuk bermegah di hadapan sesamanya. Keselamatan kekal adalah anugerah semata dari Allah, maka orang percaya seharusnya hidup dalam kerendahan hati. 5) Perjalanan hidup Anda masih panjang. Tidak ada yang tahu bilamana Anda akan mati dipanggil oleh Allah. Apakah Anda mati dalam keadaan iman kepada Kristus? Kenyataannya ada banyak orang telah menerima Kristus dan dibaptis, tetapi kemudian dia murtad. Apakah orang ini tergolong telah dipilih oleh Allah ketika dia menerima Kristus dan dibaptis? Karena tidak ada seorang pun yang tahu, maka orang percaya wajib memberitakan Injil.

Apa yang sepantasnya dilakukan oleh orang percaya yang telah menerima anugerah dari Allah? Mengucap syukur kepada Allah, karena telah terhitung sebagai orang yang dibenarkan oleh Allah melalui iman kepada Kristus. Memohon di dalam doa kemampuan untuk tetap mempertahankan iman kepada Kristus sampai ajal memanggil.-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar