Kamis, 28 Juni 2012

Tetap Bahagia Walaupun Tidak Mempunyai Anak

Roti Kehidupan.
Kita sering membaca atau mendengar bahwa semua tindakan atau perbuatan yang selaras dengan firman Tuhan disebut alkitabiah. Lalu, seperti apa satu perbuatan pantas disebut alkitabiah? Melakukan segala sesuatu yang menyenangkan Tuhan, yaitu taat pada semua peringatan-Nya, inilah yang disebut perbuatan alkitabiah. Berbahagialah semua orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. Berbahagialah semua orang yang memegang semua peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.

Salah satu issue sentral abad ke 21 ini adalah rekayasa genetika, yaitu suatu upaya manusia mengubah dan membentuk kembali semua karakter pembawa kehidupan sejak lahir sehingga memenuhi seperti yang dikehendaki oleh manusia. Apakah rekayasa genetika tergolong perbuatan alkitabiah?

Semua yang diciptakan oleh Tuhan adalah baik. Jika Anda menyimak dari kitab Kejadian, setiap kali Tuhan selesai menciptakan, Dia selalu mengatakan semua baik, dari hari pertama penciptaan sampai pada hari yang ke enam. Jika Tuhan menciptakan dunia ini dalam keadaan baik, tetapi mengapa ada pasangan suami isteri yang tidak dikaruniai anak, mungkin begitu timbul pertanyaan di dalam pikiran Anda. Jika ada pasangan suami isteri selama belasan tahun tidak diberi anak oleh Tuhan, apakah diizinkan mendapatkan anak  melalui inseminasi buatan? Inseminasi buatan adalah satu proses pertemuan sel telur perempuan dan sperma laki-laki yang dilakukan di dalam laboratorium. Sperma didapatkan dari suami sendiri atau dari bank sperma.


Jika manusia bertindak tanpa etika, bencana baru pasti akan terjadi dan menyulitkan manusia sendiri. Manusia alih-alih ingin menyelesaikan masalah, yang datang justeru masalah baru. Selama bertahun-tahun Cina memberlakukan pengendalian jumlah penduduk secara ketat, yakni hanya satu anak dalam satu keluarga. Jika seorang isteri hamil lagi, anak yang ada di dalam kehamilannya harus digugurkan. Dan, sudah tertanam di dalam pikiran setiap keluarga di sana, bahwa anak laki lebih berharga dibandingkan dengan anak perempuan; jika seorang ibu hamil dan melalui alat USG diketahui calon bayinya adalah perempuan, dia lebih memilih bayinya digugurkan. Di masa lalu pemerintah Cina Komunis lebih membutuhkan anak laki untuk dijadikan tentara. Akibat kebijakan masa lalu ini, di Cina kini lebih banyak orang laki dewasa dibandingkan jumlah penduduk perempuan. Biasanya ketidakseimbangan jumlah penduduk beda gender akan mengakibatkan masalah sosial di kemudian hari. 


Teknologi rekayasa genetika membawa manusia cenderung melupakan kodratnya, yaitu ciptaan Tuhan dan merasa terdorong menjadi Dewa Penyelamat. Sudah sejak lama manusia mempunyai impian untuk memiliki satu bangsa dengan ras unggul. Bangsa Jerman pada era Hitler sebagai diktator ditekankan oleh diktator ini, bahwa bangsa Jerman adalah bangsa Arya, ras paling unggul di antara segala bangsa. Mata biru, rambut kuning, tinggi besar, dan cerdas adalah ciri umum bangsa Arya yang mereka impikan, orang homo dan cacat fisik maupun mental tak ada tempat bagi mereka.


Mereka belum mempunyai teknologi rekayasa genetika pada waktu itu, tetapi impian mereka tetap menyala di dalam jiwa mereka. Kini manusia memiliki teknologi untuk mewujudkan impian ini. Bank sperma menyimpan dan mengawetkan sperma dari ribuan laki dewasa, berasal dari benih pilihan dan mempunyai kualitas unggul seperti yang diinginkan manusia. Di Amerika sudah ada ribuan kasus inseminasi buatan, perempuan yang tak mempunyai suami dapat dibuat hamil melalui cara ini, karena yang bersangkutan menginginkan menjadi single parent. Mereka lupa bahwa anak yang akan dilahirkan ini juga mempunyai hak azasi. Seorang anak juga berhak untuk mengetahui siapa ayahnya. Single parent lebih hanya memikirkan dirinya sendiri mendapat hiburan ketika anaknya masih bayi, tetapi tidak memikirkan jauh ke depan masa depan anaknya hasil inseminasi buatan yang dikandung di dalam rahimnya.


Semua orang Kristen sejatinya mempunyai beban salib masing-masing. Tujuan pernikahan adalah melanjutkan keturunan. Bukan rahasia lagi, bahwa di negeri ini pasangan suami isteri yang tidak mempunyai anak sering dianggap suatu aib keluarga sehingga banyak orang yang berusaha sekuat tenaga dan segala cara untuk mendapatkan anak. Usaha sekuat tenaga inilah pada akhirnya menjadi beban psikhologis bagi banyak keluarga yang tidak dikaruniai anak. Yesus berkata, bahwa barangsiapa tidak memikul salibnya, dia tidak layak mengikuti Dia. Tidak tergoda untuk tidak melakukan tindakan yang tidak alkitabiah adalah satu beban salib yang harus dipikul oleh setiap pasangan Kristen. 


Tertulis di dalam Alkitab, bahwa pertemuan sel telur dan sperma yang alkitabiah dilakukan oleh pasangan suami isteri dengan cara persetubuhan [penis masuk ke dalam liang vagina]. Tuhan menciptakan birahi dan rangsangan seksuil untuk kenikmatan yang diberikan oleh manusia. Pasangan suami isteri yang hidup di dalam Tuhan melakukan persetubuhan dilandasi kasih dan sentuhan-sentuhan romantis yang bersifat manusiawi sekali [human]. Di dalam proses inseminasi buatan yang terjadi justeru sebaliknya, yaitu dehumanisasi, tak ada nafsu berahi, belaian kasih, dan ... yang penting tak ada orgasme. Orgasme adalah puncak kenikmatan persetubuhan yang diciptakan oleh Tuhan untuk manusia di dalam hubungan suami isteri sah. Persetubuhan di luar cara ini jelas tidak alkitabiah.


Manusia tidak berhak atas tubuhnya sendiri karena di dalam ciptaan manusia baru kita adalah milik Kristus. Jadi, manusia juga tidak mempunyai hak merekayasa genetika manusia menjadi seperti yang dikehendaki oleh manusia. Kejadian manusia sangat dahsyat, Tuhan merajut sel-sel bayi di dalam rahim perempuan, seperti apa jadinya nanti biarlah kehendak Tuhan yang jadi.


Bagi orang percaya yang hidupnya telah disempurnakan di dalam Kristus, maka kita kembali terhadap realitas Injil, yaitu mengucap syukur kepada Tuhan di dalam segala perkara, baik mempunyai anak atau tidak mempunyai anak. Jika Anda tidak mempunyai anak, Anda mempunyai waktu yang lebih banyak untuk melayani Tuhan dan sesama Anda. Hakekat hidup yang diberikan oleh Tuhan adalah untuk melayani.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar