Sabtu, 23 Juni 2012

Perjamuan Paskah Sebagai Lembaran Baru Keselamatan Kekal

Perjamuan Kudus.
Paskah bagi bangsa Israel adalah peringatan ketika mereka meninggalkan Mesir. Sebelum berangkat mereka diperintahkan untuk membuat roti tidak mengandung ragi sebagai bekal ketika meninggalkan Mesir. Selama tujuh hari makan roti yang tidak mengandung ragi adalah Paskah bangsa Isarel. Setiap generasi wajib memandang dirinya seakan-akan dia sendiri telah keluar dari perbudakan di Mesir. Mereka juga menyiapkan korban anak domba Paskah sebagai peringatan kasih setia  Allah yang melewati semua rumah orang Israel di Mesir, ketika Dia menulahi semua orang Mesir, tetapi menyelamatkan semua orang Israel.

Perjamuan Paskah dalam konteks kekristenan adalah peringatan kasih setia Allah di dalam Kristus memberi anugerah keselamatan kepada semua orang percaya. Roti tak beragi yang kita makan adalah lambang tubuh Kristus dan anggur yang kita minum adalah lambang darah Kristus. Tubuh dan darah Kristus merupakan satu kesatuan, yakni untuk menyatakan Pribadi yang satu ini, yaitu untuk menyatakan Yesus sendiri yang mengorbankan diri-Nya untuk keselamatan semua orang yang percaya kepada-Nya. Tubuh dan darah menekankan satu ungkapan bahwa Yesus dimuliakan melalui kematian dan sekaligus kebangkitan-Nya karena manifestasi kebangkitan-nya itulah yang membuktikan, Roh Tuhan yang ada didalam diri Yesus telah mengalahkan dosa. Korban yang diberikan oleh Yesus melalui kematian dan kebangkitan-Nya adalah merupakan akhir perjanjian lama, yakni zaman Taurat dan para nabi dan memasuki era perjanjian  baru, yakni zaman kasih karunia. Untuk memasuki kemulian-Nya itu Dia harus menderita dan mengalami kematian sebagai manusia yang lahir dibawah kuasa hukum Taurat.

Bangsa Israel meninggalkan Mesir melambangkan Allah membebaskan manusia dari perbudakan dosa. Peristiwa ini merupakan satu kesejajaran karya besar Allah, bahwa Allah di dalam Kristus membebaskan manusia dari perbudakan dosa. Jangan kita melewatkan Perjamuan Paskah, karena melakukan perjamuan ini adalah perintah dari Yesus sendiri sebagai peringatan diri Yesus yang telah membuka lembaran baru bahwa hanya melalui jalan yang benar, yaitu Dia, kita dapat datang kepada Allah. Dalam prosesi memecah-mecahkan roti, orang Kristen mengingat peristiwa masa silam dimana Yesus mengalami kematian sekali gus kebangkitan-Nya. Tetapi peristiwa masa silam ini juga memberi arti untuk masa sekarang dan masa depan, yakni sekarang kita sudah boleh hidup sebagai anak perjanjian yang beroleh warisan dari Allah dan kita sedang menuju kegenapan Kerajaan Allah di mana kemerdekaan itu sepenuhnya terwujud.

Apa yang kita tangkap dari makna Perjamuan Paskah ini? Maknanya adalah komitmen. Persekutuan sesama orang percaya di dalam perjamuan yang diadakan oleh Tuhan untuk menyatakan satu komitmen terhadap diri masing-masing. Jika Anda pernah membuat satu kesalahan dan mau melakukan sesuatu untuk keluar dari kesalahan itu, artinya Anda mau belajar dari kehidupan. Anda tidak sendirian, karena Allah di dalam Kristus selalu memberi kekuatan baru setiap hari. Setiap orang, setiap bangsa pernah membuat kesalahan, karena itu mari kita satu bangsa Indonesia yang telah membuat banyak kesalahan di masa lalu mau belajar dan membangun kembali negeri ini untuk menyongsong morning glory.-


Daftar bacaan : Exodus xii:27; xiii:6-8; Luke xxii:15, 19; John iii:16; xiv:6; Colossians ii:17; Rome viii:16-17; 1 John iv:14


Berbahagialah orang yang akan diundang perjamuan dalam Kerajaan Allah [Luke xiv:15]


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar