Minggu, 17 Juni 2012

Keberadaan Allah Yang Nyata Ada

Semesta alam terdiri dari banyak galaxy, bumi yang kita tempati adalah salah satu dari banyak galaxy itu, dan galaxy yang kita tempati ini berpusat pada matahari. Matahari mempunyai 8 planet, yakni Mercurius, Venus, Bumi Mars, Jupiter,  Saturnus, Uranus, dan Neptunus; masing-masing planet berputar pada porosnya dan semua planet beredar mengelilingi matahari yang juga berputar pada porosnya, masing-masing pada lintasannya sendiri. Sejauh yang kita ketahui berdasarkan Alkitab, bahwa kehidupan hanya ada di planet yang namanya bumi [geos]. Adanya sebuah kehidupan ditandai dengan adanya air, nitrogen, oksigen, kabondioksida, dan makhluk hidup yang mendiami bumi ini, yakni manusia, hewan, dan tumbuhan. Adanya semesta alam yang dahsyat dan kehidupan di bumi ini tentu ada yang menciptakannya. Siapa pencipta yang Maha Dahsyat itu?


Roti kehidupan.
Allah yang menciptakan bumi, langit, dan seluruh semesta alam ini. Pada awalnya diciptakan bumi masih gelap dan kosong. Gelap gulita masih melingkupi lautan luas. Allah itu Roh dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air lautan yang masih gelap gulita ini. Manusia hanya diberikan oleh Allah kuasa menemukan dan mengembangkan segala sesuatu yang telah diciptakan oleh Allah. Tekhnologi hi-end apa pun yang ada saat ini adalah kelanjutan dari tekhnologi jauh sebelumnya kalau dirunut terus sampai pada zaman batu. Zaman penciptaan telah berlalu.

Allah juga menyatakan firman, bahwa hanya kepada Dia saja manusia harus taat dan firman Allah dinyatakan kepada manusia supaya manusia mengelola sumber kehidupan di bumi dan mengasihi sesama manusia. Dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu, Allah menyatakan firman untuk manusia, bukan untuk anjing atau babi. Itulah sebabnya dikatakan bahwa firman Allah adalah harta yang sangat berharga melebihi nilai sebutir mutiara. Perintah Allah adalah otoritas Allah dan eksistensi Allah itu sendiri, maka seluruh perkataan Allah disebut juga sebagai Firman; karena itu Allah identik dengan Firman. Ibaratnya seorang jenderal mempunyai otoritas memberi perintah. Perintah seorang jenderal adalah eksistensi jenderal itu sendiri. Ada jenderal, ada perintah. Jelas, bukan? Orang yang tidak mempunyai mandat memerintah namanya bukan jenderal, tetapi hanya prajurit saja.

Pada mulanya Roh Allah itu mengunjungi hanya pada orang tertentu pilihannya saja, yaitu semua nabi dan hakim untuk menyampaikan firman-Nya. Roh Allah memberi ilham kenabian kepada orang yang ditunjuk oleh-Nya sebagai nabi. Jika Simson, hakim yang terkenal itu bisa mengalahkan 1000 orang Filistin hanya dengan sebuah tulang rahang keledai, hal ini terjadi karena Roh Allah memberi kekuatan luar biasa kepadanya. Daud, anak Isai yang masih kecil bisa mengalahkan Goliat, orang Filistin yang tinggi besar, karena Roh Allah memberi arahan tepat pada tangannya sehingga batu katapelnya tepat mengenai jidat Goliat dan raksasa Filistin ini jatuh dan mati.

Anda telah membaca 3 bahasan tersebut di atas, yakni Allah sebagai Pencipta, Allah sebagai Firman, dan Allah sebagai Roh. Ketiga pokok bahasan ini biasa disebut trinitas. Kata trinitas tidak pernah ada di dalam Alkitab. Trinitas di dalam Alkitab tidak pernah dinyatakan secara ekspilisit, melainkan satu rumusan yang dibuat oleh manusia untuk memudahkan manusia memahami hakekat Allah. Allah itu Maha Esa, tetapi hakekatnya, Allah itu Pencipta, Allah itu Firman, dan Allah itu Roh. Jadi, jangan dikatakan orang Kristen itu mempunyai 3 Allah. Lalu apa hubungan trinitas dengan Yesus Kristus yang disebut Orang Nazaret?

Allah mempunyai satu nubutan rencana besar tentang keselamatan umat manusia. Nubuatan ini diadakan oleh Allah karena menusia telah jatuh ke dalam dosa, dan manusia cenderung berbuat dosa setelah jatuh ke dalam dosa. Manusia melakukan  segala macam perbuatan baik sebagus apa pun, tetapi selamanya manusia tidak akan pernah mampu melepaskan keterikatan terhadap dosa. Allah menyatakan nubuat kepada Abraham orang Ur Kasdim, bahwa dari seorang keturunannya dari isterinya, yakni Sarah akan melahirkan seorang anak yang dinamai Ishak akan menjadi berkat bagi banyak bangsa.

Hukum Taurat yang diberikan oleh Allah kepada Musa di gunung Horeb di gurun Sinai bukan dimaksudkan untuk menyelamatkan manusia, melainkan untuk mengantarkan manusia menuju keselamatan yang dijanjikan oleh Allah. Manusia tidak bisa diselamatkan oleh huruf-huruf mati, melainkan oleh Juru Selamat yang mampu menghidupkan semua huruf mati itu sehingga mempunyai pemahaman yang benar tentang keselamatan. Juru Selamat ini adalah seorang Anak Manusia yang dilahirkan dari seorang rahim perempuan, namanya Maria. Jika dirunut dari satu generasi ke generasi sebelumnya, perempuan ini memang berasal keturunan Ishak. Jauh sebelum perempuan ini mengandung, malaikat Allah berkata kepadanya, bahwa dia akan mengandung, Roh Kudus akan turun atasnya dan kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaunginya; sebab itu anak yang akan dilahirkannya itu akan disebut kudus, Anak Allah. Allah adalah Maha Kudus, maka Roh Kudus identik dengan Roh Allah. Sesuai menurut perintah Allah, Maria menamai Anak yang dilahirkannya adalah Yesus, artinya Juru Selamat manusia. Ia sering juga disebut Yesus Kristus, Kristus dari bahasa Yunani artinya yang diurapi. Yesus memiliki lebih 100 sebutan.

Firman itu [Allah] telah menjelma menjadi manusia [karena hadir dengan cara manusia, yakni kelahiran], dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan Allah, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Allah. Yesus disebut Anak Allah karena Roh yang ada di dalam diri-Nya adalah Roh Allah atau Roh Tuhan ada di dalam diri-Nya, sebaliknya Anda disebut manusia karena roh Anda adalah roh manusia. Roh Allah adalah Allah. Salah satu hakekat Allah yang telah disebutkan di atas adalah Firman. Selama tiga setengah tahun masa pelayanan-Nya, Dia tidak memberikan ajaran baru, melainkan menyampaikan semua firman Allah yang telah tertulis di dalam Taurat Musa dan semua kitab para nabi dengan pemahaman yang sebenarnya dan Dia datang ke dunia untuk menggenapi semua nubuatan Allah. Dengan kata lain, Yesus adalah Firman atau Allah yang hadir di tengah-tengah kehidupan yang nyata, sedangkan Bapa adalah metafora yang biasa digunakan oleh bangsa Israel untuk memanggil Allah, sebagaimana seorang anak memanggil ayahnya dan mendapat pemeliharaan dari ayahnya.

Alkitab adalah hukum tertulis firman Allah yang terdiri dari banyak huruf mati, tetapi Roh Kudus menghidupkan roh seseorang sehingga dia menjadi percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, Juru Selamat manusia, dan bersedia dibaptis sebagai meterai persekutuan dengan orang percaya. Mungkin Anda menjumpai seorang atheis yang hafal luar biasa seluruh isi Alkitab, tetapi tanpa Roh yang menghidupkan rohnya, dia tetap terhitung sebagai orang yang tidak percaya.

Puncak dari ajaran trinitas ini adalah Amanat Agung, yakni perintah dari Tuhan kepada semua orang percaya untuk mengabarkan Injil kepada segala bangsa, menjadikan mereka murid Kristus dan dibaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Mereka adalah wujud dari hakekat Allah yang Mahaesa, yakni Pencipta, Firman, dan Roh yang telah disebutkan di atas. Jadi, sekali lagi jangan dikatakan, bahwa orang Kristen menyembah 3 Allah.-  


Reading list : Genesis i:1; xxi:12; Judges xv:15; 1 Samuel xvii:49-50; John i:14; Luke iv:18-19; Matthew v:17; xxviii:19; 2 Corinthians iii:6

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar