Kamis, 14 Juni 2012

Diktator Paling Kaya

Kekayaan itu seperti air laut, semakin banyak dihirup semakin kehausan yang menghirupnya.

Pada tahun 1981 tidak lama setelah Anwar Saddat tewas ditembak oleh pengawalnya sendiri, Hosni Mubarak menggantikannya untuk menjadi Presiden Mesir. Tidak terasa waktu berjalan sampai 6 dekade orang ini telah menjadi kepala negara di Mesir dan mempunyai pengaruh sangat luas di kawasan Timur Tengah pada umumnya. Orang yang terlalu lama menduduki jabatan kepala negara akan mempunyai kecenderungan menjadi seorang diktator, bahkan lebih dari itu, yakni tergoda untuk melakukan korupsi uang negara. Rakyat adalah pemilik uang negara. Dengan kekuasaan yang dimiliki oleh seorang diktator, dia akan membuat banyak undang-undang yang dapat melindungi perbuatan korupnya.

Sejak Saddat sepakat damai dengan Israel pada masa pemerintahan Jimmy Carter, Mesir menerima banyak bantuan dari Amerika dalam segala bidang, terutama bantuan militer. Mesir bukan negara kaya pengekspor minyak, juga bukan pengasil pangan yang diperhitungkan di kawasan itu. Kalau disebut penghasilan utama Mesir, maka Terusan Suez dan pariwisata adalah sumber devisa negara. Sekitar 3 juta ton minyak mentah diangkut oleh kapal-kapal tanker melewati terusan ini menuju Eropa dan sekitar 20 persen pariwisata menyumbangkan penghasilan negara ini.

Begitu percayanya Amerika kepada Mesir sebagai sekutu di Timur Tengah, maka Mesir memiliki banyak tank Abram-1, tank modern saat ini sebagai bantuan militer. Iblis memang pandai melihat kecenderungan hati manusia apa yang membuat diri seorang manusia mudah tergoda sehingga menjadi serakah untuk dikuasai dan kemudian dihancurkan. Keinginan Iblis hanya satu, yakni manusia menjadi rusak moralnya. Kecenderungan hati itulah tolok ukur kelemahan manusia. Nah, kecenderungan hati manusia yang bernama Hosni Mubarak ternyata doyan uang. Kalau Berlusconi, Perdana Menteri Italia, lain kecenderungan hatinya, dia lebih suka dengan paha mulus perempuan, karena sebelum dia menjadi perdana menteri Italia, dia sudah kaya raya sebelumnya.

Seorang temanku yang belum lama mengunjungi Mesir, beberapa bulan sebelum Mubarak jatuh, dia mengatakan kepadaku, bahwa di Mesir banyak mobil Fiat tahun 60 masih ada di jalan-jalan di Kairo. Bandingkan waktu zaman rezim Suharto masih berkuasa di Indonesia, sedikitnya Mercedez Benz tahun 1984 type E200 banyak melintas di banyak jalan di Jakarta. Ini menunjukkan bahwa Mesir bukan negara kaya.Pengangguran dan jumlah orang miskin yang semakin banyak dan pemerintah juga ringan tangan menahan semua orang yang bertentangan dengan kepentingan pemerintah. Jadi, rezim tiran Mubarak ini memang komplit, yaitu rakyat lapar, tidak ada keadilan, dan rakyat tidak boleh banyak bicara yang menyakitkan telinga Mubarak. Pemerintah yang seharusnya menyediakan pekerjaan, sebaliknya lapangan pekerjaan semakin sempit. Bagaimana rakyat mendapatkan makanan kalau tidak mempunyai penghasilan untuk membeli bahan pangan? Tidak ada keadilan di negeri ini. Semua ladang bisnis dikuasai oleh keluarga Mubarak dan semua kroninya, bahkan anak bungsunya, Gamal Mubarak sudah disiapkan untuk menggantikan ayahnya. Mubarak orang yang berhasil meredam perlawanan yang dapat mengganggu stabilitas hubungan bilateral Mesir-Israel.

Mesir banyak menerima bantuan ekonomi dari donator Amerika dan Eropa, demi stabilitas di kawasan Timur Tengah, khususnya Terusan Suez dan hubungan baik dengan Israel. Negeri ini mempunyai angkatan bersenjata terkuat di Afrika, yaitu 1 juta tentara, mempunyai ratusan tank modern Abram-1, dan ratusan pesawat tempur bantuan Amerika. Namun, seperti pada umumnya negara miskin penerima bantuan luar negeri yang melimpah dan kepala negara yang otoriter, bantuan yang melimpah itu tidak mencapai tujuan kesejahteraan rakyat sebaliknya dikorup demi kepentingan lingkaran kekuasaan yang sedang berjalan. Hosni Mubarak membawa lari uang rakyatnya selama 6 dekade kekuasaannya sebesar lebih 360 T rupiah, setara dengan  USD 40 milyar. Diktator paling rakus dan paling tajir atau paling kaya di seluruh dunia. Di mana saja seorang koruptor adalah manusia rakus melupakan kepentingan bangsanya sendiri. Negara biarkan hancur lebur, yang penting dirinya selamat di negeri orang [kalau sempat melarikan diri].

Orang Indonesia itu biasanya paling cepat lupa dengan sejarah karena tidak mau belajar dari sejarah sebelumnya, bahwa bagaiman pun hebatnya seorang kepala negara, dia adalah manusia biasa yang dapat membuat kesalahan. Buanglah sejauh mungkin istilah pemimpin kharismatik, karena inilah awalnya pengultusan seorang pemimpin, pengultusan seorang pemimpin akan melahirkan seorang tiran. Rakyat butuh makan, rakyat butuh keadilan, dan rakyat butuh bicara, jika salah satu tidak terpenuhi atau ketiganya, bersiaplah menghadapi kemarahan rakyat.-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar