Minggu, 01 April 2012

Peranan Roh Kudus Di Dalam Gereja Pada Masa Kini

Ketika Yesus masih hidup di dunia bersama dengan murid-murid-Nya, pemahaman persekutuan orang-orang percaya belum ditanamkan, dan ketika Amanat Agung disampaikan kepada mereka hal itu belum menggerakkan jiwa mereka. Mereka masih tetap menunggu di Yerusalem seperti yang dipesankan oleh Tuhan kepada mereka. Seumpama mobil itu belum bisa bergerak karena bahan bakarnya, yaitu bensin belum ada. Jiwa manusia juga baru tersentuh dan tergerak jika ada yang menggerakkannya, yakni Roh Kudus.

Gereja Rakhmat Allah di Bekasi.
Pada saat Roh Kudus dicurahkan kepada para rasul pada hari pentakosta atau lima puluh hari setelah kematian Tuhan Yesus di kayu salib, momen ini disebut sebagai  awal zaman Roh Kudus dan sekaligus sebagai awal pembentukan gereja Tuhan yang pertama di bumi. Tuhan Yesus sudah menjanjikan, bahwa setelah Dia pergi akan datang Sang penghibur, yakni Roh Kudus. Roh Kudus sudah datang, firman Tuhan sudah digenapi, itu berarti semua orang percaya pada masa kini disebut sebagai orang Kristen hidup di dalam era Roh Kudus. 

Tuhan yang Mahapengasih memberi tempat berlabuh bagi semua orang Kristen dalam satu organisasi yang disebut gereja. Gereja adalah fasilitas yang diberikan oleh Tuhan bagi semua orang Kristen untuk memupuk tali persaudaraan, saling memperkuat keimanan melalui persekutuan di dalam Kristus. Jika dua atau tiga orang hadir di satu tempat dan berbicara tentang Dia yang telah menyelamatkan manusia dari dosa, Dia hadir di situ. Tuhan Yesus telah diangkat ke surga, tetapi Dia tetap hadir sebagai Roh yang memberi penghiburan jiwa, sehingga jemaat tetap hidup dalam pengharapan, kesabaran, dan ketekunan. Dhus, artinya Roh Allah atau Roh Kudus selalu hadir di tengah-tengah persekutuan orang Kristen [gereja]. Roh Kudus berperan dalam upaya jemaat untuk mengembangkan gereja baik ke dalam maupun keluar. Kedalam berarti memperkuat akar keimanan para jemaatnya, karena semakin besar gereja bertumbuh semakin besar juga tantangan yang dihadapinya, sedangkan keluar berarti mengamalkan Amanat Agung dari Tuhan dan menjadi garam dunia, yakni memberikan pelayanan kasih sebagai bakti orang Kristen yang berperan bagi lingkungannya. Roh Kudus berperan memberikan kekuatan supaya gereja berkemampuan menjadi saksi Kristus.

Pengaruh filsafat dan rupa-rupa ajaran mengimbasi pikiran manusia terutama di Eropa dan Amerika membuat manusia semakin jauh terhadap gereja. Banyak negara yang dahulu secara tradisi memiliki banyak pengikut Kristus, tetapi lambat laun mereka menghilang berganti dengan ajaran baru yang tidak dikenal dan tidak ditanam oleh Bapa di surga.  

Tulisanku tentang Roh Kudus hanya kubatasi dalam lingkup peran-Nya yang sentral terhadap kehidupan orang-orang Kristen dan berbagai peristiwa dunia yang sudah tentu tidak lepas dari peran Roh Kudus di dalamnya. Bicara tentang Roh Kudus tidak lepas dari Lukas penulis Kitab Injil Lukas dan Kisah Para Rasul [Act], karena kitabnya kita lebih mengenal Roh Kudus yang memberi pengaruh besar terhadap perkembangan gereja Tuhan dari masa gereja pertama, pada masa kini dan pada masa yang akan datang.
Jika Roh Kudus telah menetapkan seorang Kristen untuk menjalankan Amanat Agung, yakni misi atau perwartaan Injil dan menjadikan segala bangsa murid Kristus, pantang mengeraskan hati untuk menolak, Roh Kudus tidak akan melepaskannya; karena perintah Tuhan memberi mandat kepada Anda tidak akan kembali dengan sia-sia.-



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar