Kamis, 12 April 2012

Mitos-Mitos Di Sekeliling Kita


Cerita-cerita masa lalu yang bertutur tentang kegaiban, mukjizat, dan kekuatan supra-natural dan diyakini pernah terjadi biasa disebut mite. Banyak mite di sekeliling kehidupan kita kemudian masyarakat memitoskannya. Jadi, mitos adalah kepercayaan masyarakat terhadap cerita-cerita yang tidak pernah dibuktikan kebenarannya, tetapi sudah terlanjur dipercayai kedahsyatan, keampuhan, dan kemanjurannya. Dunia mitos memang tidak membutuhkan pembuktian, karena yang penting adalah apa maknanya, yakni pesan apa yang tersirat terkandung di dalamnya.

Alkitab adalah tulisan yang diilhamkan oleh Allah melalui agen-agen Allah yang biasa kita sebut sebagai nabi. Allah mengilhamkan manusia kata-kata Allah sesuai menurut konteksnya dan alam pikiran manusia pada waktu tulisan itu diilhamkan oleh Allah. Bahan-bahan tulisan yang diilhamkan oleh Allah itu dapat berupa cerita-cerita yang hidup di masyarakat pada zamannya. Cerita-cerita yang hidup di tengah masyarakat ini tidak bisa dibuktikan apakah betul terjadi secara hurufiah, tetapi apa makna dibalik cerita-cerita ini. Inilah dunia mitos. Dalam PL dan PB dari Kejadian sampai Wahyu sarat dengan mitos.

Kitab Injil Markus adalah kitab yang paling tua dari ketiga Injil yang lain. Kitab Matius ditulis kemudian mengutip dari Markus dan mengambil bahan-bahan cerita yang hidup di tengah mayarakat. Kitab Injil Lukas menurut penulisnya, kitab ini disusun berdasarkan penelitian yang cermat dari tulisan-tulisan Markus, Matius, dan juga cerita-cerita yang beredar di masyarakat. Kitab Injil Yohanes adalah kitab Injil yang paling belakangan ditulis oleh penulisnya yang termasuk murid dekat dengan Yesus. Memang selama Yesus masih hidup secara fisik di dunia dua ribu tahun yang lalu Dia tidak meninggalkan ajaran-ajaran baru dan tidak memerintahkan menulis kepada murid-murid-Nya. Semua yang dituturkan oleh-Nya sudah tersurat di dalam PL, karena Dia datang untuk memberikan arti sesungguhnya Taurat dan kitab-kitab para nabi. Semua kitab Injil yang biasa disebut PB adalah catatan-catatan kesaksian murid-murid-Nya tentang segala sesuatu yang dilakukan oleh Yesus ketika pernah hadir di dunia ini.

Keberadaan seseorang yang pernah ada, berpengaruh dan meninggalkan catatan dirinya secara dahsyat biasa memunculkan mitos-mitos di sekitar kehidupannya. Misalnya, tentang kehidupan Soekarno, Presiden RI pertama. Jika Anda orang Indonesia, saya yakin Anda mempercayai bahwa orang yang bernama Soekarno, kelahiran kota Blitar pernah ada di Indonesia. Mitos mewarnai seputar kehidupannya ketika dia masih hidup, yakni dia manusia kebal peluru. Apakah ada manusia yang kebal peluru atau senjata tajam? Believe or not? Mitos ini muncul setelah Peristiwa Cikini yang terjadi pada tahun 1962 beberapa bulan sebelum Kartosoewirjo ditangkap dan dihukum mati. Dalam Peristiwa Cikini telah terjadi percobaan pembunuhan terhadapnya yang dilakukan oleh para pengikut Kartosoewirjo yang setia ketika Soekarno menjemput seorang anaknya yang sekolah di Perguruan Cikini. Empat buah granad dilemparkan ke arahnya. Memang ajaib, hanya satu granad yang meledak, lainnya tidak. Timbul beberapa korban sudah pasti, tetapi pengawal-pengawalnya  sigap menjaganya dari percobaan pembunuhan ini. Bung Karno selamat tak kurang satu apa pun. Sejak peristiwa inilah beredar mitos bahwa dirinya kebal peluru.   

Tidak terkecuali terhadap pribadi Yesus yang disebut Orang dari Nasaret, Dia pernah ada di dunia ini dan menghadirkan kedahsyatan di lingkungan masyarakat di Palestina, karena itu tidak tertutup kemungkinan telah beredar mitos-mitos tentang diri-Nya.

Bagaimana mitos itu muncul dan berkembang? Mitos mewarnai kehidupan berbagai suku bangsa di dunia, terlebih di negara-negara yang masih berkembang dan terbelakang karena ketidakrasionalan sistem berpikir dalam menanggapi semua fenomena alam dan masyarakat selalu dikaitkan dengan kegaiban. Karena itu mitos-mitos yang berkembang di Indonesia, khususnya di dalam pandangan masyarakat Jawa juga berkaitan dengan kepercayaan atau keyakinan terhadap kegaiban.

Kebanyakan mitos di berbagai tempat di Indonesia bermula dari cerita rakyat yang disampaikan secara lisan. Awalnya mungkin mitos ini milik satu tempat tertentu saja, katakan saja desa, tetapi lama-kelamaan disampaikan secara lisan akhirnya berkembang menjadi milik suku tertentu. Ada banyak mitos dalam kehidupan suku-suku di Indonesia, seperti : mitos Dewi Sri, dan mitos Ratu Adil keduanya dari Jawa, mitos Malin Kundang dari suku Minang di Sumatera barat.

Dewi Sri. Orang Jawa terutama di pedesaan mempercayai bahwa tanaman padi mereka di sawah akan tumbuh subur dan panen bekelimpahan karena pemeliharaan Dewi Sri. Dewi Sri menuntut norma-norma sosial yang harus ditaati, yaitu kebersihan dan ketertiban desa. Kenyataannya penduduk desa memang mematuhi, jika tidak, mereka mempercayai bahwa tanaman padi mereka akan gagal, banyak penyakit akan melanda desa dan berbagai musibah lain. Sebelum tanam padi dan sesudah panen, penduduk desa melalui seorang dukun atau modin memberi sesajen di sawah dan melakukan slametan di rumah pemilik sawah.

Ratu Adil. Pada abad XII, di Kediri berkuasa seorang raja bernama Jayabaya. Raja ini terkenal dengan ramalannya, yaitu di pulau Jawa akan timbul kekacauan dan penderitaan rakyat luar biasa, tetapi kemudian datang Ratu Adil yang akan mem­bawa keadaan damai sejahtera. Ramalan ini menjadi sumber inspirasi dan impian mesianis orang Jawa terutama sepanjang abad XIX. Karena itu, ada saja pada perioda tertentu (biasanya pada saat situasi dan kondisi masyarakat sedang kacau), muncul orang yang mengaku menerima wahyu Ratu Adil untuk melakukan pembaruan di dalam masyarakat. Sampai sekarang kenyataannya para arkeolog belum mengetahui secara pasti apa sesungguhnya isi ramalan ini, karena mereka belum menemukan artefak tentang ramalan ini. Jadi, cerita yang beredar tentang ramalan ini adalah tafsiran-tafsiran subyektif yang hidup sebagai kepercayaan yang dimitoskan oleh suku Jawa selama ratusan tahun.      

Mitos Malin Kundang. Pada masa kanak-kanaknya, Malin Kundang tinggal bersama ibunya di kampung halaman di satu desa di pesisir tidak jauh dari kota Padang sekarang. Mereka hidup dalam kemiskinan yang amat sangat. Ketika Malin Kundang menginjak usia dewasa, dia memutuskan merantau ke negeri lain untuk mengubah nasib. Dengan berat hati ibunya melepaskan kepergian anaknya pergi merantau ke negeri antah barantah. Singkat cerita, si Malin ini sukses di perantauan. Ia menjadi saudagar kaya dan memiliki isteri yang cantik. Tetapi pada suatu hari ketika kapalnya merapat di pelabuhan tidak jauh dari desa asalnya dulu, dia malu dihadapan isterinya yang cantik untuk mengakui ibunya yang masih tinggal di desa itu dan masih dalam kemiskinan. Ia mengusir ibunya yang telah naik ke geladak kapalnya. Dengan berlinangan air mata ibunya meninggalkannya kembali ke desa. Ia kemudian memerintahkan kepada para awak kapalnya untuk meninggalkan pelabuhan kembali ke negeri tempat asal isterinya. Dalam perjalanan pulang, kapal si Malin diterjang badai hebat dan kapalnya terbalik digulung ombak terdampar di sebuah pulau. Di pulau ini si Malin dan kapalnya dikutuk menjadi batu. Anda dapat melihat sebuah pulau tidak jauh dari Teluk Bayur di Padang yang mirip kapal yang diyakini oleh sebagian orang Minang sebagai kapal si Malin yang terdampar menjadi batu.

Cerita-cerita yang hidup dalam kehidupan sehari-hari suku-suku di Indonesia pada umumnya diturunkan dari satu generasi ke generasi berikut adalah mite-mite yang kemudian banyak di antaranya dimitoskan oleh mereka yang mempercayainya. Arief Budiman mengatakan bahwa mitos menentukan tingkah laku seorang manusia dalam menghadapi lingkungannya. Misalnya : seorang wanita yang hidup di suatu desa yang menganggap seorang perempuan baru bermutu tinggi kalau dia dapat merebut beberapa orang laki-laki, maka dia akan berusaha untuk kawin berkali-kali.

Mitos Dewi Sri menentukan tingkah laku orang Jawa dalam lingkungan sosial mereka supaya sadar lingkungan bersih terhadap sawah dan desa. Mitos Ratu Adil menentukan tingkah laku orang Jawa supaya selalu tanggap terhadap perubahan zaman. Mitos Batara Kala menentukan tingkah laku orang Jawa supaya berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Mitos Malin Kundang menentukan tingkah laku orang Minang supaya tetap menghormati orang tua, walaupun hidupnya sudah berhasil secara sosial dan ekonomi.

Cerita Penciptaan [Kejadian 1:1-2]. Jika Anda mempercayai secara hurufiah bahwa Allah menciptakan bumi dan seluruh isinya termasuk manusia dalam waktu tujuh hari, saya menghormati kepercayaan saudara; sebaliknya jika Anda mempercayai cerita penciptaan ini dalam kaca mata mitologi yang dimitoskan oleh banyak orang Kristen, saya pun menghormati kepercayaan Anda. Mite Penciptaan berasal dari Asia Barat Daya kuno, yakni daerah delta subur di Mesopotamia dan sekitarnya. Mite selalu mengandung cerita peperangan antara dewa yang satu dengan dewa yang lain, yang diakhiri kemenangan dewa yang paling perkasa. Mite pada dasarnya adalah mitologi panteistis atau kepercayaan terhadap banyak dewa-dewi.

Namun, cerita Penciptaan bertutur tentang monoteistis. Thema peperangan antara dewa yang satu dengan yang lain sudah berlalu, yang tinggal hanyalah DEWA yang MAHA ESA dan PERKASA yang menguasai semesta alam dan firman-Nya sangat berkuasa sehingga tercipta segala sesuatu (Wahono, 1986 : hlm. 80). DEWA yang MAHA ESA dan PERKASA ini pada mulanya menurut tradisi Asia Barat Daya kuno (baca : sastra Ibrani) biasa disebut Elohim, El atau Elion, ini adalah nama Allah yang pertama disebut orang di tempat ini. Proses pengeditan dalam mite sehingga mencapai bentuknya terhadap penyembahan TUHAN yang monoteistis seperti yang tertuang di dalam Alkitab berjalan sepanjang berabad-abad lamanya.  

Tiap-tiap dongeng atau mite tersebut digunakan oleh Allah untuk mencerminkan konsep keilahian tentang Allah. Misalnya, tentang riwayat Kejadian dari ps. 1 – 2. Konsep keilahian Allah adalah gambar dan rupa, yakni kasih, imanen, dan transenden. Allah atau Elohim adalah TUHAN atas semua ciptaan, dan manusia dibawah Allah menjadi tuan terhadap ciptaan yang lainnya. Kemahaesaan, kemahahadiran, dan kemahakuasaan Allah adalah mutlak milik-Nya.

Allah menciptakan manusia yang berasal dari debu dan diperintahkan oleh-Nya bahwa semua tanaman di kebun milik-Nya buahnya boleh dimakan, kecuali pohon yang ada di tengah kebun, yakni pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, buahnya dilarang dimakan alias VERBODDEN !!! Yang namanya larangan dari Allah jangan dilanggar apa pun alasannya. Kalau dilanggar pasti ada hukumannya. Allah menyatakan firman-Nya pasti ada tujuannya yakni mengendalikan tingkah laku manusia supaya bertindak seperti yang dikehendaki-Nya. Allah menghendaki manusia itu taat dan manusia berusaha mengendalikan tingkah lakunya. Ketaatan itu diperlukan supaya dunia ini secara makrokosmos menjadi tertib. Jika pengguna jalan tidak taat terhadap rambu-rambu dan beretika lalu-lintas di jalan umum, akan menimbulkan ketidaktertiban yang berakibat kecelakaan. Manusia (baca : Indonesia) memang ndablek. Sudah diberi tahu bahwa kematian akibat kecelakaan lebih banyak dibandingkan dengan angka kematian akibat pembunuhan, tetapi masih juga tidak bisa mengendalikan diri dalam berlalu-lintas.

Mitos tentang Penciptaan sudah ada dari sejak dahulu kala dan selalu diajarkan setiap minggu di sekolah minggu. Bagaimana dengan mitos-mitos modern? Dibawah ini adalah daftar sejumlah mitos-mitos modern :    

  • Minum jamu kuat lelaki dicampur kening telur mentah, campur madu, dan anggur menentukan tingkah laku pada umumnya laki-laki dalam menjaga kesehatan.
  • Torpedo (batang kemaluan) kambing, tangkur (kemaluan) buaya, akar pasak bumi dari Kalimantan  diyakini mampu menguatkan tenaga seksual para lelaki.
  • Daging kambing menaikkan tekanan darah. 
  • Makan terong menyebabkan batang kemaluan bisa menjadi lemas alias letoy.
  • Makan papaya atau semangka bisa menyebabkan vagina menjadi basah.
  • Tiga bulan sebelum melahirkan anak, seorang calon ibu harus sering minum minyak kelapa, supaya melahirkannya mudah dan lancar.
  • Minum arak camput dengan tikus curut (anak tikus) dapat menambah tenaga.

Mitos-mitos tersebut di atas kenyataannya betul-betul hidup di dalam masyarakat dan mengendalikan tingkah laku para pelakunya yang meyakini betul akan terjadi pada dirinya. Ambil satu contoh pertama dari mitos-mitos tersebut di atas. Di Indonesia biasa seorang laki-laki meminum jamu kuat lelaki Cap Nyonya Meneer, Cap Jago, Cap Sido Muncul, dan lain sebagainya menggunakan campuran kuning telur mentah, madu, dan anggur kemudian dikocok dan diseduh pakai air panas. Mengapa harus memakai kuning telur mentah? Padahal faktanya, kandungan protein sebagai zat pembangun tubuh terbanyak di bagian putih telurnya sedangkan kuningnya sarat  mengandung kolestrol yang potensial menimbulkan penyakit jantung koroner. Dalam mitos tidak dituntut fakta, karena zaman mitos tidak terikat oleh batas-batas dunia riil.  Ini baru mitos-mitos yang ada di Indonesia, belum lagi yang berasal dari negeri lain, antara lain :

  • Dracula, biasa disebut vampire penghisap darah dari Rumania.
  • Manusia srigala (werewolf) dari Scotlandia, Inggeris.
  • Di Jepang, para raja adalah keturunan Dewa Matahari.

Saya menikmati novel yang bertutur tentang Dracula makhluk penghisap darah dari sejak masih kanak-kanak. Dracula sebenarnya adalah seorang pangeran (Graaf) berasal dari Pennsylvania, Rumania, Eropa Timur. Konon, dia adalah seorang pangeran yang kejam (tiran) dan telah membunuh banyak orang, sehingga karena kekejamannya dia mendapat sebutan vampire. Faktanya vampire adalah sejenis kelelawar yang hidup di Amerika Selatan yang gemar menghisap darah hewan, khususnya sapi ternak yang banyak di padang rumput. Asalnya dari Rumania, tetapi cerita tentang pangeran ini tumbuh subur di Inggris Raya.  

Tidak semua mitos itu membangun, karena itu Anda harus menggunakan nalar mana yang layak dijalankan dan mana yang harus diabaikan saja. Cerita tentang Kejadian (Genesis) memang sebuah mitos, tetapi himpunan cerita yang terkandung di dalamnya tidak ada alasan bagi saudara untuk mengabaikannya, karena Allah menghendaki hidup Anda SUKSES dan MAPAN baik secara psykhologis, ekonomi maupun spititual. Jika Anda ingin selalu dipakai oleh boss di kantor, Anda harus taat terhadap peraturan perusahaan. Jika Anda ingin memiliki rumah tangga bahagia, setialah terhadap janji iman … sekali lagi setia …. setiaaaaaaa (mulut Anda sampai mangap). Jika Anda ingin dipakai oleh TUHAN sebagai alat-Nya, Anda harus taat dengan apa yang dikehendaki-Nya, taat … taat … taaaaaaaaaaaaat (buka mulut yang lebar). Ketaatan jangan hanya di rumah ibadat atau menjalankan rutinitas mekanis religi, tetapi wujudkanlah itu di dalam kehidupan sehari-hari Anda. Inilah yang paling penting bagaimana memandang mitos dengan benar, yakni : Jangan pandang mitosnya, tetapi pandang makna di balik mitosnya.-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar