Minggu, 01 April 2012

Yesus Itu Tuhan


Roti Kehidupan
Cobalah kau bicara tentang Buddha, Muhammad, atau Konfusius, pastilah banyak orang antusias mendengarkan tentang mereka; sebaliknya apabila kau mulai membicarakan tentang Yesus yang disebut Orang Nazaret itu, pasti kau akan dijauhi orang juga. Di Filipina dan Meksiko juga banyak orang menggunakan nama Yesus, seperti Yesus De Alonso, Yesus Jose Fernandez, Yesus Messa, dan seterusnya, tetapi yang aku maksudkan di sini adalah Yesus yang di lahirkan di Betlehem dan dibesarkan di Nazaret sehingga Dia disebut Orang Nazaret. Jelas? Jadi, be careful and be wise, man kalau mau bicara tentang Orang Nazaret ini secara terbuka. Alasan utama banyak orang tidak suka membicarakan Orang Nazaret ini karena Dia menyebut diri-Nya Tuhan. Secara eksplisit Yesus memang tidak pernah menyatakan, bahwa diri-Nya adalah Tuhan. Namun, Yesus membenarkan pernyataan Petrus bahwa Dia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. 

Kedatangan Yesus ke dunia merupakan peristiwa besar dalam sejarah kehidupan manusia, tetapi Allah tetap menghadirkan-Nya melalui suatu kelahiran normal yang dialami oleh manusia pada umumnya. Maria, tunangan Yusuf menerima wahyu dari Allah melalui malaikat, bahwa dirinya akan mengandung oleh kehendak Roh Kudus. Pada masa itu menurut konteks adat di Palestina, pasangan yang telah tunangan keadaannya seperti orang yang telah menikah, tetapi mereka tidak melakukan hubangan seks seperti pada umumnya suami-isteri. Jadi, jika terjadi putus ikatan tunangan, hal ini merupakan aib luar biasa bagi keluarga perempuan. Yusuf juga menerima perintah dari malaikat Tuhan supaya dia tidak meninggalkan Maria yang telah mengandung dari Roh Kudus.

Tuhannya orang Kristen manusia, bagaimana mungkin kita menyembah manusia, begitu kata banyak orang tentang Yesus. Kau atau aku dilahirkan ke dunia ini melalui persetubuhan laki-laki dan perempuan dalam ikatan pernikahan dan roh yang ada di dalam janin yang terus tumbuh tentunya adalah roh manusia, sebaliknya dengan bayi Yesus, yang ada di dalam diri-Nya bukan sembarang roh, melainkan Roh Kudus atau Roh Allah, karena Dia dikandung dari Roh Kudus. Ia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia melalui kelahiran dari rahim perempuan Maria. Aku katakan kepada kau, bahwa Yesus itu seratus persen manusia dan seratus persen Allah. Ada dua dimensi di dalam diri-Nya, yakni dimensi manusia dan dimensi Allah. Ia manusia yang membawa kuasa ilahi. Sebagai manusia, Dia juga merasakan seperti yang dirasakan oleh pada umumnya manusia, seperti lapar, haus, sedih, gembira, dan takut; hanya satu hal yang Dia tidak alami seperti pada umumnya manusia, yakni Dia tidak dalam keadaan dosa.

Lalu bagaimana sebagai manusia yang membawa kuasa ilahi? Kalau kau hidup pada masa yang sama ketika Yesus masih ada di bumi 2000 tahun yang lalu, apakah kau percaya begitu saja, bahwa Dia mempunyai kuasa mengampuni dosa manusia. Coba kau katakan di hadapan Deddy Corbuzier, bahwa kau adalah jago sulap paling kesohor di kolong langit, apakah kau pikir dia akan percaya begitu saja karena menurut pertimbangannya kau tidak pernah bikin acara sulap di mana pun di kolong langit ini. Kepada seorang yang kakinya lumpuh, Dia berseru, kata-Nya, dosamu sudah diampuni. Hanya Allah saja yang mempunyai otoritas mengampuni dosa manusia, tetapi pada waktu itu mana ada orang Yahudi percaya begitu saja bahwa Yesus membawa otoritas demikian. Tidak ada dalam konsep mereka, bahwa Mesias lahir di kandang domba dan manusia yang membawa kuasa ilahi. Yang ada dalam mind set mereka adalah Mesias adalah seorang raja yang mampu mengusir Palestina dari penjajahan bangsa Romawi.

Yohanes Pembaptis memberi kesaksian tentang Yesus, katanya, barangsiapa percaya kepada Anak, dia mendapatkan hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, dia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya. Yesus adalah Anak  yang lahir atas kehendak Allah melalui rahim perempuan, Maria dan Dia adalah Oknum kedua setelah Allah dalam trinitas. Ia mempunyai pribadi, yakni Pribadi Allah sendiri, maka dengan sendiri-Nya, Yesus mempunyai otoritas yang ada dimiliki oleh Allah, seperti mencipta, membuat mujizat, Maha Tahu, Maha Kuasa, menyembuhkan penyakit, mengampuni dosa, menyelamatkan, dan mengatasi maut. Ia mati di kayu salib, dihukum mati oleh tentara Romawi atas permintaan orang Yahudi bukan karena kelakuan-Nya, melainkan karena pernyataan diri-Nya siapa, Dia adalah Allah dalam realitas kehidupan manusia, yakni Firman yang telah menjelma menjadi manusia. 

Yesus memposisikan diri-Nya sebagai Pencipta. Pada hari Sabat, Yesus menyembuhkan orang yang telah lumpuh dan hampir putus harapan selama 30 tahun tergeletak di pinggir kolam Betesda. Yesus memerintahkan kepada orang lumpuh itu supaya bangun mengangkat tilamnya dan berjalan. Tentu saja perbuatan-Nya membuat gusar sebagian besar orang Yahudi, karena pada hari Sabat orang Yahudi dilarang membuat semua kegiatan fisik. Apa kata-Nya? Kata-Nya : “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” Bapa [Abba, bahasa Ibrani] adalah sebutan lain terhadap Allah, Maha Pencipta yang sangat dihormati oleh orang Yahudi, tetapi Yesus justeru memposisikan diri-Nya sebagai Oknum pertama dalam trinitas yang sangat dihormati oleh mereka.
Yesus memposisikan diri-Nya sebagai pengantara manusia dan Allah. Yesus berkata, bahwa Dia adalah jalan, kebenaran, dan kehidupan. Siapa pun di kolong langit ini tidak akan sampai kepada Bapa tanpa melalui Dia, karena Dia adalah jalan yang benar dan memberi kehidupan dalam kekekalan. Tidak ada seorang nabi yang mengatakan, bahwa dirinya adalah jalan menuju keselamatan, sebaliknya Yesus berani mengatakan bahwa diri-Nya jalan. Untuk mendapatkan keselamatan kekal manusia memerlukan jalan yang benar. Sementara banyak orang memohon supaya ilah yang mereka sembah memberi jalan yang benar, sebaliknya kau dan aku telah memiliki jalannya karena percaya kepada-Nya yang memberi keselamatan kekal.

Yesus memposisikan diri-Nya sehakikat dengan Allah. Ia berkata, bahwa Dia di dalam Bapa dan Bapa di dalam Dia. Secara implisit, Yesus adalah Tuhan, karena sehakekat dengan Allah adalah Allah itu sendiri. Mujizat yang sangat terkenal adalah Yesus mengubah air di dalam 6 tempayan menjadi anggur dalam pesta pernikahan di Kana. Peristiwa di Kana ini memiliki makna, bahwa Yesus mempunyai kuasa untuk mengubah kelamnya kehidupan seseorang atau sebuah rumah tangga menjadi kehidupan yang penuh berkat.

Ketika penyaliban sedang berlangsung pada tengah hari sampai Dia mati, kegelapan yang amat sangat meliputi daerah yang luas itu selama tiga jam disertai gempa bumi yang hebat. Padahal waktu pada waktu itu menunjukkan siang hari, tetapi keadaan gelap gulita seperti malam hari saja selama tiga jam! Komandan pasukan tentara Romawi yang memerintahkan eksekusi penyaliban sangat ketakutan dengan fenomena alam yang teramat dahsyat ini dan dari mulutnya sendiri keluar pengakuan : “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.” Pasti dia belum pernah mengalami peristiwa alam yang sedahsyat ini dalam hidupnya.

Peristiwa alam yang amat dahsyat ini belum juga menyadarkan mereka, bahwa Yesus itu Tuhan, Juru Selamat manusia. Yesus dikuburkan di dalam kuburan dan ditutup dengan pintu batu yang berat, dijaga oleh satu regu tentara Romawi, dan kuburan disegel oleh pemerintah Romawi, semua atas permintaan para rabbi. Namun, tiga hari kemudian para murid dan Maria Magdalena menjumpai kuburan telah kosong, Yesus tidak ada di dalam kuburan lagi, sedangkan semua prajurit Romawi didapati oleh mereka dalam keadaan tertidur. Yesus telah bangkit dari kubur. Tidak ada alasan bagi semua rabbi untuk berdalih, bahwa tubuh Yesus dicuri oleh semua murid Yesus, karena untuk mendorong pintu kuburan itu dibutuhkan paling sedikit sepuluh orang dan … apakah kau pikir prajurit Romawi itu akan diam saja terhadap orang yang akan berbuat demikian?

Semua orang telah jatuh ke dalam dosa, karena manusia cenderung untuk melakukan dosa, tidak mampu mengatasi keterikatan dengan dosa, dan semua orang yang telah jatuh ke dalam dosa akan mengalami kematian; apabila orang percaya mati, tubuhnya akan hancur menjadi debu, dan rohnya akan tetap di alam hadez sampai kemudian dibangkitkan pada kedatangan Kristus yang kedua kalinya ke bumi, tidak terkecuali semua orang pilihan Tuhan dari Abraham, Sarah, Musa, Yosua, Simson, Samuel, Daud, Salomo, dan seterusnya sampai Yohanes penulis Injil, surat Yohanes, dan Wahyu, mereka telah mati, tubuh mereka hancur menjadi debu tinggal menunggu nanti dibangkitkan kembali oleh kuasa Tuhan. Yesus telah bangkit dari kubur menunjukkan, bahwa Dia mampu mengalahkan kuasa dosa, yakni kematian; hanya Allah saja yang mempunyai otoritas mengalahkan dosa dan Yesus membawa otoritas tersebut, karena Roh Tuhan atau Roh Allah memang ada pada-Nya. Selama hidupnya di Palestina selama 33 tahun, Dia banyak dipanggil dengan sebutan Kyrios, satu kata yang berasal dari bahasa Yunani, artinya Tuan [pakai huruf besar]. Yesus adalah Tuan bagi milik-Nya, yakni semua orang yang percaya kepada-Nya. Kata ini sepadan dengan kata Adonai dari bahasa Ibrani, artinya Tuhan, karena dalam hidup keagamaan bangsa Israel, mereka tidak mau menyebut Allah sembarang tempat selain di tempat ibadah. Semua orang pilihan Tuhan dari Abraham, Sarah, Musa, Yosua, Simson, Samuel, Daud, Salomo, dan seterusnya sampai Yohanes penulis Injil, surat Yohanes, dan Wahyu, mereka telah mati, tubuh mereka hancur menjadi debu tinggal menunggu nanti dibangkitkan kembali oleh kuasa Tuhan. 

Jadi, apakah kau masih meragukan, bahwa Orang Nazaret ini adalah Tuhan atau Kyrios. Tuhan yang memberimu kebangkitan setelah engkau mengalami kematian karena dosa. Kebangkitan artinya kemenangan terhadap kuasa maut dari dosa. Jika engkau dibangkitkan dari kematian, artinya engkau terhitung telah diselamatkan oleh Tuhan, karena itulah Dia disebut Juru Selamat manusia.-

Daftar bacaan : Matius i:18-25; xvi:16; xxvii:54; Yohanes iii:36; v:17; xiv:6 dan 10       

 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar