Selasa, 03 April 2012

Beckham Memang Yahudi, Lalu Mengapa?


Pada satu hari aku mengunjungi toko buku favoritku, Gramedia di Gedung Hero di jalan Gatot Soebroto, Jakarta. Setelah lima menit berkeliling di dalam toko ini, aku menjumpai sebuah buku yang dari judulnya saja memperlihatkan secara tersirat,  bahwa penulisnya kecewa, karena ternyata Beckham adalah orang Yahudi. Bagiku,  isi buku ini seluruhnya tidak mengejutkanku, karena isinya memuat banyak orang Yahudi yang telah berhasil dan hasil kerjanya dinikmati oleh banyak bangsa. Sebut saja dari Albert Eisntein, penemu rumus e=mc2, Graham Bell, penemu telepon, Jean Paul Getty, raja minyak dari Texas, Steven Spielberg, sutradara film, Walt Disney, penemu film cartoon, David Beckham, pemain sepak bola dari klub MU, Inggris, dan lain-lain masih banyak lagi aku tak ingat.

Bangsa Yahudi adalah keturunan Sem anak Nuh, dari keturunannya lahir Abraham. Ia telah menerima janji dari Tuhan, bahwa Tuhan akan menunjukkan suatu negeri kepadanya, Tuhan akan membuat keturunannya menjadi bangsa yang besar dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain, dan Tuhan akan memberkati semua orang yang memberkatinya dan keturunannya, sebaliknya Tuhan akan mengutuk semua orang yang mengutuknya dan keturunannya. Dari Sarah, isterinya lahir Ishak, anak perjanjian antara Tuhan dengannya. Janji Tuhan terhadap Abraham dilanjutkan lagi terhadap Ishak, kemudian Tuhan melanjutkan janji-Nya kepada Yakub, anak Ishak dengan isterinya, Ribka.

Bangsa Yahudi secara fisik yang ada sekarang ini memang betul adalah keturunan secara lahiriah dari Ishak, anak perjanjian antara Tuhan dengan Abraham. Mereka telah tersebar keseluruh dunia. Mereka bukan bangsa yang lakunya seperti keledai, sebaliknya mereka diberi kecerdasan pikiran oleh Tuhan, dan banyak hasil buah pikiran mereka dirasakan manfaatnya oleh banyak bangsa di seluruh dunia. Pada mulanya mereka tinggal sebagai orang asing di negeri yang ditunjukkan oleh Tuhan, yakni suatu tempat yang pada waktu itu dinamakan Kanaan. Kemudian negeri ini disebut Palestina.

Janji-janji yang sama diulang oleh Tuhan sampai tiga generasi hal ini menunjukkan, bahwa Israel adalah benar bangsa pilihan Tuhan. Tuhan memilih bangsa ini dipercayai untuk memelihara firman-Nya, bukan bangsa lain. Bangsa ini memang tegar tengkuk, seperti anak kecil yang tidak pernah patuh kepada orang tuanya, walau bagaimanapun dia adalah milik kekasih-Nya, kekasih-Nya adalah milik-Nya. Jadi, jika Tuhan menetapkan bangsa ini sebagai milik kekasih-Nya, jangan ada yang lancang mencoba untuk mengganggunya; ibaratnya, isteri orang jangan diganggu, nanti suaminya bisa marah. You know that. Tetapi jika engkau menghormati isteri orang, engkau akan dihormati juga oleh suaminya. David Beckham menurut pengakuannya memang separuh keturunan Yahudi, tetapi dia lebih senang ke gereja dari pada ke sinagoga. Di lengan kanannya tertulis tattoo dalam bahasa Ibrani dari Kitab Kidung Agung, yang artinya adalah dia adalah milik kekasih-Nya, kekasih-Nya adalah milik-Nya. Ooooh. Ini, ya yang membuat dia dikatakan, sialan. Damn, Beckham! Ia adalah pemain bola yang hebat, karena dia adalah kekasih-Nya. Apakah Anda termasuk milik kekasih-Nya?

Setelah aksi bumi hangus Yerusalem oleh bangsa Romawi atas perintah Jenderal Titus pada 70 M, bangsa ini terpencar-pencar ke seluruh dunia terutama ke Eropa dan Amerika. Sampai akhir Perang Dunia II, bangsa ini masih manggantungkan harapan ke pada Inggris yang pada waktu itu masih sangat berpengaruh di seluruh Eropa sampai Timur Tengah, tetapi kemudian mereka beralih perhatian ke Amerika sampai sekarang. Pijakan mereka tidak salah. Tentunya, hal ini tidak terlepas dari campur tangan Tuhan. Dulu Tuhan menjaga mereka melalui Inggris, sekarang melalui Amerika, yang kita kenal sekarang sebagai polisi dunia. Tuhan tidak pernah putus dengan janji-Nya ribuan tahun yang lalu yang pernah diucapkan kepada Abraham, lihatlah Tuhan telah menggenapinya, mereka telah menjadi bangsa besar, dalam keadaan sulit Tuhan tetap menjaga mereka, mereka menjadi berkat bagi banyak bangsa lain di dunia melalui firman Tuhan yang tetap terpelihara oleh mereka dan diteruskan kepada banyak bangsa di dunia oleh rasul Paulus, orang Tarsus. Paulus adalah pekabar Injil yang dipilih oleh Tuhan untuk mengabarkan Injil kepada bangsa lain di luar Palestina, karena dia fasih dengan budaya Helenis.

Jika beberapa batang zaitun telah dipatahkan oleh pemilik kebun zaitun, karena ketidakpercayaan orang Yahudi terhadap Kristus, maka orang percaya karena iman kepada Kristus disebut tunas liar yang telah dicangkokkan ke pohon zaitun sejati. Orang Kristen tidak boleh sombong karena terpilih untuk diselamatkan, karena pemilik kebun zaitun tetap menunggu dengan sabar dan setia batang-batang zaitun yang telah dipatahkan-Nya itu kembali ditautkan ke batang yang sejati, karena Tuhan berkuasa mencangkokkan mereka kembali.-


Orang Percaya Adalah Kekasih TUHAN

Dengarlah! Kekasihku! Lihatlah, ia datang melompat-lompat di atas gunung-gunung, meloncat-loncat di atas bukit-bukit.
Kekasihku serupa kijang, atau anak rusa.
Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap dan melihat dari kisi-kisi.
Kekasihku mulai berbicara kepadaku : “Bangunlah manisku, jelitaku, marilah!
Karena lihatlah, musim dingin telah berlalu, hujan telah berhenti dan sudah lalu.
Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita.
Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya.
Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!
Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu!
Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!”
Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!
Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.
Sebelum angin senja berhembus dan bayang-bayang menghilang, kembalilah kekasihku, berlakulah seperti kijang, atau seperti anak rusa di atas gunung-gunung tanaman rempah-rempah!

 
Daftar bacaan : Genesis ix:18, 25-26; xii:1-3; xxvi:3-4; xxxv:9-12; Song of songs ii:16; Rome xi:17  
    


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar