Minggu, 04 Maret 2012

Tuhan Atau Allah

Nama Allah yang pertama dinyatakan sebagai Elohim. Tetapi nama Allah yang kedua, Yahweh atau Yehova adalah nama pribadi yang paling baik bagi Allah Israel dan paling sering diucapkan di dalam Alkitab. Yahweh atau Yehova artinya TUHAN ada dengan Sendirinya. Nama ini sering kali diterjemahkan dengan istilah Tuhan yang kerap dicetak dengan memakai huruf besar, TUHAN. Nama ini kerap kali dipakai oleh orang-orang dalam Perjanjian Lama dalam berbagai kombinasi dan situasi yang berbeda-beda sebagai nama yang diiringi gelar-Nya. Misalnya :  Yehovah Yireh, TUHAN yang menyediakan; Yehova Rapha, TUHAN yang menyembuhkan; Yehova Nissi, TUHAN Panji-panjiku; Yehova Shalom, TUHAN itu keselamatan; Yehovah Zebaoth, TUHAN Semesta Alam; Yehovah Raah, TUHAN adalah gembalaku; Yehova Tsidkenu, TUHAN keadilan kita; Yehova Shammah, TUHAN yang hadir. Elohim diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai Allah dan di dalam Perjanjian Lama, nama Allah sering digunakan dengan sebutannya dalam berbagai kombinasi juga, seperti El Elyon, Allah yang Mahatinggi; El Elohe Yisrael, Allah Israel ialah Allah; El Bethel, Allah yang tinggal di dalam rumah Allah; El Gibbor, Allah yang Perkasa.

Demi menghormati Yahweh atau Yehova, orang Yahudi tidak menyebut nama ini di sembarang tempat, maka dalam kehidupan sehari-hari di luar Bait Allah, mereka menyebut nama ini dengan sebutan Adonai. Nama Yahweh hanya diucapkan oleh para imam pada waktu pemberkatan kepada umat di dalam Bait Allah. Adonai, artinya TUHAN atau Tuan, yang mempunyai makna sama dengan TUHAN Allah. Adonai menggambarkan hubungan pribadi antara Allah dengan umat-Nya sebagai hubungan antara tuan dengan hambanya; hubungan ini tidak menekankan kepemilikan melainkan lebih menekankan keselarasan hubungan antara Allah dengan umat-Nya.

Pada abad XIX di Jawa Tengah dan Timur, hubungan antara Allah dengan umat-Nya pernah dilukiskan sebagai hubungan antara guru dengan muridnya dengan satu sebutan dalam bahasa Jawa, yakni manunggaling kawulo Gusti, artinya menyatunya guru dengan muridnya. Hubungan guru dengan muridnya akan selaras, jika ada kesatuan hati terhadap keduanya. Orang Jawa pada masa itu sampai sekarang juga memanggil Tuhan sebagai Gusti atau gabungan keduanya, yakni Gusti Allah; Yesus dipanggilnya sebagai Gusti Yesus atau Gusti Pangeran. Gusti bisa berarti Tuhan atau Tuan, maka Gusti Allah, artinya Tuhan Allah.   

Di dalam Alkitab, Allah terus-menerus lebih banyak menyatakan diri-Nya dengan dengan nama TUHAN, dibandingkan dengan nama Allah. Mungkin ini untuk membedakan-Nya dengan allah-allah lain, karena agama yang tidak benar juga memiliki allahnya sendiri. Tetapi hanya satu TUHAN, yaitu Pribadi yang ada dengan Sendirinya.

Siapakah Yahweh atau Yehovah atau TUHAN ini? Siapakah El Elyon, El Gibbor, atau El Shaddai ini? Ia adalah Pencipta semesta alam, tetapi zaman penciptaan telah berlalu; sebaliknya Dia mempunyai rencana besar untuk penyelamatan manusia setelah manusia jatuh ke dalam dosa melalui perjanjian-Nya [covenant] dengan Abraham, Ishak, dan Yakub. Rencana besar TUHAN ini diwujudkan setelah Dia menjelma menjadi manusia yang bernama Yesus yang dilahirkan melalui rahim Maria, isteri Yusuf. Yesus adalah nama Yunani untuk nama Yahudi Yusak, artinya Yehovah adalah keselamatan atau Tuhan menyelamatkan. Pada waktu itu sebagian orang Yahudi yang menaruh pengharapan kepada janji Yahweh memanggil Yesus dengan sebutan Kuryos dalam bahasa Yunani disamping penggunaan bahasa sehari-hari Aramic, artinya Tuhan atau Tuan. Dengan kata lain Kuryos adalah padanan Adonai dalam bahasa Ibrani. Karena sudah dalam wujud manusia, rakyat menjadi tidak canggung mendekati maupun memanggil-Nya dengan panggilan tersebut di atas, yakni Tuhan atau Tuan, bukan lagi TUHAN yang berarti Yehovah. Jadi, Yesus sejatinya adalah pengejawentahan dari Yehovah atau Yahweh, termasuk El Gibbor atau El Shaddai, dan seterusnya.

Bolehkah saya memanggil Yesus dengan panggilan Yehovah atau Yahweh atau Elohim atau Allah. Tidak boleh. Karena hal itu dipandang Anda tidak menghormati kehadiran-Nya di bumi ini. Ibaratnya pohon jati, batang pohonnya dijadikan papan kemudian dari papan jati ini dijadikan sebuah perkakas, maka perkakas ini tidak bisa lagi disebut pohon jati meskipun zatnya mengandung pohon jati; tetapi perkakas ini disebut dengan nama yang baru, katakanlah meja, lemari, atau peti mati, dan seterusnya. Perhatikanlah Petrus menghormati Gurunya, dia berkata :”Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Anak Allah yang hidup itu adalah Tuhan atau Tuan. Jadi, panggilah Dia Tuhan atau Tuan.

Bapa dari bahasa Yunani, Pater adalah sebutan Allah yang paling populer di dalam Perjanjian Baru. Yesus menyatakan suatu hubungan yang penuh kasih dengan Allah dengan menyebut Dia sebagai Bapa. Pada waktu Yesus masih berusia 12 tahun, Dia berkata, bahwa Dia harus di dalam rumah Bapa-Nya. Yesus menggunakan sebutan Bapa untuk menunjukkan kepada Allah, bukannya kepada Yusuf.    

Tidak ada sumber akurat menunjukkan bahwa Matius menulis Injil, tetapi secara tradisi murid Yesus ini dianggap sebagai penulisnya. Matius adalah seorang Yahudi yang dibesarkan dalam didikan Yahudi yang kental, tidak terkecuali Paulus yang tinggal di Tarsus sebagai warga negara Romawi. Seluruh kitab Perjanjian Lama sarat dengan konsep menyebut nama-nama gabungan Allah. Jadi, lumrah saja mereka menulis kesaksian mereka tentang kehidupan Yesus dengan banyak ungkapan yang ada di Perjanjian Lama. Misalnya, ketika Yesus dicobai di padang gurun, Dia berkata bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Seperti apa mulut Allah itu? Kitab ini ditulis dalam domain Perjanjian Baru, tetapi pikiran penulisnya masih bersuasana Perjanjian Lama; karena di sini keberadaan Allah dipersonifikasi sebagai manusia yang mempunyai mulut dan anggota tubuh yang lain. Pemazmur mengatakan, asap membumbung dari hidung-Nya, api menjilat keluar dari mulut-Nya, bara menyala keluar dari padanya.

Jika saya menyebut tubuh manusia adalah bait Allah atau menyebut sesuatu yang lain, seperti firman Allah, berkat Allah jangan mengaitkan pernyataan ini dengan nama sekte Saksi Yehova, karena di dalam Perjanjian Baru nama Allah banyak dijumpai bersama-sama dengan Tuhan terutama di dalam surat-surat Paulus; keduanya memiliki pemisahan yang jelas kepada siapa masing-masing ditujukan, yaitu Allah sebagai Bapa dan Tuhan sebagai Yesus Kristus. Misalnya : ”Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus” dan “Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya [Yesus Kristus], kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.” Apa yang telah tertulis, biarlah tetap tertulis, kata Gubernur Pilatus. Doa biasanya diawali dengan pujian, seperti … Bapa, Engkau adalah El Gibbor [Anda boleh juga menyebut Yehova Yireh, dan seterusnya] yang kami kenal di dalam nama Yesus … dan seterusnya; atau Tuhan, Engkau adalah El Shaddai [bebas menyebut gelar-Nya] di dalam nama Yesus … dan seterusnya. Ingat! Pembukaan dan isi doa adalah kebebasan ekspresi Anda kepada Tuhan yang sifatnya tidak definitive. Penutup doa memang harus demikian, … Kami naikkan doa ini kepada-Mu, Bapa [gelar Allah] di dalam nama Yesus [Tuhan]. Intinya Bapa harus dimuliakan melalui Anak.-

Daftar bacaan : Genesis i:1; ii:4; xxii:14; xiv:18; xxxiii:20; xxxv:37; Exodus xv:26; xvii:15; Numbers vi:23-27; Deutronomy v:11; Judges vi:24; 1 Samuel i:3; Psalm xviii:9; xxiii:1; Isaiah ix:5; xlv:22-23; Jeremy xxiii:6; Ezekiel xliii:35; Matthew xvi:16; Rome v:1 dan 9.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar