Sabtu, 03 Maret 2012

Jika Tuhan Mengakhiri Pengharapan Seorang Manusia

Rumah Tipe 21 [2x1 meter]
Manusia lahir dari rahim seorang perempuan. Ia tidak bisa memilih rahim seorang ibu dari bangsa mana atau dari status sosial mana, karena Tuhan, Pemilik kehidupan ini telah menentukan dari sejak semula untuk kehidupannya. Masa hidupnya juga singkat, yakni hanya sampai tujuh puluh tahun dan jika kuat, dia diberkati oleh Tuhan hidup sampai delapan puluh tahun, tetapi ada juga yang sampai seratus tahun; kebanggaannya adalah penderitaan dan kekuatiran.

Engkau tidak perlu merasa iri hati karena keberhasilan orang lain, ada yang berhasil menjadi seorang pengacara, seorang gubernur, seorang pengusaha besar, seorang gembala di sebuah gereja dan seterusnya, sebab setiap orang diberi kesempatan untuk mewujudkan impiannya masing-masing selagi hayat dikandung badan. Tuhan memberimu hidup selama masa tujuh puluh tahun, waktu yang cukup berharga untuk antara lain, menentukan pilihan Juru Selamat yang menyelamatkanmu di dalam kekekalan, berbuat kebaikan terhadap sesama manusia, menjadi orang Kristen yang berperan di tempat pekerjaan dan di lingkungan tempat tinggal, menghormati orang tua, dan semua perbuatan yang konstruktif lainnya.

Salah satu alasan mengapa seseorang memiliki usia panjang, ialah karena dia mempunyai harapan baru yang diberikan oleh Tuhan pemberi kehidupan, seperti Hizkia, raja Yehuda diperpanjang usianya sampai lima belas tahun kemudian, yakni sampai usia enam puluh sembilan tahun, kemudian Simeon, seorang tua yang benar dan saleh di Bait Kudus di Yerusalem, kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa dia tidak akan mati sebelum dia melihat Mesias. Jika Tuhan menetapkan seseorang umurnya sampai tujuh puluh tahun, tetapi kemudian dia mengakhiri hidupnya dengan cara membunuh diri, artinya dia menolak keniscayaan dari Tuhan yang selalu memberi harapan baru setiap hari. Bunuh diri adalah salah satu bentuk kejahatan di hadapan Tuhan. Jika engkau melakukan tindakan kejahatan di hadapan Tuhan, engkau dinyatakan berdosa. Di Eropa Barat  ada satu negara yang aku ketahui mengizinkan praktik euthanasia, yaitu tindakan mengakhiri dengan sengaja kehidupan makhluk [manusia atau hewan piaraan] yang sakit berat atau luka parah dengan kematian yang tenang dan mudah atas dasar kemanusiaan. Betapa pun menderitanya seseorang menghadapi penyakit yang sedang dirasakannya, tetapi manusia tidak pernah diberi mandat oleh Tuhan untuk memutuskan harapan seorang manusia untuk sembuh dan memutuskan kesempatan seorang manusia untuk mengisi kehidupannya. Jadi, hidup yang engkau jalani ini sebenarnya adalah harapan dan kesempatan dari Tuhan yang jangan engkau sia-siakan.

Tuhan tidak melarangmu menjadi orang Kristen yang memiliki kekayaan berlimpah-limpah, jika harapan yang engkau letakkan adalah mencari kekayaan materi yang berlimpah dan engkau mempunyai kesempatan untuk melakukannya; tetapi hidup ini bukan diisi untuk menikmati setiap keinginan duniawi sepuas-puasnya melainkan berbagilah kepada sesama manusia demi kemuliaan Tuhan di bumi. Ada orang yang harapan hidupnya besar untuk melayani di sebuah gereja, tetapi kesempatannya terbatas karena mobilitas pekerjaannya yang tinggi; ada orang yang harapan hidupnya kecil karena sering sakit, tetapi dia mempergunakan kesempatan yang ada untuk melayani jemaat sebuah rumah Tuhan; ada yang harapan hidupnya besar dan kesempatanannya juga luas, tetapi dia sama sekali tidak mempergunakan waktunya untuk Tuhan; sebaliknya ada juga yang harapan hidupnya besar, kesempatannya luas, dan dia juga menggunakan waktunya untuk melayani Tuhan.    

Memang pada waktunya Tuhan mengakhiri pengharapan manusia untuk mendapatkan sesuatu dan kesempatan untuk mengisi kehidupannya lebih lanjut. Seolah Tuhan mengatakan kepadamu : SUDAH CUKUP BAGIMU. Bagi sebatang pohon masih ada harapan, misalnya apabila pohon ditebang, dia bertunas kembali, dan tunasnya tidak berhenti bertumbuh. Apabila akarnya menjadi tua di dalam tanah dan tunggulnya mati di dalam debu, bersemilah dia setelah diciumnya air, dan dikeluarkannyalah ranting seperti semai. Namun, apabila pada waktunya nyawa manusia dicabut oleh Pemilik kehidupan ini, dia tidak berdaya sama sekali menolak, apabila seorang manusia sudah tercabut nyawanya, di manakah dia? Seperti air menguap di permukaan tasik dan sungai surut menjadi kering, demikianlah manusia yang sudah tercabut nyawanya, dia berbaring dan tidak bangkit lagi. Itulah dunia orang mati. Mati harapannya dan mati kesempatannya, terputuslah dengan kefanaan, dan menghadap Sang Khalik. Tuhan berkata, bahwa Dia adalah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Nya, dia akan hidup walaupun dia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Nya, tidak akan mati selamanya. Inilah pengharapan terbesar manusia yaitu menemukan Tuhan, Juru Selamat umat manusia dan selagi ada kesempatan, dapatkanlah Dia. Bukan berapa lamanya engkau mempunyai harapan hidup di kolong langit, melainkan tetapkanlah Juru Selamat yang benar di dalam hidupmu dan gunakan kesempatan yang ada untuk melayani Tuhan dalam kehidupan sehari-harimu.-



Daftar bacaan : Psalm xc:10; 2 Kings xx:6; Luke ii:25-26; Job xiv:7-12; John xi:25; Romans xii:12; Galatians vi:10; 2 Timotius ii:25



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar