Selasa, 28 Februari 2012

Yesus Menyembuhkan Seorang Penderita Lepra

Pada masa Tuhan Yesus masih ada di dunia kalau ada penderita lepra dapat disembuhkan,  pasti berita yang luar biasa, bahkan ajaib. Orang kemudian mengaitkannya dengan mujizat. Pada masa kini lepra bukan lagi penyakit yang sangat ditakuti, karena penyakit ini sudah berhasil diatasi, sebaliknya penyakit jantung koroner dan kanker adalah dua penyakit yang mengelilingi manusia masa kini pada umumnya, karena gaya hidup yang salah terhadap cara mengonsumsi makanan. Dua ribu tahun yang lalu di Israel bagi siapa saja terindikasi berpenyakit lepra, pasti dikucilkan oleh keluarga dan masyarakat, karena harus hidup di daerah pengasingan, di dalam gua, jauh dari luar kota. Sekarang tempat-tempat seperti ini sudah tidak ada lagi.

Orang yang dikucilkan di satu tempat apa pun alasannya pasti merasakan banyak hak azasinya terampas dan kehilangan martabatnya. Salah satu hak azasinya adalah hak bermasyarakat. Mereka tak diizinkan masuk ke kota. Jika ada penderita lepra ketahuan masuk ke dalam kota, pasti penderita ini dilempari batu sampai mati oleh penduduk kota. Well, di dalam cerita ini ada seorang penderita lepra dapat masuk ke dalam kota sampai dapat menemui Yesus pasti satu perjuangan yang luar biasa berat, yaitu mengendap-endap supaya tidak ketahuan oleh penduduk kota. Perjuangan yang luar biasa berat, karena keinginannya yang amat sangat untuk dapat berjumpa dengan Yesus.

Penderita kusta ini memohon kepada Tuhan dengan berlutut. Adalah pemandangan biasa jika seseorang dalam keadaan sangat membutuhkan, dia datang memohon-mohon. Tetapi dia meneguhkan hatinya terhadap Tuhan atas masalah yang dihadapinya. Ia menyadari sekali, bahwa hanya terhadap manusia bernama Yesus problemanya dapat teratasi. Penderita kusta ini berkata memohon kepada Yesus, katanya : “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan.”

Percaya Tuhan dapat mengatasi masalah Anda. “Engkau dapat mentahirkan.” Percaya saja atau berserah. Seperti hubungan timbal balik antara dokter dan pasien, banyak penyakit tersembuhkan bukan karena hebatnya obat-obatan yang diberikan kepada pasien, melainkan kerena keramahan dokter yang melayani pasien tersebut, dan bukan dokter yang menghakimi pasiennya. Jika Anda pada posisi pasien ini yang mempercayai dokter yang menangani masalahnya ini dapat menyembuhkan penyakitnya, Tuhan melebihi dokter ini dapat mengatasi masalah Anda,

Well, seberapa besarnya Anda memiliki pikiran yang teguh terhadap Tuhan. Sering membaca firman Tuhan dan merenungkannya, maka pikiran Anda akan semakin mengental terhadap kesanggupan-Nya atas masalah Anda. Renungkanlah firman Tuhan, karena sudah banyak tertulis di dalam Alkitab, peristiwa demi peristiwa Dia telah menyelamatkan bangsa Israel sejak keluar dari Mesir, apakah masih tidak percaya terhadap kekuatan Tuhan atas masalah Anda. Orang yang mempunyai pikiran teguh karena berkeyakinan yang membuat dia percaya terhadap Tuhan yang dapat mengatasi masalahnya.

Letakkan iman kepada Tuhan yang benar dan hidup. Jika Anda datang ke tempat yang salah meminta pertolongan, Anda tidak akan mendapat solusi atas masalah Anda, justeru sebaliknya masalah baru akan semakin menghimpit Anda. Bacalah, raja Saul mempunyai masalah terhadap Daud, tetapi dia tidak datang kepada Tuhan, melainkan datang kepada dukun di En Dor supaya dapat berhubungan dengan arwah Samuel. Di Indonesia ada seorang ketua umum satu partai politik besar sedang tertimpa masalah korupsi besar, dia datang ke tempat yang salah, yaitu setiap malam tidur di kuburan yang dianggap kramat atau sakti. Kuburan adalah benda mati dan yang ada dibawahnya adalah kerangka tubuh orang mati. Dapat memberikan kontribusi apa benda-benda mati seperti ini terhadap orang yang masih hidup? Inilah yang disebut kemunduran intelektual. Terhadap orang percaya, Tuhan berkata, bahwa dia akan tetap hidup selamanya, walaupun dia sudah mati [mati secara jasmani]. Orang yang memiliki kehidupan dari Tuhan, pikirannya hidup, dan orang yang pikirannya hidup tahu ke mana dia menuju, yaitu ke tempat sumber kehidupan. Tuhan Yesus adalah asal kehidupan.

Segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya. “Kalau Engkau mau.“ Berdoa dan berpuasa baik. Baik kalau telah menjadi satu gaya hidup, di mana saja dan kapan saja tidak melupakan doa dan berpuasa dilakukan dengan hati yang tulus, bukan berdoa dan berpuasa hanya jika mempunyai masalah besar sedang menimpa. Pergi ke rumah Tuhan setiap minggu atau setiap saat memungkinkan, memang bagus, bagus kalau menjadi gaya hidup, bukan ke rumah Tuhan kalau mendapat musibah saja. Penderita lepra ini percaya kepada Yesus dan mengharapkan Dia melakukan sesuatu yang dapat membebaskan dia dari penderitaannya, yaitu dikucilkan dari pergaulan selama ini. Ia ingin bergaul lagi. Manusiawi sekali, jika pada saat itu dia sangat mengharapkan mujizat dari Tuhan, karena dia sangat mengetahui siapa yang dihadapinya sampai dia memohon-mohon dan berlutut.   

Mujizat itu berguna untuk meneguhkan iman, bukan untuk membuat orang menjadi percaya kepada yang diutus oleh Allah, yaitu Yesus Kristus, Penyelamat manusia. Yesus tidak satu kali pun membuat mujizat di Nazaret, kampung halaman tempat Dia dibesarkan, karena tak ada seorang pun di situ memercayai-Nya. Dan, kenyataannya juga tidak di seluruh wilayah di Palestina Yesus membuat mujizat dan penyembuhan terhadap orang sakit. Tapi, mengapa Yesus mengabulkan permohonan penderita kusta ini? Untuk mengingatkan kepada Anda, bahwa semua peristiwa di dunia ini terjadi hanya menurut kehendak-Nya saja. Jadi? Tuhan mau mengadakan mujizat hanya atas kehendak-Nya saja, bukan kehendak penderita lepra ini.

Penderita lepra ini setelah disembuhkan oleh Tuhan pergi ke mana-mana menyiarkan kepada semua orang tentang keadaannya. Ia dapat pergi ke dalam komunitas kota menunjukkan, bahwa dia telah memiliki rasa percaya diri yang besar, sebab martabatnya telah dipulihkan kembali oleh Tuhan. Seberat apa pun masalah seseorang yang membuat terpuruk martabatnya, tetapi Tuhan berkuasa memulihkan kembali martabatnya sehingga orang tersebut dimuliakan di dalam masyarakat.-
  


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar