Rabu, 15 Februari 2012

Manusia Harus Taat Kepada Tuhan Supaya Selamat Hidupnya

Roti Kehidupan
Ini adalah satu kisah, raja Saul mendapat perintah dari Tuhan melalui nabi Samuel, yakni dia harus membunuh raja orang Amalek dan seluruh rakyatnya, laki-laki, perempuan, tua,muda, sampai anak-anak. Semua ternak seperti sapi, kambing, domba, dan unta milik orang Amalek juga harus dibunuh. Perintah pemusnahan orang Amalek ini sebagai konsekuensi kejahatan yang dilakukan oleh mereka terhadap bangsa Israel ketika bangsa ini dalam perjalanan meninggalkan Mesir menuju Tanah Perjanjian, Kanaan. Orang Amalek pernah memerangi bangsa Israel di padang gurun. Firman Tuhan berkata, bahwa barangsiapa mengutuki bangsa Israel, dia pasti akan dikutuk dan menjadi bangsa terkutuk; sebaliknya barangsiapa memberkati bangsa Israel, dia akan diberkati.

Membaca kerangka cerita di atas dapat dipahami, bahwa Saul [baca : manusia] harus taat kepada siapa dia harus taat, yakni TUHAN yang menciptakan bumi dan seluruh isi semesta alam ini. Ternyata, Saul tidak menaati perintah TUHAN, karena dia tidak membunuh semua orang Amalek seperti yang diperintahkan oleh-Nya. Raja orang Amalek dibiarkan tetap hidup dan binatang ternak orang Amalek tidak dibunuh semua, karena rakyat memilah-milah ternak rampasan, yang masih sangat baik kondisinya dipisahkan, sedangkan lainnya yang buruk kondisinya, seperti sakit dan kurus dibunuh semua. Apa yang telah dilakukan oleh bangsa Israel ini tidak bedanya dengan perampokan dan Saul sebagai raja atas mereka adalah orang yang paling bertanggungjawab atas perbuatan rakyatnya. Pernahkah terpikirkan oleh Anda hal-hal tersebut dibawah ini :

  • Apakah Tuhan memerlukan atau memperhatikan persembahan yg Anda beri?  
  • Apakah Tuhan memerlukan inisiatif Anda? 
  • Apakah Tuhan terkesan dengan perbuatan baik Anda?
  •  Sejak semula Tuhan di dalam Kristus mengajarkan kepada kita supaya taat. Karena jika tdk taat Anda akan mati.

Mengapa Tuhan menghendaki manusia harus taat kepada-Nya? Manusia harus taat kepada Tuhan, karena Dia telah lebih dahulu taat terhadap diriNya. Perhatikanlah, matahari pasti terbit dari sebelah timur dan terbenam pasti disebelah barat; perhatikan juga, semua planet pasti bergerak mengelilingi matahari menurut garis orbitnya masing-masing. Sejak mula kehidupan ini ada Tuhan menghendaki manusia harus taat hanya kepada Dia. Tuhan memberi perintah kepada Adam, bahwa semua buah yang ada di Taman Eden ini boleh dimakan olehnya, kecuali pohon kehidupan yang tumbuh di tengah taman tidak boleh dimakan; jika dia memakannya, dia pasti mati tepat pada saat dia makan buah terlarang ini.  

Tuhan menghendaki manusia menjadi pribadi yang taat supaya tercipta ketertiban di semua tempat, seperti pergaulan, kehidupan bernegara, persekutuan umat Tuhan, keluarga, tempat pekerjaan, kerukunan antar warga yang berbeda suku, golongan, dan keyakinan, dan seterusnya. Taat kepada tuhan yang mana karena setiap orang memiliki tuhan yang berbeda untuk ditaati. Semua tuhan mempunyai standar yang sama tentang ketaatan, yakni manusia harus t a a t, jika tidak taat, pasti dihukum. Di Negeri Belanda ada peraturan lalu lintas, di Indonesia juga ada perturan lalu lintas, mungkin ada beberapa perbedaan, tetapi ada satu hal yang pasti, yakni semua pengguna jalan harus taat; jika tidak taat, pasti ditilang.

Tepat pada saat makan buah terlarang manusia mati. Pelanggaran terhadap perintah Tuhan disebut dosa. Dosa memutuskan hubungan antara manusia dengan Tuhan, hubungan antara Roh Tuhan dan roh manusia terputus; Roh Tuhan memberi kehidupan terhadap roh manusia, sebab hubungan ini terputus, akibatnya orang berdosa rohnya mengalami kematian. Akibat ketidaktaatan Adam dan Samuel keduanya mengalami penolakan dari Tuhan. Bandingkanlah jika seorang karyawan satu perusahaan tidak taat terhadap peraturan perusahaan, pasti karyawan ini dipecat oleh pemilik perusahaan. Untuk menghidupkan roh yang mati ini, manusia harus taat mengikuti perintah Tuhan yang benar, yakni Tuhan yang memberi jalan dan kebenaran dan hidup. Ketiga kebenaran ini hanya ada terdapat di dalam diri Yesus Orang Nazaret, tanpa melalui Yesus tidak ada satu pun orang berdosa dapat sampai kembali kerumah Bapa kembali.

Bawalah persembahan sebanyak mungkin yang Anda miliki ke rumah Tuhan, tetapi apakah semua persembahan ini dapat menyenangkan Dia dan mampu untuk menutupi semua dosa Anda. Allah tidak memerlukan persembahan Anda, Dia kaya, emas dan perak adalah milik-Nya. Tukang becak, tukang copet, kuli bangunan, tukang sate, penjual nasi uduk, buruh pabrik, lawyer, direktur perusahaan, pendeta, koruptor, gigolo, pelacur,  dan seterusnya, mereka ini semua masuk ke dalam rumah Tuhan memberikan persembahan, tetapi hanya Tuhan Yang Maha Tahu ketulusan hati masing-masing. Apakah Anda pikir, jika membawa persembahan sebesar 7 T rupiah ke rumah Tuhan, perbuatan ini dapat menyenangkan Tuhan? Bagaimana dapat menyenangkan Tuhan, jika persembahan ini adalah uang yang berasal dari perbuatan korupsi [baca : hasil dari perbuatan jahat]. Orang yang berbuat salah selalu mencari alasan pembenaran atas perbuatan salah yang telah dilakukannya. Raja Saul beralasan kepada Samuel, bahwa rakyatnya berbuat demikian karena semua ternak terbaik milik orang Amalek ini akan diserahkan kepada Tuhan sebagai korban bakaran. Persembahan Saul berupa ternak rampasan ditolak oleh TUHAN, karena bagi Tuhan mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan dan memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. Saul tidak taat karena dia tidak memperhatikan dengan cermat perintah TUHAN, akibatnya, dia kemudian ditolak oleh TUHAN sebagai raja. 

Mengapa Saul tidak membunuh semua ternak, sebaliknya dia dan rakyatnya memilah-milah ternak, yang baik dan yang buruk? Ia memilah-milah ternak, jelas ini adalah inisiatif dari dia, karena dia mungkin berpikir alangkah baiknya jika semua ternak yang tambun dan sehat ini dipersembahkan sebagai korban bakaran. Ia berpikir. Tuhan juga yang memberi akal budi kepada manusia. Apakah manusia tidak boleh berpikir untuk berinisiatif? Jika Anda menunjukkan inisiatif dalam melayani jemaat Tuhan, inisiatif Anda harus selaras dengan kehendak Tuhan. Tuhan tidak membutuhkan nasehat atau inisiatif dari Anda, justeru sebaliknya Anda sendirilah yang membutuhkan nasehat dari Dia. Temanya penumpasan, untuk melakukan penumpasan  ratusan ternak perlu cara yang tepat sehingga hasilnya juga efektif. Ini yang disebut berpikir selaras dengan kehendak Tuhan.

Saul mungkin berpikir, siapa tahu semua ternak yang gemuk dan sehat ini dapat menyenangkan Tuhan di berikan sebagai korban bakaran; sebaliknya dia tidak pernah berpikir, bahwa untuk menyenangkan hati Tuhan itu dengan cara yang dikehendaki-Nya, bukan menurut cara manusia. Sebagai perbandingan saja, jika seorang karyawan ingin menyenangkan hati majikannya, dia harus menyenangkan menurut standar yang ditetapkan oleh majikannya, bukan menurut kesenangan dirinya. Apa itu? Standar majikan adalah taat terhadap peraturan perusahaan, bukan memberikan hadiah-hadiah kepada majikan supaya naik pangkat. Inilah yang sering dilakukan oleh manusia bebal di bumi. Apa standar BOSS di Sorga yang dikehendaki oleh-Nya supaya menyenangkan hatinya? Taat terhadap firman-Nya dan merenungkannya siang dan malam, karena jejak keselamatan ada di dalam firman-Nya. Dan, Anda akan mendapatkan pada ujungnya, yakni Orang Nazaret. Itu sebabnya, Tuhan tidak terkesan dengan semua perbuatan baik manusia, selain kepada iman kapada Tuhan di dalam Yesus Kristus, Yesus Orang Nazaret.

Ketaatan harus diimbangi dengan kasih. Anda harus taat kepada Tuhan, tetapi juga harus diimbangi dengan kasih, karena Tuhan lebih mengutamakan kemanusiaan. Tuhan lebih berkuasa atas hari Sabat. Tuhan lebih berkuasa atas hukum. Misalnya begini, pada hari Minggu Anda bersiap akan berangkat ke gereja dan membawa uang persembahan. Pada saat yang bersamaan tetangga juga membutuhkan bantuan keuangan Anda, karena anaknya mengalami kecelakaan luka bakar akibat mukanya tersiram air panas sehingga harus masuk UGD. Mana yang lebih diutamakan, taat hukum atau kemanusiaan? Dalam hal ini, inilah realitas Injil, bahwa Tuhan lebih mengutamakan belas kasihan dari pada persembahan [Matius xii:7]. Persembahan dapat ditunda, sebaliknya belas kasihan adalah kebutuhan nyata yang harus direalisasikan segera.  

Mari kita belajar taat dari hal-hal kecil. Taat terhadap peraturan tata tertib lalu lintas. Meminjam sesuatu dari teman segera dikembalikan. Jangan mempunya pikiran mencuri untuk hal-hal sekecil apa pun, misalnya di kafe, makan sepuluh pisang goreng, mengaku hanya makan dua. Janji untuk bertemu dengan seorang teman atau pacar di satu kafe pada waktu yang disetujui bersama, Anda harus menepatinya.. Datang ke gereja tidak pernah terlambat. Jangan berbicara atau tertidur ketika pendeta atau pembicara sedang menyampaikan firman Tuhan di mimbar. Membayar pajak bagi yang mampu sesuai menurut peraturan yang berlaku di negara domisili. Anda tidak akan dapat melakukan hal-hal besar, jika yang kecil atau remeh saja tidak dapat Anda lakukan.

Ketaatan adalah kunci menuju kesuksesan yang kita harapkan, yaitu kita diterima dalam satu komunitas, misalnya komunitas orang percaya yang disebut gereja. Kewajiban pertama supaya diterima dalam komunitas ini adalah Anda harus dibaptis. Anda diterima dalam komunitas pekerja di tempat Anda bekerja, jika secara sadar melakukan kewajiban demi kelancaran proses produksi perusahaan. Jika Anda tidak taat melakukan kewajiban Anda, artinya Anda harus keluar dari komunitas, yakni dipecat. Anda gagal sebagai karyawan. Saul tidak taat atas kewajibannya sebagai penerima mandate dari Tuhan, dia dipecat oleh Tuhan dari jabatannya sebagai raja. Apakah Anda orang berikut untuk dipecat dari pekerjaan karena ketidaktaatan?

Bacaan : 1 Samuel 15:2-3

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar