Minggu, 12 Februari 2012

Sedikit Berguna, Kebanyakan Jadi Penyakit

Mencuri sedikit saja asal cukup makan, jangan kebanyakan nanti gampang ketahuan oleh tetangga. Apakah begini maksudnya? Ya, salah, mo! Ini membicarakan sesuatu yang mempunyai manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Mencuri biar sedikit berapa pun tidak dibenarkan oleh Tuhan. Begini, Anda tahu, kan dengan minuman yang namanya beer. Minuman ini dibuat dari proses peragian malt yang banyak tumbuh di semua negara subtropis. Di Jerman setiap tahun dari bulan September – Oktober selalu diadakan festival minuman beer. Ya, boleh dikatakan begitu, beer adalah minuman nasional orang Jerman, seperti halnya orang Indonesia menganggap teh adalah minuman nasional di sini. Peminum beer terbanyak di dunia adalah dari negara Jerman. Jangan lewatkan liburan Anda ke Jerman pada bulan-bulan ini, yang penting ada ongkosnya, dan bukan dari hasil korupsi atau mencuri tadi. Woooow, ramai, go ahead! Ayo minum beer, glek, glek, glek, glek, glek, habis satu gelas besar. Tambah lagi?

Kadar alkohol di dalam minuman beer dalam kisaran antara 5 – 7 persen per volume. Tidak begitu tinggi kadarnya dibandingkan dengan wine yang bisa mencapai 30 persen. Setiap orang mempunyai toleransi yang berbeda satu sama lain kepekaannya terhadap alkohol, ada yang baru minum 1 kaleng beer [330 ml] sudah sempoyongan mabuk, sebaliknya ada yang sudah minum 2 botol besar beer [1 botol besar volumanya 600 ml] tetapi belum menunjukkan mabuk. Walaupun ada orang yang mempunyai toleransi yang tinggi terhadap minuman mengandung alkohol, mengonsumsi minuman ini setiap hari dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, bukan saja dapat menaikkan tekanan darah dan penyakit jantung, tetapi juga dapat merusak beberapa organ tubuh, seperti lever, jantung, paru-paru, dan otak.

Namun, sejumlah penelitian pula terhadap minuman alkohol menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman alkohol dalam batas jumlah tertentu per hari dalam waktu lama dapat mengurangi resiko terkena penyakit jantung koroner dan hipertensi. Hal ini diduga, karena alkohol dalam jumlah sedikit akan merangsang ginjal untuk menghasilkan lebih banyak HDL. Sementara HDL masih di dalam arteri mengangkut sejumlah LDL menuju hati dan kemudian dikeluarkan dari tubuh, sebaliknya alkohol di dalam tubuh dalam jumlah besar, akan berlaku sebaliknya.  Begitu Anda meneguk minuman beralkohol, alkohol segera dibawa oleh darah ke dalam hati diproses di sini oleh enzyme diubah menjadi glucose dan segera diubah menjadi energi. Orang yang mempunyai toleransi yang besar terhadap alkohol, karena system pencernaannya mempunyai enzyme dalam jumlah besar untuk mengubah alcohol menjadi glukosa. Jika Anda meneguk minuman beralkohol melampaui batas toleransi, kelebihan alcohol yang tidak diubah oleh enzyme menjadi glukosa akan beredar di dalam tubuh sebagai racun. Kerja hati pun semakin berat memisahkan racun-racun hasil metabolisma tubuh. Organ tubuh mana pun jika dibebani tugas secara berlebihan dan terus-menerus, semakin mempercepat kelemahan organ tersebut dan akhirnya rusak tidak berfungsi sama sekali. Berapa jumlah alkohol yang memadai di dalam tubuh sehingga tidak sampai merusak tubuh, tetapi justeru membangun?

Di Jepang pernah ada orang namanya, Shigechiyo Izumi yang mencapai umur sampai 120 tahun. Orang ini ternyata mempunyai kebiasaan minum sake [minuman alkohol khas Jepang terbuat dari peragian beras ketan] sebanyak 30 ml per hari atau ukuran 1 gelas kecil. Jika sake yang terbaik mengandung kadar alkohol sebesar 50 persen per liter, jumlah sake yang diminum oleh orang Jepang ini setara dengan 1 - 2 kaleng beer per hari. Jumlah sake yang diminum oleh Izumi ini ternyata lebih kurang mendekati yang disepakati oleh para peneliti gizi di Jepang. Sangat tidak disarankan minum obat dengan minuman alkohol, karena bercampurnya obat dengan minuman ini dapat menimbulkan efek sampingan tertentu, seperti pusing atau mual.

Seorang teman yang pernah mengunjungi kota Manado berkata, bahwa di kota ini adalah pemandangan biasa pendeta atau jemaatnya biasa menjamu tamunya dengan beer. Ya, 1 kaleng beer, sedikit dan tidak terikat dengan minuman ini baik untuk kesehatan tubuh tetapi kebanyakan bisa menjadi penyakit. Namun, saya menyarankan kepada Anda yang belum pernah minum alkohol untuk tidak memulainya, karena seperti halnya garam dapat semakin meningkat konsumsinya seiring jika lidah sudah terbiasa dengan kadar tertentu. Minuman alkohol dapat menyebabkan kecanduan, karena sulit untuk menakar berapa jumlah yang sedikit bagi setiap orang, dan jika sudah menyandu, sulit untuk melepaskannya.- 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar