Minggu, 18 Maret 2012

Dengan Iman Kita Melihat Yang Tidak Kelihatan


Pada satu waktu zaman Hakim-hakim berkuasa di Betlehem Yehuda, Kanaan telah terjadi kelaparan yang dahsyat. Adalah satu keluarga dari kota ini bernama Elimelekh, isterinya, Naomi, dan kedua anak mereka, yaitu Kilyon dan Mahlon merantau ke negeri orang Moab [sekarang daerah ini di sebut Yordania], sebagai orang asing mencari penghidupan baru di sana. Kedua anak mereka kawin dengan perempuan Moab, yakni Kilyon dengan Orpa, lainnya, Mahlon dengan Rut.

Beberapa tahun kemudian setelah mereka menetap di Moab, matilah Elimelekh, kemudian disusul berturut-turut Kilyon dan Mahlon. Mereka telah menetap di Moab selama sepuluh tahun lamanya. Kini, Naomi, perempuan Betlehem satu keluarga bertiga dengan kedua menantunya, karena dia tidak mempunyai cucu dari perempuan-perempuan Moab ini. Karena merasa tidak mempunyai satu pun yang berharga lagi, dia bersiap meninggalkan Moab kembali menuju tempat kelahirannya di Betlehem Yehuda. Dari kedua menantunya, maka hanya Rut saja, perempuan dari bangsa kafir berkeras mengikuti kemana Naomi akan pergi, yaitu pulang ke kampung halaman. Bangsamu adalah bangsaku dan TUHAN-mu adalah TUHAN-ku juga, demikian kata Rut kepada mertuannya.

Akhirnya tibalah mereka di Betlehem Yehuda untuk memulai kehidupan baru, karena di sini TUHAN memelihara kehidupan umat-Nya dengan hasil bumi melimpah. Bagaimana kita memandang cerita ini menurut konteks sekarang? Ada banyak keluarga Kristen, anak-anak mereka dididik dengan ajaran firman TUHAN, tetapi pada akhirnya tidak sedikit yang meninggalkan TUHAN, sebaliknya ada bangsa kafir yang begitu militant mau mengikuti TUHAN. Militan melebihi mereka yang Kristen keturunan. Faktor-faktor apa saja yang membuat seseorang begitu mempunyai iman yang tegar. Orang beriman percaya dengan semua rencana TUHAN atas dirinya, walaupun dia pada saat ini melihat keadaan dirinya begitu kumuh.

Anda meyakini terhadap sesuatu yang Anda yakini.  Anda akan menjadi seorang pembohong besar, jika Anda mengatakan, bahwa Anda orang beriman, tetapi tidak mengetahui siapa atau apa yang Anda imani itu. Misalnya, kelompok kapitalis atau komunis mengimani, bahwa materi memberi kebahagiaan. Orang beriman sejati percaya, bahwa hanya TUHAN yang memberi keselamatan dan damai sejahtera. Apabila bangsa-bangsa lain [kafir] yang tidak mempunyai hukum Taurat oleh dorongan diri-sendiri [hati nuraninya] melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak mempunyai hukum, mereka menjadi hukum bagi diri mereka sendiri [Roma ii:14]. Rut, perempuan Moab dari bangsa kafir tidak mengenal Taurat Musa, tetapi di dalam hati nuraninya terdorong untuk mengasihi Naomi yang tak memiliki harta berharga lagi, karena dia percaya, bahwa TUHAN yang menyelamatkan Naomi adalah TUHAN yang menyelamatkannya juga. Rut menyadari sepenuh hati dan jiwanya kepada siapa dia meletakkan imannya, yaitu kepada TUHAN bangsa Israel. Dengan iman, dia melihat yang tidak kelihatan, yakni rancangan TUHAN bagi masa depannya, percaya bahwa rancangan TUHAN adalah rancangan damai sejahtera sehingga dia tidak bimbang meninggalkan semua keluarga dan familinya yang ada di Moab.

Hati nurani adalah alam pikiran bawah sadar seseorang. Jika dia menanamkan pikiran yang benar ke dalam pikiran bawah sadarnya, semua yang pernah ditanamkan ke dalam pikirannya akan meluap keluar dalam bentuk perilakunya. Misalnya, tergerak hatinya menolong orang yang tidak berdaya lagi. Sejahat bagaimana pun manusia, tetaplah dia masih mempunyai hati nurani, walaupun mungkin tinggal sekian persen saja. Ingatlah, ada ungkapan yang bunyinya demikian, seekor singa tidak akan melukai anaknya sendiri. Namun, memang ada manusia yang luar biasa jahatnya, karena dia membunuh tetangganya sendiri, kemudian memakan daging tetangganya. Untuk kasus seperti ini TUHAN masih tetap mempunyai kasih terhadap orang ini.

Percaya terhadap keselamatan kekal [Yohanes iii:16]. Karena begitu besar kasih TUHAN akan dunia ini, … demikian bunyi ayat dalam Injil Yohane iii:16. Keselamatan kekal adalah satu masalah yang sulit untuk dijelaskan dengan penjelasan yang serinci apa pun, selain hanya diterima dengan percaya saja. Darah Kristus tercurah di bukit Kalvari dapat menyelamatkan umat manusia di seluruh dunia. Bagaimana mungkin? Begitu tanya orang skeptis dengan sinis. Mungkin karena Anda sarjana theology merasa dapat menjelaskan makna teologisnya, jelaskanlah sampai mulut Anda berbusa, tetap saja semua orang skeptis tidak percaya.

TUHAN adalah pemilik pengetahuan yang dalamnya lebih dalam dari samudra yang paling dalam dan luas tak berhingga dari cakrawala yang kita lihat. Ia tidak terbatas, sedangkan kita, manusia biasa yang sangat terbatas. Jadi, bagaimana mungkin yang terbatas dapat menganalisa yang tidak terbatas. Diberkatilah Anda mempunyai iman kepada TUHAN di dalam Kristus Yesus, karena kemurahan-Nya menyingkapkan rahasia keselamatan ini ke dalam akal budi Anda yang terbatas.

Tujuannya ke sorga. Imajinasi kebanyakan manusia tentang sorga adalah suatu tempat perhentian yang menyenangkan, lepas dari penderitaan dunia yang fana. Hanya orang yang mengenal TUHAN dengan kesungguhan hati mempercayai adanya sorga dan beriman untuk mendapatkan sorga. Banyak orang yang tidak mengenal TUHAN mengimani, bahwa untuk mendapatkan sorga orang harus berlelah-lelah banyak beramal kepada sesama dan berpuasa, karena berlelah-lelah menahan lapar dan dahaga indentik dengan penderitaan di dunia yang akan ditebus dengan mendapatkan sorga kelak. Sorga adalah tempat  kediaman TUHAN yang telah disediakan oleh Yesus bagi orang yang percaya kepada-Nya untuk menerima keselamatan kekal. Ada banyak sebutan untuk sorga, seperti Pangkuan Abraham [Lukas xvi:22], Rumah Bapa [Yohanes xiv:22], Tempat Kediaman Allah [Pengkhotbah v:1], Takhta TUHAN [Mazmur ciii:19], Rumah Orang Percaya Di Masa Depan [Daniel vii:9-10], dan Tempat Yang kekal [1 Petrus i:11].

Percaya dengan semua janji TUHAN. Puncak dari banyak janji TUHAN yang paling utama adalah datang kepada TUHAN atau Bapa melalui Yesus Kristus [Yohanes xiv:6]. Semua janji TUHAN di dalam Perjanjian Lama digenapi oleh kedatangan Yesus Kristus yang memberi keselamatan. Sampai hari ini sorga masih kosong, maksud saya belum ada manusia menghuni di dalamnya, tetapi Yesus Kristus telah pulang ke rumah Bapa untuk menyediakan tempat di sana bagi semua orang yang percaya kepada-Nya, karena tidak ada seorang pun yang dapat datang ke tempat Bapa tanpa melalui Dia; Dia sudah menunjukkan jalan ke sana, tetapi hanya dia yang melakukan kehendak Bapa yang dapat memperoleh sorga. Kehendak Bapa itu adalah beriman kepada Yesus.  

Pernyataan Roh TUHAN kepada roh manusia. Semua orang takut kepada nama TUHAN di tempat matahari terbenam [Yesaya lix:19]. TUHAN Semesta Alam yang berkuasa memberi keselamatan. TUHAN Semesta Alam juga yang berkuasa mengubah jalan hidup seseorang dari lembah kekelaman menuju damai sejahtera. TUHAN berkuasa mengubah orang yang pada mulanya tidak percaya menjadi percaya sehingga orang ini mempunyai iman. Bukan dengan kekuatan pikirannya manusia menentukan pilihan imannya melainkan TUHAN yang memilihnya.

Karena iman kepada TUHAN Israel, Rut beroleh keselamatan walaupun dia bukan orang Yahudi.-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar