Minggu, 04 Maret 2012

Menjadi Remaja Kristen Yang Bahagia

Jangan kau katakan di dalam doamu kepada Tuhan, aku memohon kepada-Mu, berilah aku kebahagiaan. Tuhan sudah memberi banyak rumusan kebahagiaan di dalam buku-Nya yang telah Dia terbitkan supaya kau baca setiap hari. Kau harus menggalinya sendiri dan kebahagiaan itu ada di dalam jiwamu sendiri. Diberkatilah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang memiliki Kerajaan Sorga. Ini adalah salah satu dari rumusan kebahagiaan yang diambil dari Khotbah Di Bukit yang terkenal itu, bahkan Mahatma Gandhi yang Hindu saja sampai terkesan dengan khotbah ini. Jika engkau memahami dan melakukan satu saja dari semua rumusan yang ada ini, engkau akan menjadi remaja yang paling bahagia di kolong langit; sebaliknya jika engkau melanggar satu saja rumusan tentang kebahagiaan yang tertulis di dalam buku-Nya, kau akan menjadi manusia yang paling sengsara di dunia. Tak cukup tempat untuk melukiskan semua rumusan kebahagiaan dari Tuhan di posting ini.

Remaja Gereja Kristen Jawa di Bekasi
Setiap orang membutuhkan stress sebagai dorongan untuk maju, sebaliknya untuk menjadi remaja yang bahagia seperti yang engkau inginkan, sebenarnya adalah kemampuanmu sendiri untuk mengelola stress sampai pada batas engkau masih punya waktu untuk membaca firman Tuhan, tidak mengganggu kegiatan rutin yang menjadi tanggung jawabmu, dan engkau masih mempunyai waktu untuk teman, dan engkau masih mempunyai waktu untuk keluarga. Jika keempat hal ini engkau langgar semua, sengsara sedang mengintai kehidupanmu. Sengsara yang paling hebat menghantam manusia adalah apa yang disebut depresi, yakni gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dengan perasaan yang merosot, seperti muram, sedih, dan perasaan yang sangat tertekan.

Jika engkau memahami dari mana asalnya sengsara itu dan mengusir kesengsaraan itu, dengan sendirinya kebahagiaan yang engkau mimpikan itu akan datang dengan sendirinya. Akar utama dari kesengsaaran itu berasal dari cinta kebendaan, obsesi, kekhawatiran, dendam, dan menikmati fantasi semu. Kau tidak bisa sendirian mengelola akar utama kesengsaraan ini, karena terlalu berat untuk dipikul sendiri. Tuhan yang memberimu kekuatan untuk mengelola sumber sengsara ini.

Di dalam otakmu terdapat cairan yang disebut serotonin, terbentuk dari zat persenyawaan yang namanya trypthophan. Di dalam serotonin, apabila engkau mencoba membayangkannya, terdapat milyaran titik syaraf yang disebut akson. Akson memiliki umbai seperti rambut dan mereka saling interaksi satu sama lain. Serotonin bisa berkurang apabila terjadi gangguan emosi sangat hebat, yang biasa berakibat pusing dan muntah. Trypthophan dikonsumsi terutama dari makanan yang mengandung protein tinggi, paling banyak ada di dalam ayam kalkun.

Cinta kebendaan adalah mencari uang melebihi yang dibutuhkan. Jika ada orang memiliki harta melebihi dari yang dibutuhkannya, kejahatan itu tidak jauh darinya. Lihatlah Salomo, raja paling kaya di kolong langit dan paling kaya dengan hikmat, tetapi pada hari tuanya hatinya mulai menjauh dari Tuhan. Istrinya dari bangsa kafir sangat banyak, belum lagi gundiknya. Dalam keadaan begini, tentu dia memiliki waktu sangat sedikit untuk Tuhan dibandingkan waktu dia masih muda. Paulus berkata kepada Timotius di dalam suratnya, bahwa akar segala kejahatan ialah cinta uang. Karena memburu uang, beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai duka. Jackie Chan, bintang film Hong Kong, ayahnya berkata kepadanya bahwa anak muda harus menjauhi drugs, judi, dan terlibat dengan gang. Ketiga hal ini melibatkan pemakaian uang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Obsesi adalah fikiran fokus pada satu hal tertentu. Engkau memiliki suatu idealisme [cita-cita], itu bagus, dan memang harus. Cita-cita adalah stress yang mendorongmu untuk menggapai kesuksesan. Orang mempunyai cita-cita biasa fokus terhadap sesuatu yang ingin dicapainya, tetapi tunggu dulu, … jika fokusmu sangat kental di otakmu sehingga tidak punya waktu lagi untuk membaca firman Tuhan, teman, keluarga, dan kegiatan rutinmu terganggu, inilah saatnya engkau disebut obsesi terhadap sesuatu. Orang yang obsesi sikapnya cenderung perfeksionis, menuntut segala sesuatu sempurna dari dirinya apalagi  terhadap orang lain. Mana ada orang di kolong langit ini sempurna. Baginya hidup ini adalah masuk katagori 5 besar atau paling tidak 10 besar.

Kekhawatiran adalah rasa takut yang tidak mempunyai alasan. Takut menghadapi orang tua mau pensiun, takut tak bisa sekolah atau kuliah lagi, menghadapi persaingan antar teman, menghadapi persaingan mendapatkan pekerjaan, dan seterusnya. Mengapa harus khawatir? Lihatlah semua burung terbang di udara tidak menanam padi, tetapi Tuhan pelihara mereka tetap hidup, apalagi manusia makhluk yang lebih berharga dari pada semua burung itu.  

Dendam adalah keinginan seseorang untuk membalas keadaan yang tidak menyenangkan kepada orang lain yang pernah membuat dirinya mengalami keadaan tidak menyenangkan. Terhadap orang yang mempunyai sikap seperti ini, janganlah engkau melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jacket atau overcoatmu. Jika engkau mengasihi orang yang mengasihimu, apakah nilai tambahmu di hadapan Bapa di sorga? Bukankah pemungut cukai, pelacur atau preman juga berbuat demikian. Jika engkau hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Tuhan pun berbuat demikian. Remaja Kristen harus berani tampil beda dengan orang lain dalam hal integritas dan moral.

Menikmati fantasi semu. Issue sentral terkini yang paling menggerogoti jiwa remaja adalah masalah drugs atau narkotika dan obat-obatan terlarang. Narkotika adalah zat kimia yang apabila dikonsumsi oleh tubuh, maka pemakainya akan menjadi ketagihan, misalnya morfin. Siapa saja yang mengonsumsi obat-obatan terlarang ini, tidak saja menjadi ketagihan, juga mengalami perasaan terekstasi [halusinasi] pada saat menikmatinya. Dengan mengonsumsi drugs, maka kaum remaja digiring menikmati fantasi semu. Jika sudah ketagihan, sulit untuk melepaskannya, karena keinginannya memaksa otak supaya selalu memenuhi pemuasan nafsunya. Seharusnya belajar di sekolah untuk masa depan, tetapi pikirannya sudah dibelenggu oleh drugs atau narkoba. Remaja yang bahagia harus bebas narkoba.    

Telah disebutkan di atas, bahwa serotonin bisa berkurang apabila terjadi gangguan emosi sangat hebat. Cinta kebendaan, obsesi, kekhawatiran, dendam, dan ketagihan narkoba diproduksi dari pikiran negative yang mampu menurunkan serotonin secara hebat dan jika pelakunya tidak mampu mengatasi keadaan ini, dia akan mengalami depresi alias IQ jongkok. Dalam keadaan begini, wajahmu akan tampak seperti jemuran lecek tak disetrika, muram, muram, muram. Kau sendiri tahu, bukan, bahwa kau tentunya lebih senang menemui orang yang ceria dari pada muram durja.

Untuk apa kau mengejar uang dan kebanggaan dari obsesimu all out, kalau kau mati semuanya tidak kau bawa ke liang kubur. Orang paling kaya di dunia kalau mati tidak beda dengan sopir taxi, keduanya tak membawa harta ke liang kubur. Orang Cina punya pepatah, begini bunyinya, di mana masih ada matahari terbit, di situ ada orang Cina. Bagaimana dengan orang Kristen? Di mana ada matahari bersinar, di situ ada Tuhan Yesus berada. Tentang dendam? Selama kau masih dendam kepada seseorang, energi pikiranmu terkuras habis dengan percuma memikirkan dia, padahal dia belum tentu memikirkan kamu. Kau justeru akan merasakan kebahagiaan sejati, jika hatimu ikhlas memaafkan semua musuhmu. Kau justeru akan merasakan kebahagiaan sejati, jika energi yang engkau keluarkan untuk meringankan beban penderitaan orang lain. So? Kau tetap membutuhkan uang sebatas kebutuhanmu saja. Jangan memaksa diri dalam idealismemu, karena Tuhan juga mempunyai rencana yang indah untukmu. Selamat tinggal khawatir dan dendam. Kau tidak sendirian menjaga serotoninmu tidak terkuras percuma, tetapi bersama Tuhan yang selalu mengajakmu dan siapa saja yang letih dan mempunyai beban berat, Dia akan memberi kelegaan kepadamu. Ia meletakkan beban [stress] dan mengajakmu selalu belajar, karena Dia lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab beban yang dipasang oleh-Nya itu enak dan beban yang ditanggung oleh-Nya pun ringan. Senyum, senyum, senyum adalah pintu gerbang kebahagiaan.-


Reading list : 1 Kings xi:1-11; Matthew v:3, 38-40, dan 46-47; xi:28-30; 1 Timothy vi:10; James i:14  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar