Senin, 23 Juni 2014

Menjadi Pemimpin Yang Diberkati Oleh Tuhan

Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang telah Aku janjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka [Yosua 1:6].

Tidak sampai satu bulan lagi Indonesia akan mengadakan pemilihan presiden dan wakil presiden untuk perioda 2014 – 2019. Kita sebagai satu bangsa besar mempunyai satu responsibilitas bersama mengelola negara yang telah ada karena kemurahan dan kebaikan Tuhan. Kita akan memilih calon pemimpin yang akan memimpin negeri ini, maka kita harus siap juga mau dipimpin oleh pemimpin yang akan kita pilih nanti. Konsekuen dengan pilihan kita. Dengan kata lain, kita harus bertanggungjawab terhadap pilihan kita. Ada dua pilihan calon presiden dan wakil presiden, yakni Prabowo Subiyanto dengan Hatta Rajasa dan Joko Widodo dengan Jusuf Kalla. Joko Widodo biasa dipanggil dengan panggilan pop sebagai Jokowi, sedangkan Jusuf Kalla dengan panggilan inisial JK. Dua kubu berdebat dipimpin oleh moderator saling melemparkan gagasan yang dapat merebut simpati dari simpatisan ke dua pihak. Kita tidak boleh golput, berdoa meminta hikmat dari Tuhan sebelum menentukan pilihan, selebihnya, siapa pun yang menjadi presiden RI mendatang, biarlah kehendak Tuhan saja yang jadi, sebab sebenarnya siapa presiden terpilih berikut Tuhan telah menetapkan. Hari ini adalah milik kita, tetapi hari esok adalah milik Tuhan.

Tuhan yang menentukan atas kepemimpinan seseorang. Yoshua ditunjuk oleh Tuhan untuk memimpin bangsa Israel memasuki Kanaan setelah Musa  menyelesaikan tugas dari Tuhan, yakni memimpin bangsa ini keluar dari negeri perbudakan Mesir menuju Kanaan selama 40 tahun. Tanah Kanaan adalah satu negeri yang penuh susu dan madu yang telah diberikan oleh Tuhan dengan sumpah setia Tuhan kepada nenek moyang bangsa ini melalui Musa. Bukan perkara mudah baik pada Musa maupun pada Yoshua memimpin lebih dua juta bangsa Israel menuju tanah perjanjian. Musa memimpin sebagian besar bangsa yang masih bermental budak, sebaliknya Yoshua memimpin bangsa pilihan yang sedang meluapkan kegembiraannya karena tanah penuh susu dan madu yang dijanjikan itu tinggal sejauh mata dapat terlihat di seberang sungai Jordan. Pada waktu itu sungai Jordan lebarnya kira-kira dua ratus meter dan cukup dalam untuk diseberangi oleh orang laki dewasa. Orang sedang meluapkan kegembiraannya harus dijaga emosinya supaya tidak berbuat semau sendiri. Inilah tugas Yoshua, sebab orang yang mengalami euphoria sering membuat diri lengah dan lupa diri.

Setiap generasi selalu muncul pemimpin baru membawa visi dan misi baru untuk pembaruan bagi generasi yang dipimpinnya. Setiap pemimpin pada setiap generasi menghadapi satu masalah pada tingkat kesulitan yang khas pada jamannya masing-masing, sehingga masalah yang sedang dihadapi oleh seorang pemimpin belum tentu dapat diselesaikan menurut cara yang pernah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya, walaupun masalahnya sama. Tidak ada seorang pun dapat menjadi pemimpin, jika bukan Tuhan yang menunjuknya menjadi orang nomor satu bagi satu kelompok kerja, atau bahkan kelompok yang lebih besar lagi, yakni bangsanya. Orang baru yang tampil sebagai pemimpin pada satu bangsa pasti dia memiliki semangat yang menyala-nyala di dalam jiwanya dan semangatnya turut membakar semangat bagi bangsa yang dipimpinnya. Apakah seorang pemimpin kejam seperti Adolf Hitler yang pernah memusnahkan lima juta bangsa Yahudi di Eropa juga ditunjuk oleh Tuhan memimpin bangsa Jerman? Jawabannya adalah ‘ya’. Apakah seorang seperti Soeharto yang korup, tangannya penuh darah, dan pernah menjadi presiden RI kedua juga ditunjuk oleh Tuhan? Jawabannya adalah ‘ya’. Di dunia ini hanya ada dua kuasa, yakni kuasa Tuhan dan kuasa Iblis. Di dalam Kitab Ayub, Tuhan berkata kepada Iblis, bahwa Iblis boleh mengambil harta Ayub, hanya jangan mengambil hidupnya Ayub. Tuhan Mahatahu, Dia sangat mengetahui rencana yang ada di dalam pikiran seorang yang bernama Adolf Hitler, yakni ingin memusnahkan bangsa Yahudi dari bumi Eropa. Tuhan mengijinkan hal itu terjadi.

Seperti ada tangan yang tidak kelihatan atau invincible hand yang menunjuk pada orang-orang seperti, Horatio Nelson, Napoleon Bonaparte, Herman Willem Daendels, Thomas Stamford Raffles, Martin Luther, Abraham Lincoln, Kemal Pasha Attaturk, Adolf Hitler, Douglas McArthur, Boeng Tomo, Mahatma Gandhi, Ben Gurion, John Firtzgerald Kennedy, Margaret Thatcher, dan seterusnya sehingga mereka memiliki roh yang menyala-nyala mempengaruhi lingkungannya supaya bangkit dan mengikuti komandonya. Tuhan selalu menggunakan orang-orang pilihan yang telah siap untuk dipakai menjalankan perannya. Tangan Tuhan yang tidak tampak menunjuk mereka untuk memimpin satu kelompok kerja, rakyat atau bangsa demi penggenapan rancangan Tuhan. Misalnya seperti apa? Jenderal Titus, komandan tertinggi pasukan Romawi pada 70 Masehi meratakan Bait Allah dan membuat bangsa Yahudi terpencar ke seluruh dunia sebagai bangsa diaspora. Yesus Orang Nazaret berkata, bahwa pada saatnya nanti manusia tidak membutuhkan kiblat untuk beribadat, melainkan beribadat menurut roh dan kebenaran. Ibadat yang sejati tidak membutuhkan kiblat benda mati, melainkan semangat yang menyala-nyala memuliakan Tuhan. Setelah Perang Dunia II berakhir dengan kalahnya Jerman terhadap Sekutu, timbul kesadaran bangsa Yahudi diaspora membangun satu negara merdeka di Palestina, maka pada 1948 berdiri negara baru, yakni Republik Israel. Pengertian siap dapat dilakukan melalui pendidikan formal, pengalaman hidup, atau melalui keduanya. Tuhan menjanjikan kepada semua orang percaya untuk menjadi kepala, bukan ekor. Namun, kalau engkau tidak mencapai jadi kepala, hanya leher saja, hal itu masih lebih baik dibandingkan nasibmu menjadi ekor. Belajar dan kerja keras dan taat pada semua ketetapan Tuhan, maka Tuhan akan memuliakanmu menjadi orang di barisan terdepan.

Indonesia membutuhkan manusia berpikiran modern. Tuhan berkata kepada Yoshua, bahwa dia tidak boleh melupakan Taurat, merenungkannya siang dan malam, supaya dalam segala masalah bertindak hati-hati sesuai yang tertulis di dalamnya sehingga perjalanan hidupnya selalu berhasil dan beruntung [ayat 8]. Rasul Paulus mengatakan di dalam suratnya yang ditujukan kepada jemaat di Roma, bahwa setiap orang atau setiap bangsa walaupun tidak pernah mempunyai hukum, melakukan semua yang menjadi tuntutan di dalam hukum menurut hati nuraninya yang murni, mereka menjadi hukum bagi dirinya sendiri [Roma 2]. Orang seperti ini sesuai menurut isi surat ini adalah orang yang memiliki kesadaran hukum dan melaksanakannya. Setiap saat, setiap hari, semakin bertambah tahun, setiap pergantian generasi, sejatinya manusia harus terus-menerus mengalami pembaruan atau modernisasi di dalam cara berpikirnya. Manusia yang berpikiran modern adalah manusia yang di dalam hati terdalamnya memiliki kesadaran menentukan yang baik dan yang jahat sesuai menurut ketetapan-ketetapan Tuhan, yang benar dan yang tidak benar dan melakukan segala sesuatu yang berguna bagi sesama manusia, dan jiwanya bebas mengekspresikan yang menjadi cita-cita luhurnya. Sebagai bentuk nyata dalam sikap dan tindakan berpikiran modern adalah jujur, lifestyle sederhana, mau mendengar suara orang lain sehingga mengetahui masalah yang dihadapi oleh orang yang mau ditolong, selalu mempunyai terobosan baru, dan melaksanakan yang terbaik bagi lingkungannya. Korupsi dimulai dari sikap hidup yang tidak jujur dan lifestyle selalu ingin kemewahan. Jika rakyat Indonesia ingin menjadi bangsa besar dan disegani dalam pergaulan internasional, orang Indonesia harus siap menjadi manusia berpikiran modern. Untuk menjadi manusia berpikiran modern hanya dapat diwujudkan melalui pendidikan pembentukan karakter bangsa secara terus menerus dan kebebasan berekspresi adalah hak azasi manusia merdeka. Suatu bangsa akan menjadi bangsa besar harus memiliki karakter kuat. Karakter itu menjadi ciri khas seseorang atau suatu bangsa bergerak ke mana arah tujuan hidupnya.

Orang berpikiran modern esensinya adalah merenungkan dan bertindak benar, sebab ada juga siang dan malam merenungkan ajaran agama dan seharusnya sangat mengetahui kaidah agama, tetapi dia justeru menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi, ini akibat dia melakukan tindakan yang tidak benar. Hanya di Indonesia saja, bahwa seorang Menteri Agama telah ditetapkan oleh KPK menjadi tersangka korupsi pembiayaan haji. Di Bogor seorang bupati dengan sengaja menutup satu gereja sehingga jemaat kehilangan tempat untuk menjalankan ibadah. Bupati ini memang tidak mengenal hukum Taurat, tetapi dia mempunyai hati nurani, bukan?Hati nuraninya bersaksi terhadap pikirannya, apakah layak menutup tempat ibadah yang menjadi hak azasi umat beragama untuk berkumpul, padahal dia juga telah mengetahui, bahwa keberadaan gereja ini sudah ada sebelum dia menjadi bupati. Seorang pemimpin setingkat bupati seharusnya bersikap nasionalis terhadap rakyatnya. Ia dipenjarakan oleh KPK bukan karena perkara dia menutup gereja, melainkan sebab dia telah ditetapkan sebagai tersangka satu tindak pidana korupsi, inilah cara Tuhan memang sangat ajaib dan dahsyat memberi hukuman. Pada saat ini Indonesia adalah satu negara yang menjijikan, dari pejabat setingkat menteri, gubernur, anggota parlemen hampir tidak ada yang tidak tersentuh oleh korupsi, bahkan banyak pedagang makanan pinggir jalan pun yang korup terhadap bahan baku dagangannya. Banyak kecelakaan angkutan kendaraan umum terjadi sebab korupsi. Para koruptor itu pasti mengaku orang-orang yang agamis, tetapi mereka melakukan ajaran agama hanya mekanisme rutin, … atau mereka itu merenungkan untung rugi kalau tidak korupsi.

Tidak ada pemimpin yang sempurna. Semakin besar kesempatan seseorang untuk menjadi orang nomor satu, maka semakin besar juga tantangan yang pasti dihadapinya. Apakah tidak ada orang lain selain Yoshua untuk dipromosikan sebagai pemimpin bangsa Israel masuk ke Kanah Kanaan? Jaman sekarang untuk mendapatkan seorang pemimpin mau lulusan universitas mana bukan perkara sulit. Di Jepang saja pernah dalam waktu tidak sampai satu tahun terjadi beberapa kali pergantian perdana menteri, karena ada yang mengundurkan diri. Pada jamannya Yoshua berbeda, dia adalah orang yang paling taat kepada Tuhan di antara orang-orang sejamannya. Tuhan merasa perlu untuk mengingatkan kepadanya, supaya dia tidak gentar dan tawar hati menghadapi situasi dan kondisi sulit dalam memimpin satu bangsa sebab Tuhan selalu menyertainya. Satu alasan yang sangat logis, jika Tuhan telah menunjuk seseorang menjadi pemimpin bangsa, pasti Dia akan selalu mengawalnya. Wibawa Tuhan pasti mengawal orang yang ditunjuk-Nya sebagai abdi-Nya.

Tuhan telah memerintahkan kepada Yoshua, bahwa dia harus menguatkan dan meneguhkan hati dan tidak kecut dan tawar hati, sebab Tuhan menyertainya ke mana pun dia pergi [Yoshua i:9]. Perkataan Tuhan ini sebagai pengingat baginya, bahwa seorang pemimpin bagaimana pun cerdasnya, dia tetap membutuhkan pengawalan dari Tuhan. Nasehat yang benar dan disampaikan pada waktu yang tepat adalah perlindungan yang nilainya melebihi emas dan perak di kolong langit ini. Seorang pemimpin yang akan menjalankan tugasnya dengan baik dan sukses sampai tujuan, maka dia haruslah orang yang berhikmat. Banyak pemimpin dunia gagal mencapai tujuan rancangannya, sebab tidak mau mendengar nasehat dari orang lain. Ia menganggap dirinya adalah orang yang paling banyak tahu, padahal sebenarnya, dia adalah manusia bebal. Pemimpin yang berhasil adalah orang yang mau mendengar nasehat yang benar dari para penasehatnya dan bertindak pada waktu yang tepat. Dan, jangan mendengarkan nasehat yang tidak benar, apalagi melaksanakannya [Raja-Raja xii:10].

Jika pada satu hari atasanmu memanggilmu dan berkata, bahwa engkau akan dipromosikan pada jabatan menejer pemasaran, sebenarnya, Tuhan telah mengijinkan engkau menduduki jabatan baru. Jangan kecut dan gentar merambah medan kerja yang lebih luas dan menantang, sebab Tuhan melalui atasanmu pasti memberi dukungan moril. Tantangan demi tantangan engkau taklukan, sebab Tuhan memberi kekuatan kepadamu. Tidak ada pemimpin yang sempurna, tetapi engkau semakin disempurnakan oleh Tuhan jika hidupmu tetap bergantung kepada-Nya.-

Senin, 16 Juni 2014

Ketahanan Ekonomi Di Bidang Energi

Satu negara yang kebutuhan energinya sangat tergantung oleh pasokan negara lain, maka pada suatu waktu kedaulatan negara ini  pasti akan terancam. Contoh yang paling factual adalah Ukraina. Negara ini sangat bergantung dengan pasokan gas alam yang dibeli dari Russia dengan harga murah. Dijual dengan murah saja negara ini mengalami kesulitan membayar, apalagi kalau pasokan gas ini ditutup total oleh Russia. Di bagian tenggara negara ini terdapat semenanjung yang bernama Crème, sebagian dihuni oleh penduduk asli Ukraina berbahasa Ukraina, sebagian lain dihuni oleh penduduk Ukraina yang berbahasa Russia. Selanjutnya mudah dibaca situasi di perbatasan kedua negara ini, yakni Russia menempatkan puluhan ribu tentara tak berseragam di perbatasan. Ukraina adalah negara di Eropa Timur yang luas wilayah daratannya, tetapi rendah pendapatan bersih negara ini, maka dengan mudah Russia menggoyang kedaulatannya. Singapura negara pulau kecil dan tidak mempunyai sumber mineral minyak dan gas bumi, tetapi negara ini sangat berdaulat, bahkan dapat mengatur wilayah kedaulatan udara komersil sampai Riau.

Segala cara dilakukan oleh Amerika dan semua sekutunya dalam menjaga cadangan energi sampai masa depan yang tidak terbatas sebenarnya telah dilakukan oleh Jerman ketika Perang Dunia II pecah dari 1939 - 1945. Jerman menyerbu Russia di sebelah timur dan juga menyerbu ke selatan berusaha menyatukan rantai pertahanan dari Afrika Utara sampai daerah Kaukasus di Russia. Jika rantai pertahanan ini berhasil diwujudkan, Jerman akan menguasai sebagian besar cadangan energi dunia untuk ukuran masa itu. Jadi, memang dari sejak dulu banyak negara berlomba untuk memiliki ketahanan ekonomi di bidang energi. Sumber energi itu antara lain, minyak dan gas bumi, biofuel minyak nabati, batu bara, panas bumi, panas matahari, kincir angin, dan tenaga nuklir. Saat ini Indonesia memiliki semua yang tersebut ini, kecuali tenaga nuklir yang masih dalam kajian. Minyak bumi, gas alam, dan batu bara adalah sumber energi tidak terbarui lagi, artinya jika unsur-unsur pembentuk yang terdiri dari karbon dan hydrogen bersama oksigen bereaksi membentuk energi, unsur-unsur hasil reaksi ini tidak dapat kembali lagi membentuk unsur-unsur sumber semula. Semakin banyak digunakan dan semakin lama, maka sumber energi tidak terbarui lagi ini semakin menyusut jumlahnya di dalam bumi. Namun, selagi masih ada di beberapa tempat utama di dunia, maka negara-negara besar dan bermodal kuat berusaha sekuat tenaga menguasai sumber-sumber energi ini. Beberapa negara utama penghasil minyak bumi adalah Irak, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Suriah, Nigeria, Mexico, dan Venezuela. Negara-negara ini tergabung dalam organisasi negara-negara pengekspor minyak [OPEXC]. Indonesia pernah menjadi anggota organisasi dunia ini ketika Indonesia masih terhitung sebagai negara pengekspor minyak bumi.

Pada 1956 pecah perang pertama antara negara-negara Arab dibawah komando Mesir melawan Israel yang didukung oleh sebagian besar negara-negara Barat, utamanya adalah Amerika, Inggris, Prancis, dan Belanda. Sejak perang ini pecah minyak bumi digunakan oleh negara-negara Arab sebagai alat untuk menekan negara-negara Barat supaya mengurangi dukungan terhadap Israel dengan cara embargo minyak. Mobil Morris dan Mini Cooper buatan Inggris lahir akibat embargo minyak oleh Arab memaksa negara ini memproduksi mobil nasional hemat bahan bakar minyak. Dan, berhasil, sampai sekarang mobil ini masih tetap diproduksi. Dengan berjalannya waktu minyak tidak dapat lagi digunakan untuk embargo, karena negara-negara Barat berhasil mengatasi ketergantungan minyak terhadap Arab. Inggris berhasil mengeksplorasi minyak di Laut Utara sementara Amerika melakukan eksplorasi di Teluk Mexico dan Alaska. Negara-negara Barat dengan kemajuan teknologi di bidang energi, maka mereka bukan saja berhasil mengatasi ketergantungan minyak terhadap negara-negara pengekspor minyak, melainkan sekaligus mempunyai ketahanan ekonomi di bidang energi.

Untuk memiliki ketahanan ekonomi di bidang energi kuncinya adalah penguasaan teknologi pertambangan mulai dari hulu sampai ke hilir. Walaupun disebut energi tak terbarui lagi, minyak bumi adalah primadona pasokan kebutuhan energi utama di banyak negara, khususnya di Indonesia. Indonesia pernah berjaya memiliki sumber tambang minyak bumi yang berlimpah dan menjadi anggota OPEXC yang disegani selama lebih 30 tahun. Dalam perioda ini Indonesia menjadi kampiun di Asia Tenggara, sehingga Malaysia perlu belajar serius kepada Indonesia dalam menejemen dan teknologi perminyakan. Kedigjayaan perminyakan Indonesia telah berlalu, penyebab utamanya adalah salah menejemen dan peningkatan konsumsi yang semakin bertambah dan cenderung tak terkendali. Salah menejemen adalah satu istilah saja untuk menghaluskan kondisi yang tidak menyenangkan. Apa saja kondisi salah menejemen sehingga negara terkesan gagal menyediakan energi murah dan cukup bagi rakyat? Pertama adalah korupsi yang telah dilakukan oleh birokrat-birokrat di lingkungan dalam perusahaan minyak milik negara dan badan usaha milik negara bidang kelistrikan dan anggota parlemen bidang energi. Pada bulan ini seorang anggota parlemen bidang energi telah ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka penerima gratifikasi. Ia adalah Sutan Bathoegana. Tersangka artinya, dia telah terindikasi positif keterlibatannya kongkalingkong. Kedua adalah pertambahan jumlah penduduk yang cenderung tak terkendali. Demografi yang semakin meningkat akan meningkatkan berbagai kebutuhan yang pada akhirnya akan menguras cadangan energi yang ada di negeri ini, seperti jumlah kebutuhan rumah, jumlah kendaraan angkutan umum, darat, laut, sungai, dan udara, jumlah angkutan kebutuhan pokok masyarakat, dan belum lagi ditambah dengan kendaraan bermotor milik pribadi, yakni mobil dan motorbike. Ketiga adalah ketidakadilan menikmati kesejahteraan di negeri ini. Crowded lalu lintas di negeri ini terutama di kota-kota besar provinsi karena keserakahan kepemilikan kendaraan bermotor. Aku telah sering melihat ada banyak keluarga, masing-masing memiliki lebih tiga mobil di dalam garasi, bahkan ada yang sampai lima dengan kapasitas lebih dari 2000 cc. Mudahnya penduduk mendapatkan kendaraan motorbike dengan system kredit.

Pertamina memasok kebutuhan bahan bakar minyak dan gas yang semakin meningkat volumanya untuk dikonsumsi oleh masyarakat, kebutuhan rumah, kendaraan angkutan umum, kendaraan motor pribadi, dan industri. Minyak bumi sebagai tulang punggung energi nasional ini sekarang harus diimpor dari Timur Tengah dan kapasitas produksi kilang minyak di Indonesia juga tidak tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumsi, maka sebagian minyak bumi yang diimpor terpaksa harus diolah di negara lain. Ada dua jenis bahan bakar minyak yang disubsidi dari uang negara, yakni kerosene dan premium. Subsidi ini telah lama dilakukan dari sejak awal pemerintahan era Soeharto demi pencitraan pemerintah yang baik memperhatikan kesejahteraan rakyat, tetapi pada akhirnya subsidi ini menjadi boomerang beban negara yang teramat berat. Beban subsidi yang semakin berat ini harus ditanggung oleh pemerintah sesudah rezim Orde Baru jatuh. Itu sebabnya, harga kerosene dan bensin di Indonesia dapat lebih murah, bahkan paling murah dibandingkan dengan Singapura, karena separuhnya ditanggung oleh pemerintah. Subsidi itu sebenarnya bantuan langsung dari negara kepada rakyat melalui mekanisme kebutuhan dasar yang dikonsumsi oleh rakyat. Bahan bakar minyak adalah kebutuhan dasar yang dikonsumsi oleh rakyat untuk berbagai keperluan. Banyak subsidi yang harus diberikan oleh negara kepada rakyat, tetapi subsidi bahan bakar minyak adalah subsidi yang paling besar dan berpotensi mengganggu neraca anggaran belanja beaya negara. Inilah pentingnya satu negara mempunyai ketahanan ekonomi di bidang energi, yaitu dapat membuat industri tetap berjalan, industri berjalan, roda ekonomi tetap berputar, roda ekonomi berjalan, pendapatan negara bertumbuh, dan semakin bertambah. Pendapatan negara semakin bertambah, maka rakyat sejahtera.   

Ada dua jenis bahan bakar minyak yang disubsidi dari uang negara, yakni kerosene dan premium. Subsidi ini telah lama dilakukan dari sejak awal pemerintahan era Soeharto demi pencitraan pemerintah yang baik memperhatikan kesejahteraan rakyat, tetapi pada akhirnya subsidi ini menjadi boomerang beban negara yang teramat berat. Beban subsidi yang semakin berat ini harus ditanggung oleh pemerintah sesudah rezim Orde Baru jatuh. Itu sebabnya, harga kerosene dan bensin di Indonesia dapat lebih murah, bahkan paling murah dibandingkan dengan Singapura, karena separuhnya ditanggung oleh pemerintah. Subsidi itu sebenarnya bantuan langsung dari negara kepada rakyat melalui mekanisme kebutuhan dasar yang dikonsumsi oleh rakyat. Bahan bakar minyak adalah kebutuhan dasar yang dikonsumsi oleh rakyat untuk berbagai keperluan. Banyak subsidi yang harus diberikan oleh negara kepada rakyat, tetapi subsidi bahan bakar minyak adalah subsidi yang paling besar dan berpotensi mengganggu neraca anggaran belanja beaya negara. Inilah pentingnya satu negara mempunyai ketahanan ekonomi di bidang energi, yaitu dapat membuat industri tetap berjalan, industri berjalan, roda ekonomi tetap berputar, roda ekonomi berjalan, pendapatan negara bertumbuh, dan semakin bertambah. Pendapatan negara semakin bertambah, maka rakyat sejahtera. Sekarang rakyat tidak lagi menggunakan kerosene sebagai bahan bakar rumah-tangga, sebab kerosene dialihkan menjadi avtur yang lebih menguntungkan negara, sedangkan pengganti kerosene adalah gas cair butane-butylene yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai gas elpiji. Untuk sementara negara bernapas lega, sebab beban subsidi berkurang.

Presiden RI yang akan terpilih nanti untuk perioda 2014 – 2019 seharusnya mempunyai visi menciptakan kondisi ketahanan ekonomi di bidang energi. Dan, rakyat Indonesia sendiri juga dituntut kesadaran menghemat penggunaan bahan bakar minyak. Masyarakat orang yang berpikiran modern tidak membutuhkan public figure sebagai panutan untuk maju, sebaliknya di dalam pikiran masing-masing individu telah ada kesadaran untuk berbuat segala sesuatu yang berguna untuk sesama manusia dan negara. Dan, orang yang berpikiran modern mempunyai kebebasan mengekspressikan suara hatinya tanpa tekanan dari siapa pun. Orang Indonesia belum sampai pada taraf ini cara berpikirnya, maka masih membutuhkan public figure sebagai idola atau panutan untuk mewujudkan suatu visi. Di Indonesia panutan yang paling disegani adalah kiayi, yakni orang Islam pengurus pondok pesantren, apalagi kalau berasal dari pondok pesantren terkenal. Namun, panutan yang normative itu seharusnya dimulai dari presiden, menteri, gubernur, bupati, dan seterusnya. Aku melihat satu tayangan di tv tentang kesadaran penduduk Amsterdam yang setiap hari penduduknya lebih banyak menggunakan sepeda dibandingkan dengan mobil pribadi. Tarif parkir mobil pribadi di sini adalah 100 ribu rupiah pada 1 jam pertama, sedangkan sepeda bebas biaya parkir. Amsterdam adalah satu di antara banyak kota di Eropa yang rendah tingkat polusi udaranya. Aku hanya dapat membayangkan, kalau saja Joko Widodo dan Jusuf Kalla, dan seterus sampai bupati  memberi teladan naik sepeda setiap hari ke tempat pekerjaan, aku yakin sekali negara dapat menghemat sampai 5 trilyun rupiah, bahkan lebih mungkin.

Bukan perkara mudah menyadarkan lebih 250 juta penduduk negeri ini untuk berpartisipasi kampanye hemat energi. Budaya panutan mungkin hanya sampai dua perioda kepemimpinan kepala negara, pada perioda berikut belum tentu kepala negara yang berikut dapat memberi panutan yang sama, maka yang dibutuhkan untuk mengubah mind-set bangsa ini adalah melalui pendidikan peningkatan mutu karakter bangsa, yakni satu bangsa yang mempunyai kesadaran menggunakan secara terukur, meningkatkan effisiensi dan efektivitas penggunaan sumber energi yang ada. Jadi, perlu ada kebulatan tekad dari bangsa ini sendiri.

Dulu, di Jakarta ada satu asumsi, bahwa dapat disebut kaya secara materi harus mempunyai sedikitnya satu mobil, maka semakin tinggi penghasilan semakin besar nafsu untuk memilki banyak mobil supaya dipandang kaya oleh lingkungan sosialnya. Kondisi sosial seperti ini tentu dimanfaatkan oleh dealer mobil semua merek untuk menawarkan mobil-mobil terbaru mereka. Mind-set seperti ini mungkin telah terbentuk di masyarakat Jakarta sekitar decade 60. Pada masa itu orang baru disebut kaya kalau sudah memiliki mobil merek Impala, maka berlombalah orang untuk memilikinya. Kalau tidak tercapai keinginan dengan Impala, dapat Bel Air atau Vaughan, okay-lah. Sekarang jaman telah berubah, orang disebut berhasil kalau memiliki BMW, bahkan lebih jauh lagi memiliki Lamborghini atau Ferrari, kalau tidak tercapai target seperti itu, ya cukuplah Toyota Camry, dan seterusnya sampai level merek yang lebih rendah. Di Indonesia pada umumnya orang berlomba memiliki mobil pribadi bukan karena kebutuhan, melainkan untuk menunjukkan prestisius, maka tak mengherankan kemacetan lalu lintas semakin parah dan peningkatan polusi udara yang semakin hebat di seluruh kota-kota besar di negeri ini. Mind-set seperti ini memang harus ditumpas melalui pendidikan seperti tersebut di atas. Penambahan jumlah jalan raya, flyover, dan underpass tidak akan menyelesaikan kemacetan lalu lintas, kalau mind-set seperti ini tidak dilepaskan dari pikiran orang Indonesia, maka konsumsi bahan bakar minyak tetap akan semakin meningkat terus. Jadi, perlu ada kebulatan tekad dari bangsa ini untuk mengubah mind-set yang salah.

Indonesia memang bukan tempat yang sangat ideal untuk pembangkit listrik tenaga angin, karena letak negeri ini di garis khatulistiwa menyebabkan pertemuan aliran angin dari dua lautan besar dari utara ke selatan atau sebaliknya, yakni Pasific dan Hindia saling menetralkan. Tetapi bukan tidak mungkin sama sekali dibangun konsentrasi pembangunan pembangkit listrik tenaga angin. Banyak tempat terbuka di Indonesia bagian timur layak  dibangun konsentrasi kincir angin untuk menggerakkan generator listrik, seperti Sulawesi Utara, Pulau Biak, dan Kepulauan Maluku.

Indonesia juga memiliki sumber daya minyak nabati yang sangat berlimpah sebagai biofuel yang berasal dari kelapa sawit. Biofuel diesel digunakan sebagai bahan bakar minyak untuk mobil dan industri. Kiranya cukup banyak pilihan sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia yang dapat dikelola sebagai benteng ketahanan ekonomi di bidang energi, asalkan tidak salah menejemen dan tidak ada korupsi bidang energi.-




      

Jumat, 30 Mei 2014

Keselamatan Jiwa Sebagai Manifestasi Tujuan Iman Sejati

Sekalipun engkau belum pernah melihat Dia, tetapi engkau mengasihi-Nya. Engkau mempercayai-Nya, sekalipun engkau sekarang tidak melihat-Nya. Engkau bergembira karena suka cita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena engkau telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu [1 Petrus 1:8-9].

Jiwa tenteram sebab telah mencapai tujuan iman sejati.
Bekerja di workshop dengan menaati semua standard operating procedure dengan benar, maka engkau sudah memberi kontribusi menurunkan angka kecelakaan kerja. Secara fisik selamat. Mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya dengan menaati semua peraturan lalu lintas, maka engkau sudah memberi kontribusi menurunkan angka kecelakaan di jalan raya. Tapi jika ada orang Kristen tanpa setahu tetangganya mempunyai hobby menonton video porno, apa yang telah mengalami kerusakan pada dirinya? Issue factual di Indonesia saat ini adalah kejahatan yang disebut faedofilia, yakni penyimpangan seksuil disertai kekerasan terhadap anak kecil. Pada umumnya korban faedofilia adalah anak kecil berusia di bawah sepuluh tahun. Berita besar faedofilia terkuak lebar setelah ada laporan korban faedofilia di Jakarta International School dan korban adalah murid laki taman kanak-kanak berusia lima tahun. Semua pelaku adalah petugas kebersihan sekolah ini. Dua puluh tahun yang lalu berita kejahatan ini pernah terjadi di Denpasar Bali, pelaku adalah orang Australia, setelah itu bertahun-tahun kemudian tidak terdengar lagi. Namun, kejahatan ini seperti gunung es, sebab setelah kasus JIS diinvestigasi, ternyata pelaku dan korban kejahatan ini di luar kasus JIS banyak dan tak terungkap selama bertahun-tahun, di Cirebon, Sukabumi, Palembang, mungkin masih banyak kota-kota lain. Siapa dapat menyangka pelaku-pelaku faedofilia di negeri ini adalah orang-orang ekonomi lemah, seperti kuli bangunan, pedagang siomay dan juga orang-orang berprofessi terhormat, seperti guru-guru agama. Pengakuan sebagian besar pelaku faedolfilia kebiasaan menyimpang mereka dimulai dengan kebiasaan menonton video porno. Dan, mereka juga pernah mengalami korban faedofilia pada waktu mereka masih usia kanak-kanak, yakni dubur mereka disodomi.

Dalam Alkitab ada cerita tentang kebejatan moral penduduk Sodom dan Gomorah. Penduduk kedua kota ini sudah terbiasa melakukan seks bebas dan hubungan seks abnormal. Sodomi adalah hubungan kelamin yang abnormal, yakni pennies laki yang sudah ereksi dimasukkan ke dalam dubur sesama jenis atau berlawanan jenis. Mungkin kata sodomi ini berasal dari nama kota ini. Tuhan sangat murka atas kebejatan moral penduduk kedua kota ini, maka mereka dimusnahkan melalui fenomena alam, yakni belerang yang berasal dari gunung meletus membakar habis Sodom dan Gomorah. Mungkin satu dua orang kota ini ada yang lolos dari bencana alam dan keturunan perbuatannya sampai ke Indonesia. Dalam kasus ini istilah normal atau di luar kenormalan dipandang dari sudut biologis saja. Misalnya, hubungan seks yang normal dipandang dari sudut biologis adalah masuknya pennies yang ereksi ke dalam vagina dan kemudian mengeluarkan sperma begitu keduanya mencapai orgasme. Di luar cara ini disebut tidak normal. Walaupun disebut melakukan hubungan seks normal secara biologis, dapat menjadi disebut di luar kenormalan jika dikaitkan dengan moral yang menjadi standar Alkitab, bahwa hubungan seks normal hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami isteri yang sah.

Orang yang bertindak di luar kenormalan, karena pikirannya tidak mampu mengendalikan emosinya. Engkau boleh saja tertawa lepas sepuasmu dalam satu acara pesta, mendengar cerita lucu dari seorang teman, atau menyaksikan tayangan lucu pada satu program tv. Manusia sehat mempunyai akal untuk mengendalikan emosi yang terlepas dari jiwa. Tuhan sendiri mengajarkan, bahwa di tempat pesta engkau bergembira, sebaliknya di tempat duka engkau berempati atas kedukaan orang lain. Inilah kemurahan Tuhan manusia diizinkan meluapkan berbagai emosinya, sebaliknya engkau juga tidak dapat semau sendiri tanpa batas melampiaskan kemarahan. Engkau marah dan memukul orang menunjukkan, bahwa engkau membiarkan emosimu menguasai akal sehatmu. Orang sehat tidak membiarkan emosinya meledak-ledak menguasai pikirannya, sebaliknya manusia tanpa emosi adalah seperti batu yang kepanasan di tengah terik matahari dan kedinginan di tengah dinginnya udara malam.    

Orang yang bertindak di luar kenormalan, maka jiwanya tidak tenteram. Dan, orang yang jiwanya tidak tenteram pasti mudah tersinggung. Dalam Alkitab terdapat cerita tentang orang laki Gerasa, tangan dan kakinya dirantai. Jika roh jahat datang merasuki jiwanya, dia suka berteriak-teriak sambil mengelilingi kuburan dan roh jahat membuatnya menggelepar-gelepar di tanah. Orang ini menjadi tenang kembali jiwanya, ketika Yesus Orang Nazaret mendekati dirinya. Di dalam diri Yesus ada Roh Tuhan yang berkuasa dan perkasa atas semua roh di bawah langit ini. Iblis, yakni penghulu setan, semua roh jahat, roh gondoruwo, roh kuntilanak, roh kolor ijo, kolor hitam, setan Arab, mereka takut menghadapi kuasa Mahabesar dari Yesus. Roh jahat di dalam jiwa orang ini menyebut diri sebagai legion, karena banyak roh merasuki jiwanya. Atas perintah Yesus semua roh jahat yang merasuk jiwa orang Gerasa ini keluar dan pindah ke dalam ribuan babi yang tidak jauh dari tempat itu, maka barulah kemudian jiwa orang ini tenang kembali. Ciri umum orang yang mengalami kerasukan roh jahat adalah memiliki kekuatan fisik di luar batas kemampuan manusia normal, misalnya dapat mengangkat beban sampai seberat sepuluh kali berat tubuhnya. Namun, tidak semua kasus perbuatan di luar kenormalan adalah akibat jiwa manusia yang dirasuk oleh roh-roh jahat.   

Roh hanya menerima segala sesuatu yang bersifat rohani, yakni firman Allah, sebaliknya jiwa adalah tempat penampungan emosi yang bersifat duniawi. Roh manusia adalah nafas yang ditiupkan oleh Allah ke dalam jasad manusia sehingga manusia hidup. Pada waktunya manusia mati, rohnya lepas dari jasadnya, roh kembali kepada Dia yang mengaruniakan, maka manusia tidak beda dengan debu yang kembali menjadi tanah. Roh adalah nyawa manusia yang membuat manusia hidup. Tanpa firman Allah, maka manusia menjadi sombong, menganggap dirinya adalah pusat kehidupan; manusia menjadi manusia dengan gambar dan rupa Allah yang semakin suram; manusia yang hidupnya tanpa harapan, mudah terombang-ambing oleh berbagai ajaran yang menyesatkan. Orang Kristen adalah manusia yang telah memiliki Roh Kebenaran sebab kasih karunia Allah melalui Kristus, tetapi masih menetap di dunia yang fana dan mempunyai nafsu kedagingan. Jiwa adalah manusia secara keseluruhan masih memerlukan penyegaran supaya dapat melepaskan emosi dengan sehat. Bagi yang mempunyai uang, banyak orang Kristen berlibur ke luar negeri untuk mendapatkan penyegaran jiwa kembali. Banyak perusahaan membuat program liburan tahunan untuk kepentingan penyegaran jiwa bagi semua pekerja-pekerjaa mereka. Tujuannya adalah pekerja menjadi kembali lebih bergairah bekerja setelah masa liburan usai. Rasul Paulus berkata, bahwa latihan fisik memang berguna tetapi terbatas saja kegunaannya selama di dunia. So? Harus ada keseimbangan antara yang rohani dan tubuh dan jiwa. Dengan cara apa engkau menyegarkan rohanimu supaya tetap fit?   

TUHAN menyegarkan jiwaku [Mazmur xxiii:3]. Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah [Mazmur xlii:2]. Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah dinegeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Dia akan memberikan kepadamu apa yang diingin hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Dia akan bertindak; Dia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang dan hakmu seperti siang. Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan [Mazmur xxxvii:1-8]. Jiwaku melekat kepada debu, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu [Mazmur cxix:26]. Pasal-pasal Mazmur yang tertulis di sini adalah Mazmur yang ditulis oleh Daud, Raja Yehuda, semuanya mencakup masalah kejiwaan. Melalui mazmur Daud memuji dan memuliakan TUHAN. Ia dapat memuji dan memuliakan TUHAN dengan mazmur sebab dia dapat meletakkan pikiran [kehendak] TUHAN ke dalam pikirannya. Jadi, jika engkau sering memuji dan memuliakan TUHAN, engkau telah menyegarkan jiwamu sendiri dengan perkataan Allah. Mazmur memang dinyanyikan, engkau mempunyai kebebasan mengenai notasi dan rythme ketika menyanyikan mazmur.

Segarkan jiwamu dengan firman Allah.
Semua nyanyian rohani adalah media penyegaran rohani setelah jiwamu dihanyutkan oleh rythme musik yang selaras dengan bawah sadar pikiranmu. Kebanyakan orang Jawa Kristen di pedesaan menyukai lagu-lagu rohani musik Jawa, sebaliknya pemuda Jawa di kota-kota besar lebih menyukai lagu-lagu rohani dengan rythme pop rock. Sebelum menerima firman Tuhan, maka jiwa dibuat tenteram terlebih dahulu, yakni dengan berdoa dan menyanyikan lagu-lagu rohani. Engkau memohon kepada Tuhan supaya supaya Dia meletakkan pikiran-Nya ke dalam pikiranmu. Pikiran yang telah diselaraskan dengan rythme musik atau lagu-lagu rohani, maka pikiran menjadi tenang dan jiwa menjadi tenteram. Bukan berapa lamanya engkau mendengarkan khotbah, maka engkau dapat menikmati firman Allah yang disampaikan oleh seorang pendeta di mimbar, melainkan seberapa tenteram jiwamu mendengarkan firman Allah. Dengan jiwa yang tenteram engkau dapat meresapi firman Allah yang disampaikan oleh seorang pendeta, walaupun disampaikan hanya dalam waktu tiga puluh menit. Bukan lamanya, melainkan seberapa banyak informasi yang mengendap ke dalam pikiran dari satu rangkaian firman Allah telah disampaikan dari mimbar. Buatlah jiwamu tenteram terlebih dahulu. 

Jiwa kita adalah jendela kehidupan menuju keadaan rohani yang lebih baik. Rumah siapa yang mempunyai jendela, tetapi jendelanya selalu tertutup? Pada pagi hari semua jendela harus dibuka supaya udara memberi kesegaran dan cahaya matahari dapat menghangatkan seluruh ruangan di dalam rumah, maka ada kehidupan yang sehat di dalam rumah ini. Jangan mengeraskan hati nuranimu untuk membuka jiwamu terhadap segala sesuatu yang membangun rohanimu. Bila emosi di dalam jiwamu telah dibangkitan dan bergairah, tidak sulit selanjutnya menerima kebenaran dari Roh Kebenaranng membuat kualitas rohanimu semakin meningkat lebih baik. Karena itu jagalah jiwamu terhadap segala sesuatu yang dapat merusak ketenteraman jiwamu, yakni pergaulan yang tidak sehat.

Sekarang engkau gembira karena telah mencapai tujuan imanmu, yakni keselamatan jiwa. Orang yang telah diselamatkan jiwanya tenteram jiwanya dalam hadirat Kristus dalam kematiannya. Orang yang telah diselamatkan di dalam Kristus ketika menghadapi waktu kritis menjelang kematian, dia tetap tenteram jiwanya, karena dia mengetahui ke mana dia akan pergi setelah rohnya pergi, yakni ke Rumah Bapa yang abadi dan di sana telah disediakan baginya. Di dalam Alkitab terdapat satu cerita tentang orang yang sangat kaya tetapi kikir terhadap orang miskin ketika masih hidup. Kemudian orang kaya kikir ini mati dan masuk ke dalam Hades, yakni dunia orang mati. Orang kaya kikir ini memohon-mohon kepada Abraham supaya dia dapat menyampaikan keadaannya kepada saudara-saudara lainnya yang masih hidup supaya mereka jangan mengalami keadaan seperti yang dialaminya di Hades ini. Tapi Abraham tidak dapat berbuat seperti yang dikehendaki oleh orang kaya kikir ini, sebab antara orang mati dan yang masih hidup terdapat jurang yang sangat dalam dan lebar tak berhingga. Ini adalah realitas Injil, bahwa sampai kedatangan Kristus yang kedua kali, maka siapa pun yang belum diselamatkan di dalam Kristus, dia tetap dalam keadaan jiwanya tidak tenteram dalam kematiannya.-

Jumat, 09 Mei 2014

Sarjana Teologi Itu Akhirnya Menjadi Penggoreng Ta.hu

Malam perpisahan. Menyanyi.
Apakah ada yang salah di negeri ini? Di Blitar ada seorang pengayuh becak dan kuliah di fakultas hukum setelah menyelesaikan kuliahnya, dia tetap saja menjadi pengayuh becak. Kasihan, tentu dia mengharapkan keadaan yang lebih baik setelah menjadi sarjana hukum. Di Bogor juga ada anak seorang pembuat nasi goreng setelah selesai kuliah di fakultas hukum, keadaan lulusan ini lebih baik, yakni menjadi guru bahasa Sunda, tetapi kalau malam gantian membantu ayahnya melayani tamu yang makan nasi goreng. Di Jakarta ada seorang lulusan universitas terkenal di bidang hukum, tetapi professinya bukan menjadi hakim, jaksa atau pengacara melainkan ahli dalam bisniz batu koral, pasir, batu fondasi, dan sejenisnya. Di Bekasi ada seorang sarjana teologi bekerja membantu usaha ibunya menjual bahan-bahan kue di pasar. Tentu saja tidak ada yang salah di negeri ini dalam hal ini. Kau mau menjadi apa di negeri ini, pertama dan paling utama adalah kehendak Dia yang menentukan masa depanmu. Manusia mempunyai banyak keinginan, tetapi hanya kehendak Tuhan saja yang jadi. Menerima realitas kehidupan yang dialami oleh seseorang, itulah yang membuat dirinya bahagia dan jiwa menjadi tenteram. Jiwa yang tenteram dan pikiran damai adalah kunci kesehatan jiwa dan raga.

Sebut saja namanya, Anton Bondo. Sebetulnya namanya adalah Anton Banda, pemuda tampan berasal dari kepulauan Maluku menetap di Kampung Bandan, Jakarta Utara. Keluarga orang tuanya di situ satu-satunya orang Maluku di lingkungan kebanyakan orang Jawa dan juga satu-satunya orang Kristen. Namun, sejak kecil dia oleh semua tetangga di situ dipanggil sebagai Anton Bondo. Biasalah orang Jawa, semua yang berakhiran huruf a disebut o, tetapi lama-lama huruf akhir a juga berubah menjadi o. Misalnya Widiyanta, menyebutnya Widiyanto, lala-lama ditulis juga menjadi Widiyanto. Siapa saja yang belum mengenal betul dengan Bung Anton Banda, maka pemuda tampan ini selalu dipanggil mas Anton atau mas Bondo. Tapi mas Bondo ini juga senang dengan panggilannya seperti ini.

Sejak kecil dia bericita-cita menjadi guru agama, maka ketika dia selesai dari sekolah lanjutan tingkat atas dia melanjutkan sekolah tinggi teologi di Bandung. Ia adalah seorang mahasiswa yang berdedikasi terhadap bidang yang ditekuninya dan mahasiswa yang luwes bergaul. Orang Ambon itu kalau tidak menjadi preman tengik, maka dia adalah seorang pendeta yang saleh. Ia tidak perduli dengan stigma ini terhadap kehidupan sosial orang Ambon. Dengan penuh semangat dia berkata, bahwa dia akan melayani suku bangsanya untuk menghalau stigma ini. Ya, benar apa katanya, bahwa stigma hanya dapat dihalau dengan prestasi. Orang Ambon adalah suku bangsa yang musical di negeri ini, maka tak mengherankan banyak prestasi musik telah diraih oleh orang Ambon. Sebut saja beberapa nama, Bob Tutupoly, Broery Pesulima, Glenn Fredly, dan masih banyak yang lain. Temanku yang satru ini, mas Bondo termasuk merdu suaranya, seperti Matt Monroe.

Di Bandung dia sering membantu keluarga bang Agan yang berjualan gorengan tempe, ta.hu, ubi, singkong dan ta.pe tidak jauh dari stasiun kereta api. Dari pekerjaan ini dia mendapat uang jajan tambahan sebesar lima ratus ribu rupian setiap bulan. Bekerja setiap hari dari pukul tiga sore sampai delapan malam, kecuali hari Minggu, dia libur. Uang tambahan yang lebih dari cukup untuk menikmati masa muda di Bandung mengingat uang kiriman dari orang tua yang sering terlambat. Kemudian dia pindah professi mencari uang tambahan dengan berjualan martabak manis di tempat tidak jauh dari terminal Kebon Kelapa. Merek dagang martabak tempat dia jualan adalah Martabak Manis Bang Ogin. Tuhan memberkati tempat usaha jualan martabak ini. Terbukti selama dia membuat martabak di sini sampai dia menyelesaikan kuliah, tempat jualan ini paling banyak dikunjungi oleh orang-orang yang akan menuju Jakarta atau datang dari Jakarta. Dan, mungkin statistic akan mencatat, bahwa pembeli martabak di sini sebagian besar adalah kaum perempuan. Harap tahu saja, jarang sekali memang penjual martabak adalah orang Ambon dan temanku ini termasuk golongan hitam dan ganteng … and always keep smiling. Kalau dia sedang tersenyum, waaaah deretan gigi-giginya yang putih dan rata pasti akan membuat ibu-ibu muda dan semua perempuan yang sedang menunggu martabak akan menghela nafas panjang sejenak.

Ada seorang dosen bergelar master yang sangat mengesankan dia selama kuliah di situ. Dosen ini tidak memberikan kuliah utama, tetapi satu ucapan yang keluar dari mulut dosen ini membuat pikiran mas Bondo terkesan luar biasa. Bertahun-tahun setelah menyelesaikan kuliah dan menjadi sarjana, tetap saja kata-kata dosen ini mengendap dan termeteraikan dalam pikirannya. Ada benarnya juga, bahwa semua perkataan yang keluar dari mulut orang benar memiliki kekuatan untuk terjadi. Tuan dosen yang mengajarkan kuliah ini sebetulnya rileks saja menyampaikan pesan singkat kepada semua mahasiswanya, bahkan mungkin hanya bercanda saja, tetapi sungguh dahsyat kejadiannya kemudian hari. Satu pun di antara lima puluh mahasiswa teologi ini tidak berprasangka apa-apa ketika dosen menyampaikan pesan singkatnya. Dosen ini berkata, bahwa semua mahasiswa dan mahasiswi didikannya setelah lulus nanti jangan ada terdengar olehnya ada yang menjadi penggoreng tahu atau pembuat nasi goreng di gerobak, sebaliknya tetapkan hati untuk menjadi sarjana teologi yang berdedikasi total. Apakah dosen ini tidak tahu sama sekali, bahwa mas Bondo mahasiswanya ini adalah pembuat martabak manis handal dan paling laris di sudut kota Bandung?

Bertahun-tahun telah berlalu setelah dia diwisuda menjadi sarjana teologi lulusan terbaik di universitasnya, maka kembalilah dia ke kota kelahirannya. Aku sendiri selama bertahun-tahun setelah perpisahan di terminal Kebon Kelapa tidak pernah lagi mengetahui keadaannya bagaimana. Ada yang pulang ke Medan, ada yang pulang ke Manado, ada yang pulang ke Nabire, tetapi lebih banyak yang tetap di kota-kota di pulau Jawa. Pada satu hari, aku dalam perjalanan pulang ke Sawangan dari urusan di Cempaka Putih melewati Jalan Radio Dalam menggunakan motor Honda. Aku berhenti sebentar untuk istirahat di suatu warung es degan. Waktu menunjukkan pukul empat sore. Di dalam Tuhan tidak ada yang kebetulan, aku berhenti di warung es degan bersebelahan dengan gerobak gorengan ta.hu. Di bagian depan gerobak tertulis pada banner dengan jelas ta.hu goreng krispi Nurlailah. Ramai sekali pengunjung gorengan ta.hu ini. Kebanyakan yang beli adalah ibu-ibu muda dan gadis remaja SMA. Ternyata man! Penggoreng ta.hu ini adalah teman lama waktu kuliah di fakultas teologi dulu, mas Bondo, mahasiswa dengan nilai IPK tertinggi. Aku pernah merasakan ta.hu krispi seperti ini di tempat lain di Cawang Kavling. Tekstur ta.hu ini lebih ringan dibandingkan dengan umumnya ta.hu pada volume yang sama sehingga ketika digoreng dengan minyak yang panas, ta.hu ini mengembang dan isinya agak kopong. Diselimuti dengan tepung yang membuatnya menjadi krispy. Rasanya gurih, kress, kresss seperti makan kripik. Ah, sarjana teologi ini akhirnya menjadi penggoreng ta.hu terlaris di Jakarta Selatan.- 

Rabu, 30 April 2014

Yesus Menderita Sengsara Karena Konspirasi Politik Di Palestina

Pontius Pilatus memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki [Matius 27:18].

Sesuai menurut penyataan iman rasuli, yakni percaya, bahwa Yesus menderita sengsara pada waktu pemerintahan Pontius Pilatus yang menjadi gubernur wilayah jajahan Romawi di Palestina. Berbicara tentang pemerintahan berarti berbicara tentang kekuasaan dan kekuasaan adalah kendaraan untuk mencapai tujuan pilihan politik orang yang sedang berkuasa. Manusia sesungguhnya tidak mungkin terlepas dari dunia politik, sebab politik adalah satu dari banyak aspek yang mengelilingi kehidupan manusia. Di Indonesia setiap lima tahun orang mengikuti pemilihan calon legislator dan calon presiden dan wakil presiden. Kemudian disusul pemilihan kepala daerah, yakni gubernur dan wakil gubernur, selanjutnya bupati dan wakil bupati. Politik sendiri dalam arti yang terbatas berarti kepentingan. Tapi mendekati dan berbuat baik terhadap seorang ibu yang mempunyai anak perempuan cantik untuk dijadikan calon isteri tidak tepat dikatakan mempunyai strategi politik. Pernyataan yang tidak lazim. Urusan politik biasanya untuk kepentingan yang sangat luas dan jangka panjang. Misalnya, Salomo menikahi banyak perempuan dari bangsa kafir sebagai strategi politik supaya kerajaan tidak diganggu oleh kerajaan lain yang lebih kuat. Majapahit menjadi semakin lemah karena strategi politik yang dijalankan oleh Kerajaan Islam Demak dengan cara memberi umpan perempuan Cina menjadi isteri petinggi-petinggi Majapahit.

Ada asumsi yang mengatakan, bahwa politik itu kotor dan jahat. Jika aku membenarkan asumsi ini, berarti aku memberikan pernyataan yang tidak adil. Politik itu sebenarnya adalah seni untuk mencapai tujuan dengan cara yang indah. Namanya juga seni, jadi segalanya ditinjau dari sudut keindahan. Politik itu dapat disebut indah dan bermoral tergantung dengan keadaan hati orang sebagai pelaku di belakang politik itu sendiri. Pastor, pendeta, guru agama seharusnya menjadi cermin yang memberikan nilai-nilai positif terhadap lingkungan mereka, tetapi banyak juga di antara mereka yang melakukan perbuatan tidak bermoral. Orang yang berkarir di bidang politik, biasa disebut politisi, tetapi orang-orang yang memegang jabatan politis juga memiliki strategi politik untuk melancarkan jabatannya. Gubernur, bupati, dan menteri adalah jabatan politis. Jabatan politis adalah jabatan yang bermuatan kepentingan. Kepentingan itu biasanya sarat dengan muatan mendapatkan uang. Nah, siapa di antara pembaca posting ini yang pernah menyaksikan film Ben Hur? Gubernur wilayah jajahan itu orang yang berkepentingan mengatur uang pajak. Dan, uang adalah godaan jahat sepanjang masa, sehingga ada ungkapan yang mengatakan, bahwa cinta akan uang sahabat setan. Well, di sini masalah itu dimulai, jika politisi atau jabatan politis diisi oleh manusia yang tidak mempunyai hati nurani lagi, rusaklah system tata negara. Semuanya itu kembali kepada hati nurani masing-masing. Apa itu hati nurani?

Hati nurani. Adalah suara hati manusia yang terdalam dan sedalam-dalamnya dan paling jujur. Ingatan manusia itu seperti danau luas dan dalam. Danau pikiran yang luas dan sangat dalam sekali, setiap hari engkau isi dengan perbendaharaan kata baru. Seperti benda yang melayang tenggelam ke tempat terdalam dan diam di situ bertahun-tahun sejak kau lahir. Orang pertama yang memberimu kata-kata adalah ibumu sendiri. Simpanlah danau pikiranmu dengan kata-kata yang bernilai indah, seperti kejujuran, kelembutan hati, hormat, responsibilitas, kasih, kesabaran, damai sejahtera, kemurahan, melayani, dan seterusnya sampai hatimu meluap penuh kebahagiaan. Tapi ada juga seorang ibu yang tega hati berkata kasar kepada anak perempuannya dengan kata-kata seperti, ngentot luh, ngewek luh, dasar pereks luh. Kasihan anak ini sejak dini hatinya sudah dibombardir dengan kata-kata yang tidak membangun. Apakah hati nurani sama dengan bawah sadar? Bawah sadar adalah endapan perasaan dan respon yang tersimpan di dalam lubuk hati. Bicara hati nurani sejatinya bicara tentang rasa atau roso kata orang Jawa. Hati nurani tidak ada kaitannya dengan iman seseorang. Paulus berkata kepada jemaat di Roma dalam suratnya, bahwa apabila ada bangsa-bangsa lain yang tidak mempunyai hukum oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum, maka, walaupun mereka tidak mempunyai hukum, mereka menjadi hukum bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela [Roma ii:14-15]. Menurut surat Roma ini, bahwa semua orang, entah dia seorang Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha, atau tak beragama sama sekali tetap mempunyai hati nurani. Hanya manusia yang memiliki hati nurani, sebaliknya kucing dan golongan mereka tidak mempunyai sama sekali. Yang membedakan satu terhadap yang lain adalah ada yang peka, sebaliknya ada yang tumpul. Tuhan menyelidiki hati nurani seseorang, Tuhan Maha Tahu suara hati seseorang, tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan hati nurani seseorang [Roma viii:27]. Paulus mengajarkan kepada Timotius, bahwa mengucap syukur kepada Tuhan harus dengan hari nurani yang murni [2 Timotius i:3]. Gubernur Pilatus mengetahui, bahwa  orang-orang Parisi, imam-imam, dan tua-tua  menyerahkan Yesus kepada pemerintah karena dengki. Walaupun mengaku orang beragama, bukan jaminan bahwa seseorang adalah orang yang memiliki hati nurani yang suci murni. Mungkin saja mereka itu sebetulnya membenarkan ajaran Yesus, tetapi dalam dunia politik orang tidak melihat ketulusan hati, melainkan kalkulasi untung rugi kepentingan demi tercapainya tujuan. Imam-imam tentu sudah berkalkulasi, Yesus dibiarkan hidup, maka mereka kehilangan pengikut dan kemudian akan kehilangan penghasilan, yakni uang dari jualan hewan kurban. Kedengkian telah mengeraskan hati nurani mereka.

Hasutan. Orang-orang Parisi, imam-imam dan tua-tua telah menghasut banyak orang untuk meminta kepada Pilatus supaya Barabas dibebaskan dan sebaliknya Yesus harus dihukum mati [Matius xxvii:20]. Dalam dunia politik sudah menjadi kelaziman kelompok kuat menghasut rakyat jelata yang lugu. Hasutan dilakukan baik secara halus, sebaliknya dapat juga secara kasar. Pada 1965 Partai Komunis Indonesia pernah mempunyai anggota partai politik terbesar di Indonesia pada waktu itu, yakni 2 juta jiwa, terutama di Pulau Jawa sebagai basis terbesar. Kader-kader partai masuk ke pelosok desa menghasut semua petani yang kebanyakan buta huruf dan sangat lugu. Mereka diberi janji yang mudah dicerna oleh pikiran yang sangat lugu, yakni jika ikut menjadi anggota, kesejahteraan petani akan meningkat. Tanda tangan cukup dengan cap jempol.

Imam-imam dan tua-tua mempunyai kekuasaan yang sangat kuat memaksa rakyat demi tercapainya tujuan politik mereka. Pada masa itu tidak ada perlindungan hak azasi manusia, rakyat jelata pastilah ketakutan dengan intimidasi. Mungkin, dapat saja imam kepala and his gang menyebar issue negative, bahwa yang tidak mengikuti gerakan ini tidak boleh mengikuti ibadat di Bait Allah. Alkitab tidak mencatat secara rinci tentang bentuk hasutan imam-imam dan tua-tua terhadap rakyat. Hasutan memiliki konotasi negative mengajak orang lain untuk melakukan perbuatan yang diinginkan oleh orang yang menghasut.

Setiap tahun pemerintah Romawi di Palestina mempunyai kebiasaan melepaskan seorang tahanan atas pilihan rakyat. Tapi suara rakyat yang mana mewakili pilihan rakyat? Pada waktu itu ada dua tahanan, yang pertama bernama Barabas dan yang kedua bernama Yesus. Barabas adalah seorang tahanan yang terkenal kejahatannya di seluruh Palestina, yakni seorang pemberontak dan pembunuh sadis, sebaliknya Yesus Orang Nazaret ditahan bukan karena melakukan kesalahan yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan negara Romawi. Atas hasutan imam-imam dan tua-tua terhadap rakyat supaya memilih Barabas untuk dibebaskan, sebaliknya Yesus harus disalibkan. Dalam dunia politik, hanya mereka yang tidak memiliki hati nurani, maka mudah dihasut dan melakukan perbuatan tercela. Dengan kata lain menurut konteks jaman sekarang adalah orang benar dimasukkan ke dalam penjara sementara koruptor yang telah merugikan uang negara sebesar triliyunan rupiah dibebaskan dari semua tuntutan tanpa syarat. Karena pandainya penasehat hukum yang dibayarnya.

Cuci tangan. Artinya tidak ikut campur dalam suatu masalah walaupun mengetahui masalah tersebut atau tidak mau terlibat dalam kesalahan yang dibuat oleh orang lain. Pilatus mengetahui masalah yang dihadapi oleh imam-imam dan tua-tua tetapi dia tidak mau terlibat. Pilatus adalah gubernur yang mempunyai responsibilitas terhadap ketertiban dan keamanan di wilayah jajahan Romawi, dia tidak menghendaki jika masalah ini dapat menjadi laporan tidak menyenangkan tentang dirinya terhadap Roma. Isterinya juga berkata kepadanya, bahwa dia jangan mengganggu orang ini [Yesus], sebab sepanjang malam mendapat mimpi yang membuatnya gelisah. Alkitab berkata, bahwa kematian Yesus di kayu salib adalah nubuat dari Allah. Peristiwa cuci tangan Pilatus adalah suatu bentuk campur tangan Allah terhadap penggenapan rencana keselamatan dari Allah melalui Yesus. Cuci tangan adalah suatu bentuk peristiwa yang biasa terjadi dalam dunia politik. Seorang politisi dalam upaya mencari selamat sendiri, maka dia tidak segan mengorbankan teman sendiri dengan cara cuci tangan .

Yesus merelakan diri-Nya menjadi tersangka untuk nafsu dunia manusia. Siapakah manusia yang mengumbar nafsu dunia ini? Ya, kita inilah manusia yang sering mengumbar nafsu duniawi. Namun, Dia yang merelakan diri-Nya untuk menjadi tersangka dan darah-Nya tercurah di kayu salib bersedia juga menjadi tebusan dosa kita bagi yang percaya.- 



Sabtu, 19 April 2014

Ketahanan Ekonomi Di Bidang Pangan

Kecukupan pangan memberi rasa aman dan sejahtera kepada rakyat dan rakyat hidup dalam ketentraman. Sehat dan bahagia sebab kecukupan pangan.

Dari sejak zaman Mataram Hindu, paling tidak begitu, sumber makanan pokok nenek moyang orang Indonesia adalah beras dari tanaman padi yang dimasak menjadi nasi. Berbagai benih padi ditanam diseluruh Kepulauan Indonesia sesuai menurut nama tempat padi itu ditanam, seperti Cisadane di daerah sekitar pengairan kali Cisadane, Cianjur, dan Krawang dari Jawa Barat, Solok dari Sumatera Barat, Delanggu dari Jawa Tengah, Mojowarno dari Jawa Timur, dan seterusnya. Beras yang diproduksi sebagian besar berasal dari budaya tanaman padi basah [hydro-plantation culture]. Dari sejak zaman Majapahit, orang Indonesia berlimpah dengan beras tidak perlu impor dari kerajaan tetangga, hal ini menunjukkan bahwa dari sejak dulu sector pertanian adalah kultur yang sangat dikuasai oleh bangsa ini dan menjadi tulang punggung ketahanan ekonomi dibidang pangan. Generasi awal Kesultanan Yogjakarta, Sultan Hamengkubuwana I sangat memperhatikan kesejahteraan rakyat di bidang pangan, utamanya beras. Ketika sultan ini melakukan dua kali penyerbuan ke Batavia pada 1628 dan 1629, maka yang diutamakan terlebih dahulu adalah logistic beras. Tentara tidak akan dapat bertempur kalau perut sedang lapar.

Tanaman padi di Blitar.
Setelah Perang Jawa selesai yang berakhir pada 1830, orang Jawa mengalami kesulitan mendapatkan beras, sebab sebagian besar sawah banyak ditinggalkan oleh pemiliknya mencari tempat yang dirasakan lebih aman dibandingkan berada di Yogjakarta. Banyak orang Jawa melakukan migrasi dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Kesulitan untuk mendapatkan beras terjadi pada puncaknya perintah Tanam Paksa oleh pemerintah colonial Hindia Belanda pada pertenganhan abad 19. Rakyat dipaksa untuk menanami 20 persen dari tanah miliknya dengan tanaman komoditas ekspor, seperti kopi, teh, dan tembakau. Walaupun hanya 1/5 bagian saja, faktanya rakyat tidak dapat mengelola sawah mereka lagi, sebab kerusakan tanaman komoditas ekspor dalam proses penanaman harus ditanggung oleh rakyat sendiri, sehingga hasil panen padi tidak lagi mencukupi kebutuhan, akibatnya terjadi kelaparan di mana-mana. Diperkirakan korban mati kelaparan di seluruh Jawa adalah 20000 jiwa, terutama di sepanjang pantai utara Jawa.

Di suatu tempat di Blitar.
Juga masih dalam pemerintahan colonial Hindia Belanda, sedikit demi sedikit orang Jawa ditransmigrasikan ke Lampung Selatan untuk mengurangi beban kependudukan di Jawa. Di tempat yang baru ini orang Jawa membuka sawah baru seperti di tempat asal mereka dulu, yakni persawahan padi basah. Transmigrasi dilanjutkan lebih intensif sesudah Indonesia merdeka pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Banyak orang Jawa ditransmigrasikan ke Lampung Utara dan Tengah, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan sampai Papua. Indonesia pernah mengalami surplus beras, tetapi memasuki decade 70 pemerintah membelokkan kebijakan dari negara berbasis agraris menuju industri. Tidak tanggung-tanggung, utamanya adalah industri dirgantara. Banyak pemuda dari desa-desa dan dari luar Pulau Jawa menuju kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya bekerja di sector industri. Pola pikir telah berubah, bahwa menjadi buruh di pabrik lebih menjanjikan dibandingkan menjadi petani di desa. Inilah awalnya bencana Indonesia kekurangan beras. Banyak tanah persawahan produktif yang berubah fungsi akibat perluasan industri dan pertambahan penduduk. Pemerintah juga memberi peluang eksploitasi bahan tambang dan hasil hutan di Indonesia bagian Timur. Tapi dalam pelaksanaannya dilakukan tanpa mempertimbangkan ekosistem, sehingga semakin banyak saja tanah yang rusak. Impian Soeharto membangun sawah satu juta hektar tinggal kenangan isapan jempol belaka. Impian ini adalah hasil rumusan pertemuan semua taipan Indonesia di Jimbaran, Bali. Satu indikasi, bahwa orang ini telah mulai tidak dipercayai lagi oleh orang-orang yang dulu berpura-pura setia mengelilinginya.

Ada yang mempunyai pemikiran industri dimulai dari tekstil, maybe melihat dari keberhasilan India dan Italia, ada yang berpikir memulai dari automotive, maybe melihat dari keberhasilan Jepang, ada yang berpikiran rada ekstrem, yakni dimulai dari dirgantara, sebab melihat keberhasilan Prancis dan Jerman. Hasilnya apa yang kau lihat? Tekstil tidak, automotive tidak, bahkan dirgantara pun tidak. Betul juga kalau dikatakan, bahwa orang Indonesia itu hangat-hangat tai sapi. Artinya, semangat luar biasa pada awalnya, tetapi tidak lama kemudian, … pesssssss hilang lenyap rencana indah dari ingatan. Gombal! Semua bangsa membangun kehidupan dimulai dari kultur pertanian. Walaupun pada akhirnya banyak di antara mereka berhasil maju menjadi negara industri, kultur pertanian tidak pernah sama sekali mereka tinggalkan. Lihat saja, Jepang melesat sebagai negara industri kedua terbesar di dunia setelah Amerika, tetapi mereka tidak meninggalkan kultur pertanian, bahkan mereka mampu mencukupi kebutuhan pangan utama, yakni beras. Belanda juga terhitung sebagai negara industri manufaktur, tetapi kultur pertanian jalan terus, dan negeri ini adalah produsen hasil pertanian terbesar di Eropa. Amerika sebagai kampiun industri dunia, tetapi tidak sama sekali meninggalkan kultur pertanian. Negeri Uncle Sam layak disebut sebagai lumbung dunia terbesar, sebab tanaman pangan apa saja konsumen dunia ditanam di sini, seperti gandum, beras, kedelai, red bean, green bean, peanut bean, dan seterusnya. Tanpa kedelai Amerika, maka tidak ada tempe dan ta.hu di Indonesia. Jadi, jika Amerika mau boikot kedelai, kalian orang Indonesia tidak akan dapat makan tempe dan ta.hu selamanya.

Pentingnya suatu negara memiliki ketahanan ekonomi di bidang pangan, yakni memberi kontribusi sebagai sumber devisa negara dalam perdagangan antar negara dan negara menjadi lebih berdaulat melalui kekuatan ekonomi yang dimilikinya, yakni memiliki bargaining yang tinggi jika suatu negara lain mencoba melakukan tekanan politik. Kemampuan ini memberi rasa aman dan sejahtera kepada rakyat dan rakyat hidup dalam ketentraman. Sehat dan bahagia sebab kecukupan pangan. Jika ketiga kondisi ini terpenuhi, yakni rasa aman, sejahtera, dan hidup tenteram, tidak sulit bagi negara meminta kepada rakyat untuk memberi feedback kepada negara, misalnya membayar pajak, bela negara demi keamanan, menjaga ketertiban bersama, dan seterusnya. Dan, biasanya suatu negara yang memiliki kecukupan pangan, maka negara dalam kestabilan tinggi. Sebelum Revolusi Prancis meletus, negara ini diawali oleh kondisi rakyat yang kelaparan kekurangan pangan [roti], sebaliknya di istana, raja dan ratu berpesta pora. Jika suatu negara tidak mempunyai ketahanan ekonomi di bidang pangan, tidak ada bedanya dengan anjing kelaparan. Anjing yang kelaparan akan dikenyangkan oleh makanan yang diberikan oleh seseorang dan anjing ini menjadi setia dari pemberian-pemberian “Tuan Yang Baik Hati”. Tuan Yang Baik Hati hanyalah satu metafora negara yang mendikte negara lain demi kepentingan negara pendikte. Kalau masih mempunyai harga diri tidak mau didikte oleh negara lain, rakyat akan berontak seperti pada rovolusi yang pernah terjadi di Prancis.  

Sebelum melangkah jauh menuju teknologi industri, Tuhan terlebih dahulu mengajarkan manusia mengolah tanah untuk menghasilkan pangan, yakni pangan pokok bagi banyak bangsa. The Holy Bible sendiri yang mengatakan demikian, bahwa manusia pada mulanya memenuhi kebutuhan makan dari hasil pertanian. Kita sebagai suatu bangsa yang belum ada apa-apanya sudah berani sesumbar, sebentar lagi kita akan take off menuju negara industri. Sebetulnya kita adalah suatu negara zamrud khatulistiwa yang kaya dan makmur, tetapi bangsanya tidak sejahtera selama hampir 70 tahun setelah merdeka, sebab negara ini dikelola oleh banyak manusia yang tidak mempunyai hati nurani. Mereka adalah petualang teknokrat di bidang industri dan ekonomi. Orang Indonesia berdosa secara kolektif kepada Tuhan, yakni tidak mengelola tanah secara benar untuk memelihara kultur pertanian. Sebagai bangsa yang ingin mengembangkankan diri ke arah industri, seharusnya mengutamakan industri berbasis pertanian untuk memperkokoh ketahanan ekonomi di bidang pangan. Di dunia ini tidak ada ceritanya begini, tiba-tiba Amerika mempunyai pesawat terbang Boeing 747, Inggris mempunyai pabrik mesin pesawat terbang Rolls-Royce, Prancis mempunyai Concorde, atau Jerman mempunyai tank Leopard. Namun, Indonesia itu adalah bangsa yang doyan pamer kepada tetangga, bangsa yang suka membuat proyek mercu suar, padahal dapurnya tidak mempunyai beras lagi. Nih, kami punya industri pesawat terbang. Biar nyaho dah kalian lihat siapa kami. Inilah yang disebut sesumbar.

Mari kita belajar dari kisah Yusuf, yakni orang Israel yang ditunjuk sebagai Mangkubumi oleh Firaun, raja Mesir. Yusuf menafsirkan mimpi [penglihatan] Firaun, yakni raja melihat 7 ekor sapi yang sangat gemuk keluar dari Sungai Niel kemudian memakan semua rumput yang ada di tepi sungai. Kemudian dari sungai yang sama muncul 7 ekor sapi yang sangat kurus dan jelek rupanya. Semua sapi kurus ini kemudian menelan semua sapi gemuk tadi. Raja juga melihat dalam impiannya 7 bulir gandum yang buruk dan 7 bulir gandum yang bagus. Semua bulir gandum yang buruk ini menelan semua bulir gandum yang baik. Arti mimpi ini adalah Mesir akan mengalami 7 tahun masa kelimpahan produk pangan, kemudian segera disusul dengan 7 tahun masa kelaparan yang hebat di seluruh negeri. Solusi yang diberikan kepada raja adalah selama 7 tahun masa kelimpahan pangan, maka rakyat diharuskan menyerahkan 1/5 bagian produksi gandum kepada raja. Gandum ini disimpan di dalam lumbung milik kerajaan. Gandum tabungan milik kerajaan ini akan dilepas pada saat negeri ini memasuki masa paceklik sehingga negeri terhindar dari bencana kelaparan. Yusuf menerima mandate dari raja untuk mengelola seluruh tanah pertanian di Mesir supaya bangsa Mesir tidak mengalami bencana kelaparan selama masa paceklik. Yusuf menjadi orang kedua setelah Firaun yang diperintahkan untuk menciptakan ketahanan ekonomi Mesir di bidang pangan. Dan, Yusuf berhasil!

Cerita Yusuf ini terjadi 4000 tahun sebelum masehi di Mesir yang pada waktu itu pernah menjadi imperium yang disegani di wilayah Mediterannian. Indonesia tentu saja tidak dapat menelan pembelajaran di atas secara hurufiah mengingat perilaku ekonomi pada masa itu berbeda dengan sekarang. Pada masa itu perilaku ekonomi di Mesir sangat mempercayai mimpi atau penglihatan. Untuk konteks masa kini perilaku ekonomi bangsa Mesir melalui mimpi dapat disamakan dengan menganalisa statistic. Dari masa ke masa setiap negara pernah mempunyai problem ekonomi seperti yang dialami oleh Indonesia sekarang ini, solusi pasti berbeda karena konteksnya berbeda, tetapi judulnya tetap sama, yakni ketahanan ekonomi di bidang pangan. Memasuki masa 10 tahun pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono, pemerintah setiap tahun membuka peluang impor berbagai produk pangan, seperti gula, kedelai, beras, cabai rawit, bahkan garam pun harus impor. Birokrat lebih menyukai impor pangan, sebab impor memberi peluang mendapatkan gratifikasi dari pemenang tender impor [pengusaha importer]. Perlahan tapi pasti sumber devisa negara akan terkuras untuk memenuhi kebutuhan pangan yang semakin meningkat, sebab jumlah jiwa yang harus diberi makan juga semakin bertambah. Kondisi ini semakin diperparah lagi dengan semakin sedikit jumlah generasi muda di desa yang enggan bertani. Mereka lebih suka berbondong-bondong  mencari penghidupan ke kota-kota besar. Lalu siapa yang akan mengelola tanah pertanian di desa yang juga semakin berkurang luasnya?

Indonesia seharusnya dapat menjadi kekuatan ekonomi di bidang pangan terbesar di Asia seperti Belanda di Eropa, kalau saja negeri ini dikelola dengan baik. Selama puluhan tahun negeri ini ternyata dikelola oleh manusia petualang yang tidak mempunyai hati nurani. Apa jadinya jika negara ini dikelola oleh manusia petualang bermental saudagar? Saudagar pasti yang dipikirkan hanya untung rugi secara materi. Orang beragama ternyata tidak menjamin  berhati nurani. Kenyataannya banyak orang mengaku beragama telah diadili di pengadilan dalam berbagai kasus korupsi. Korupsi pangan dan ternak!!! Yang penting itu bukan agama yang dianut oleh seseorang, melainkan hidup yang sudah diperbarui sehingga mempunyai hati nurani. Alasan klasik mengimpor beras dari luar negeri adalah untuk menekan harga supaya tidak naik. Tentu saja harga beras pasti naik, sebab yang harus disuapi semakin banyak, sedangkan lahan pertanian semakin banyak berkurang.

Presiden Republik Indonesia berikut terpilih 2014 harus figure yang bersih dari korupsi dan jujur. Tidak memberi peluang impor terhadap berbagai kebutuhan pangan, khususnya beras, sebab impor pangan dalam jangka waktu lama akan melemahkan semangat bertani. Orang ini harus mempunyai background pertanian dan kehutanan, supaya mempunyai perhatian yang lebih focus terhadap sector pertanian dan demografi. Tanah pertanian yang banyak rusak di berbagai tempat di Indonesia akibat pemerintahan pada masa lalu lebih memfokuskan dengan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan pajak dari hasil pertambangan di Kalimantan Timur, tetapi hasilnya tidak sepadan dengan kerusakan tanah persawahan akibat penambangan batu bara yang berdekatan dengan persawahan rakyat, membutuhkan banyak perhatian untuk diperbaiki kembali. Pemerintah harus lebih focus pembangunan rumah susun [khususnya di Pulau Jawa], sebab perluasan perumahan yang selama ini dilakukan, yakni ke arah horizontal sangat menguras  tanah yang seharusnya diperuntukkan bagi persawahan produktif. Melalui mekanisme badan koordinasi keluarga berencana, pemerintah mengendalikan jumlah penduduk. Rakyat butuh kondom dan beras.-