Selasa, 30 Agustus 2016

Kemerdekaan Sejati Bagi Orang Kristen

Roti untuk perut, firman Tuhan untuk jiwa.
Paulus berkata dalam suratnya kepada jemaat Kristen di Roma, bahwa hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, disana kasih karunia menjadi berlimpah, supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimana kita masih dapat hidup di dalamnya (Roma v:20-21 dan vi:1-2). Ada pemikiran di antara jemaat ini, begini, buat dosa sebanyak-banyaknya sebelum menerima Kristus supaya kasih karunia atau pengampunan melimpah-limpah.

Orang Kristen tetap masih dapat berbuat dosa, walaupun orang ini telah menerima Kristus, tetapi kuasa dosa tidak ada efeknya lagi untuk menisbikan kasih karunia, karena orang percaya diselamatkan pada saat percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, maka orang ini dan keluarganya diselamatkan. Dapat saja orang Kristen menjadi pelaku kejahatan berat, sebaliknya dia tetap tidak kehilangan kasih karunia. Namun, jangan sesat! Tuhan tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Orang Kristen sejati memang telah dipanggil oleh umat Tuhan menjadi umat yang merdeka. Menjadi orang merdeka sehingga mempunyai kebebasan. Orang yang menjadi hamba dosa hidupnya tidak bebas sebab jiwanya dikerdilkan oleh Iblis sehingga hidupnya selalu ketakutan, mudah tersinggung, dan merasa tak mempunyai harapan. Namun, janganlah orang percaya mempergunakan kemerdekaan rohani itu sebagi kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang terhadap yang lain oleh kasih. Orang Kristen yang masih berkubang di dalam dosa, artinya dia masih diperhamba oleh dosa. Orang seperti ini belum merasakan kemerdekaan sejati.

Orang Kristen mempergunakan kemerdekaan beribadat sebagai kesempatan dalam hidup yang singkat ini untuk memuliakan hidupnya dan memuliakan Tuhan. Barangsiapa mengasihi sesamanya, maka orang seperti ini telah memuliakan Penciptanya. Orang tidak bebas sebab diperhadapkan pilihan boleh atau tidak boleh. Bukan ketaatan terhadap pilihan boleh atau tidak boleh maka orang Kristen diselamatkan, melainkan  oleh kasih karunia Allah di dalam Kristus. 

Bangsa Indonesia dijajah oleh selama 350 tahun sebab kebodohan bangsa ini sehingga menjadi hamba penjajah. Belanda adalah suatu bangsa yang negerinya hanya seluas provinsi Lampung Selatan. Bangsa terjajah tidak dapat berbuat banyak dan bebas untuk mengembangkan diri. Hak-hak sipil bangsa terjajah dikerdilkan oleh penjajah. Pada 1940 bangsa Indonesia masih dijajah oleh Belanda, sementara pada waktu itu Jepang sudah mampu membuat kapal perang penjelajah berat. Belum lama ini bangsa Indonesia telah memperingati Hari Kemerdekaan ke 71, 17 Agustus 2016. Bangsa Indonesia harus bangkit dari kebodohan dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan fisik dan spirit. Sudah dapat berbuat apa orang Indonesia mengisi kemerdekaan bagi negeri ini? Dari kebodohan demi kebodohan suku bangsa-suku bangsa di Indonesia, penjajah berhasil menguasai seluruh nusantara dan menjadi hamba penjajah. 

Manusia tidak merdeka lagi sebab telah menjadi hamba dosa sehingga pikirannya tak lepas memikirkan diri sendiri. Orang yang telah menjadi hamba dosa yang dipikirkan hanya dirinya sendiri. Manusia menjadi hamba dosa sebab setan memang selalu membuat kondisi rohani manusia tetap kerdil semakin kerdil dan akhirnya mati total. Namun, bagaimana orang Kristen menggunakan kebebasan ini sehingga merasakan kemerdekaan sejati.

Mengisi kemerdekaan dengan tindakan nyata. Gunakan kesempatan yang ada untuk berbuat baik kepada semua orang, terutama teman-teman seiman. Nyatakan imanmu dalam perbuatan nyata, sebab iman tanpa disertai tindakan adalah seperti meletakkan sesuatu yang tidak bermutu di atas landasan Kristus. Jauhilah pesta pora anak muda, jauhilah janda muda yang masih birahi, jauhilah oom senang dan tante girang yang sudah tua dan bau tanah, tapi masih birahi dengan daun-daun muda. Jauhilah drugs!!! Engkau memang telah dipanggil untuk merdeka. Janganlah engkau mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Bantulah keadaan ekonomi saudara-saudaramu yang hidup masih dalam kesulitan. Pertama, saudara-saudaramu satu kandung dan hidup di dalam kebenaran. Kedua teman-temanmu dan hidup dalam kebenaran. Ketiga sesamamu manusia. Tanpa membantu kesulitan orang lain, maka imanmu di dalam Kristus tanpa perbuatan adalah mati, mati sebelum engkau mati dipanggil oleh Tuhan [Yakobus ii:24]. Tuhan berkata, bahwa barangsiapa mau mengikuti Dia, maka harus bersedia memikul salib. Salib itu beban, setiap orang beban hidupnya berbeda-beda. Ada yang terbeban melihat saudara kandungnya hidup di rumah panti orang tua, ada yang terbeban melihat saudaranya hidup dalam dosa kenajisan, dan sebagainya. Lupakanlah sebagian keinginan duniawimu untuk derita saudaramu. Jadi, memikul salib artinya bersedia mengalahkan diri sendiri [Lukas ix:23]. Hidup yang semakin berbuah setelah merdeka [Roma vi:22]. Kejarlah buah-buah Roh [Galatia v:22]. 

Mengisi pikiranmu dengan ajaran Kristus. Orang percaya perilaku rohaninya harus menjadi berkat bagi lingkungannya. Orang Kristen harus berakar dalam ajaran Kritus. Inilah ajaran Kristus : Kristus hadir ke dunia untuk menyelamatkan manusia, Dia mati disalibkan sebagai korban tebusan dosa manusia, pada hari ketiga Dia bangkit dari antara orang mati. Kristus adalah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Nya, dia akan hidup walaupun sudah mati. Setiap roh yang mengakui, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, maka dia berasal Allah, sebaliknya setiap roh yang tidak mengakui Kristus adalah Juru Selamat manusia, dia bukan berasal dari Allah. Setiap roh yang mengakui, bahwa yang disalibkan di Bukit Golgota adalah Yesus Orang Nazaret, dia berasal dari Allah, sebaliknya mereka yang tidak mengakui, bahwa yang disalibkan itu bukan Yesus Kristus, Juru Selamat manusia atau yang diserupakan sebagai Yesus, mereka adalah roh-roh anti Kristus. Ujilah setiap roh di sekelilingmu [I Yohanes iv:2-3]. Baca dan renungkanlah firman Tuhan siang dan malam. Dapatkan kebenaran yang ada di dalam firman Tuhan. Hidup bukan hanya untuk makan roti. Roti untuk mengenyangkan perut, sebaliknya firman Tuhan untuk mengenyangkan jiwamu. Orang Kristen adalah bangunan rohani yang dibangun di atas landasan Kristus. Orang Kristen tetap hidup rohaninya sebab keteguhan yang semakin bertambah.

Menjaga kewaspadaan terhadap ajaran sesat. Mendekati akhir jaman, maka banyak nabi-nabi palsu bermunculan di mana-mana. Berita gossip mengatakan, bahwa Mesias ada di sini, yang lain mengatakan bahwa Mesias ada di sana. Jangan percaya!!! Jangan ada orang Kristen sejati yang mau disesatkan oleh berita-berita sesat. Waspadalah, mengingat banyak mass media di seluruh dunia tahun demi tahun dikuasai oleh kelompok anti Kristus. Walaupun engkau setiap hari membaca dan merenungkan firman Tuhan, bukan berarti mengabaikan kewaspadaan seperti orang nyaman di dalam benteng. Berjaga-jaga terhadap ajaran sesat [Kolose ii:6]. Jangan sampai dirimu terperangkap oleh filsafat kosong dan ajaran-ajaran nenek moyang yang tidak berlandaskan ajaran Kristus. Iman harus dilaksanakan dalam hidup sehari-hari. Iman bukan hanya pengakuan terhadap Kristus sebagai Tuhan, melainkan menjadi gaya hidup. Iman bukan dipandang sebagi bentuk ajaran saja, melainkan sikap perlawanan terhadap ajaran sesat. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, Iblis, berjalan berkeliling sama seperti singa yang mengaum-ngaum dan mencari orang yang dapat ditelannya [I Petrus v:8]. Iblis itu seperti singa, dia mengejar terus mangsanya sampai korbannya keletihan. Iblis mengintip terus celah-celah kelengahanmu. Kesombonganmu adalah celah yang paling fatal membuat engkau jatuh ke dalam dosa.

Menjaga kerukunan. Bersatu di dalam Kristus. Orang Kristen harus bersatu menghadapi penguasa-penguasa di udara sebab peperangan kita bukan menghadapi darah dan daging, melainkan menghadapi Iblis dan antek-anteknya, yakni kuasa-kuasa roh jahat. Bersatu artinya berkumpul menjadi satu hati. Bersatu hati dimulai di meja makan dalam keluarga, ayah, ibu, dan anak-anak. Satu keluarga berkumpul dan sehati makan bersama, maka Tuhan Yesus pasti hadir di tengah umat-Nya. Di mana ada Roh Tuhan, maka di situ ada damai sejahtera. Orang percaya adalah warga orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Tuhan, maka orang percaya adalah anak-anak Tuhan. Jangan menciptakan persaingan tidak sehat. Perselisihan dimulai dari iri hati dalam pelayanan rohani, sebab pekerja yang satu menganggap dirinya lebih penting dibandingkan dengan yang lain. Ingatlah, bahwa aku dan kalian masing-masing bekerja untuk Dia, maka kita pun telah mendapat upah dari Dia yang mengutus kita masing-masing. Hidup menurut satu kesatuan Roh, walaupun berbeda-beda anugerah karunia. Orang Kristen harus bersatu hati di dalam Kristus, maka anugerah karunia-karunia Roh yang telah diterima dari Kristus seharusnya digunakan seluas mungkin untuk pelayanan yang efisien dan efektif. Ada yang menerima karunia bahasa, ada yang menerima karunia berbicara dengan hikmat, ada yang menerima karunia menasehati, dan seterusnya sampai dua puluh satu karunia. Semua pemberian Tuhan sempurna. Semua karunia Roh masing-masing sama levelnya, tidak ada yang satu lebih berharga dibandingkan dengan yang lain. Nah, bersatulah dengan karunia-karunia ini dalam satu Roh, satu Bapa, dan satu baptisan di dalam Kristus.

Bertekun dalam doa. Hidup ini berat, maka harus berjuang. Penderitaan yang terus-menerus dapat menggoda iman untuk meninggalkan kasih karunia Allah dalam Kristus. Bersukacitalah dalam pengharapanmu, bahwa Kristus pasti akan menjemputmu, bersabarlah dalam kesesakanmu, dan tetap tekun, tidak jemu berdoa. Engkau tidak sendirian dalam perjuangan mencapai akhir hidupmu yang singkat ini. Di balik setiap permasalahanmu di situ ada kuasa-Nya, dan kuasa-Nya jauh lebih perkasa dibandingkan dengan permasalahanmu. Semua masalahmu, apa saja dapat engkau selesaikan, sebab Dia memberi kekuatan kepadamu. Katakanlah dalam doamu kepada-Nya : give me a strengthen to overcome my problems.


Belum selesai ### akan dilanjutkan ### 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar