Kamis, 18 Agustus 2016

Menanti Keadilan Perkara Kopi Vietnam

Sampai hari ini memasuki babak persidangan ke 14 perkara kematian Mirna yang mati setelah minum kopi Vietnam di kafe Oliviera. Mirna mengalami kematian setelah minum kopi yang diduga mengandung zat kimia dari persenyawaan sianida. Persenyawaan sianida dapat berbentuk cair, powder, atau gas. Gas sianida digunakan oleh Nazi-Jerman untuk membunuh lima juta orang Yahudi selama Perang Dunia II di Eropa dari 1939 - 1945. Jessica Wongso, teman Mirna dicurigai, bahwa perempuan ini yang membubuhkan racun ini ke dalam kopi Mirna. Praduga tak bersalah harus ditegakkan dalam perkara ini. Sampai hari ini belum ada argumentasi saksi ahli yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum dapat memberikan indikasi, bahwa Jessica adalah pelaku pembunuhan. Hari ini sidang ditunda, sebab Jessica dalam kondisi tidak sehat. 

Yang satu ini adalah kopi Bekasi.
Ada beberapa pemandangan yang menarik disimak dalam sidang perkara pembunuhan ini, yakni pertama hakim dan jaksa penuntut umum memberi kesan bingung, kedua roman muka Jessica yang dingin tanpa ekspressi, ketiga penasehat hukum terdakwa yang tampak cerdik dan pengalaman. Penasehat hukum ini mengajukan banyak pertanyaan yang sulit dijawab oleh saksi ahli dan mementahkan argumentasi saksi ahli. Empat orang saksi ahli yang telah dihadirkan adalah ahli kimia bidang toxologi, ahli CCTV, ahli forensik digital dari kepolisian, dan psikiater dari Universitas Indonesia.

Menurut penasehat hukum terdakwa, bahwa yang harus dibuktikan adalah sianida yang ada di dalam tubuh Mirna, bukan sianida yang terdapat di dalam sisa kopi yang telah diminum oleh korban. Kesulitan untuk membuktikan keberadaan sianida di dalam tubuh korban, sebab tidak dilakukan autopsi pada saat kematiaannya. Mengapa tidak dilakukan autopsi? Pihak kepolisian tidak akan melakukan autopsi, jika pihak keluarga korban tidak mengijinkan autopsi. Tanpa pembuktian seberapa ada sianida di dalam tubuh korban, maka berbagai dugaan dapat muncul, bahwa korban mati bukan disebabkan oleh minum kopi yang diduga ada sianida, melainkan oleh sebab lain, seperti serangan jantung atau stroke.

Jaksa penuntut umum dalam sidang ini seharusnya adalah orang Batak. Penasehat hukum Jessica Wongso adalah orang Batak. Ada pepatah lama mengatakan, bahwa yang dapat mengalahkan orang Yahudi adalah orang Yahudi sendiri. Jadi? Jadi, yang mengalahkan orang Batak adalah orang Batak juga. Aku ingat puluhan tahun yang lalu ada kasus perkara perdata di pengadilan Singapura. Pihak penggugat dan tergugat adalah dari bangsa yang sama, yakni Indonesia. Kau tahu siapa lawyer kedua pihak yang berperkara di pengadilan Singapura ini? Mereka semua adalah orang Inggris dari etnis Yahudi dan kedua lawyer ini sama bergelar QC. Pada waktu itu yang bergelar QC di Inggris hanya enam orang. Kita tunggu saja keadilan sejati dari Tuhan hadir di persidangan kopi Vietnam ini. Keadilan Tuhan datang seperti air sungai yang bergulung-gulung.-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar