Minggu, 28 Februari 2016

Dalam Perlindungan Tuhan

Roti isi smoked chicken.
Kitab Mazmur berbicara banyak tentang perlindungan Tuhan yang dialami orang Kristen, manakala sedang mengalami kesesakan. Kubu pertahanan, kepak sayap, kemah, kota benteng, dan gunung batu adalah perkataan yang banyak dijumpai di dalam kitab ini. Benteng adalah suatu area luas tempat perlindungan yang kokoh terhadap serangan musuh. Benteng dapat berupa konstruksi bangunan yang dibuat oleh manusia berupa susunan batu  atau perlindungan alami berupa pegunungan batu kapur. Dulu, yang namanya negara adalah kota yang dikelilingi oleh benteng yang terbuat dari susunan batu. Tingginya ada yang mencapai 100 meter. Gunung batu adalah perlindungan alami terhadap badai pasir. Sesuai menurut konteksnya, kondisi geografi Palestina adalah gurun pasir dan diselingi oleh pegunungan batu kapur. Kadang-kadang terjadi badai gurun yang membawa banyak pasir atau angin gurun yang dingin pada malam hari, maka gunung batu adalah perlindungan yang aman. Kepak sayap adalah metafora tempat perlindungan Tuhan yang sangat aman sebagaimana anak-anak burung berlindung di dalam kepak sayap induknya.


Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.
Hanya Dia-lah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.
Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku;
gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah.
Percayalah kepada-Nya setiap waktu, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.
## Mazmur lxii:6-9 ##

Di Indonesia ada banyak benteng bekas peninggalan jaman kolonial, baik pada jaman Belanda, Inggris, maupun Portugal. Sebelum Belanda masuk ke Indonesia, Portugis telah masuk terlebih dahulu dan telah mendirikan benteng di Ternate dan di pulau Banda [aku tidak ingat nama benteng ini]. Benteng pertama Belanda dibangun di Pasar Ikan, yakni suatu wilayah kecil di Batavia [Jakarta Utara sekarang]. Kemudian berturut-turut Belanda membangun Benteng Rotterdam di Makassar, Benteng Vredeburg di Jogjakarta, Benteng De Kock di Bukittinggi. Inggris membangun Benteng Marlborough di Bengkulu. Di dalam benteng terdapat fasilitas perkantoran, asrama, rumah sakit kecil atau klinik, sumur, bak besar penyimpanan air, gudang persediaan makanan, gudang amunisi, tentara, dan puluhan laras meriam besar untuk melindungi benteng. Orang merasa tenang hatinya dan tenteram jiwanya kalau sudah berada di dalam benteng. Orang Belanda membutuhkan waktu beberapa bulan saja untuk menghancurkan benteng Portugis di kota Malaka [Malaysia sekarang]. Betapa pun kokohnya benteng perlindungan buatan manusia selalu ada sisi kelemahannya. Buatan manusia tidak ada yang abadi.

Tuhan mengenal suara domba-domba-Nya. Ia mengetahui mana yang domba dan mana yang kambing. Ia terlebih dahulu menjaga milik-Nya. Dia mengetahui mana yang menjadi milik-Nya dan mana yang bukan milik-Nya. Gunung batu dan kota benteng adalah metafora, bahwa hanya kepada Tuhan kita mencari perlindungan. Yesus hanya melindungi orang yang hatinya sangat melekat kepada-Nya. Bukan kartu tanda pengenalnya tertulis agama Kristen, melainkan orang yang sungguh-sungguh beriman kepada-Nya. Jangan salah, Dia adalah Yesus Orang Nazaret. Apakah hati kita sungguh-sungguh melekat kepada Tuhan Yesus? Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhan-lah yang menguji hati [Amsal xxi:2].

Tuhan melindungi orang yang hatinya melekat kepada-Nya. Ia meluputkan engkau dari malapetaka dan penyakit. Yabes berdoa kepada Tuhan supaya dia diberkati melimpah-limpah, wilayahnya diperluas, diluputkan dari malapetaka, dan diluputkan dari penyakit. Tuhan mengabulkan doanya. Malapetaka adalah suatu peristiwa besar, bahkan luar biasa besar dapat mengenai perseorangan maupun suatu bangsa. Peristiwa besar ini selalu menimbulkan tragedi hebat. Perang Dunia II dari 1939 sampai 1945 adalah malapetaka bagi bangsa Yahudi di Eropa. Sebanyak enam juta orang Yahudi tewas di kamar gas racun oleh Nazi-Jerman. Sesungguhnya malapetaka perorangan itu ada, tetapi sangat jarang diekspose. Engkau perhatikan baik-baik semua nabi yang namanya tertulis di dalam Alkitab, tidak ada satu pun di antara mereka mati akibat diracuni oleh seseorang. Artinya mereka terluput dari malapetaka. Apakah ada seorang nabi yang mati akibat diracuni oleh seseorang? Namun, untuk suatu ujian iman Tuhan mengijinkan Iblis mendatangkan malapetaka atas keluarga Ayub. Indonesia saat ini dikepung penyakit demam berdarah. Demam berdarah tergolong penyakit pembawa maut. Temanku dijemput maut setelah tiga hari berjuang melawan demam berdarah. Di Jakarta, apalagi dia seorang miskin jangan sampai diserang penyakit yang membutuhkan biaya perawatan besar. Tuhan membentengi saudara dari serangan orang fasik. Seperti apa bentuk serangan orang-orang fasik terhadap saudara? Fitnah, intimidasi preman, pelecehan seksual, penggelapan harta, penipuan, dikejar penagih hutang, dan berbagai kejahatan lain adalah bentuk penyerangan orang fasik. Pemazmur berkata, bahwa Tuhan menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya [Mazmur cxlv:20]. Ia membentengi saudara dari serangan Iblis. Seperti apa serangan Iblis terhadap manusia? Santet dan kutukan adalah bentuk umum serangan Iblis. Orang yang menjadi pengikut Iblis pasti akan menerima kutuk dari Iblis. Memuja roh-roh nenek moyang melalui berbagai bentuk kemasan budaya adalah suatu bentuk penyembahan berhala. Musa berkata kepada bangsa Israel, bahwa jika mereka tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah-mereka, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang dia sampaikan kepada mereka pada hari ini, maka segala kutuk akan datang kepada mereka dan mencapai mereka [Ulangan xxviii:15]. Apakah orang Kristen dapat disantet oleh pengikut Iblis? Orang Kristen dalam arti orang yang taat dan setia melakukan semua perintah dan ketetapan Tuhan, maka orang Kristen seperti ini pasti tidak akan dapat disantet.

Tuhan tempat mengadukan kesesakan hidupmu. Ia menjawab seruan dan doamu. Setiap orang percaya paling tidak satu kali dalam hidupnya akan pernah mengalami ujian iman sebagai pergumulan hidupnya. Pergumulan bertujuan mendewasakan rohani orang percaya ke level yang lebih tinggi lagi. Pergumulan adalah kesesakan yang mewarnai derita kehidupanmu. Jangan berdiam diri saja dengan pikiran bingung melainkan berserulah dan berdoalah kepada Tuhan. Terimalah apa yang diajarkan dari mulut-Nya dan engkau meletakkan firman-Nya di hatimu. Bertobatlah dalam kesesakanmu dan rendahkan dirimu di hadapan-Nya. Muliakan Tuhan dengan hartamu disertai ketulusan hatimu, maka engkau akan bersenang hati karena Tuhan Allahmu. Betapa pun beratnya pergumulan orang percaya, Dia setia menyertai dalam kesesakanmu. Tuhan mengijinkan Iblis menguasai Ayub, tetapi Iblis tidak diijinkan oleh Tuhan menjamah nyawanya. Ayub mengadukan pergumulan hidupnya kepada Tuhan. Ia dipulihkan kembali dari kesesakannya dan Tuhan memuliakan dia dengan kehidupan baru yang lebih luar biasa dari sebelumnya [Ayub xlii:10].

Tuhan memberikan kesejahteraan dan kemuliaan. Ia akan mengenyangkan dengan berkat sepanjang hidupmu supaya engkau menjadi berkat bagi orang lain. Orang makan nasi satu piring penuh ditambah sayur dan ayam goreng sudah cukup membebaskan orang ini dari rasa lapar. Kalau orang ini menambah satu porsi yang sama, orang ini pasti kekenyangan. Seperti inilah Tuhan memberkati orang yang hatinya melekat kepada-Nya, melimpah-limpah dan berkat-Nya selalu baru setiap hari. Ia mengenyangkan dengan berkat artinya, Dia memuliakan engkau. Orang yang hidupnya dalan kemiskinan cenderung akan tergoda berbuat kejahatan, tetapi dengan berkat melimpah Dia memuliakan engkau. Tuhan tidak akan membiarkan orang yang dikasihi-Nya menjadi pengemis atau pencuri. Sungguh berbahagia sekali orang yang dipilih oleh Tuhan untuk mendekat dan diam di pelataran-Nya. Ia mengenyangkan orang ini dengan segala yang baik di rumah-Nya, di bait-Nya yang kudus. Ia akan menunjukkan keselamatan kepadamu, yakni keselamatan di dunia sampai menuju kekekalan.

Mari kita mengenal Tuhan lebih jauh lagi dan melaksanakan semua perintah, ketetapan, dan peringatan-Nya. Sediakan waktu kita sediakan untuk membaca Alkitab dan merenungkan firman Tuhan siang dan malam. Sediakan waktu kita sediakan untuk melakukan kebiasaan yang baik, seperti berdoa, berpuasa, dan baca buku-buku rohani. Sediakan waktu kita sediakan untuk bertemu dengan saudara-saudara seiman. Sediakan waktu kita sediakan untuk pergi melakukan pelayanan kunjungan.-


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar