Minggu, 16 Juni 2013

Mengalahkan Dunia Dengan Iman Yang Teguh Dan Bertumbuh

Engkau masih ingat kisah Nuh yang telah diperintahkan oleh Tuhan untuk membuat kapal besar dari kayu gofir, panjang 135 meter, lebar 22, 5 meter, dan tinggi 13,5 meter. Nuh dibantu bersama keluarganya membangun kapal ini. Kapal sebesar ini yang telah dibuat oleh Nuh setara dengan satu kapal pesiar besar modern , satu kapal besar yang mempunyai tiga lantai, yakni bawah, tengah, dan atas; dan kapal ini terdiri banyak kompartemen tempat sepasang-sepasang hewan, jantan dan betina, dan tempat Nuh dan keluarganya berlindung. Nuh telah membuat kapal sebesar ini bukan di tepi pantai lazimnya orang membuat kapal, melainkan di daratan jauh dari garis pantai, yakni di satu pegunungan. Untuk satu proyek besar ini dan dilakukan di tempat yang di luar nalar manusia, dapat ditebak, Nuh ditertawakan oleh orang-orang sebangsanya, tetapi dia tetap mengerjakan proyek besar ini sampai selesai, sebab dia beriman kepada Tuhan. Karena ketaatannya, dia dibenarkan oleh Tuhan di antara orang-orang sebangsanya yang jahat di mata Tuhan.

Gereja Paulus di Jalan Taman Sunda Kelapa, Jakarta.
Engkau masih ingat kisah Abram yang telah diperintahkan oleh Tuhan untuk meninggalkan tanah leluhurnya, Ur Kasdim menuju Kanaan, satu negeri asing yang dijanjikan oleh Tuhan bagi Abram dan keturunannya. Tuhan berkata kepada Abram, bahwa keturunannya akan menjadi berkat bagi semua bangsa. Dan, Tuhan juga berkata kepadanya, bahwa orang yang mengutuk bagi keturunannya, maka orang ini akan dikutuk oleh Tuhan, sebaliknya jika ada orang yang memberkati keturunannya, orang ini juga akan diberkati oleh-Nya. Abram melaksanakan perintah Tuhan, maka pergilan dia menuju Kanaan [Kejadian 12:1-4]. Ketika Sarai, isterinya telah melahirkan Ishak, Tuhan memerintahkan mereka supaya mereka ganti nama menjadi Sarah dan Abraham. Ishak adalah anak perjanjian, keturunan Abraham yang telah dijanjikan oleh Tuhan, dari keturunannya akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

Iman itu berbicara tentang masa depan, bahkan satu rentang waktu yang nyaris tak bertepi dari satu generasi ke generasi. Berbicara tentang iman bukan semata-mata yang berkaitan dengan kesembuhan ilahi di depan altar atau berkat-berkat materi yang banyak disukai oleh audience ketika bapak pendeta khotbah di mimbar, juga bukan tentang minyak urapan supaya hidupmu sukses diberkati Tuhan berlimpah-limpah. Sekali lagi bukan hal-hal yang aku sebutkan di atas, melainkan satu pengharapan yang engkau tunggu, yakni mendapatkan bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar, dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi engkau. Karena imanmu engkau menantikan keselamatan yang telah tersedia untukmu yang akan dinyatakan pada zaman akhir. Walaupun engkau belum pernah melihat Dia, engkau tetap mengasihi-Nya. Janji keselamatan kekal inilah yang telah diselidiki dan diteliti oleh semua nabi yang bernubuat tetang kasih karunia yang disiapkan bagimu [baca : 1 Petrus 1:3-5 dan 8-11]. Tujuan akhir iman adalah engkau menerima kasih karunia secara cuma-suma, bukan karena mendahulukan amal pribadi dan kesalehan normative.

Fakta ini engkau terima tanpa ragu-ragu karena kepercayaanmu yang besar, inilah imanmu. Apa arti iman bagimu? Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang engkau harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak engkau lihat [Ibrani xi:1]. Mustahil jika ada orang mengatakan, bahwa dia beriman tetapi tidak mempunyai Tuhan yang diyakininya. Ada yang beriman kepada uang, ada yang beriman kepada kekuasaan, tetapi sebagai orang percaya engkau beriman kepada Tuhan yang engkau kenal, yakni Dia yang dibesarkan di Nazaret. Ia yang dikenal sebagai Orang Nazaret adalah Yesus Kristus berkata, bahwa tidak ada seorang pun dapat datang kepada Bapa di sorga tanpa melalui Dia. Iman kepada Tuhan yang kita kenal ini wajib engkau jaga dari kecil sebesar sebiji sesawi sampai besar tak berhingga dan kokoh seperti batu karang. Dengan cara seperti apa engkau menjaga imanmu tetap teguh?  

Komitmen. Komitmen adalah janji yang dipegang oleh seseorang atau kelompok terhadap dirinya atau kelompoknya sendiri untuk sesuatu yang diyakini berguna pada masa yang akan datang. Inilah komitmen bangsa Israel sebelum Yosua dipanggil pulang oleh TUHAN : “Tetapi jika engkau anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa engkau beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Lalu bangsa itu menjawab : “Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain! Sebab TUHAN, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, dan yang telah melakukan tanda-tanda mujizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita telah tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita telah lalui, TUHAN telah menghalau semua bangsa dan orang Amori, penduduk negeri ini, dari depan kita. Kami juga akan beribadah kepada TUHAN, sebab Dia-lah Allah kita.[Yosua xxiii:15-18]. Apa komitmenmu untuk menjaga dan menumbuhkan imanmu kepada Yesus Orang Nazaret?

Engkau harus melakukan perbuatan. Nuh melakukan perintah dari Tuhan untuk membuat kapal. Abraham melakukan perintah dari Tuhan untuk meninggalkan Ur Kasdim menuju tanah Kanaan. Musa meninggalkan istana Firaun untuk memimpin bangsanya, Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan. Banyak saksi iman yang tertulis di dalam Alkitab telah melakukan perbuatan yang telah diperintahkan oleh Tuhan.  Iman itu berdampak terhadap masa depan jika ada perbuatan yang menyenangkan hati Tuhan, karena perbuatan yang engkau lakukan akan menyempurnakan imanmu. Jika engkau mengasihi sesamamu manusia seperti yang diperintahkan oleh Tuhan dan engkau beriman kepada Tuhan, engkau wajib menolong saudaramu atau sesamamu manusia yang sedang membutuhkan pertolongan. Tuhan Yesus mengutamakan kemanusiaanmu, bukan hanya ketaatanmu terhadap hukum. Perbuatan yang dimaksudkan di sini adalah satu tindakan yang selayaknya harus engkau lakukan sebagai orang yang bermoral dan dapat dipertanggungjawabkan dipandang dari sisi iman. Apakah engkau masih pantas disebut orang beriman kepada Tuhan Yesus, karena engkau rajin ke rumah Tuhan setiap minggu sementara saudaramu datang meminta makan tidak engkau layani padahal engkau mempunyai banyak persediaan makanan? Apa artinya persembahan perpuluhan yang setiap bulan engkau berikan kepada Tuhan, jika engkau pelit terhadap saudaramu. Jika ada saudaramu masih keras hati terhadap kasih karunia dari Tuhan, engkau mendoakan dia kepada Tuhan. Dan, perbuatanmu harus mencerminkan sebagai orang yang hidupnya telah diperbarui oleh Roh Tuhan.

Merenungkan firman Tuhan. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam [Mazmur i:1]. Ada mobil buatan Korea Selatan dengan brand A TO Z, maksudnya adalah segala sesuatu yang dituntut oleh standar tekhnik satu mobil ada di mobil ini [ urutan huruf selengkapnya dari A sampai Z adalah 27 huruf]. Di Indonesia ada ungkapan yang mengatakan demikian, aku sudah mengetahui ABC-nya mobil BMW, artinya orang yang mengatakan ungkapan ini adalah ahlinya mesin mobil BMW. Merenungkan firman Tuhan artinya engkau harus membaca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu, from A to Z of the Bible kemudian memikirkan dan mencoba memahami setiap peristiwa yang tertulis di dalamnya, merefleksikan dirimu dengan firman Tuhan yang telah engkau baca. Dengan membaca Alkitab setiap hari perlahan-lahan wawasan imanmu kepada Tuhan akan semakin luas dan semakin tebal.

Ujian iman. Tuhan menguji imanmu dengan tujuan supaya kualitas imanmu kepada Tuhan semakin meningkat. Ujian iman adalah untuk mengukur seberapa dalam ketaatanmu kepada Tuhan. Apakah engkau hidup mendahulukan Tuhan? Nuh bertekun meneruskan pekerjaan membuat kapal sampai selesai, walaupun dia ditertawakan oleh orang-orang sebangsanya. Ditertawakan oleh banyak orang karena dianggap melakukan pekerjaan konyol adalah ujian iman. Dan, Nuh lulus ujian, kapal selesai dibuat, dia dan seluruh keluarganya selamat dari Banjir Besar. Ayub adalah orang saleh, jujur, dan takut kepada Tuhan berasal dari tanah Us, tidak jauh dari Ur Kasdim. Ia diberi kelimpahan harta kekayaan luar biasa dari Tuhan sehingga dia menjadi orang terkaya di daerahnya. Ia mempunyai tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan. Iblis mengambil seluruh harta kekayaannya melalui jalan perampokan sehingga dia jatuh miskin tak memiliki apa-apa lagi.  Semua anaknya mati karena karena diterjang badai di gurun pasir. Dalam keadaan miskin luar biasa, isteri Ayub meratapi kemiskinan dan mengutuki Tuhan yang dimuliakan oleh Ayub. Namun, Ayub dalam keadaan demikian, dia tetap mengucap syukur kepada Tuhan. Keadaan keluarganya yang morat-marit telah dipulihkan kembali oleh kemurahan dari Tuhan. Tuhan memberi kembali anak-anak kepada Ayub seperti semula dengan jumlah yang sama, bahkan lebih dari itu adalah tiga anak perempuannya dipandang paling cantik di kampung halamannya pada masa itu. Ayub lulus dalam ujian iman ini. Ishak adalah anak Abraham yang dijanjikan oleh Tuhan menjadi berkat bagi banyak bangsa, sebaliknya Tuhan memerintahkan dia untuk menjadikan anaknya ini sebagai korban bakaran di gunung Moria. Abraham lulus dalam ujian iman ini. Musa lebih memilih meninggalkan kehidupan mewahnya di istana Firaun dan bergabung dengan bangsanya untuk meninggalkan Mesir. Musa lulus dalam ujian iman ini. Bagaimana dengan engkau dan orang-orang percaya yang lain pada masa seperti sekarang ini? Semua orang percaya memiliki ujian iman masing-masing. Semakin mendekati akhir zaman keadaan bukan semakin baik, sebaliknya hari-hari semakin sulit. Lihatlah, di Eropa dan Amerika semakin banyak orang percaya meninggalkan iman mereka. Di Indonesia bagaimana? Sama saja dengan mereka. Aku mempunyai seorang teman jabatannya di pemerintah sebagai wakil kepala distrik ditawari jabatan sebagai kepala distrik, syaratnya dia harus meninggalkan iman kepada Kristus. Tetapi dia tetap bertahan dengan imannya kepada Tuhan sampai dia pension tetap dengan jabatannya sebagai wakil kepala distrik. Apakah orang percaya masih boleh bermimpi menjadi menteri, gubernur, bupati, camat, panglima komando daerah militer? Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Engkau pasti menang, jika engkau mempercayai, bahwa Tuhan Yesus Kristus memberimu kekuatan mengatasi ujian yang engkau hadapi. Pada klimaksnya, orang percaya akan diancam imannya melalui serangkaian terror oleh kelompok anti-christ, yakni orang-orang yang menentang beriman kepada Yesus Kristus. Semua orang percaya akan dipaksa mengingkari imannya kepada Kristus. Jika tidak mau, engkau diberi hadiah timah panas, bang, atau dor diarahkan tepat ke dahimu. Tuhan sudah menubuatkan masa itu sebagai masa penyiksaan yang paling hebat di dunia dan belum pernah terjadi sebelumnya. Kekejaman penyiksaan ini melebihi kejamnya Nazi-Jerman yang telah membunuh lima juta orang Yahudi di Eropa. Semoga engkau, aku, dan kita semua tidak akan mengalami masa kelam seperti ini. Tapi tanda-tandanya sudah tampak di hadapan kita.    

Bertekun. Engkau diminta hidup semakin bertekun di dalam iman kepada Kristus seperti yang dikehendaki oleh Paulus kepada jemaat di Kolose. Engkau harus tetap teguh, jangan bergoncang dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil [Kolose 1:23]. Bertekun artinya engkau mengisi hari-hari kehidupanmu secara terus-menerus dan konsisten dengan segala kegiatan yang dapat memupuk pertumbuhan imanmu. Engkau bertekun di dalam imanmu ibarat seseorang blogger yang setiap hari menulis artikel. Seseorang dapat disebut blogger sejati tidak terjadi dalam waktu satu dua hari saja, melainkan bertekun menulis setiap hari selama bertahun-tahun sampai pada tingkatan posting-nya itu memiliki semangat yang menggugah jiwa pembacanya. Kalau engkau membaca Alkitab jangan hanya sebatas sudah membaca secara hurufiah saja dari Kejadian sampai Wahyu, melainkan juga diikuti dengan membaca banyak referensi yang ada. Setiap orang percaya sebaiknya banyak mengikuti seminar dan kebaktian kebangunan rohani. Pengharapan Injil adalah iman kepada Yesus Kristus. Engkau disebut orang percaya kalau engkau beriman kepada Allah di dalam Yesus Kristus, Tuhan kita. Mengapa engkau harus bertekun dalam imanmu? Karena engkau mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Tuhan yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama orang Yahudi, tetapi kemudian juga orang Yunani [Roma i:12]. Jika seorang Kristen keyakinannya mulai luntur, lambat laun dia akan kehilangan seluruh kekuatan Tuhan, karena imannya telah digadaikan dengan kacang merah seperti yang telah dilakukan oleh Esau.

Meningkatkan kewaspadaan. Engkau diminta berhati-hati setiap saat terhadap semua ajaran dunia yang tampaknya enak terdengar di telinga, tetapi sesungguhnya adalah filsafat kosong yang membelokkan pikiranmu dari iman kepada Kristus. Paulus mengingatkan kepada semua jemaat di Kolose supaya waspada [Kolose 2:8]. Banyak orang Kristen tersesat dimulai dari membaca dan mendengar ajaran-ajaran palsu yang tidak membangun iman kepada Kristus. Pada umumnya sekte-sekte Kristen memberi ajaran yang sangat menyesatkan kepada semua anggota sekte tersebut. Ada sekte Kristen yang mengajarkan seks bebas kepada sesama anggota sekte, karena memahami arti kasihilah sesamamu manusia seperi yang dikehendaki Kristus menurut nafsu kedagingan mereka, tetapi mereka mengabaikan bahwa berzinah itu adalah dosa. Sekte ini pernah ada di kota Semarang dan Bandung tetapi semua anggota sekte ini telah ditahan oleh polisi. Di Amerika pernah ada sekte yang mengajarkan, bahwa mati itu indah karena segera bertemu dengan Tuhan Yesus, maka kepada semua anggota diberikan masing-masing 1 [satu] kapsul sianida untuk ditelan bersama-sama. Polisi mendapati mereka telah mati semua. Mereka bukan bertemu dengan Tuhan melainkan bertemu dengan Iblis, penghulu dunia. Yang paling sering adalah sekte-sekte yang mengajarkan tentang akhir jaman segera tiba dengan menunjukkan waktunya secara presisi. Tuhan tidak pernah memberi ajaran bilamana Dia akan datang untuk kedua kalinya ke bumi. Tuhan mengatakan kepada kita, bahwa Dia akan datang seperti pencuri, karena pencuri mana yang memberi tanda, bahwa dia akan datang untuk mencuri. Untuk membedakan, mana ajaran yang sesat, mana yang benar, maka engkau harus meminta petunjuk Roh Tuhan selama membaca Alkitab, bukan mengandalkan pikiranmu sendiri. Jika ada pendeta atau gembala yang bersikap paling benar sendiri, hati-hatilah terhadap gembala seperti ini.

Jaminan iman dari Tuhan. Surat Ibrani adalah satu referensi iman yang sangat luas dan akurat ditujukan kepada semua orang Ibrani pada masa rasul-rasul masih hidup dan mereka masih banyak belum percaya kepada Kristus. Alkitab itu adalah firman Tuhan atau kata-kata Tuhan, Dia sendiri yang mengilhamkan kepada semua orang pilihan-Nya untuk mencatatkan kata-kata-Nya. Tuhan tidak pernah memerintahkan satu penulis tunggal untuk menuliskan kata-kata-Nya, melainkan banyak penulis dilibatkan. Penulis pada satu generasi memberi referensi iman kepada generasi berikutnya sehingga keabsahan penulisan semakin sahih. Antara penulis yang satu menuju penulis yang berikut ada yang sampai ke rentang waktu 7 abad lamanya. Jika ada orang yang berani mengatakan, bahwa firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab adalah palsu, orang ini seharusnya juga dapat menunjukkan Alkitab yang paling asli. Alkitab yang bagi semua orang percaya dipandang sebagai Kitab Suci memberi informasi paling lengkap tentang nubuat. Tidak ada agama lain yang menyediakan jadwal yang begitu penting baik untuk nubuat yang akan digenapi maupun untuk nubuat-nubuat yang telah digenapi [Penggenapan Nubuat Masa Kini – Zaman Akhir, John F. Walvoord, terjemahan, hlm., 11, Gandum Mas, Malang, 1996]. Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah nubuat dalam Perjanjian Lama yang telah digenapi di dalam Perjanjian Baru, bahwa keselamatan kekal berasal dari keturunan Ishak. Ketika pemahamanmu tentang makna kematian dan kebangkitan Kristus semakin bertambah, maka engkau semakin percaya, bahwa keselamatan kekal yang dijanjikan oleh Tuhan melalui keturunan Ishak bergantung pada kematian dan kebangkitan Yesus Orang Nazaret.     

Engkau tidak sendirian untuk menumbuhkan imanmu semakin berkembang dan semakin teguh dan semakin kokoh seperti batu karang. Ini adalah realitas Injil, bahwa orang Kristen menyembah TUHAN, Allah yang esa dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Allah di dalam Yesus Kristus itu Roh, yakni Roh Kudus atau Roh Kebenaran. Roh Kudus mengawal imanmu, Dia memberi kekuatan imanmu semakin teguh dan berkembang, Dia meletakkan kebenaran tentang kematian dan kebangkitan Kristus di dalam keyakinanmu. Walaupun engkau ditertawakan oleh banyak orang atas imanmu seperi Nuh juga ditertawakan oleh orang-orang sejamannya, tetapi engkau tetap teguh dan bertekun dalam imanmu kepada Kristus.-


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar