Jumat, 07 Juni 2013

Hukum Tanpa Ketegasan

Di negeri ini banyak orang yang sudah jelas berurusan dengan masalah hukum dan menjadi status tersangka, tetapi kelanjutan kasusnya pelan-pelan hilang tak terdengar seperti halimun tersapu angin di pagi hari. Banyak kasus hukum lenyap tak terdengar lagi karena ,,, seperti ada politics deal antara pihak yang satu dengan pihak yang lain. Buktinya apa? Rakyat menginginkan kelanjutan dari satu kasus dan berakhir seperti apa vonnisnya? Berita kasus hukum seorang petinggi pemerintah atau petinggi partai politik sudah menjadi headline beberapa surat kabar dan dinyatakan sebagai tersangka, tetapi pada akhirnya hanya sekedar berita hiburan yang tidak menghibur rakyat yang rindu menyaksikan ketegasan hukum. Yah, kalau tokh figure-figure ini kemudian dijatuhi vonnis oleh hakim, yang sudah sering terjadi hukuman yang diterima justeru melukai rasa keadilan terhadap rakyat. Korupsi ratusan milyar, hukuman yang diterima hanya beberapa tahun, bahkan ada hakim yang memberi vonnis bebas murni. Jangan salahkan rakyat kebanyakan, jika pada saat ini banyak di antara mereka sudah tidak mempercayai supremasi hukum.

Partai politik, birokrat pemerintah, kepolisian, dewan perwakilan rakyat, … institusi apa lagi yang belum aku sebutkan di sini yang bebas dari kasus-kasus korupsi. Jika orang-orang ini di antara mereka dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi, orang-orang ini seperti tak punya hati nurani lagi, wajah mengumbar senyum lebar seakan dirinya tidak menyesali, bahwa perbuatannya telah melukai hati nurani rakyat. Hukuman ringan dan negara nyaris tidak dapat menyita seluruh harta kekayaan hasil korupsi orang-orang ini, sehingga ketika keluar dari penjara masih dapat bernafas lega menikmati harta haram yang tak tahu disimpan di mana selama orang-orang ini berada di dalam penjara. Pantas saja, negara ini semakin dilecehkan wibawanya oleh pelaku kejahatan korupsi. Negeri ini memang mempunyai instrument mengatur masyarakat supaya taat hukum, tetapi hamba-hamba hukum yang dipercayakan oleh rakyat tidak bertindak tegas dalam menegakkan hukum, sehingga semakin banyak orang yang tergoda harta, tahta, dan wanita atau perempuan nekat melakukan pelanggaran demi memenuhi salah satu yang menggoda hatinya dari ketiga godaan ini.

Tuhan mengijinkan Iblis mencobai semua orang percaya supaya jatuh dan menjadi hamba dosa. Terhadap orang yang tendensius menyukai harta, maka Iblis menggoda orang ini dengan pikiran-pikiran mencari peluang dapat korupsi; kalau tak dapat peluang korupsi, maka paling sedikit jadi maling ayam punya tetangga. Terhadap orang yang tendensius menyukai kekuasaan, maka Iblis menggoda orang ini dengan pikiran-pikiran menyingkirkan teman sendiri yang sedang memegang satu jabatan strategis. Terhadap orang yang tendensius menyukai perempuan, maka Iblis menggoda orang ini dengan pikiran-pikiran mendapatkan peluang menikmati sex dengan perempuan yang disukainya. Tuhan berfirman, bahwa jika engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah-mu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan Tuhan, yang disampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk akan datang kepadamu dan mencapai engkau [Ulangan xxviii:15]. Kutuk segera diterima oleh seseorang yang terikat dengan perbuatan dosanya, yang berarti dia telah menjadi hamba Iblis, dan … Tuhan tidak menerima seseorang yang hidup di dalam kuasa kutuk. Terikat artinya, engkau melakukan terus perbuatan dosamu tanpa engkau dapat melepaskan diri lagi. Sekali engkau melakukan. Selesai. Ulangi lagi perbuatan yang sama. Terus setiap hari sampai engkau tak menyadari lagi sudah berapa lama engkau telah melakukan perbuatan jahat di mata Tuhan. Jika engkau sudah tidak diterima lagi di hadapan Tuhan, itu adalah hukuman yang engkau terima dari Tuhan. Apa buktinya jika seseorang tidak diterima lagi di hadapan Tuhan? Bacalah ini :

  • Terkutuklah engkau di kota dan terkutuklah engkau di ladang.
  • Terkutuklah bakulmu dan tempat adonanmu.
  • Terkutuklah buah kandunganmu, hasil bumimu, anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
  • Terkutuklah engkau pada waktu masuk dan terkutuklah engkau pada waktu keluar.
  • TUHAN akan mendatangkan kutuk, huru-hara dan penghajaran di antaramu dalam segala usaha yang engkau kerjakan, sampai engkau punah dan binasa dengan segera karena jahat perbuatanmu, sebab engkau telah meninggalkan Tuhan.
  • TUHAN akan meletakkan penyakit sampar kepadamu, sampai dihabiskannya engkau dari tanah, ke mana engkau pergi untuk mendudukinya.
  • TUHAN akan menghajar engkau dengan batuk kering, demam, demam kepialu, sakit radang, kekeringan, hama dan penyakit gandum; semuanya itu akan memburu engkau sampai engkau binasa … [Ulangan xxviii:15-45].

Hukuman Tuhan itu pasti dan berkekuatan tetap tanpa dapat dihalangi lagi oleh pelaku kejahatan, karena firman Tuhan ya dan amin, dan firman-Nya tidak pernah kembali dengan sia-sia. Apakah engkau seorang pendeta, apakah engkau seorang perampok kelas berat, apakah engkau seorang petinggi negara, apakah engkau seorang konglomerat, apakah engkau seorang pengayuh becak, hidupmu hanya bergantung dengan perkataan-Nya, hidupmu hanya bergantung kepada kuasa-Nya. Perintahnya tegas, berwibawa, dan tak seorang pun dapat menahan perkataan-Nya. Jika di dunia ini engkau mempunyai masalah hukum sehingga sampai ke pengadilan, engkau dapat berkilah di hadapan pengadilan yang diadakan oleh manusia, tetapi engkau tidak akan dapat bersembunyi dari kejaran hukuman yang ditimpakan kepadamu oleh Tuhan. Jangan kau pikir semua yang terlibat dalam perkara korupsi uang negara akan lolos dari hukuman Tuhan.

Iblis menjanjikan seluruh kekayaan dunia kepadamu, asalkan engkau mau menyembahnya. Bagi mereka yang tidak tahan hidup dalam kemiskinan kemudian tergoda dengan jalan pintas mendapatkan kekayaan dunia, banyak di antara mereka mengikat perjanjian dengan Iblis di Gunung Kawi atau tempat-tempat pemujaan lain dengan perjanjian darah, yakni darah kematian kekal bersama Iblis yang mengikat mereka. Tidak sedikit juga petingi-petinggi negara demi memuaskan keinginan berkuasa lebih lama, maka mereka mengikat perjanjian dengan Iblis walaupun untuk itu darah taruhan mereka, karena tak ada yang gratis dari Iblis. Walaupun engkau beralasan demi rakyat, tetapi jika engkau mendapatkan keinginanmu melalui perjanjian darah dengan Iblis, kutukan Iblis akan mengiringi perjalanan hidupmu. TUHAN menghukum siapa saja yang tidak setia dan tidak taat kepada-Nya. Kesetiaan dan ketaatan kepada TUHAN adalah harga mati yang tidak dapat ditawar lagi. Berurusan dengan TUHAN maupun dengan IBLIS tidak ada istilah setengah jalan, semuanya harus dilakukan dengan totalitas, maka reward maupun hukuman yang akan diterima juga secara total. TUHAN akan memberkati siapa saja yang setia dan taat total kepada-Nya, sebaliknya IBLIS juga akan menghabisi siapa saja yang sudah membuat covenant kepadanya tetapi tidak setia dan taat memberi korban darah. Well, jadi hidup itu jangan setengah-setengah, TUHAN atau IBLIS. Engkau dapat menyuap hakim atau jaksa supaya hukumanmu dapat dibuat ringan atau bebas murni, tetapi vonnis Tuhan itu satu kepastian, dan engkau tidak dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan oleh-Nya.

Tuhan mendatangkan keadilan ke bumi seperti datangnya air sungai yang bergulung-gulung menghanyutkan apa saja semua kotoran yang ada di sungai itu. Satu hal yang paling menakutkan bagi kita adalah jika Tuhan menggunakan bangsa lain untuk menghukum satu bangsa yang sudah tidak memiliki rasa takut lagi kepada-Nya. Misalnya, Israel karena mereka tidak setia dan taat lagi kepada Tuhan, maka Tuhan mendatangkan satu kerajaan dari utara, yakni Babilonia, rajanya Nebukadnezar, mengangkut semua orang professional dari Israel ke Babilonia selama 70 tahun. Apakah kita, orang Indonesia akan diangkut semua professionalnya ke Malaysia, Thailand, dan Cina? Jika bangsa Indonesia selamanya tidak bersikap tegas atas semua kasus hukum yang ada di negeri ini, negeri ini akan hancur lebur dari dalam oleh bangsa ini sendiri. Negeri ini mempunyai hukum tetapi hukum yang tidak memiliki roh keadilan dan ketegasan, lebih berpihak kepada penguasa karena KUHP negeri ini warisan dari pemerintah colonial Hindia Belanda, yang sudah tentu lebih mengutamakan pihak penjajah. Seharusnya semua koruptor mendapat hukuman mati atau hukuman tanpa remisi dan semua kebaikan yang pernah dilakukan mereka tidak mengurangi hukuman dari kejahatan utama mereka. Tentu saja ini adalah ungkapan kegeramanku saja karena untuk memberi hukuman mati kepada koruptor harus ada undang-undangnya. Undang-undang hukuman mati terhadap koruptor tidak pernah terealisasi karena otoritas pembuat undang-undang, yakni semua anggota dewan perwakilan rakyat adalah sekumpulan manusia korup.

Presiden memiliki kekuasaan terbatas karena semua kekuasaan sudah didelegasikan kepada semua pembantu-pembantunya, maka sangat dibutuhkan oleh negeri ini seorang kepala negara yang tegas, berani, cerdas, dan nasionalis sejati. Dan, dia harus berhikmat dalam memilih pembantu-pembantunya. Bentuk pemerintahan koalisi bukan pilihan yang terbaik karena pembantu-pembantu presiden yang aneka warna justeru hanya akan mengganggu presiden dalam pengambilan keputusan. Kementerian kehakiman, keuangan, coordinator ekonomi, industri, dan perdagangan, dan kejaksaan harus dipilih dari orang yang satu partai politik dengan presiden. Orang itu kalau sudah menjadi presiden atau kepala pemerintah seharusnya tidak mengurusi partai lagi, sebaliknya lebih focus terhadap kepentingan nasional. Presiden yang berhikmat adalah seorang pemimpin yang memiliki kemampuan menggunakan kecerdasan dan pengetahuannya secara tepat. Siapakah dia? Ia adalah pemilik nama yang huruf paling belakang namanya adalah ”O”. Contohnya, Wagiyo Sontoloyo, Bondo Silitmengo, Prabowo Subiyanto, Joko Widodo, and so on. Joke? Kita lihat saja nanti tahun 2014.-  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar