Minggu, 24 Maret 2013

Pembunuh Terselubung Di Balik Kantong Baju

Benda yang satu ini memang tempatnya terselubung, kalau tidak di kantong celana, ya di kantong kemeja atau baju. Nama benda ini adalah rokok terbuat dari bahan dasar tembakau kemudian di pabrik digulung dengan kertas rokok. Puluhan tahun yang lalu orang merokok harus menggulung sendiri dengan kertas rokok atau dengan pelepah daun nipah. Manusia mulai menikmati asap rokok, setidaknya sejak benua Amerika ditemukan oleh Columbus pada tahun 1492, karena yang pertama kali menghisap asap rokok adalah suku bangsa Indian di benua ini. Perlahan tapi pasti, kebiasaan merokok merambat ke seluruh dunia.

Lima abad kemudian manusia baru menyadari bahwa kebiasaan merokok lebih banyak merugikan dibandingkan kegunaannya terhadap kesehatan. Tembakau dan juga beberapa benda lain, seperti pipa PVC dan kantong plastik, jika dibakar berpotensi menimbulkan zat karsinogen, yakni zat beracun yang dapat menimbulkan tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh manusia. Jika orang menghisap asap tembakau di dalam sebatang rokok yang dibakar, sejumlah gas beracun dan cairan beracun dalam bentuk uap terhirup masuk ke dalam paru-paru antara lain nikotin, tar, ammonia, vinylchloride, polonium, karbontetrachlorida, hidrogensianida, nitrogenoksida, formalin, acetone, hydrazine, hidrogensulfida, dan karbonmonoksida. Sebagian besar gas beracun ini, seperti karbonmonoksida sangat menghambat [blocking] pengikatan oksigen oleh haemoglobin sehingga darah kekurangan oksigen yang sangat dibutuhkan untuk energy.

Siapa jagoan merokok di dunia dalam hitungan batang per tahun ? Negara Cina, 2,1 triliun; AS, 357 milyar; Russia, 331 milyar; Jepang, 259 milyar; dan Indonesia, 239 milyar. Hampir semua penduduk dunia tidak ada yang tidak terjamah oleh asap rokok, meliputi, antara lain : Asia dan Australia, 57 persen; Timur Tengah dan Afrika, 8 persen; Eropa, 8 persen; Amerika, 12 persen; dan Eropa Timur termasuk Russia, 14 persen. Dengan statistik ini menunjukkan bahwa orang Tiongkok adalah jagoan perokok di dunia. Tembakau telah membunuh lebih 14000 orang per hari, jika tidak dicegah, angka perkiraan kematian akibat merokok ini meningkat menjadi 8 juta orang per tahun pada tahun 2030, lebih 80 persen terdapat dari negara berkembang. Orang stress sering melarikan diri dari masalah yang membuat dirinya stress dengan cara merokok. Padahal yang benar adalah semakin banyak rokok dihisap, justeru stress semakin meningkat, karena dengan meningkatnya karbonmonoksida darah akan kekurangan oksigen sehingga perut akan mual dan kepala menjadi pusing, stress pun akan bertambah.

Rokok juga sering dikaitkan dengan perbuatan tidak produktif. Kita sering melihat pekerja di Indonesia bekerja sambil merokok. Perbuatan pekerja ini mengurangi konsentrasi pikirannya terhadap pekerjaan seharusnya cepat selesai, tetapi kemudian menjadi tertunda lebih lama lagi. Ini menunjukkan, bahwa etos kerja manusia Indonesia masih jauh dari yang diharapkan untuk meningkatkan produktifitas baik secara mutu maupun volume pekerjaan. Hanya manusia pemalas yang bekerja sambil merokok.

Michael Bloomberg, wali kota New York telah menyediakan dana sebesar USD 4,2 juta atau 39 milyar rupiah kepada sejumlah lembaga swadaya masyarakat di Indonesia untuk kampanye anti-tembakau. Berita penyediaan dana Bloomberg ini tidak mempunyai kaitan dengan kampanye fatwa haram rokok yang dikeluarkan oleh pengurus pusat Muhammadyah, demikian keterangan juru bicara Muhammadyah. Bagi saya fatwa haram ini sama sekali tidak merisaukan saya, karena saya sendiri bukan perokok lagi sejak 15 tahun yang lalu. Jika fatwa haram terhadap rokok akan diberlakukan di Indonesia, betapa besarnya biaya ekonomi yang harus ditanggung oleh pemerintah; karena 600 ribu orang terlibat langsung di pabrik rokok sebagai pekerja, ditambah lebih 1 juta orang seperti petani tembakau, pedagang besar dan pengecer, jelas semua orang ini akan kehilangan pekerjaan. Tanpa ada isu fatwa haram rokok, sebaliknya isu man power, dan kesempatan kerja di negeri ini saja sudah sangat merisaukan. Anda mau pilih mana, rakyat hidup sehat atau rakyat pada jadi pengangguran?

Merokok adalah sebuah perbuatan paling bodoh yang dilakukan oleh manusia, karena pelakunya sadar dan mengetahui bahwa akibat dari merokok itu adalah keadaan yang tidak menyenangkan, minimal terkena penyakit sesak nafas. Jurnal kedokteran di seluruh dunia selama puluhan tahun telah menyiarkan bahaya menghisap asap tembakau terhadap kesehatan tubuh manusia, tetapi tetap saja pecandu rokok tidak menjadi jera. Mereka dengan sombong berkata, bahwa walaupun tidak merokok semua orang pasti mati. Semua orang di kolong langit ini memang pasti akan mati pada waktunya, tetapi … apakah Anda ingin menikmati hidup dengan berbagai penyakit yang diakibatkan oleh asap rokok. Jika Anda merokok, semua orang di sekeliling Anda, yakni mulai dari bayi, anak kecil, dan isteri Anda, mereka juga ikut menghisap asap rokok yang Anda hisap. Dengan kata lain mereka menjadi perokok pasif yang ikut menanggung akibat perbuatan Anda.

Effek yang ditimbulkan oleh semua zat beracun di dalam sebatang rokok baru dapat dirasakan puluhan tahun kemudian, setelah sejumlah pembuluh darah sudah penuh terkontaminasi oleh akumulasi semua zat beracun tersebut. Jika hal itu terjadi, Anda hanya mempunyai sedikit harapan saja untuk dapat memulihkan seperti sedia kala.  Banyak orang baru berhenti merokok setelah mereka dirawat di rumah sakit karena penyakit yang diderita oleh mereka, terutama hipertensi dan jantung koroner, dan semoga yang satu ini tidak sampai terjadi pada Anda, yakni kaki diamputasi karena penyumbatan pembuluh darah. Nikotin racun terbanyak di dalam tembakau memberi kontribusi terbesar dalam penyumbatan pembuluh darah, terutama di kaki. Jadi, bagaimana? Berhentilah merokok, sebelum penyakit menghentikan kebiasaan buruk Anda. Jangan lupa satu hal penting ini, tubuh Anda adalah Rumah Tuhan, jagalah semuanya dalam keadaan baik seperti ketika Anda menerimanya; jika Anda tidak merawatnya, Anda sudah berdosa di hadapan-Nya.-
         

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar