Jumat, 08 Februari 2013

Klan Kennedy dan Kutukan Setan

Sukses, skandal, dan tragedi. Ketiga hal inilah silih berganti yang selalu akrab menemani klan Kennedy selama puluhan tahun. Klan ini adalah satu dinasti terkenal asal Boston, Massachusetts, AS yang memberi warna tersendiri dalam sejarah negara ini. Mereka tumbuh besar dalam lingkungan Gereja Roma Katholik yang taat.

Dinasti ini dibangun oleh pasangan Joseph Patrick Kennedy, imigran Irlandia yang meninggalkan tanah leluhurnya, County Wexford, dan memulai kehidupan baru di Boston tahun 1848 sampai menjadi milyarder dan Elizabeth Rose Fitzgerald, putri walikota Boston.
Tragedi pertama dari pasangan ini terjadi di medan perang di Eropa pada masa Perang Dunia II yang berlangsung dari tahun 1939 sampai 1945. Anak laki-laki sulung mereka, Joseph P. Kennedy Jr. yang kala itu berusia 29 tahun, tewas sebagai pilot pesawat pembom Liberator B-24, pesawatnya jatuh di Selat Inggris tahun 1944.

Anaknya yang ketiga, Rosemary Kennedy lahir tahun 1948. Pada tahun 1941 anaknya ini terpaksa dimasukkan ke dalam panti asuhan khusus untuk pasien lemah mental di St. Colletta’s School, Jefferson, Wisconsin. Tragedi berikut menimpa kembali keluarga Kennedy, yakni anak mereka yang ke empat, Kathleen Agnes Kennedy yang lahir tahun 1929, tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat terbang pada tahun 1948. Tragedi berikut adalah yang terberat menimpa keluarga ini atas kematian anak laki-laki kedua dan ketiga, yakni John Fitzgerald Kennedy dan Robert Francis Kennedy. Pada tanggal 22 Novemver 1963, JFK bekas awak kapal torpedo yang kapalnya ditenggelamkan oleh kapal selam Jepang pada Perang Pacific yang berlangsung dari 1941-1945, adalah anak laki-laki kedua yang mampu memenuhi ambisi politik Joseph P. Kennedy, yakni menjadi The Number One of US, tewas pada usia 46 tahun ditembak oleh penembak runduk.  JFK pada tanggal 8 November 1960 terpilih sebagai presiden Amerika Serikat ke 35 di tembak oleh Lee Harvey Oswald dari ketinggian 3 lantai, ketika iringan mobil atap terbukanya melewati gedung perpustakaan kota Dallas, Texas. Tragedi pembunuhan ini tidak pernah terungkap sampai sekarang siapa tokoh intelektual dibalik peristiwa ini, karena sebelum Oswald selesai diperiksa, dia pun tewas ditembak dari jarak sangat dekat. Hanya Tuhan yang tahu siapa pembunuhnya. Hanya tiga bulan sebelum JFK mati terbunuh, Patrick Kennedy, anak anak laki-laki  JFK setelah Caroline dan John F. Kennedy Jr. (John John), yang lahir prematur pada tahun 1963, hanya mampu bertahan hidup selama dua hari.

Lima tahun kemudian pada tahun 1968, RFK yang diharapkan memberikan penghiburan kepada Joseph & Rose karena keberhasilannya dipanggung politik sebagai Jaksa Agung, harus menerima takdirnya tewas pada usia 43 tahun ditembak dengan pistol dari jarak dekat oleh seorang Amerika berdarah Palestina. Anak laki-laki ketiga dari pasangan J & R ini dilahirkan Brooklyn, Massachusetts, pada tanggal 20 November 1925, sedang giat berjuang untuk mendapatkan tiket ke Gedung Putih ketika pembunuhan itu terjadi. Tiga butir peluru pistol Sirhan Bishara Sirhan menghabisinya ketika dia merayakan kemenangannya di hadapan ribuan para pendukungnya di Hotel Ambassador, Los Angeles. Apabila saudaranya, JFK mati ditembak di Texas, daerah selatan, termasuk di dalamnya Alabama dan New Orleans yang sejak dahulu penduduknya dikenal sangat rasis, RFK mati ditembak di Los Angeles yang penduduknya terdiri dari multi etnis. Sentimen tak suka bangsa Arab, khususnya Palestina terhadap Amerika sangat kental pada waktu itu, maklumlah, pada tahun 1967 Israel yang didukung Amerika berhasil merebut sebagian besar wilayah negara-negara Arab, seperti Gurun Sinai di Mesir dan Dataran Tinggi Golan di Siria.

Tragedi masih berlanjut setelah peristiwa kematian RFK terhadap anak-anaknya, yakni berturut-turut Robert Kenedy Jr. mengalami kecanduan marijuana; pada tahun 1973 Joseph Kennedy (Joe), mengalami kecelakaan mobil bersama teman kencannya; David Kennedy, pada tahun 1984 tewas kelebihan dosis obat bius di sebuah hotel di Palm Beach, Florida; Michael Kennedy yang pernah terlibat “skandal” dengan baby sitter keluarganya, tewas dalam kecelakaan saat bermain ski di Aspen, Colorado.

Anak laki-laki bungsu pasangan J & R, Edward Moore Kennedy juga tidak lepas dari mata rantai peristiwa kelam seperti yang dialami saudara-saudaranya yang lain. Ted demikan panggilannya, terkenal dengan Peristiwa Chappaquiddick, nama sebuah sungai di Massachussets. Ia dan teman perempuannya, Mary Jo Kopechne, pada tahun 1969 mengalami kecelakaan mobil di sungai ini. Teman perempuannya mati tenggelam. Peristiwa ini menenggelamkan impiannya menuju Gedung Putih kalah bersaing dengan Jimmy Carter pada tahun 1980. Pada tahun 1973, putranya, Edward Kennedy Jr. harus mengalami amputasi kaki kanannya karena kanker. Kemudian pada tahun 1986, anaknya yang lain, Patrick Kennedy menjalani perawatan khusus karena kecanduan obat bius. Pada tahun 1991, saudara sepupunya, William Smith Kennedy dituduh memperkosa di Palm Beach, Florida. Terakhir, pada tahun 1991, keponakannya, John F. Kennedy Jr. bersama istrinya, Carolyne Bessette hilang dalam penerbangan dari New York ke Martha’s Vineyard, Massachussetts.
“Apakah setan mengutuk keluarga kami?”, keluhan ini meluncur dari mulut Ted tahun 1969 setelah Peristiwa Chappaquiddick. Kutukan setan? Bagi sebagian besar orang Amerika yang sudah terbiasa berpikir rasional dan bersikap liberal, istilah kutukan setan tentu bukan ranah pikiran mereka. Mereka dari sejak kecil sudah terbiasa diajarkan baik oleh orang tua dan sekolah cara berpikir yang menghasilkan alasan yang logis. Di Amerika orang dengan mudah mendapatkan senjata api jenis apa saja dibandingkan dengan negara-negara lain; kecelakaan pesawat terbang juga biasa terjadi di sana, bagi mereka naik pesawat seperti orang naik bis kota di Jakarta; kecelakaan olah raga ski, tentu tak ubahnya dengan kecelakaan olah raga yang lain seperti cedera lutut pada sepak bola, yang dialami oleh Ronaldo dari Brazil; sakit kanker, jantung koroner, diabetis mellitus adalah banyak penyakit yang umum terdengar di sana. Coba, Anda mau beri alasan apa yang logis untuk membuktikan bahwa klan Kennedy terkutuk karena dikutuk setan.

Jika Anda menyaksikan tragedi kematian atau kecelakaan menimpa pada satu keluarga, Anda dapat mengatakan peristiwa tersebut satu hal yang biasa; manusia pada saatnya akan mati pada waktunya dan sekali dalam hidupnya manusia juga hal biasa mendapat ujian dan cobaan; namun, … apabila peristiwa demi peristiwa tragedi berturut-turut menimpa hanya pada satu klan atau trah saja, apakah Anda masih berpikir, bahwa hal itu biasa saja. Di Indonesia, aku biasa mendengar banyak cerita tentang sebuah keluarga yang mencari kekayaan atau posisi jabatan dengan pergi ke Gunung Kawi, kemudian terdengar kabar bahwa pencari kekayaan dunia ini, anaknya yang ke sekian mati, mengalami kemunduran mental, dan begitu seterusnya pada anaknya yang lain. Paling hanya satu generasi habis ceritanya. Tetapi pada klan Kennedy, tragedi demi tragedi menimpa sampai 3 generasi. Kekuatan setan Irlandia-Amerika mungkin lebih dahsyat dibandingkan dengan setan Gunung Kawi. Tuhan berkata kepada bangsa Israel melalui Musa “ … engkau akan menjadi kedahsyatan, kiasan dan sindiran di antara segala bangsa, ke mana TUHAN akan menyingkirkan engkau … [Deutronomy xxviii:15-46]. Demikianlah kenyataannya yang terjadi pada klan ini, mereka menjadi buah bibir mungkin oleh para tetangga, teman-teman mereka di Amerika maupun di seluruh dunia.-
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar