Sabtu, 09 Februari 2013

Hidup Kita Tidak Bergantung Pada Harta

Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya : ”Apakah yang harus kuperbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat dimana aku dapat menyimpan hasil hasil tanahku. Lalu katanya : “Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan akan berkata kepada jiwaku …  [Lukas xii:13-21]. Tuhan tidak menghendaki Anda menjadi tamak dan sombong karena harta yang Anda miliki, karena semua yang ada pada Anda miliki datangnya dari Dia. Tuhan mengingatkan kepada Anda, bahwa walaupun Anda memiliki kelimpahan harta, harta tidak akan menjamin aman hidup masa depan Anda. Inilah salah satu alasan mengapa korupsi sangat beruratakar di bumi negara ini, yakni kekuatiran tidak memiliki sesuatu pun ketika sudah pensiun, maka seorang pejabat ketika masih memegang jabatan dengan menghalalkan segala cara, dia berusaha mendapatkan harta dan uang untuk jaminan hari tuanya.

Roti dari Tuhan.
Hidup bukanlah milik kepunyaan, tetap sesuatu yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia sebagai pinjaman. Walaupun orang kaya dalam perumpamaan ini disebut bodoh, Anda dapat melihat beberapa hal kepandaiannya, yakni tanahnya berlimpah-limpah dan dia berencana membangun lumbung yang lebih besar. Tanahnya berlimpah-limpah, artinya dia adalah seorang pekerja yang rajin, ulet, dan lihay. Ia berencana membangun lumbung yang lebih besar untuk hasil tanahnya yang berlimpah, artinya dia seorang yang berinisiatif dan inovatif. Dua hal yang dilakukan oleh orang kaya ini adalah dua kaidah kesuksesan, yakni jika Anda berhasil dalam hidup Anda, Anda harus kerja keras dan sering melakukan inovasi. Lalu apa salahnya pada orang kaya ini? 

Orang kaya ini mementingkan dirinya sendiri. Orang kaya ini terlalu banyak mengatakan aku, aku, aku dan seterusnya. Kata aku, 9 kata dan kata ku, 4 kata. Apa yang terucap dari bibir Anda itu adalah cermin keadaan hati Anda. Bagi orang Kristen hidup bukanlah perihal menjadi kaya secara finansial atau mengalami kesenangan dunia, melainkan memuliakan Allah di dalam Yesus Kristus melalui harta yang Anda miliki. Tuhan berpesan kepada kita, bahwa jika kita mau mengikuti Dia, kita harus melupakan atau menyangkal ke”aku”an kita demi orang lain, sebagaimana Dia menyangkal diri-Nya untuk kita yang berdosa ini. Tuhan tidak melarang Anda mencari kekayaan dan menjadi orang kaya, tetapi janganlah harta kekayaan membuat Anda terhalang masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Dengan cara bagaimana Anda memuliakan Tuhan : 1) Menyalurkan berkat. Anda semakin diberkati berlimpah-limpah, jika Anda tidak menahan [pelit] berkat-berkat yang Anda terima dari kemurahan-Nya. Tuhan menghendaki berkat-berkat-Nya juga bisa dinikmati oleh banyak umat-Nya, dan Anda adalah orang yang ditunjuk sebagai penyalur berkat-berkat-Nya. Terutama kepada saudara-saudaramu, tetapi tidak ada salahnya berkat-berkat yang Anda terima dari Tuhan Anda salurkan kepada para korban bencana alam, seperti gempa tektonik atau banjir supaya nama Tuhan dimuliakan di sana. Jangan lupa, rumah Tuhan juga memanggil kesetiaan Anda. 2) Jauhi godaan dunia. Akar segala kejahatan adalah dimulai dari menyintai uang. Jika seseorang tidak mau membagikan sebagian harta yang dimilikinya untuk orang lain, pikirannya juga berhenti sampai sebatas dirinya sendiri saja. Orang kaya dalam cerita perumpamaan ini tidak tahu hartanya yang banyak ini mau diapakan. Orang seperti ini akan menghabiskan hartanya tergantung bagaimana kondisi kebiasaannya saja. Misalnya, jika dia doyan main perempuan, uangnya akan dihabiskan untuk percabulan; jika dia doyan main judi, uangnya akan dihabiskan di meja judi, dan seterusnya. Jika Anda sama sekali tak mempunyai uang, apakah bisa mengajak perempuan nakal yang tarifnya puluhan juta rupiah? Anda mempunyai hikmat jauh berharga nilainya dibandingkan dengan harta kekayaan berlimpah. Jadi, milikilah hikmat terlebih dahulu sebelum memiliki kekayaan duniawi. Jika Anda memiliki hikmat dari Tuhan, Anda akan mempunyai kemampuan sebagai “penguasa harta”, bukan sebaliknya harta sebagai “penguasa Anda”. Salomo di dalam doanya permohonannya yang pertama adalah memohon kepada Tuhan supaya diberikan hikmat.

Suatu saat Anda meninggalkan kebanggaan Anda. Salomo membenci usaha yang dilakukannya dengan jerih payah dibawah matahari, sebab dia pada akhirnya dia harus meninggalkan kepunyaannya dan diserahkan kepada orang lain. Tidak ada yang tahu apakah orang yang berikut itu berhikmat atau tidak. Meskipun demikian orang yang berikutnya itu berkuasa atas segala usaha yang pernah dilakukan oleh Salomo. Anda datang telanjang dan pulang pun telanjang. Setiap orang di kolong langit ini pernah mempunyai satu kebanggaan. Ya, satu kebanggaan yang diraih dengan susah payah atau satu kebanggaan yang menempel begitu saja melalui nama keluarga yang disandangnya. Dengan susah payah, Kenny Roberts Sr., pembalap Amerika dari team Suzuki menjadi seorang kampiun Motor GP pada dekade 80-an. Dua puluh lima tahun kemudian kebanggaannya sudah berada di tangan Valentino Rossi, pembalap Italia dari team Yamaha, bahkan anaknya Kenny Robert Jr. tidak mampu menyamai reputasi ayahnya. Anda pun tak bedanya dengan Roberts Sr. maupun Rossi, suatu saat Anda akan meninggalkan segala kebanggaan Anda … termasuk isteri Anda. Good bye! Kesalahan kedua orang kaya dalam perumpamaan ini adalah dia lupa sama sekali, bahwa pada suatu hari dia akan mati tanpa bisa membawa harta kekayaan kebanggaannya. Tuhan mengajarkan kepada Anda supaya mengucap syukur di dalam segala perkara kepada Tuhan. Mengucap syukur artinya hati Anda ikhlas menerima satu keadaan yang Anda alami, mungkin menyenangkan, tetapi mungkin juga tidak, karena hari baik maupun hari malang, Tuhan juga yang menciptakan-Nya. Jadi, jika Anda telah memahami apa maknanya mengucap syukur di dalam segala perkara, artinya Anda siap menghadapi satu kondisi kebanggaan yang pernah Anda miliki diambil kembali oleh Tuhan. Setiap hari orang kaya dalam cerita ini memompakan ke dalam jiwanya kesenangan dunia terus, lupa tak satu kata pun dia mengucap syukur atas semua harta yang dimilikinya adalah kredit dari Sorga. Orang seperti ini jika pada suatu hari kehilangan kebanggaannya, pastilah dia tidak pernah siap menghadapinya. Di Jakarta jumlah penduduk yang mendapat gangguan kejiwaan telah meningkat sampai satu setengah juta jiwa. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang kemelut menghadapi tekanan ekonomi, seperti kehilangan pekerjaan, rumah ludes terbakar, usaha bangkrut, gagal menggapai impian, dan lain sebagainya. Jangan sampai Anda menjadi orang berikut. 

Hidup kita hanya bergantung atas kemurahan Tuhan yang berkuasa memberikan berkat kepada kita, bukan bergantung terhadap harta yang kita miliki saat ini. Hidup jangan mentang-mentang. Jangan sombong. Lihatlah dan belajarlah dengan yang telah terjadi di bumi Minang, yakni tangan Tuhan begitu mudahnya memporak-porandakan rumah-rumah orang kaya tinggal menjadi puing-puing. Harta bisa habis dimakan ngengat, gunakan hal-2 yang bermanfaat untuk kemuliaan Tuhan, dan simpan hartamu di Sorga.-


Indahnya Berhikmat
Orang berhikmat tahu apa yang dia lakukan,
Orang berhikmat bersandar kepada Tuhan.
Yang menyatakan kuasa lewat firman,
Dan firman-Nya adalah keniscayaan.

Orang berhikmat takut kepada Tuhan,
Ia menyadari takut kepada Tuhan awal pengetahuan.
Orang berhikmat tak buta dengan kefanaan,
Ia menyadari hikmat lebih berharga dari pada emas dan berlian.

Orang muda dididik di jalan yang benar,
Hari tuanya selalu ingat yang telah diajar.
Selagi muda banyak belajar,
Supaya hidupnya tahu ajar.

Orang berhikmat menjaga pergaulan,
Lidahnya tak terucap kata bualan.
Langkahnya panjang penuh perhitungan,
Hatinya tulus berbelas kasihan.

Hikmat Tuhan mengenyangkan jiwanya,
Seperti lemak dan sumsum mengenyangkan perutnya.
Ia meletakkan hikmat Tuhan di dahinya,
Tuhan memenuhi pikirannya dengan hikmat-Nya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar