Rabu, 06 Februari 2013

Dipersatukan Di Dalam Tuhan

In Christ.
Demikianlah mereka bukan dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan oleh Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia [Mat. xix:6]. Pada hari Sabtu, 31 Oktober 2009 pukul 09:30 waktu Indonesia bagian barat aku dan isteriku telah menghadiri prosesi pemberkatan pernikahan di Gereja Katedral Katholik, Lapangan Banteng, Jakarta. Kami terlambat 30 menit, karena itu kami memilih tempat duduk paling belakang.

Penutupan prosesi diakhiri pidato singkat oleh anak laki-laki ke dua dari keluarga pengantin perempuan. Dua ekor keledai menikah … demikian pembukaan pidatonya. Keledai adalah binatang yang tampak dungu tapi penurut. Perkawinan adalah satu bentuk pengabdian kepada Allah di dalam Kristus, karena melalui perkawinan Anda bersatu di dalam Kristus meluaskan Kerajaan Sorga di bumi. Demikianlah, jika Anda bersedia dipakai oleh Tuhan, Anda harus tampak bodoh di hadapan-Nya dan penurut.

Perkawinan adalah lembaga milik Tuhan yang diberikan kepada manusia supaya Anda menikmati keindahan masa depan seperti yang dikehendaki oleh-Nya. Tuhan sendiri yang menghendaki kehidupan perkawinan Anda serasa anggur manis sepanjang masa, karena rancangan Tuhan terhadap Anda adalah rancangan damai sejahtera. Namun, jika Anda menjumpai sebuah rumah tangga yang porak poranda, Tuhan tidak bisa disalahkan; karena dari sejak semula Allah menciptakan seluruh sistem kehidupan di semesta alam ini baik adanya. Tidak ada suami atau isteri yang sempurna, sebaliknya satu terhadap yang lain harus menerima kekurangannya masing-masing dengan hati ikhlas.

Dipersatukan Di Dalam Kristus.
Pada mulanya air sungai mengalir lancar, tetapi karena perbuatan manusia yang serakah, banyak pohon di hutan ditebangi untuk industri tanpa bertanggung jawab melakukan recovery, hutannya jadi telanjang. Hutan tidak berfungsi lagi sebagai resapan air hujan karena ketika musim hujan tiba air hujan mengalir dibekas hutan gundul dengan bebasnya dan tanah di pinggir sungai terkikis masuk ke dalam sungai. Pada musim penghujan berikutnya selama bertahun-tahun semakin banyak tanah yang masuk ke dalam dasar sunyai, dan akhirnya sungai ini menjadi aliran lumpur. Karena itu, jika pada musim penghujan berikut datang terjadi luapan air yang tidak tertampung oleh sungai dan terjadi banjir, jangan menyalahkan Tuhan. Pada jaman doeloe ketika kuda masih gigit besi, mana ada ceritanya Malang walaupun sewilayah kecil, Makassar, Samarinda, dan … desa Talun, kampung halamanku di Blitar banjir. Tuhan sendiri yang memerintahkan manusia untuk mengelola bumi ini dan seluruh isinya, tetapi yang terjadi adalah luapan banjir dimana-mana. Jangan menyalahkan Tuhan.

Nah, ketika Anda memutuskan untuk mengelola sebuah rumah tangga, Anda harus tahu siapa yang hadir di dalam perkawinan Anda. Adakah Tuhan hadir dalam perkawinan Anda? Adakah restu dari orang tua Anda? Dahulukan Tuhan dan hormatilah ibu bapamu. Jika dua hal ini ada di dalam lembaga perkawinan yang Anda jalani, Tuhan pasti melindungi masa depan rumah tangga Anda. Kisah perkawinan di Kana, kedua mempelai menghadirkan Yesus Kristus di dalam pesta pernikahan mereka. Jangan lupa mengundang Tuhan di dalam peneguhan perkawinan Anda, supaya selamat kehidupan rumah tangga Anda.      

Jangan lupa mengundang Yesus.
Pada zaman sekarang ini, terlebih memasuki abad XXI, terlalu mudah bagi banyak  pasangan suami isteri mengambil keputusan bercerai. Bertahun-tahun telah membina rumah tangga dan anak-anak telah tumbuh dewasa, kemudian begitu mudah mengambil keputusan bercerai dengan alasan yang seperti dicari-cari saja, seperti perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat seharusnya telah disadari sejak masa pacaran. Setiap orang percaya harus menyadari, bahwa setiap individu pasti ada perbedaan pandangan hidup. Memang ada saatnya terdapat pandangan hidup yang sangat ekstrem membuat pasangan pasangan suami isteri harus berpisah, tetapi inisiatif perpisahan ini jangan berasal dari Anda yang tetap setia terhadap Sang Kebenaran. Misalnya, pasangan hidup Anda pindah keyakinan.

Tanamkanlah di dalam pikiran Anda sejak Anda menerima sakramen pernikahan, bahwa segala perkara rumah tangga mampu Anda atasi karena Allah Yang Perkasa, El Gibbor di dalam Kristus memberi kekuatan menyelesaikan masalah yang Anda hadapi. Ingatlah, bahwa kuasa Tuhan lebih perkasa dari masalah yang sedang Anda hadapi. Jika Anda berpikir bisa, Anda pasti bisa. Apa yang Anda imani, itulah yang terjadi dalam hidup Anda. Jika Anda berpikir tetap bersatu sampai maut memisahkan di dalam Kristus dan mengimaninya, jadilah apa yang imani. Orang gampang bercerai, karena pikiran manusia yang diletakkan di dalam pikirannya, yakni cerai, cerai, cerai, … cari lagi, cerai lagi, cari lagi. Namun, Anda sebagai manusia yang telah diperbaharui hidup Anda di dalam Kristus, Anda telah meletakkan pikiran Tuhan di dalam pikiran Anda, yakni apa yang telah dipersatukan oleh TUHAN tidak boleh diceraikan oleh manusia.-



BERKAT ATAS RUMAH TANGGA
Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas zaitun sekeliling mejamu!
Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat anak-anak dari anak-anakmu!
Damai sejahtera atas Israel!
[Psalm cxxviii].    
  



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar