Rabu, 03 Juni 2015

Seorang Laki-Laki Dari Ur Kasdim

Kota Ur terletak di sebelah selatan lembah Mesopotamia di tepi sungai Efrat, masuk wilayah negara Republik Isalam Irak, sekarang disebut kota Nassiryah. Melihat lokasi kota ini lebih dekat ke kota Basra dibandingkan dengan Baghdad, ibu kota Irak sekarang, maka kemungkinan kota ini menjadi jalur lintasan perdagangan antara Baghdad dan Basra. Temua arkeologi di Ur menunjukkan, bahwa pendidikan dasar telah berkembang baik secara luas pada masa Abraham. Murid-murid diajarkan oleh guru untuk membaca, menulis, dan matematika. Mereka menulis dengan menggunakan lempengan tanah liat yang telah dipipihkan. Abraham berasal dari kalangan atas di kota ini tentu bukan saja berkecukupan secara ekonomi, tetap[i juga terpelajar.

Silsilah Abraham dimulai darai Sem anak Nuh, yakni Sem, Arpakhsad, Seleh, Eber, Peleg, Rehu, Serug, Nahor, dan Terah. Anak Terah adalah Abraham, Nahor, dan Haran [Kejadian 11:10-28]. Lot adalah keponakan Abraham, anak Haran. Ketika Terah masih hidup, matilah Haran di kota kelahirannya, Ur. Abraham kawin dengan Sarah dan Nahor kawin dengan Milka, anak Haran. Jadi, Nahor kawin dengan keponakannya sendiri. Terah membawa Abraham dan Sarah, istri Abraham, dan Lot, cucunya ke Kanaan dan menetap di Haran. Di kota ini Terah mati pada usia dua ratus lima tahun.

Tidak ada penjelasan lebih jauh sekaya apa secara ekonomi kehidupan Abraham. Tidak ada penjelasan lebih rinci seberapa dekat hubungan dia terhadap Tuhan, mengingat lingkungan kehidupan sosial keagamaan di Ur penuh dengan kekafiran. Pneduduk di Ur menyembah dewa bulan bernama Nanna. Di kota ini terdapat kuil penyembahan terhadap dewa ini. Membaca kitab-kitab lain tentang orang-orang yang dipanggil oleh Tuhan selalu ada prolognya, sebaliknya terhadap Abraham, Tuhan langsung memanggil begitu saja. Jadi, sebenarnya kejadian Abraham dipanggil oleh Tuhan, terjadi secara "tiba-tiba saja", mungkin dia sedang duduk menyendiri atau sedang apa , tak ada orang lain tahu. Sendirian saja.

Tuhan memanggil seseorang selalu dimulai bukan berarti orang ini paling benar. Tidak ada orang benar di bawah langit, sebab semua orang telah jatuh ke dalam dosa. Tuhan memanggil Abraham sebab Dia adalah Allah Yang Mahatahu dan menjadi ketetapan mutlak-Nya, sehingga suatu permulaan yang baik harus terjadi supaya janji keselamatan yang telah ditetapkan oleh Tuhan pasti akan berlangsung sampai tergenapi. Abraham dipanggil oleh Tuhan dalam suasana tenang, yakni suara Tuhan yang langsung memanggilnya [Kejadian  pasal 12]. Roh Tuhan hadir dalam suasana yang membuat dia tetap damai dan tenteram. Satu perintah saja diberikan oleh Tuhan kepadanya untuk segera dilaksanakan pada saat itu juga, yakni, dia harus segera pergi dari negeri asalnya dan dari sanak saudaranya dan dari rumah ayahnya ini ke satu negeri yang akan ditunjukkan oleh Tuhan kepadanya [ayat 1]. Perintah ini telah dilaksanakan olehnya. Ia bersama Sarah, istrinya, Lot, keponakannya, dan orang-orang yang telah didapatkan di Haran. Mereka menuju Kanaan. Dan, sampailah mereka di dekat Sikhem tidak jauh dari Jerusalem. Kemudian rombongan keluarga ini bergerak terus sampai di satu tempat antara Betel dan Ai, dia membangun mezbah untuk Tuhan, dan di tempat ini dia memanggil Sesembahannya dengan YAHWEH, artinya "Yang ada dengan sendirinya ada". Sebelum perintah ini dilaksanakan olehnya, langsung dilanjutkan dengan janji-janji Tuhan kepadanya, yakni :

Pertama, Tuhan akan membuat dia menjadi bangsa besar [ayat 2]. Janji ini telah digenapi dalam bentuk fisik, yakni bangsa Yahudi sebagai pemeluk agama Yahudi ada di Amerika, Eropa, Afrika, Australia, dan Timur Tengah [dari Mesir sampai ke Persia], sementara keturunan secara rohani ada di seluruh dunia sebagai orang Kristen dan Katholik. Kedua, Abraham menerima berkat duniawi dari Tuhan melalui orang-orang fasik, seperti ternak, perak, dan emas [Kejadian 13:2]. Ketiga, Tuhan membuat nama Abraham masyhur [ayat 2]. Nama Abraham banyak disebut orang, sebab dia dihormati oleh banyak kaum di muka bumi sampai sekarang ini oleh umat Yahudi [bangsa Israel], Islam [bangsa Arab], Kristen dan Katholik [segala bangsa]. Ia adalah bapa orang beriman. Keempat, Tuhan menjadikan Abraham dan keturunannya, bahwa kehadirannya menjadi berkat banyak bangsa [ayat 2]. Kelima, Tuhan memberkati semua orang yang memberkati dia dan keturunannya [ayat 3]. Janji ini telah terbukti dalam kehidupan sehari-hari Abraham dan pada abad berikutnya telah menjadi jelas, bahwa negara mana saja yang memperlakukan orang Yahudi [bangsa Israel] dengan baik telah menjadi negara damai dan sejahtera. Bagaimana dengan negara Indonesia? Keenam, Tuhan berfirman, bahwa melalui dia, maka semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat [ayat 3]. Janji ini membawa implikasi mesianis, bahwa semua bangsa akan mendapat berkat kasih karunia keselamatan dari Tuhan melalui anak yang dijanjikan oleh Tuhan kepada Abraham. Walaupun terjadi banyak hambatan di seluruh dunia, berkat kasih karunia keselamatan dari Tuhan telah diterima oleh banyak bangsa . Umur Abraham telah mencapai tujuh puluh lima tahun ketika tiba di Kanaan. Tuhan meneguhkan semua janji-Nya, bahwa hanya keturunannya yang menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

Walaupun dia seorang yang ditunjuk oleh Tuhan bukan berarti hidupnya bebas tanpa ujian. Ujian hidup itu selalu ada, bahkan berlapis-lapis. Ujian itu ada untuk semakin mendewasakan rohani seseorang. Ketika kelaparan menimpa Kanaan dengan hebat, maka pergilah dia dan istrinya menuju Mesir. Di negeri ini dia berkata kepada Firaun, raja Mesir, bahwa Sarah itu adalah adiknya, sebab dia berharap supaya dia tidak dibunuh oleh orang Mesir. Dan, Firaun banyak berbuat baik kepadanya, sebab Firaun menginginkan Sarah menjadi gundiknya. Abraham mendapat mendapat banyak budak, ternak, emas, dan perak. Tuhan menimpakan bencana terhadap Firaun dan seluruh pegawai istana sebab membawa Sarah ke dalam istananya. Firaun melepaskan Abraham dan seluruh miliknya keluar dari Mesir. Ia kembali ke Kanaan.

Tidak lama setelah kembali ke Kanaan dari Mesir, dia menghadapi kondisi yang tidak menyenangkan, yakni seringkali terjadi pertengkaran antara gembala-gembalanya dan gembala-gembala Lot. Ia mengusulkan kepada Lot supaya berpisah saja, tetapi dia memberi kesempatan pertama kepada Lot untuk memilih daerah mana yang diinginkan oleh keponakannya. Lot memilih Lambah Jordan dan sekeliling Laut Mati yang tampak oleh sejauh mata memandang hijau dan subur. Kalau aku ke timur, engkau ke barat, kata Abraham. Ia tetap mendiami Kanaan seperti perkataan Tuhan. Walaupun dia telah berpisah dengan Lot, dia tetap memberi pertolongan kepada Lot ketika keponakannya dirampok dan dia bersama orang-orangnya berhasil mengembalikan semua harta Lot. Atas keberhasilannya ini, maka dia diberkati oleh Melkisedek, imam Allah Yang Mahatinggi dan raja Salem dan Abraham mempersembahkan sepersepuluh hartanya kepada raja ini.

Untuk menghilangkan keraguan Abraham atas janji-janji-Nya, Tuhan memperlihatkan bintang-bintang di langit pada waktu malam kepadanya. Ia diminta menghitung jumlah bintang-bintang di langit yang jumlahnya tak terkira, maka pemandangan bintang-bintang di langit itulah jumlah keturunannya. Ia mempercayai perkataan Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan sikapnya ini sebagi kebenaran. Tuhan menunjukkan bintang-bintang di langit tentu hal ini membuat dia berimajinasi tentang masa depannya. Tuhan memberi jaminan, bahwa Dia selalu menjaga dirinya dan istrinya. Mungkin dia mempunyai persepsi yang salah tentang janji Tuhan. Anyway mempunyai anak yang ada di dalam pikirannya, sedangkan Sarah sudah sangat tua. Istrinya mengizinkannya untuk mengambil Hagar, budaknya, seorang perempuan Mesir, maka lahirlah bagi dia Ismael.

Tuhan tidak pernah memberi perintah supaya Abraham mengambil Hagar sebagai istri kedua. Bagaimana sampai ada pemikiran mengambil Hagar yang dianggap sebagai solusi? Hammurabi adalah seorang raja yang pernah berkuasa di Babilonia. Ia pernah mengeluarkan undang-undang yang menyatakan, bahwa seorang istri mengizinkan suaminya untuk mengambil seorang budaknya perempuan sebagai istri kedua, supaya keluarga ini mempunyai anak sebagai penyambung keturunan. Jadi, Abraham mengambil Hagar, hambanya sebagai istri kedua adalah inisiatif Sarah saja. Mereka mengambil keputusan yang salah berdasarkan adat istiadat yang pernah mereka kenal di negeri asal mereka dulu.

Tuhan mengokohkan janji-janji-Nya kepadanya dengan perintah melakukan sunat, yakni pemotongan kulit paling ujung depan batang kontol [penis], bagi Abraham dan seluruh anak laki yang bersamanya, baik anak sendiri maupun hamba-hambanya. Ternyata ... Ismael bukan anak yang dijanjikan oleh Tuhan kepada Abraham, melainkian anak yang akan dilahirkan oleh Sarah. Ismael bukan anak yang diizinkan hidup di hadapan Tuhan. Ismael adalah leluhur bangsa Arab yang mendiami banyak negara Arab saat ini. Tuhan telah menyatakan janji kepada Abraham, bahwa Ismael juga diberkati dengan berkat-berkat ekonomi. Negara-negara seperti Saudia Arabia, Irak, Kuwait, Qatar, Oman, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Yaman Selatan adalah negara-negara Arab pengekspor minyak mentah di Timur Tengah. Mereka secara ekonomi memang kaya dari hasil ekspor minyak mentah, tetapi perilaku mereka seperti keledai dungu. Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun ketika disunat.

Pilihan Lot atas Lembah Jordan telah membukakan mata bagi orang percaya, bahwa pilihan yang dilandasi oleh keinginan duniawi akan menjadi bencana luar biasa dahsyat. Abraham menetap di Kanaan atas perintah Tuhan adalah berkat bagi seluruh keturunannya sampai sekarang. Sodom berdekatan dengan Gomora di Lembah Jordan, maka Sodom dan Gomora sering disebut kota kembar. Lot dan keluarganya berdiam di Sodom. Kedua kota ini penuh dengan kemaksiatan, yakni hubungan seks bebas dan penyimpangan hubungan seks yang normal. Kedua kota ini dimusnahkan oleh Tuhan melalui bencana hujan bara belerang. Dampak bencana ini sangat luar biasa, yakni radius puluhan kilometer dari Sodom-Gomora meliputi seluruh Dataran Jordan menjadi hangus total dan sampai hari ini merupakan dataran tidak subur bagi tanaman. Kanaan yang sekarang disebut Republik Israel adalah dataran yang semula gersang telah diolah menjadi tanah pertanian subur dan menjadi tempat tujuan wisata ziarah tiga agama besar, Islam, Kristen, dan Yahudi, yakni kota Jerusalem. Bagaimana keadaan Lot pada waktu bencana terjadi? Melalui doa syafaat Abraham, maka Tuhan menyelamatkan Lot dari bencana penghancuran kedua kota maksiat ini. Lot adalah nenek moyang keturunan orang Moab melalui incest anak perempuan Lot pertama, dan keturunan orang Amon melalui incest anak perempuan kedua. Orang Moab mendiami Jordan bagian selatan, sedangkan orang Amon mendiami Jordan bagian utara.

Kemudian Abraham menetap di Gerar di wilayah Kanaan bagian selatan sebagai orang asing. Penguasa kota ini adalah seorang raja bernama Abimelekh. Tidak ada bukti arkeologi yang menguatkan, bahwa Abimelekh adalah orang Filistin yang sering mengganggu orang Israel pada masa Hakim-Hakim, mengingat letak Gerar 17 kilometer dari Gaza. Urusan Abraham dengan Abimelekh menyerupai urusannya dengan Firaun. Raja ini memerintahkan komandan pengwal istana untuk mengambil Sarah. Pada malam harinya Tuhan berbicara kepada raja ini melalui mimpi yang membuat dirinya selama tidur mengalami pikiran gelisah sangat hebat. Pada hari masih pagi sekali, raja mengembalikan Sarah kepada Abraham, dia memberikan seribu syikal perak sebagai tanda kesucian Sarah, memberikan banyak budak laki dan perempuan, dan banyak ternak kepada Abraham. Abraham pun diizinkan menetap di mana pun dia mau di Gerar. Satu tahun kemudian, lahirlah Ishak dari rahim Sarah. Delapan hari setelah kelahirannya, Ishak pun disunat. Sarah tidak menyukai Ishak bergaul akrab dengan Ismael, maka atas permintaan Sarah, Abraham harus mengusir Hagar dan Ismael. Dengan hati berat Abraham mengusir Hagar dan Ismael keluar dari lingkungan keluarga Abraham. Peristiwa pengusiran Hagar dan Ismael masih di wilayah Kanaan bagian selatan. Hagar dan Ismael mengembara di gurun sekitar Bersyeba.

Menjadikan Ishak sebagai korban bakaran atas perintah Tuhan adalah peristiwa ujian iman terberat terhadap Abraham. Prosesi korban bakaran sudah ada pada masa itu dan berlangsung di lingkungan agama-agama kafir demi menyenangkan dewa sehingga dewa tidak murka lagi. Tuhan menggunakan sarana agama kafir untuk menguji ketaatan Abraham. Iman adalah ketaatan. Tuhan menuntut ketaatan mutlak dari Abraham terhadap Tuhan secara pribadi, sebagaimana Tuhan juga menuntut ketaatan mutlak dari Adam terhadap perintah-Nya, tetapi Adam gagal. Ketika pisau siap dihunus ke leher Ishak, datanglah malaikat Tuhan menghalanginya. Tuhan mengetahui, bahwa Abraham telah menunjukkan ketaatannya kepada Tuhan. Tuhan telah menyediakan domba jantan pengganti Ishak sebagai korban bakaran.

Sarah meninggal pada usia seratus dua puluh tujuh dan dimakamkan di Makhpela. Abraham tidak mau Ishak menikah dengan perempuan Kanaan yang masih kafir, maka Ishak dinikahkan dengan Ribka anak Betuel, anak Nahor, keponakannya. Jadi Ishak menikah dengan keponakannya sendiri. Tidak lama kemudian Abraham meninggal dalam usia seratus tujuh puluh lima tahun dan dimakamkan di Makhpela juga. Sampai sekarang makam Abraham dijaga oleh tentara Republik Israel. Sampai di sini riwayat Abraham the man from Ur-Kasdim. Firman Tuhan yang telah tertulis di dalam Alkitab adalah kebenaran yang telah dimeteraikan oleh darah Kristus.-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar