Senin, 18 Mei 2015

Yesus Telah Menyelesaikan Tugas

"Sudah selesai."

Tujuan Yesus datang di bumi adalah menjalan tugas yang telah diberikan oleh Bapa untuk menyelamatkan manusia. Yesus telah menyelesaikan tugas ini dengan sempurna, yakni Dia mati di kayu salib sebagai tebusan dosa semua orang percaya. Orang percaya dibenarkan oleh Bapa, sebab menerima kebenaran ini. Kristus telah menyelesaikan tugas, artinya Dia bertanggungjawab. Manusia tidak dapat bertanggungjawab, sebab manusia telah jatuh ke dalam perhambaan dosa. Manusia hanya dapat menyalahkan orang lain, sebaliknya Kristus, satu-satunya manusia yang dapat bertanggungjawab dengan sempurna, sebab Roh Tuhan ada pada-Nya. Peristiwa ini dimulai dari Taman Eden, ketika Tuhan memberi perintah kepada Adam supaya jangan memakan buah dari satu pohon yang tumbuh di tengah taman ini, sebab pada saat memakan buah ini dia pasti mati. Adam tidak mematuhi perintah Tuhan, maka tetap saja dia memakan buah larangan ini sampai habis sebab enak. Tuhan bertanya kepadanya mengapa melanggar perintah-Nya? Adam berkata kepada Tuhan, bahwa Hawa, perempuan yang diberikan oleh-Nya sebagai temannya telah memberikannya untuk memakan buah larangan ini. Selanjutnya, Hawa berkata bahwa setan telah membujuknya supaya bersedia memakan buah larangan ini.

Dosa adalah suatu bentuk pemberontakan manusia melawan Tuhan. Pada saat manusia jatuh ke dalam dosa, dia sudah mati, yakni kehidupan rohani orang ini sudah mati. Rohani adalah segala sesuatu yang berkaitan antara roh dan Roh. Dalam keadaan berdosa hubungan antara roh manusia dan Roh Tuhan terputus. Untuk memulihkan hubungan yang telah terputus ini harus dilakukan penebusan, yakni dilakukan korban penebusan dosa. Tidak ada penghapusan dosa tanpa penumpahan darah. Di dalam darah ada kehidupan, tanpa darah semua makhluk hidup pasti mati. Dalam keadaan berdosa kehidupan manusia seperti orang tanpa darah, yakni mati, walaupun hidup secara fisik, rohaninya mati. Kristus menjadi jembatan penghubung antara roh manusia terhadap Roh Tuhan, tanpa melalui Kristus, maka siapa pun tidak ada yang dapat sampai kembali ke tempat Bapa di Sorga. Roh Tuhan memberi kehidupan, sebab Roh Tuhan mempunyai kuasa menghidupkan yang mati.

Orang Kristen harus bertanggungjawab terhadap Tuhan atas tugas utamanya. Setiap individu orang Kristen mempunyai tanggungjawab melanjutkan tugas yang telah dilaksanakan oleh Kristus, yakni memanggul salibnya dan menyalibkan dirinya demi saudara-saudara lainnya yang belum menerima Kristus. Tugas utama bagi setiap orang Kristen adalah mewartakan Injil Kristus. Yesus Kristus memerintahkan, bahwa setiap individu orang percaya harus menjadi saksi Kristus mulai dari Jerusalem, Samaria, Judea, dan sampai ke ujung-ujung bumi, yang mempunyai makna dimulai dari lingkungan keluarga, gereja, bangsa, dan segala bangsa. Menjadi saksi Kristus, artinya mewartakan kabar keselamatan kekal dari Bapa pencipta langit dan bumi melalui Anak, yakni Yesus Orang Nazaret. Tugas utama ini harus dilaksanakan dalam segala kesempatan yang ada. Betapa pun sulitnya memberitakan firman kepada orang yang belum mengenal Kritus, tetapi celah-celah sempit selalu ada untuk menabur benih firman Tuhan. Roh Tuhan memberi keberanian pada saat yang tepat menurut kehendak-Nya, maka pada saat itu orang percaya mempunyai kuasa mewartakan Injil Kristus. Petrus pada mulanya adalah orang penakut. Namun, Roh Tuhan mengubah hidupnya menjadi orang yang berani mewartakan Injil. Orang percaya tidak berpangkutangan, sebaliknya turut berpartisipasi menggenapi berkat kasih karunia keselamatan dari Bapa setelah Kristus menyelesaikan tugas-Nya.

Keluarga Kristen bertanggungjawab terhadap Tuhan atas pendidikan anak. Setiap orang Kristen yang sudah berposisi  sebagai orang tua bertanggungjawab atas pendidikan rohani anak-anak mereka dari sejak dini. Pada setiap kesempatan yang ada orang tua berbicara tentang firman Tuhan dan meletakkan perkataan Tuhan di dahi setiap anak sebagai ingatan yang ditanamkan di dalam loh-loh daging sepanjang masa. Jangan dibiarkan anak-anak orang percaya bergaul terlalu akrab dengan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dan semua keturunan bangsa Edom dan Moab di padang pasir. Ini peringatan dari Tuhan yang diucapkan lebih dari satu kali kepada bangsa Israel. Lebih baik mencegah dari sejak awal tidak memberi peluang terhadap serigala-serigala untuk mencuri domba-domba dari kandang domba. Tuhan memberi kesempatan terhadap domba-domba yang telah meninggalkan Gembala Agung untuk kembali lagi, walaupun peluangnya kecil, sebab domba-domba yang telah dicuri oleh serigala, biasanya sulit kembali, mereka telah terbuai oleh janji-janji kosong.

Gembala bertanggungjawab terhadap Tuhan atas domba-dombanya. Setiap orang Kristen yang memegang jabatan terutama sebagai gembala bertanggungjawab kepada Tuhan atas persatuan domba-domba yang digembalakannya. Bersatu dalam iman kepada Allah di dalam Kristus dan dalam pengajaran yang benar. Petrus diberi perintah oleh Gembala Agung, yakni Yesus Orang Nazaret untuk menggembalakan semua domba-domba-Nya. Tongkat gembala kepemimpinan domba-domba Kristus berlanjut secara estafet terhadap gembala-gembala lain yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Namun, dalam perjalanan sejarah domba-domba Kristus di seluruh dunia terpecah-pecah dalam kelompok-kelompok ajaran yang berbeda satu terhadap yang lain, walaupun tetap di dalam iman kepada Kristus. Mereka terpisah-pisah atau terkotak-kotak sebab kekerasan hati manusia dalam mempertahankan tafsiran yang dianggap paling benar.

Gembala tidak boleh terlibat dalam kegiatan politik praktis, seperti mendukung suatu partai politik, sebab kondisi seperti ini kondisi seperti ini dapat memecah persatuan ummat. Walaupun tidak menjadi anggota partai politik tertentu, khotbah harus menghindari dukungan terselubung terhadap partai politik tertentu. Pilihan partai politik tertentu adalah rahasia pribadi bapak gembala. Bebas dan rahasia. Dunia politik adalah tempatnya konspirasi kotor, maka jarang sekali dijumpai seorang politisi berdedikasi tinggi terhadap kepentingan rakyat, yang banyak terjadi justru adalah sebaliknya, yakni berdedikasi terhadap partai. Apa yang dapat diharapkan dari seorang gembala yang tidak bersikap jujur terhadap kepentingan domba-dombanya? Di Jakarta ada juga dijumpai gembala yang terang-terangan pro terhadap partai politik tertentu. Tidak mengherankan gembala seperti ini ditinggalkan oleh domba-dombanya.

Skandal seks dan keuangan gereja adalah wajah kelam kehidupan pribadi gembala dan keluarganya. Gembala juga tidak boleh possesif terhadap perpuluhan jemaat, walaupun dia mempunyai otoritas penuh persembahan ini. Tidak sedikit gembala klas dunia jatuh ke dalam skandal keuangan gereja sehingga berurusan dengan pengadilan negara dan divonnis penjara. Banyak gembala menikmati previlage ini yang didapatkan dari persembahan domba-dombanya. Gembala, pekerja gereja dan pengabar Injil, mereka bukanlah malaikat, melainkan manusia biasa saja yang dapat jatuh ke dalam berbagai kejahatan, maka kita seharusnya mendoakan mereka supaya mempunyai kemampuan pengendalian diri.

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman [2 Timotius 4:7]. Aku sering menjumpai perkataan indah ini tertulis dengan tinta emas di atas batu nisan orang Kristen. Perkataan ini seharusnya jangan menghiasi batu nisan saja, tetapi orang Kristen juga harus melakukan peran sebagai orang percaya yang bertanggungjawab ketika masih hidup di dunia. Tuhan menyadarkan kita, bahwa orang percaya harus melanjutkan tanggungjawab yang pernah dipikul oleh Kristus, yakni menggenapi janji Allah untuk keselamatan kekal segala bangsa.-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar