Minggu, 30 Oktober 2016

Generasi Muda Bagi Pertumbuhan Gereja

Ketika tunas baru tumbuh dari sebatang pohon yang tertanam di tepi aliran sungai, tunas ini akan bertumbuh dan bercabang semakin rimbun seiring dengan waktu yang berjalan terus, sementara batang di bawahnya menyangga bagi pertumbuhan yang ada di atasnya dengan akar-akar yang juga semakin kokoh ke bawah menembus tanah. Pada waktunya pohon ini selalu berbuah sangat lebat pada setiap musimnya dan tak mengenal kekeringan. Demikian pula dengan pertumbuhan gereja yang ibaratnya seperti pohon kecil yang tumbuh sebagai tunas muda dimulai dari beberapa belas orang saja. Gereja dengan jumlah anggota jemaat yang besar selalu dimulai dari gereja kecil yang semakin tumbuh dengan pertambahan jiwa-jiwa baru seiring dengan perjalanan waktu. Gereja kecil memiliki jumlah anggota dua ratus jiwa, gereja menengah memiliki tujuh ratus sampai seribu jiwa, sedangkan gereja besar kisaran antara dua ribu sampai empat ribu jiwa. Namun, ada juga gereja yang mempunyai kapasitas di atas empat ribu jiwa.

GBI Rahmat Allah Bekasi (2012).

GBI Rahmat Allah Bekasi.
Pertumbuhan jiwa-jiwa gereja baru selalu diawali oleh gerakan kaum muda. Gereja sangat membutuhkan kaum muda yang innovatif dan kreatif, bersemangat menumbuhkan kegairahan kebaktian di gereja. Kegiatan gereja tidak hanya bertumpu mendengarkan firman Tuhan dari mimbar, melainkan juga diisi dengan kegiatan-kegiatan lain yang membuat seluruh umat selalu mempunyai roh yang menyala-nyala untuk memuliakan Tuhan. Orang yang memiliki roh yang menyala-nyala pasti di dalam sanubarinya rindu terus untuk datang ke gereja, sebab baginya lebih baik seribu hari berada di rumah Tuhan dari pada berada di tempat lain, seperti shopping di mall, diskotik, clubbing di coffee shop, dan seterusnya. Gerakan kaum muda terdiri dari tunas remaja senior high school usia belasan tahun sampai dewasa muda lulusan universitas. Mereka adalah penggerak gereja. Biarkan kaum muda Kristen menikmati tumbuh berkembang masa remaja di gereja. Masa depan gereja berada di tangan kaum muda.

GBI Rahmat Allah.
Dari mana datangnya kehidupan gereja? Gereja harus hidup? Untuk hidup, maka gereja harus mempunyai roh yang membuat gereja hidup. Gereja mengalami pertumbuhan rohani sebab kehadiran Roh Kudus pada setiap jiwa yang terlibat di dalamnya, khususnya jiwa-jiwa kaum muda. Kondisi rohani yang mengalami pertumbuhan membuat gereja semakin hidup. Pewartaan firman Tuhan di mimbar yang faktuil untuk masalah sentral masa kini dari seorang gembala yang diurapi oleh Roh Kudus, maka tak salah lagi pasti membangkitkan semangat kaum muda. Kegairahan rohani memenuhi gereja bukan disebabkan menghadirkan pengkhotbah terkenal dari luar yang mempunyai kharismatik, melainkan kuasa Roh yang menghidupkan gereja. Kuasa Roh hadir di dalam gereja apabila umat Tuhan bersungguh hati menjadikan tubuh masing-masing menjadi bait kediaman Roh Kudus. Bait Roh Kudus itu kudus dan mulia, maka kaum muda remaja dari sejak dini banyak belajar dari suara Tuhan untuk menjaga kekudusan hidup. Orang yang berbahagia adalah orang yang mau mendengarkan suara Tuhan dan memelihara perintah Tuhan di dalam dirinya.

Issue sentral dan faktuil yang mengancam generasi muda gereja masa kini adalah seks bebas dan obat-obatan psikotropika atau drugs. Iblis memilih jalur ekonomi adalah pilihan klasik untuk menggoda generasi muda. Iblis menggoda keinginanmu melalui segala gerak-gerikmu yang merefleksikan isi hatimu terdalam. Misalnya : ekor matamu melirik seorang anggota jemaat perempuan muda masih singel atau mungkin sejenis tante Portifar mengenakan pakaian yang membuat engkau berahi. Inilah awalnya godaan Iblis terhadap imanmu. Orang yang dalam posisi ekonomi mapan dompetnya penuh uang, maka dia berpikir lebih lanjut akan mengajak perempuan muda ini ke hotel. Hanya orang yang mempunyai yang mempunyai uang dalam jumlah besar yang dapat tidur di hotel mewah, bukan? Hai, kaum perempuan remaja dan perempuan dewasa datanglah ke rumah Tuhan dengan pakaian yang pantas, yakni yang tidak mengundang berahi orang lain lawan jenismu. Bagi mereka yang tidak menyukai seks bebas, maka Iblis menggoda iman mereka melalui drugs atau terhadap minuman alkohol. Sekali lagi, hanya orang berdompet tebal yang dapat membeli drugs atau minuman alkohol berkualitas prima, sebab drugs itu mahal. Mungkin engkau berpikir, ah hanya seorang dua orang saja masih sedikit, maka tidak terasa dibandingkan dengan jumlah jemaat yang ratusan orang. Jangan remeh! Yang satu dua orang inilah seperti ragi, sedikit demi sedikit mengkhamirkan adonan. Ada satu gereja mulai redup cahayanya perlahan-lahan, maka ada sesuatu atau beberapa alasan lain yang membuat gereja ini semakin mundur. Jangan biarkan ada satu dua orang muda di gerejamu berbuat tidak pantas. Langsung tegur saja.

Penatua gereja juga tidak boleh mengatur kehidupan kaum remaja secara Spartan sebab mereka dapat meninggalkan gereja yang sekarang kemudian mencarai tempat baru yang yang dianggap lebih nyaman. Penatua gereja tidak boleh menanggap remeh kreatifitas orang muda, biarkan kaum muda menikmati masa remaja di dalam gereja seluas mungkin. Bebas seperti apa? Bebas yang bertanggungjawab. Generasi muda yang diberi kebebasan berkreasi untuk memelihara apa yang sudah ada di dalam gereja mereka, justeru membuat mereka terpacu melakukan kebebasan secara bertanggungjawab. Penatua juga harus bersedia menghadapi tuntutan perubahan jaman yang dituntut oleh generasi muda. Misalnya, menerasi muda menuntut semua lagu pujian gereja harus berirama yang energik dan pakai tepuk tangan segala. Inilah realitas Injil bahwa anggur baru jangan ditempatkan di dalam kantong lama. Generasi muda cenderung mencari terobosan baru yang membakar semangat sementara angkatan lama masih nyaman dengan cara lama. Karena itu, supaya tidak terjadi gesekan terlalu tajam antara anggur lama dan anggur baru, maka generasi baru sebaiknya disediakan waktu kebaktian khusus pada sore hari. Bagian dalam, intinya yakni pujian kepada Tuhan tetap sama, tapi membawakannya harus dalam cara yang baru mengikuti perkembangan jaman.

Gereja berkembang dan mengalami pertumbuhan jiwa-jiwa baru sebab generasi muda di beri tempat yang tepat untuk berkembang. The right man is in the right place. Setiap pemuda pasti mempunyai potensi untuk berkembang ke arah yang lebih baik. Supaya potensi yang dimiliki oleh seorang pemuda gereja ini berkembang ke arah yang tepat, maka orang ini harus diberi arahan yang benar. Kehadiran orang ke gereja hanya bertumpu pada mendengarkan firman atau menyanyikan lagu-lagu pujian saja melainkan hadirkan kegiatan selingan lain sehingga orang selalu merasa rindu kalau tidak datang ke gereja satu hari saja.- 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar