Senin, 25 Mei 2015

Seks Indah Dan Sehat

Segala sesuatu yang engkau lakukan baik dengan perkataan atau perbuatan seharusnya dilakukan untuk memuliakan Tuhan, karena Dia telah terlebih dahulu memuliakan manusia di taman ciptaan-Nya. Tuhan menciptakan lembaga keluarga di Taman Eden adalah satu bukti, bahwa manusia yangat dimuliakan oleh Tuhan dibandingkan dengan ciptaan-Nya yang lain. Binatang bebas melakukan hubungan seks terhadap sesama mereka tanpa batas, sebaliknya manusia harus melalui hubungan yang dikuduskan oleh Tuhan. Hubungan kudus ini disebut keluarga dan bersifat sakral. Semua perkataan Tuhan yang telah dikeluarkan dari mulut-Nya tidak pernah kembali dengan sia-sia, demikian pula dengan semua tindakan-Nya. Tuhan berkata, bahwa manusia harus mempunyai anak dan cucu, maka perkataan ini pasti ada tujuannya, yakni manusia diberi mandat untuk mengelola bumi dan seluruh isinya. Orang Inggris mengelola bumi Inggris, orang Jerman mengelola bumi Jerman, orang Spanyol mengelola bumi Spanyol, dan seterusnya. Manusia mendapatkan anak melalui hubungan seks, sebab Tuhan memang memperlengkapi tubuh manusia dengan alat reproduksi. Namun, Tuhan mengizinkan manusia melakukan hubungan seks hanya melalui lembaga yang disebut keluarga dari perkawinan sah di hadapan Tuhan. Dari sejak semula menciptakan lembaga ini supaya semua keturunan manusia ada dalam ikatan yang indah dan sehat.

Hubungan seks yang indah hanya terwujud, jika hubungan intim ini dilakukan untuk memuliakan Tuhan dan engkau dapat memuliakan Tuhan hanya melalui ibadah yang benar, yakni menikah dengan seorang manusia dari pasangan sepadan yang hidupnya di dalam Tuhan. Hanya seorang istri atau seorang suami saja, sebab dari sejak semula Tuhan menciptakan satu orang Hawa saja sebagai teman hidup dari Adam. Jadi, melakukan hubungan seks indah bukan seperti yang dilakukan oleh mereka yang mendewakan tubuh belaka, yakni hanya mengejar kepuasan daging saja. Kerbau, kuda, kucing, atau anjing melakukan hubungan seks dari sejak dahulu kala, gaya mereka, ya begitu saja, beda dengan manusia untuk melakukan hubungan seks membutuhkan metoda yang tertuang di dalam buku yang biasa disebut kamasutra. Manusia duniawi sangat mendewakan seks berusaha melakukan seperti yang ada di dalam buku tersebut sehingga yang diinginkannya terpuaskan. Segala cara dilakukan untuk kenikmatan duniawi, seperti melakukan usaha membesarkan, memanjangkan batang kelamin, dan dapat tahan lama bagi seorang laki. Serba guna dan tahan lama, kalau ini iklan batere ABC. Menurut penelitian para ahli, bagian sensitif yang dapat dirasakan oleh perempuan sebenarnya hanya 1/3 kedalaman vagina atau 1/3 bagian panjang penis, sedangkan sisanya yang 2/3 bagian bonus saja. Kalau kenyataannya 1/3 bagian saja yang efektif, untuk apa susah payah memperpanjang penis. Belajarlah mengucap syukur dengan yang ada dari Tuhan.

Ya, sah saja engkau melakukan hubungan seks dengan istrimu menggunakan segala gaya, tetapi yang paling penting engkau melakukannya dengan kasih. Kasih, artinya engkau memperhatikan atau peduli terhadap keadaan istrimu. Jika istrimu memang sedang lelah atau sakit, tidak pada tempatnya engkau memaksanya untuk melakukan hubungan intim, karena hal ini dapat disebut engkau tidak menghormati hak azasinya, yakni manusia juga membutuhkan istirahat dan pemulihan kesehatan. Istrimu bukan pelacur bagi dirimu, melainkan bagian dari hidupmu yang seharusnya engkau hormati harkatnya sebagai manusia. Menghormati istrimu, artinya engakau sudah menghormati Penciptanya. Hubungan seks indah bukan diukur dari berapa besar dan panjangnya batang penis, berapa lama penetrasi atau berapa macam gaya yang engkau lakukan, melainkan seberapa dalam kasih suami terhadap istri dan sebaliknya.

Hubungan seks yang sehat, jelas dapat terwujud dengan pasangan resmi, sah, dan tanpa paksaan. Issue sentral memasuki abad ke 21 ini adalah penyakit aids, yakni penyakit penurunan kekebalan tubuh akibat hubungan seks yang tisak sehat. Penderita penyakit ini pada akhirnya mati secara perlahan karena tubuhnya tidak mempunyai kekebalan terhadap semua penyakit. Sampai sekarang penyakit ini belum ditemukan obatnya. Hubungan seks tidak sehat telah pernah ada, baik dilakukan oleh istri maupun suami yang selingkuh dari sejak Sodom dan Gomorah, dan secara khusus pernah ditulis oleh Paulus pada awal suratnya kepada semua orang Kristen di Roma.

Issue aids di Indonesia seperti effek gunung es, di permukaan tampak kecil jumlahnya, tetapi sebenarnya jumlah penderita aids cukup tinggi. Jika tidak ada pencegahan secara nyata, tidak tertutup kemungkinan pada satu saat nanti Indonesia akan mengalami darurat aids. Aids dapat dicegah melalui pendidikan seks di sekolah dengan metoda yang benar, mengajarkan kepada masyarakat bahayanya berhubungan seks dengan orang yang bukan pasangannya dan berganti-ganti pasangan. Negara kita saat ini sedang warning, darurat narkoba, jangan berlanjut menjadi darurat aids.-  
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar