Senin, 30 Maret 2015

Resonansi

Main piano. Ada resonansi, ada gema.
Definisi resonansi adalah peristiwa bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran gelombang elektromagnetik atau gelombang suara dari luar. Suatu benda, katakan  saja satu potong besi dipukul dengan logam besi juga akan menghasilkan gelombang suara yang mempunyai nilai frekuensi tertentu. Setiap benda, baik berbentuk gas, cair, maupun padat mempunyai daya merambatkan gelombang suara. Orang yang menyanyi di kamar mandi suaranya lebih bergema dibandingkan di dalam kamar tidur, sebab air air di dalam bak mengalami resonansi dari suara orang yang sedang menyanyi ini. Peristiwa resonansi yang paling sering kita jumpai adalah bergetarnya udara di dalam resonator pada alat musik, seperti gitar, ukelele, biola, mandolin, siter, dan piano. Semua alat musik ini menggunakan kawat string atau snaar dan masing-masing string dalam keadaan bebas distem menurut level urutan nadanya. Snaar yang dipukul, disentuh, atau digesek membuat snaar bergetar dan getarannya merambat ke dalam resonator, maka udara di dalam resonator turut bergetar dan bergema. Resonansi selalu menghasilkan penguatan suara, sebab ada penggabungan energi gelombang suara di sekitar snaar dan udara yang turut bergetar di dalam resonator. Suara yang dihasilkan akibat resonansi dari alat-alat musik tersebut di atas pasi berbeda satu sama lain, sebab bentuk ruang resonator dan cara menggetarkan snaar berbeda satu sama lain. Walaupun gitar memiliki resonator yang lebih besar dibandingkan dengan biola, biola mempunyai rambatan frekuensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan gitar. Biola yang baik kualitasnya dapat mencapai 200000 Hz.

Suatu bom laut dilemparkan ke dalam laut dan diatur meledak pada kedalaman lima puluh meter. Tepat pada kedalaman tertentu ini, maka bom laut meledak dan menimbulkan getaran gelombang suara yang dahsyat yang merambat di dalam air laut. Walaupun ledakan bom ini tidak langsung mengenai dinding kapal selam, getaran gelombang suara ini membuat seluruh dinding kapal selam beresonansi. Dinding kapal selam yang mengalami getaran hebat dari gelombang suara ledakan bom laut menyebabkan kerusakan mekanik yang sangat hebat di dalam kapal selam, bahkan mungkin dapat menenggelamkan kapal selam ini. Ledakan tidak langsung mengenai dinding kapal selam, tetapi semakin dekat lokasi ledakan, semakin fatal kerusakan yang terjadi di dalam kapal selam. Di sekeliling kehidupan kita ada banyak resonansi. Satu ide yang dikeluarkan  dari pikiran seorang pemimpin yang berkemauan kuat, maka ide ini akan mampu menggetarkan jiwa bagi siapa saja yang pikirannya selaras dengan penggagas ide ini. Ada ide yang membangun kebanggaan nasional suatu bangsa, sebaliknya juga ada ide yang menyesatkan rakyat suatu bangsa.


Paulus berkata kepada Timotius, bahwa semua perkataan yang diilhamkan oleh Tuhan memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Firman Tuhan adalah perkataan yang diilhamkan oleh Tuhan, sebaliknya perkataan manusia adalah perkataan yang diilhamkan dari berbagai sumber hasil residu pikiran manusia lain yang saling mengisi. Perkataan manusia hasil pemikiran manusia ini biasa disebut filsafat. Baik firman Tuhan maupun filsafat membawa ide. Orang Jawa mengatakan, bahwa ide itu adalah pletikan [flash] ilahi yang muncul dari dalam batin seseorang. Pletikan itu tidak muncul begitu saja, melainkan atas kehendak yang bersifat ilahi. Dan, pletikan batin itu selalu diturunkan pada orang pilihan Tuhan saja. Pada jaman purba dahulu kala, Tuhan menyatakan ide ilahi kepada manusia melalui mimpi, dalam penglihatan waktu malam, ketika orang nyenyak tidur dalam pembaringannya, maka Dia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran. Bagaimana engkau mengetahui satu ide itu datangnya dari Tuhan atau Setan?

Lenin di Russia dengan ide komunis bertahan sampai tujuh puluh tahun. Hitler di Jerman dengan ide ras unggul Aria bertahan hanya sampai enam tahun, Boeng Karno di Indonesia dengan ide Nasakom bertahan sampai kira-kira sepuluh tahun, dan Khmer Merah di Kamboja dengan ide memurnikan pikiran manusia berangkat dari budaya agraris total dapat bertahan dua tahun saja. Semua ide sekuler manusia selalu kandas dan melahirkan masalah baru yang lebih rumit.

Ambil satu contoh, bermanfaat untuk mengajar. Lumrahnya guru mengajar adalah di dalam ruangan klas. Tapi dapat juga mengajar dilakukan di alam bebas di bawah pohon rindang. Mengajar adalah suatu kegiatan transformasi pengetahuan supaya orang melakukan satu tindakan yang sesuai tuntutan moral. Untuk mengajarkan sesuatu seorang guru mengajukan satu topik yang aktual. Satu topik berangkat dari pembicaraan yang beredar dalam satu kelompok masyarakat setiap hari dan mudah dipahami oleh yang mendengarnya. Banyak topik untuk dikemukakan, misalnya korupsi, perselingkuhan, atau kesejahteraan. Seorang pendeta berkhotbah di mimbar pada satu hari minggu pagi juga dapat disebut sedang memberi pengajaran. Pengunjung yang hadir di gereja pada kebaktian pagi terdiri dari dari macam-macam professi. Gereja penuh dari depan sampai ke belakang. Mereka yang duduk di bagian depan sampai ke tengah mata mereka masih penuh perhatian terhadap khotbah bapak pendeta yang berapi-api, tetapi yang duduk di bagian belakang banyak yang dalam posisi berdoa dalam roh, alias tertidur atau setengah tertidur. Satu di antara yang hadir di sini adalah pejabat tinggi negara, duduk di bagian belakang, pojok kanan. Bapak pendeta memulai khotbahnya mengutip dari Kitab Lukas :

Orang banyak bertanya kepada Yohanes Pembaptis. “Jika demikian, apakah yang kami perbuat?” Jawabnya :”Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah dia  membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah dia berbuat juga demikian.” Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya :”Guru, apakah yang harus kami perbuat?” Jawabnya :”Janganlah menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu.” Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya :”Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka :”Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”

Bapak pendeta mengucapkan firman Tuhan untuk siapa saja, tetapi dia seakan mengetahui siapa saja yang hadir di rumah Tuhan pada minggu ini dan mengetahui pembicaraan faktual yang beredar dalam masyarakat, maka kalimat terakhir pada kutipan tersebut di atas sangat ditekankan intonasinya. Pernyataan Yohanes Pembaptis pada kalimat ketiga ditujukan terhadap orang gajian. Orang gajian adalah orang yang menerima penghasilan secara rutin per minggu atau per bulan. Pejabat tinggi negara jelas orang gajian, dan mereka terdiri orang-orang dengan jabatan level atas seperti perwira tinggi polisi, anggota perwakilan rakyat, atau birokrat. Cukupkanlah dirimu dengan gajimu, pernyataan ini menunjukkan secara tersirat, bahwa pada zaman Kristus hidup di dunia banyak juga orang gajian tidak cukup dengan gaji yang mereka terima. Untuk mencukupi kekurangan ini, maka mereka tidak segan lagi melakukan tindakan tak bermoral. Zaman sekarang banyak perwira tinggi menerima gratifikasi sehingga menimbulkan berita miring yang terdengar tidak sedap, yakni rekening gendut. Cukupkanlah dirimu dengan gajimu, kalimat penyataan ini diulang sampai tiga kali dengan intonansi yang tajam dan suara yang keras. Suaranya menggema dan memenuhi ruang gereja. Firman Tuhan itu seperti pedang menembus jiwa seseorang, demikian kata Simeon seorang tua dari Yerusalem yang memberkati bayi Yesus. Firman Tuhan yang kena mengena dengan kondisi jiwa seseorang akan memberi efek resonansi terhadap jiwanya, sebab orang yang melakukan kejahatan pasti jiwanya tidak tentram. Tangan Tuhan sendiri melalui pendeta di mimbar seperti pedang menunjuk langsung pada jiwanya.

Dounut.
Aku sering menjumpai perkataan Tuhan yang tidak aku pahami, tetapi aku tidak pernah bertanya kepada siapa pun, sebab aku berasumsi, bahwa firman Tuhan pasti benar, tetapi pikiranku yang terbatas ini belum mendapat pemahaman yang benar. Berdoa saja memohon kepada Roh Kudus supaya Dia memberi terang dalam pikiranku apa arti perkataan Tuhan yang belum aku pahami ini. Tuhan selalu menjawab pergumulan ini melalui berbagai cara, seperti mendengar khotbah dari mimbar, dari radio, membaca buku, koran, majalah, diskusi, dan sebagainya. Sebelum aku lebih jauh membahas tentang perkataan Tuhan, sebaiknya engkau menyeduh satu cangkir kopi tubruk dan menyediakan satu atau dua doughnut besar, sebab membaca posting ini akan terasa lebih nikmat sambil menghirup kopi tubruk dan makan doughnut. Kalau engkau tak menyukai doughnut yang bergaya Amerika, makan singkong atau pisang goreng juga boleh. Dougnut memang enak, tetapi lebih berhati-hatilah makan doughnut di Jakarta, terutama doughnut jajanan pasar. Demi meraih keuntungan besar pembuat jajanan ini tidak memperdulikan lagi terhadap kesehatan konsumen yang dirugikan, sebab jajanan ini digoreng dengan minyak goreng yang telah kadaluwarsa. Inilah yang disebut korupsi bahan makanan. Dunkin Dougnut yang terkenal menggunakan minyak goreng yang memang dikhususkan untuk menggoreng doughnut.



Kopi tubruk. Temannya dounut.
Pernah pada suatu ketika yang berkhotbah di mimbar adalah seorang pendeta bekas dokter spesialis penyakit dalam. Orang ini berbicara di mimbar dengan topik yang sangat faktual dalam kehidupan masyarakat terkait dengan gaya hidup masa kini, yakni penyakit diabetis mellitus. Dari awal dia berbicara sampai dia mengakhiri pembicaraan semua mata hadirin terkonsentrasi penuh kepadanya, dari depan sampai orang yang paling belakang semua antusias mendengarnya. Penyakit diabetis adalah penyakit yang sangat ditakuti oleh banyak orang, dia adalah ibu dari segala penyakit dalam. Tidak ada yang mau terkena penyakit ini, maka pembicaraan tentang penyakit ini memang satu kebutuhan. Hamba Tuhan ini mengajarkan kepada jemaatnya bagaimana hidup sehat mengikuti cara yang telah diajarkan oleh Tuhan. Aku lupa dari kitab mana dia mengutip firman Tuhan sebagai acuan. Ia sangat fasih berbicara dalam bidangnya. Orang yang fasih bicara dalam bidang yang dikuasainya dan masyarakat memang sangat membutuhkan informasi ini, maka ide-idenya pasti memberi efek resonansi pada jiwa audiensnya. Hamba Tuhan ini sangat menekankan satu hal penting dalam topic pembicaraannya, bahwa penderita penyakit diabetis cenderung sangat boros dalam mengonsumsi vitamin B, sebab vitamin ini dibutuhkan untuk mempertahankan keberadaan gula yang harus dikonversi ke dalam jaringan tubuh.

Bagaimana perkataan Tuhan dapat memberi efek resonansi terhadap jiwa seseorang dan dampaknya meningkatkan kesadaran seseorang untuk meninggalkan kebiasaan buruknya? Satu kata saja terucap dari seorang pengkhotbah di mimbar dan kata itu sedang menjadi issue sentral di dalam pikiran seorang pendengar, maka kondisi ini sudah cukup memberikan efek resonansi bagi jiwa pendengar ini. Satu kata telah mengungkapkan banyak peristiwa dalam ingatan pendengar ini. Tersentuh hatinya dan bahagia, sebab dia mendapatkan informasi yang sedang diharapkan. Aku menulis satu posting ini hampir sebanyak 1500 kata, maka tidak tertutup kemungkinan seorang pengkhotbah mengucapkan satu atau dua kata ajaib dari 1500 kata ini yang membuat seorang pendengar tergetar jiwanya. Dengan kata lain, -kata ajaib- ini mengalami tune in dengan pikiran pendengar ini. Namun, hanya kepada orang yang telah bersedia membuka hatinya, maka perkataan Tuhan memberi efek resonansi dahsyat bagi jiwanya.  

Semua yang tertulis di dalam Alkitab terdiri dari susunan huruf-huruf mati menjadi kata-kata dan kalimat demi kalimat, tetapi semua yang mati ini akan menjadi hidup dan berdaya guna dahsyat, manakala orang mengimani semua yang tertulis di dalam Alkitab atau mendengar dari orang lain yang mengucapkan perkataan Tuhan. Satu atau dua kata yang sangat berkesan sanggup mengubah jalan hidup orang yang tersesat, manakala Roh Tuhan mempertemukan perkataan-Nya yang sinkron dengan yang diyakini oleh orang ini. Dalam istilah teologi, pertemuan ini disebut titik temu. Pada masa lalu abad ke 19 banyak khotbah bermuatan mitos-mitos yang masih mengental dalam pikiran orang Jawa Kristen. Misalnya, Dewi Sri, Ratu Adil, Guru, Panutan, Roh Allah adalah kata-kata ajaib yang memberi efek resonansi bagi jiwa-jiwa orang Jawa Kristen pada masa itu. Pada masa kini kata-kata ajaib tersebut tentu telah bergeser mengikuti perkembangan zaman yang kontekstual, seperti psykotropika, gratifikasi, globalisasi, go green, batu akik, dan seterusnya. Ketika posting ini ditulis, banyak orang di Indonesia khususnya di Jakarta sedang kegandrungan batu-batu perhiasan jenis akik.

Di dalam diri kemanusiaan Yesus Kristus ada Roh Allah, maka Kristus disebut Tuhan, Dia adalah Firman yang hidup di tengah-tengah kehidupan manusia, dan Dia berkuasa menghidupkan huruf-huruf mati itu sehingga hidup dan meresonansi jiwa orang yang dipilih oleh-Nya. Kehadiran Yesus ke dunia memang untuk menghidupkan hukum dan menuliskannya di dalam loh-loh daging orang percaya supaya menjadi kesaksian hidup tentang perbuatan ajaib Tuhan. Namun, betapa pun hebatnya getaran resonansi kata-kata bijak dan menggema di dalam jiwa seseorang, telunjuk Tuhan saja yang menentukan seorang berdosa itu bertobat menerima kebenaran Kristus.- 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar