Senin, 18 April 2016

Kalium Sebagai Penjaga Keseimbangan Tekanan Osmosis

Tubuh manusia terhimpun dari milyaran sel. Ada sel darah putih, ada sel darah merah, sel protein, dan seterusnya. Apa itu yang disebut sel? Seperti halnya atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur, seperti kalsium, natrium, kalium, arsenikum, hidrogenium, nitrogen, dan seterusnya. Atom disebut bagian terkecil suatu unsur terdiri dari tiga bagian penyusun atom, yakni inti yang disebut proton bermuatan positif, elektron bermuatan negatif yang mengelilingi inti, dan netron adalah bagian atom yang tidak bermuatan atau netral. Lalu apa yang disebut sel? Orang tahunya sel adalah bilik sempit untuk memenjarakan pelaku kejahatan, disebut penjara. Kelompok-kelompok kecil perlawanan sel perlawanan. Kelompok-kelompok kecil persekutuan doa orang Kristen disebut sel-sel keluarga. Namun, arti sel dalam konteks biologi adalah bagian atau bentuk terkecil dari suatu organisme, terdiri atas satu atau lebih inti, proto plasma, dan unsur-unsur metalloid yang dikelilingi oleh kulit sel [baca : KBBI hlm 1015]. Kalium termasuk unsur metalloid [logam] yang terdapat di dalam sel darah merah. Di mana ada kalium, maka di situ ada natrium. Mereka seperti pasangan suami istri yang tidak terpisahkan.


Mereka dipisahkan oleh dinding sel yang semi permeabel, kalium berada di dalam sel, sedangkan natrium berada di luar sel. Dalam kondisi tubuh yang sehat tekanan di dalam dan di luar sel dalam keadaan seimbang, sebab kadar kalium dan natrium seimbang menurut takaran yang dibutuhkan. Tekanan ini disebut tekanan osmosis. Inilah tanggungjawab kalium dalam menjaga tekanan osmosis supaya tetap balance. Kalium lebih reaktif dibandingkan dengan natrium melepaskan elektron untuk diberikan kepada unsur yang lebih sedikit konfigurasi elektronnya. Kalium melepaskan elektron lebih banyak kepada natrium melalui dinding sel semi permeable tadi. Ada aliran elektron, maka ada aliran listrik. Aliran listrik dihantarkan melalui jaringan saraf yang tersebar di dalam tubuh, mulai dari otak ke seluruh anggota tubuh. Manusia dapat menggerakkan tangan, kaki atau otot-otot perutnya sebab ada hantaran listrik melalui jaringan saraf sampai ke otaknya sebagai pusat perintah. Jaringan saraf berfungsi sebagai kabel listrik halus. Ada kabel listrik, tetapi sumber listriknya mati, ambruklah tubuh manusia tanpa daya. Mengapa sumber listriknya mati?


Jarang dijumpai suatu kondisi manusia kekurangan unsur natrium di dalam darahnya, sebab sumber makanan yang ada hampir semuanya diolah dengan menambahkan garam dapur sebagai sumber utama natrium. Manusia tidak pernah puas dengan menambahkan garam dapur, maka ditambahkan pula penyedap masakan supaya masakan menjadi berasa gurih. Penyedap masakan ini memicu konsumsi natrium lebih dahsyat lagi, sebab bahan dasar penyedap masakan ini berupa persenyawaan kimia natrium, yakni mononatriumglutamate. Semakin banyak natrium terkonsumsi ke dalam tubuh, maka semakin terdesak keluar kalium dari dalam sel-sel darah dan digantikan kedudukannya oleh natrium. Sel-sel darah yang telah terisi oleh natrium semakin hari semakin membengkak dan meningkatkan tekanan darah. Namun, sebelum manusia yang bersangkutan meningkat tekanan darahnya, dia mengalami tubuh yang terasa lemas di mana-mana, sebab kalium yang seharusnya mengalirkan elektron melalui dinding sel semi permeable semakin berkurang jumlah elektron yang dihantarkan sehingga daya listrik yang melalui jaringan saraf semakin berkurang. Lumpuhlah orang yang bersangkutan.


Mencegah itu lebih baik dari pada mengobati suatu penyakit. Ini nasehat lama dari nenek moyang pakar kesehatan, sebab engkau akan lebih banyak mengeluarkan uang lebih banyak manakala penyakit sudah terlanjur menyerangmu. Memang jarang orang mengalami deefisiensi kalium kalau orang ini mengonsumsi makanan dengan pola yang baik sesuai menurut ilmu kesehatan, yakni gizi seimbang. Bagaimana cara melakukan pencegahan deefisiensi kalium. Pertama, kurangi konsumsi natrium ke dalam makanan, yakni garam dapur. Kedua kurangi konsumsi natrium, yakni penyedap masakan, mononatriumglutamate, ketiga jangan banyak makan di restoran terutama hidangan fas food. Keempat, banyaklah mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang tercantum di dalam table di bawah ini. Kelima, banyak melakukan kegiatan fisik secara terartur, paling sedikit jalan kaki selama satu jam.


Asal engkau tahu saja, makanan yang disebut sehat itu sebetulnya terasa hambar, walaupun sebenarnya sudah diberi garam.. Masaklah satu liter sup ayam dengan penambahan garam setengah sendok teh saja. Rasakan. Pasti tidak berasa asinnya garam, tetapi jumlah sebesar itu sudah cukup memenuhi kebutuhan garam di dalam tubuhmu. Percayalah kepadaku, sebab aku pernah menjadi juru masak di istana presiden dan presidennya perduli dengan kesehatan.-

Tabel Sumber Kalium Dari Buah-Buahan dan Sayuran
[mg per 100 gram]

Appel
250
Asparagus
375
Anggur
293
Bayam
259
Avocado
430
Bit
208
Kiwi
312
Cabe hijau
349
Jambu biji
417
Broccoli
350
Jeruk
434
Taoge
340
Persik
308
Kacang tanah
340
Kurma
518
Kacang panjang
240
Mangga
437
Labu waluh
216
Melon
267
Lobak
606
Pir
213
Mentimun
168
Pisang
503
Seledri
308
Papaya
711
Selada
943
Semangka
160
Sawi hijau
308
Arbei
153
Tomat
254
Strawberry
230
Wortel
312
Tamarin [asam Jawa]
628
Kentang
580
Durian
436
Kacang merah
543


Kacang kedelai
1469


Ubi jalar [merah]
540




 


Links :
Makanan sehat untuk penderita hipertensi dan jantung koroner
Nyanyi lagu sunyi pada hari tua

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar