Jumat, 20 Februari 2015

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Tempe bakar makanan rakyat yang tidak murah lagi.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia memiliki makna idea kolektif yang sama untuk menghasilkan masyarakat yang bersatu secara organis sehingga setiap individu mempunyai kesempatan yang sama dan nyata untuk tumbuh dan belajar hidup pada kemampuan aslinya. Masyarakat yang bersatu secara organis, artinya di negeri ini antara individu yang satu terhadap yang lain saling membutuhkan untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Setiap individu mempunyai kesempatan yang sama dan nyata, artinya setiap individu mempunyai kesempatan mewujudkan kebutuhan utama semua orang di bawah langit ini. Seperti apa kebutuhan utama itu? Pendidikan, sex, pekerjaan, sandang, pangan, rumah, kesehatan, rasa aman, dan dihargai, semua ini adalah kebutuhan utama manusia. Tujuan utama bangsa ini mewujudkan impian keadilan sosial adalah kesejahteraan setiap individu, bukan kelompok agama, kelompok masyarakat, atau suku bangsa tertentu.

Apakah orang Indonesia telah memperoleh kesejahteraan? Faktanya, secara makro orang Indonesia belum menikmati kesejahteraan setelah 70 tahun menikmati atmosfir kemerdekaan. Satu stasiun tv di negeri ini dalam program On The Spot pernah menyiarkan lima besar negara yang memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya, yakni Austria, Swiss, Belanda, Swedia, dan Jerman. Well, Amerikan Serikat yang disebut Raja Dollar dan Inggris yang disebut Raja Pound Sterling saja tidak disebutkan dalam lima besar ini, rasanya tidak berlebihan kalau aku berkata, bahwa orang Indonesia belum menikmati kesejahteraan. Lalu, apa indikasi umum satu negara disebutkan telah memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya? Indikasi umum satu negara telah memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya adalah tidak ada gelandangan dan pengemis, setiap keluarga mempunyai rumah sendiri, setiap individu mempunyai jaminan asuransi, setiap individu mempunyai kesempatan mengikuti pendidikan sampai tingkat universitas, setiap individu mempunyai kemudahan memperoleh kredit untuk pendidikan, setiap individu mempunyai rasa aman terhadap kejahatan, dan hampir tidak ada jarak antara individu berpunya dan tidak berpunya.

Di Amerika secara nyata ada banyak pengemis dan gelandangan keliaran di kota-kota besar, terutama di New York dan Los Angeles, dan baru pada pemerintahan Presiden Obama saja masalah asuransi kesehatan dituntaskan secara nyata. Jadi, faktanya di negara seperti Amerika yang dikenal sebagai negara ekonomi kuat , banyak rakyat negeri ini tidak tertanggung asuransi kesehatan. Dan, Amerika juga tidak termasuk negara yang memberi rasa aman terhadap kejahatan bagi rakyatnya. Pengemis dan gelandangan temannya adalah pencopet, penjamberet, pelacur, pemburit, pencuri, perampuk, preman, pemerkosa, pemabuk, penjudi, dan koruptor. Kejahatan selalu ada sejak jaman purba, ingat saja bagaimana besarnya kejahatan pernah terjadi di Sodom dan Gomorah ribuan tahun sebelum Kristus. Bagaimana pun keberadaan kejahatan yang luar biasa pasti akan mengurangi kesejahteraan suatu bangsa, yakni berkurangnya rasa aman.

Mewujudkan impian masyarakat sejahtera bagi bangsa Indonesia adalah proses panjang membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan usaha yang tidak mengenal lelah. Proses panjang ini dilaksanakan oleh seluruh komponen bangsa ini sendiri. Dalam The Bible, Tuhan bersabda, bahwa bangsa Israel dijanjikan menuju negeri yang penuh madu dan susu, dengan syarat bangsa ini harus taat terhadap semua semua ketetapan Tuhan. Ini berarti, bahwa Tuhan menjanjikan kehidupan sejahtera bagi bangsa ini. Seberapa taat bangsa ini terhadap setiap ketetapan Tuhan? Faktanya, ketika Yesus masih hidup di Palestina, banyak pengemis dan orang miskin di Jerikho, dan penderita kusta pasti orang miskin yang dimusuhi oleh masyarakat. Kondisi seperti ini menunjukkan, bahwa bangsa Israel belum sejahtera. Dan, ini adalah realitas Injil juga, bahwa di bawah langit ini selalu ada orang sangat miskin dan ada orang sangat kaya. Sampai sekarang bangsa ini belum terbebas dari rasa tidak aman, sebab sewaktu-waktu tetangga-tetangga Arab-nya datang menyerbu, maka di negeri ini selalu disiagakan puluhan divisi tentara, ratusan pesawat tempur, roket pertahanan udara, dan ratusan main battle tank.

Pertumbuhan ekonomi tidak merata. Berbicara tentang kesejahteraan adalah pembicaraan tentang pembagian kue ekonomi. Walaupun kepadatan penduduk Jakarta menempati urutan tertinggi di Indonesia, di tempat ini perputaran uang terjadi setiap hari menempati urutan tertinggi di negeri ini. Jakarta adalah pusat bisniz di negeri ini, menyusul kemudian Surabaya. Di Jakarta income daerah menempati urutan tertinggi dibandingkan tempat lain di Indonesia, sementara Jogjakarta menempati urutan terendah income daerah. Di daerah ini banyak sumber penghasilan yang tidak terdaftar [informal], tetapi memberikan penghasilan yang cukup untuk penghidupan sehari-hari bagi penduduk. Lapangan pekerjaan tidak banyak menjanjikan sementara jumlah penduduk yang padat, maka pengemis dan gelandangan banyak dijumpai di dini. Bisik-bisik tak sedap tentang kota ini adalah bisniz sex yang banyak memberi income bagi hotel-hotel dan losmen-losmen klas menengah ke bawah yang memang banyak di kota ini. Kota ini harus tetap hidup, untuk tetap hidup membutuhkan biaya tidak sedikit. Namun, jangan dilupakan juga, walaupun termasuk daerah minus, indeks korupsi di sini adalah terendah dibandingkan dengan daerah-daerah lain.

Beberapa provinsi yang memberikan income besar bagi negara adalah Riau, Sumetera Selatan, Kalimantan Timur, Aceh, dan Papua. Pertumbuhan ekonomi yang tidak merata membuat kesejahteraan rakyat masih belum terpenuhi, sebab masih banyak provinsi lain yang belum tergali potensi ekonominya sehingga provinsi-provinsi yang mempunyai income besar harus saling memberi subsidi silang. Subsidi silang ini sering membuat kekecewaan rakyat penghasil income besar, sebab di daerah ini banyak infrastruktur seperti terabaikan oleh pemerintah pusat. Akumulasi kekecewaan sering menimbulkan konflik antara kelompok barisan sakit hati dan negara. Tapi intinya adalah masalah ekonomi yang tidak merata. Kesejahteraan bagi bangsa Indonesia adalah pembagian kue ekonomi yang adil dan merata dari Merauke sampai ke Sabang.

Setiap individu seharusnya memiliki empati. Empati adalah keadaan mental [jiwa] yang membuat seseorang merasa [menempatkan] atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Ini adalah definisi empati menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Perkataan hikmat itu menerangi pikiranmu untuk memilah-milah antara yang pantas dan yang tidak pantas, maka dalam kondisi mental seperti ini engkau dapat berempati. Di negeri ini keberadaan orang miskin ekonomi menunjukkan jumlah signifikan, yakni 20 persen dari 250 juta jiwa penduduk. Aku pernah melihat di satu sekolah yang dikelola oleh yayasan beragama, seorang anak siswa laki mungkin berusia 17 tahun memarkir mobil Toyota Vios 1500 cc warna hitam. Anak ini tentu telah diberi hadiah mobil oleh ayahnya pada hari ulang tahun ke 17. Ternyata ada banyak teman-teman anak laki ini yang juga mengendarai mobil sendiri ke sekolah. Tidak semua siswa high school di sini adalah anak orang berpunya, sebab banyak yang pergi ke sekolah menggunakan angkutan umum minibus, bahkan banyak juga siswa di sekolah ini menunggak uang sekolah sampai beberapa bulan. Pemandangan seperti ini memang banyak dijumpai di high school lain di Jakarta. Banyak orang berpunya di Jakarta tidak mendidik anak-anak mereka menjadi manusia berempati menjadi penyebab semakin besar kecemburuan sosial antara orang tak berpunya terhadap orang berpunya. Jakarta adalah barometer Indonesia, maka perilaku manusia tak berempati di kota ini juga pasti ditiru di kota-kota lain di negeri ini.

Uang yang diperoleh dengan cepat, maka cepat juga habisnya seperti mempunyai sayap, terbang entah ke mana. Seperti apa, ya diperoleh dengan cepat. Mau cepat, ya copet. Ah, mencopet dompet orang hasilnya paling cukup untuk sekali makan tenderloin steak di Abuba Steak House. Mau cepat dan besar hasilnya, judulnya adalah KORUPSI. Ironi bagi bangsa ini yang telah menyatakan sebagai bangsa merdeka, tetapi kenyataannya bangsa ini dibelenggu oleh lingkaran masalah korupsi yang luar biasa dahsyat. Korupsi di negeri ini sudah menggurita dari level pejabat tinggi sampai ke level rakyat jelata. Koruptor tidak mempunyai empati, mungkin mereka juga tidak tahu apa artinya "empati". Mereka tidak perlu merasa risih melepaskan banyak uang haram dari dompet mereka untuk membeli barang-barang mewah, walaupun masyarakat memandang mereka dengan sinis. Habis uang hari ini, besok pasti sudah datang gratifikasi yang lebih banyak lagi. Di antara pembaca posting ini apakah ada yang pernah menyaksikan film berjudul The Godfather, dekade 70, film ini sendiri dilarang beredar di Italia, para boss mafioso dengan entengnya mengeluarkan uang haram dari dalam dompet mereka didermakan ke dalam kotak persembahan di gereja. Cuci uang, ya, supaya perbuatan jahat mereka memperoleh pembenaran.

Revolusi mental. Ibarat radikal bebas yang menumpuk dan beredar-edar di seluruh bagian tubuh, maka radikal bebas ini waktu demi waktu akan menggerogoti tubuh manusia sampai mati. Penyakit kanker adalah substansi dari radikal bebas yang harus dieliminasi secarta radikal dan revolusioner, tidak dapat sedikit demi sedikit. Akibat dari mentalitas korup ini sungguh dahsyat dan mengerikan, sebab uang yang dikorup di negeri ini menggerogoti alokasi Anggaran Pembiayaan Belanja Negara sehingga rakyat negeri ini belum menikmati kesejahteraan yang adil dan makmur.

Korupsi juga terjadi di sektor informal, terutama pedagang makanan kecil yang dikonsumsi oleh anak-anak dan masyarakat pemukiman kumuh, yakni tempat menetap masyarakat tak berpunya. Banyak pedagang makanan mengolah makanan jajanan dengan campuran bahan kimia berbahaya, seperti titanium, boraks, siklamat, pewarna tekstil, bleaching powder, paraffin wax, plastic parcel, dan lain-lain. Banyak pedagang bumbu masak mencampur dengan bahan-bahan filler berbahaya, seperti semen putih terhadap lada putih dan tumbukan batu batu bata merah terhadap gula merah atau gula Jawa. Banyak warung nasi menggunakan bahan olahan yang sudah kadaluarsa, seperti daging sapi bekas masakan di hotel dan telah dibuang ke tempat sampah, dan menggunakan bumbu masak monosodiumglutamat secara berlebihan. Konsumen menikmati makanan ini dalam jangka waktu lama dan ketagihan, maka organ tubuh dalam yang pertama diserang adalah lever, ginjal, terakhir jantung beberapa tahun kemudian ketika penyakit sudah parah. Perbuatan tidak bermoral ini dilakukan demi mendapatkan keuntungan besar yang berakibat orang lain dirugikan. Perbuatan tidak bermoral ini terjadi pasti ada yang terlebih dahulu memberi teladan buruk, tetapi seakan tidak terjamah oleh hukum, sebab hukum tumpul ke atas, yakni mereka, koruptor-koruptor level atas inilah yang memberikan teladan buruk. Ganjaran hukuman terhadap koruptor rendah dan tidak dimiskinkan secara total membuat rakyat akhirnya menjadi apatis. 

Di negeri ini orang berbuat kejahatan korupsi seperti sudah bukan berita luar biasa lagi. Setiap orang di negeri ini seperti mencari jalan masing-masing mendapatkan kesejahteraan, walaupun caranya tidak pantas dilakukan oleh bangsa yang mengaku agamis. Dulu aku paling suka makan soto kikil. Sekarang bawaan pikiran curiga saja dan ekstra hati-hati mau makan di warung, eh eh eh apa engkau pikir aku harus memasukkan makanan sampah yang ada formalin ke dalam perutku. Mohon ma'af kepada pemilik warteg langgananku yang pernah aku singgahi dulu, sekarang aku tak mau makan soto kikil atau soto ayam sampeyan. Walaupun mungkin engkau bukan koruptor, tetapi tetap saja mempunyai dosa kolektif bagi bangsa ini, yakni bawaannya berprasangka buruk terhadap orang lain.  Apakah pantas kepada setiap pemilik warteg aku bertanya, apakah warungmu bebas formalin? Berdoa saja kepada Tuhan, semoga makanan yang engkau santap tetap menyehatkanmu dan engkau tetap diberi kesempatan menikmati hidup lebih lama.

Revolusi mental adalah upaya melakukan perubahan perilaku setiap individu dengan cara radikal melalui keteladanan seorang pemimpin yang tegas, berkemauan kuat, bergaya hidup sederhana, dan sangat berpengaruh di negeri ini, yakni dimulai dari presiden dan wakilnya. Figure seorang pemimpin sejati harus menyadari, bahwa dia dilantik presiden, dia bukan lagi milik partai yang memberi dukungan sehingga menjadi presiden, melainkan dia  telah menjadi milik rakyat, maka seorang presiden harus berdiri di atas semua kepentingan rakyat, bukan kepentingan rakyat. Presiden seperti ini harus berhikmat dalam memutuskan suatu perkara dan tegas mengeliminasi terhadap semua ketidakberesan yang berpotensi dapat mengurangi kesejahteraan rakyat Indonesia. Sebelum mempromosikan jabatan puncak sebagai pembantu presiden, maka presiden harus tahu betul rekam jejak yang jelas berdasarkan informasi yang jelas dan kredibel. Public figure setingkat jenderal yang dicurigai mempunyai masalah hukum jangan dipromosikan untuk menduduki jabatan politis dan strategis, sebab orang seperti ini nanti akan membuat perbincangan tak tak sedap dari bawah sampai ke atas : "Mengapa orang seperti ini dipromosikan? Apakah sudah tidak ada kandidat lain yang lebih bersih?".-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar