Minggu, 22 Februari 2015

Selamat Jalan Ibunda Tercinta

Rabu, 18 Februari 2015 pukul 16.30 Waktu Indonesia Barat ibuku tercinta telah meninggal dunia dengan tenang di tempat tidur. Ibuku ikut menetap bersama kami, aku dan istriku di Bekasi sejak empat tahun yang lalu, sebelumnya selama empat tahun menetap di Wlingi, Blitar bersama adikku perempuan bungsu. Ibuku meninggal dunia bukan karena penyakit, melainkan sebab usia telah mencapai 88 tahun.

Ibuku seorang Katholik, tetapi selama empat tahun menetap di Bekasi tidak ada komunitas Katholik yang mengunjungi ibuku. Aku mempunyai seorang tetangga Indo-Belanda bernama Richard, dia seorang Katholik yang suka menengok ibuku. Hanya tetanggaku ini yang suka menengok ibuku, lainnya tidak ada. Ibuku lebih sering mengikuti Kebaktian Minggu, kalau tidak di Gereja Kristen Jawa di Bekasi, ibuku juga menghadiri di GBI Rahmat Allah di Bekasi. Tidak ada komunitas Katholik perduli, maka ketika ibuku meninggal jenazahnya disemayamkan di GBI Rahmat Allah. Tetangga kami pak Richard masih berada di Ambon ketika ibuku meninggal dunia sampai dikuburkan pun masih di Ambon.

Pada hari ibuku dimakamkan pada Jum'at, 20 Februari 2015, dilakukan upacara Kebaktian Pelepasan Jenazah di gereja. Riwayat singkat ibuku dibacakan oleh bapak gembala setelah sebelumnya aku memberi kata sambutan mewakili keluarga. Kami empat bersaudara yang masih ada bersama anak dan cucu sempat berfoto bersama di samping peti jenazah. Aku merasa terharu sekali pada saat kami masing-masing menuangi minyak wangi ke dalam peti jenazah. Aku memegang kepala dan rambut ibuku untuk yang terakhir kali. Selamat jalan ibu tercinta.-

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar