Rabu, 12 Desember 2012

8 Tanda Pencernaan Perut Lancar

Sayur pakcoy udang.
Sekarang saya ingin bicara tentang tai atau kotoran manusia yang setiap pagi atau sore dikeluarkan melalui anus kemudian dibuang ke dalam wc. Kita sering mendengar orang memaki, kalau sedang kesal kepada lawan bicaranya dengan ungkapan, “Tai lu”, dalam bahasa Jakarta atau “Tae kowe” dalam bahasa Jawa. Kata “tai” menurut tata kesopanan pergaulan orang-orang terhormat kurang enak kedengaran di telinga, maka diperhalus dengan kata tinja. Anda juga jangan berkata :”Saya mau berak, tak tahan lagi nih”. Ini pun terdengar tidak sopan, maka diperhalus dengan ungkapan, “Permisi, saya mau buang air besar dulu.” 

Saya mau bicara tentang tinja ditinjau dari segi kesehatan pencernaan secara praktis. Untuk mengetahui suatu kondisi kesehatan secara praktis, maka Anda tidak perlu harus mempelajari segala sesuatu di fakultas kedokteran di satu universitas. Cukup membaca posting saya di blog ini. Sama halnya jika Anda hanya mau membersihkan spark plug mobil, tak perlulah Anda harus mempelajari segala sesuatu tentang mesin mobil di fakultas tekhnik mesin di satu universitas. Untuk membersihkan spark plug mobil, maka cukuplah belajar dari montir mesin mobil bang Ahmad, montir jalanan. Mari, bersama kita amati seperti apa kesehatan pencernaan kita.  

Gas. Dibedakan dua kondisi, yakni kentut dan sendawa. Kentut adalah udara bertekanan atau gas yang keluar dari anus. Apa yang Anda makan, cara bagaimana Anda makan, dan apakah Anda mempunyai masalah dengan lambung akan mempengaruhi volume gas yang terbentuk di dalam perut Anda. Jika dalam satu hari Anda melakukan satu kali kentut, pencernaan Anda masih tergolong sehat. Buanglah kentut di tempat yang tidak mengganggu lingkungan, karena kentut adalah gas dari perut yang sangat bau. Makan sambil bicara memberi kontribusi udara akan lebih banyak masuk ke dalam perut. Sendawa adalah mengeluarkan udara dari dalam lambung melalui mulut. Orang Jawa menyebut sendawa adalah glegekan. Jika Anda sering mengonsumsi makanan atau minuman yang mudah menimbulkan gas, Anda akan sering sendawa. Adanya gas di dalam perut memang tidak sehat untuk ditahan, tetapi sering sendawa, artinya Anda mempunyai masalah dengan pencernaan Anda.

Frekuensi teratur. Manusia adalah makhluk hidup yang tergolong makan apa saja atau omnivora, tetapi idealnya makan tumbuh-tumbuhan akan lebih baik. Manusia memiliki usus lebih panjang dibandingkan dengan hewan pemakan daging [carnivore] dan kondisi keasaman lambung manusia lebih basa dibandingkan dengan hewan karnivora. Ini menunjukkan sebagai bukti, bahwa manusia idealnya makan tumbuh-tumbuhan saja. Daging adalah protein yang sulit dicerna di dalam usus manusia sehingga lambat mengalami pembusukan. Perlambatan semakin bertambah besar karena usus manusia lebih panjang dari hewan karnivora. Jika dalam satu hari Anda membuang tinja satu kali saja setiap pagi atau sore, pencernaan Anda tergolong sehat. 

Bentuk. Bundar dan panjang seperti sosis, ukuran diameter 1,5 inchi dan panjang antara 6,0 – 8,0 inchi. Jika tinja yang dikeluarkan dari anus dengan bentuk sosis seperti ini, pencernaan Anda tergolong sehat.     

Tidak terlalu keras. Ketika Anda mengeluarkan tinja di wc yang penting terasa nyaman, yakni tidak perlu mengejan dengan kekuatan otot secara luar biasa. Sering mengeluarkan tinja dengan cara mengejan, karena tinja terlalu keras dan sangat padat. Kebiasaan mengejan akan membuat pembuluh vena di sekitar anus berkurang sifat elastisnya, dan pada akhirnya pecah terjadi pendarahan. Pembuluh darah vena yang pecah, biasa disebut wasir. Juga tinja tidak boleh terlalu lembek, apalagi sampai cair karena diare.

Warna. Makanan sejak ditelan sampai dikeluarkan sebagai tinja adalah 24 jam, tergolong pencernaan sehat. Warna tinja kuning kehijauan adalah warna yang biasa untuk masa makanan selama 24 jam di dalam pencernaan. Jika tinja terlalu lama di dalam kolon karena sering menunda buang tinja, warna tinja dapat berubah menjadi hitam dan biasanya keras.

Tidak ada darah. Darah harus mengalir di dalam aorta atau vena. Jika ada pembuluh darah di sekitar anus pecah atau ada peradangan di dalam usus besar, bercak darah akan tampak di sepanjang tinja. Jumlah darah dapat banyak atau sedikit tergantung kondisi luka atau peradangannya. Jika wazir sudah akut, darah dapat keluar deras dalam bentuk tetesan-tetesan darah segar yang merah, bahkan dapat berupa pendarahan fatal yang harus segera dibawa ke rumah sakit. Jika tinja sering disertai darah segar, kondisi ini menunjukkan ada indikasi kanker usus.

Bau. Tinja dari pencernaan yang sehat harus ada bau asal tidak terlalu menyengat, karena tinja yang sama sekali tidak berbau menunjukkan proses pembusukan tidak berjalan sebagai mana seharusnya. Jika Anda alergi terhadap salah satu jenis obat anti-biotika, bentuk tinja mungkin sangat lembek bahkan diare disertai bau obat ini yang spesifik, hentikan konsumsi obat ini.

Tidak berlendir. Lendir adalah mekanisme alami sistem pencernaan jika terjadi masalah peradangan di usus besar sampai ke saluran pembuangan. Namun, jika lendir berlebihan di anus, ini indikasi masalah di kolon sampai anus. Misalnya, wazir atau terjadi pembuluh vena yang pecah.

Jika Anda mengeluarkan tinja setiap hari dengan kondisi yang tidak sama dengan yang saya sebutkan di atas, sebaiknya Anda menghubungi dokter terdekat. Jangan gegabah mengatasi masalah pencernaan dengan cara menjadi dokter sendiri, supaya tidak menimbulkan masalah yang lebih serius. Terlalu sering mengonsumsi aluminumhidroksida dan magnesiumhidroksida untuk mengatasi masalah gas, maka usus akan menjadi lambat menyerap zat besi sehingga Anda akan mengalami anemia. Beberapa makanan yang cenderung membangkitkan gas di dalam perut, seperti daging sapi, daging kambing, susu sapi dan semua produknya, makanan bersantan, tapai ketan atau cassave, buah durian, dan buah nangka; sedangkan minuman, seperti kopi, minuman bersoda, susu sapi, dan minuman beralkohol.

Papaya. Bikin lancar tinja.
Biasakan mengonsumsi makanan yang banyak serat, baik serat yang larut maupun yang tak larut dengan air. Makanan seperti ini banyak terdapat di dalam semua sayuran hijau dan semua jenis buah. Penyebab utama pembedahan usus buntu [appendixity] lebih banyak disebabkan karena kondisi pencernaan yang tidak sehat, yakni makanan kurang berserat. Idealnya prosentase jumlah makanan adalah 80 - 85 persen serat dari total makanan satu hari. Soto babat dan usus sapi atau kambing adalah makanan yang seharusnya tidak Anda konsumsi sejak usia muda, apalagi pada usia yang semakin tua. Babat dan usus tergolong makanan yang sangat sulit dicerna di dalam usus, tentu membutuhkan ekstra banyak enzyme pencernaan. Jadi, makanan seperti ini sangat memboroskan enzyme yang tak perlu.    

Inilah realitas kehidupan tentang usia, semakin bertambah usia Anda, maka enzyme dan bakteri semakin berkurang kualitas dan kuantitasnya yang berakibat menurunkan kondisi kinerja pencernaan. Saya mengalami problem pencernaan tidak sehat sejak usia 35 tahun, seperti diare, gas, dan wazir. Saya pernah menjalani operasi haemorroid [wazir] pada usia ini. Operasi wazir tergolong operasi kecil, tetapi sakitnya luar biasa sampai tiga hari setelah usai operasi. Apakah Anda akan menjadi pasien berikut setelah saya? Katakan “Tidaaaaaak mau!!!”.-

2 komentar:

  1. Postingannya bagus sekali. :)
    ada yang mau saya tanyakan juga.
    jadi begini , saya sebelumnya hidup sehat , tidak ada masalah kesehatan , BAB pun lancar . Sampai awal januari 2013 kemarin , saya sakit 3 minggu , selama sakit , saya suka browsing dan mencocok-cocokan gejala penyakit saya dengan yang ada di internet , jujur dari situ saya sangat stres dan takut akan penyakit berat hingga sekarang , memang setelah saya diperiksa dokter , saya menderita bronkhitis karena kelelahan , namun setelah sembuh , saya menjadi penakut dan sensitif , jika membaca info di internet tentang suatu penyakit , saya merasa seolah-olah itu terjadi pada diri saya , muncul jerawat saja , saya langsung khawatir , dan muncul gejala-gejala seperti sakit leher , radang gusi , susah tidur , dll , ini semakin membuat saya stres.
    Dan sehubungan dengan topik artikel ini , saya pernah baca tentang penyakit pencernaan dan dari situ saya sangat takut sekali , tidak BAB sehari saja saya kalap ketakutan , walau memang setiap BAB , selalu lancar , warna normal , tidak pernah ada darah , rasa mulas berlebih dll , namun satu hal yang kepikiran terus , adalah BAB saya seperti tidak tuntas , seperti masih ada yang ingin keluar , tapi tak ada , namun juga tak menimbulkan mulas atau nyeri di anus , dll. dan ini mulai terjadi sejak saya stres karena takut penyakit.
    padahal dulu saya tak pernah memikirkan hal-hal sampai sedetail itu.
    saya sangat takut.
    kira-kira apa ya ??

    BalasHapus
  2. Jangan takut, karena rasa takut itu akan mengurangi kebahagiaanmu. Jangan takut, apalagi belum menghadapi keadaan yang sesungguhnya akan menimpamu. Jerawat? Siapa takut hanya karena jerawat takut? Lama kelamaan kamu mendapat penyakit sesungguhnya karena rasa takutmu saja. Dapatkan informasi yang benar dan lakukan tindakan yang benar, bukan karena kata orang. Banyak orang iseng mengatakan, bahwa jerawat karena penderitanya mulai tertarik dengan lawan jenisnya, karena itu penanganannya harus cari pacar. Salah satu faktor penyebab jerawat adalah karena yang bersangkutan istirahat tidak teratur atau kurang tidur. Apakah kau mempunyai waktu tidur yang cukup dan teratur? BAB tidak tuntas? Jangan takut! Kalau kau makan serat dalam jumlah yang cukup dan tidur teratur kau tidak akan mengalami sembelit. Minum jus wortel campur nanas dan tanpa gula, 3 kali satu minggu sangat baik untuk memperlancar BAB.

    BalasHapus