Selasa, 13 Desember 2011

Gaya Hidup Yang Salah Memicu Tindakan Korupsi


Gaya hidup adalah cara seseorang menjalani kehidupannya, ada yang menyukai penampilan sederhana, ada yang menyukai penampilan bebas [punk], sebaliknya ada yang mengutamakan penampilan mewah, bahkan ada yang memaksakan diri supaya tampak kaya, padahal hidupnya sendiri dalam kemiskinan. Namun, ada juga orang yang bergelimang dengan harta kekayaan luar biasa, gaya hidupnya tetap saja sederhana. Pilihan gaya hidup menentukan seberapa tinggi biaya hidup yang dibutuhkan oleh seseorang. Jika seseorang salah menentukan pilihan gaya hidup, beban biaya hidup pasti akan menyulitkan pengaturan cash flow yang sudah sangat terjepit. Gaya hidup mewah pasti menuntut pelakunya harus kerja ekstra keras untuk mendapatkan uang yang lebih banyak supaya tetap dapat menikmati selera kemewahan yang ada. Minum kopi di warung kopi sederhana di bawah pohon, tentu beda biaya yang dikeluarkan dibandingkan dengan minum kopi di Starbuck’s Coffee. Inilah gaya hidup.

Jika gaji atau penghasilan seseorang memang sangat besar, bukan satu kemustahilan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup mewah; tetapi bagaimana jika keadaan sebaliknya, korupsi uang negara adalah satu jalan pintas mudah untuk dilakukan, menghutang di sana-sini, menipu,  atau merampok di jalanan kalau memang mempunyai keberanian untuk itu. Itulah sebabnya dikatakan oleh nasehat orang bijak, bahwa mencintai uang adalah akar segala kejahatan. Mungkin, Anda masih ingat dengan bekas bintang film yang pernah terkenal pada decade 70, Johnny Indo yang bernama lengkap Yohannes Hubertus Eikenboom, orang ini dipenjarakan di Nusa Kambangan selama lebih 10 tahun, karena kejahatan perampokan yang disertai kekerasan. Kebutuhan uang yang sangat besar adalah alasan utama untuk memenuhi hidup mewah seorang bintang film seperti dia. Gabungan godaan mendapatkan uang dengan cara mudah dan iman yang tipis, hasilnya derita masuk penjara.

Seperti apa yang disebut orang Islam, Kristen, Katholik, Hindu, dan Buddha sejati? Gaya hidup tidak mengenal agama. Gaya hidup adalah urusan pribadi, yaitu cara seseorang menjalani hidup ini. Agama dapat berbeda, tetapi gaya hidup mewah dapat tetap sama. Di lapangan golf orang tidak tanya terhadap kolega satu sama lain, agama kamu apa, melainkankan nanti tahun baru mau liburan ke mana. Cobalah Anda pikir, banyak pegawai negeri sipil dan perwira polisi mempunyai rekening luar biasa besar, dari mana mereka mendapatkan uang sebesar itu. Ada banyak birokrat menikmati makan siang di restoran mewah, ada banyak perwira muda polisi dapat dengan mudah berlibur ke luar negeri, dari mana mereka mudah dapatkan uang untuk memenuhi gaya hidup mereka yang mewah. Gaya hidup yang salah pilih adalah salah satu penyebab suburnya praktek korupsi di negeri ini, sebaliknya gaya hidup yang benar akan membangun jiwa dan rohani. Seperti apa itu?

Rajin membaca Alkitab dan merenungkan firman Tuhan siang dan malam, rajin berdoa, rajin melakukan persekutuan ibadat, rajin memberi, dan menjadi teladan terhadap orang lain. Inilah lima gaya hidup yang tidak mengeluarkan uang. Pada waktunya Tuhan akan memberi berkat kepada Anda tanpa harus susah payah dengan resiko masuk penjara karena korupsi.- 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar