Selasa, 22 November 2011

Sebelum Matahari Terbenam, Enyahkan Kemarahan Dari Hatimu

Kita bicara tentang sesuatu yang paling sering dilakukan oleh manusia dan terjadi sebab sesuatu yang tidak menyenangkan hati sehingga mengakibatkan emosi, yaitu marah. Semua orang pernah marah. Bagaimana mungkin tidak marah, jika Anda sedang menyeberang jalan di zebra cross, motor atau mobil tidak mengurangi kecepatan yang seharusnya berhenti 2 meter sebelum tempat penyeberangan ini. Bagaimana mungkin Anda tidak marah, jika Anda membaca berita di surat kabar, banyak koruptor di negeri ini dinyatakan bebas murni di banyak pengadilan tindak pidana korupsi. Masih banyak lagi segala sesuatu yang tidak menyenangkan yang membuat Anda marah.
 
Jika Anda dapat mengasihi manusia, Anda juga mempunyai potensi dapat marah, karena marah adalah reaksi atas kasih yang mengalami perkosaan hak azasi. Misalnya ketidakadilan di negeri ini atas tidak meratanya pembagian kue kemakmuran, karena sebagian besar kue kemakmuran berada di tangan koruptor. Jika Anda tidak pernah bereaksi marah atas ketidaknyamanan dan menganggap masalah ini biasa saja, mungkin Anda tergolong orang yang tidak memiliki sentuhan kasih artinya Anda tidak merasakan kepekaan kasih terhadap sesama manusia yang membutuhkan kasih. Reaksi atas ketidaknyamanan adalah marah.

Walaupun Anda dapat bereaksi marah, Anda tidak boleh dikendalikan oleh kemarahan mengingat akibatnya yang sangat fatal, yaitu dendam kesumat. Hati Anda tidak boleh marah sampai matahari terbenam. Jika Anda tetap marah sampai matahari terbenam, Anda akan tidur sambil membawa kemarahan hati Anda. Ketika Anda bangun dari tidur pada pagi hari, Anda masih teringat dengan kemarahan Anda kemarin, besok hari ke 3, hari ke 4, dan seterusnya yang masih Anda ingat adalah kemarahan Anda terhadap seseorang. Jika pikiran kemarahan terhadap seseorang semakin koheren, buahnya adalah Anda semakin membenarkan diri Anda, orang lain yang paling salah, dan orang yang paling salah ini layak dihukum menurut cara Anda. Inilah timbulnya penyakit jiwa yang paling menggerogoti manusia, yaitu dendam kesumat.

Penyakit nomor satu di dunia yang sangat mematikan jutaan orang di dunia adalah dendam kesumat. Dendam kesumat adalah kanker yang menggerogoti jiwa seseorang sampai penderitanya mati [jiwanya] dengan penderitaan yang amat sangat, yakni akar kepahitan. Di dalam Alkitab ada cerita tentang orang yang bungkuk tubuhnya selama bertahun-tahun, karena di dalam jiwanya memendam kekecewaan yang sangat luar biasa. Kerusakan apa saja yang ditimbulkan akibat dendam kesumat.

Mengurangi kebahagiaan. Manusia membutuhkan stress untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik. Jika keinginan duniawi semakin meningkat, stress juga mengikuti semakin meningkat, dan berakhir pada kebahagiaan semakin berkurang. Dendam kesumat adalah keinginan yang sangat luar biasa untuk membalas atas ketidaknyamanan seseorang kepada orang lain, supaya orang lain itu juga merasakan ketidaknyamanan seperti yang dirasakan olehnya. Jadi, dendam kesumat jelas sangat mengurangi kebahagiaan; sebaliknya Anda dapat menikmati kebahagian, jika Anda melakukan sesuatu sehingga orang lain merasakan kebahagiaan. Misalnya, Anda memberi ma’af kepada orang lain yang telah membuat Anda kecewa.

Alkitab banyak berbicara tentang kebahagiaan yang dijanjikan oleh Tuhan kepada manusia, tetapi kelakuan manusia yang sering menghambat berkat Tuhan ini. Mana mungkin bahagia, jika dendam kesumat masih menguasai pikiran. Orang yang menyimpan dendam kepada saudaranya, sama dengan pembunuh bagi saudaranya sendiri, karena puncaknya bagi seorang pendendam adalah bagaimana melenyapkan orang lain yang membuatnya dirinya mempunyai akar kepahitan. Kain memendam dendam terhadap Habel.  Esau memendam dendam terhadap Yakub. Orang Filistin menyimpan dendam kepada bangsa Israel. Saul menyimpan dendam terhadap Daud. Daud menyimpan dendam kepada Absalom, anaknya sendiri.

Pengabaran Injil menjadi terhambat. Dalam keadaan tidak mempunyai dendam kesumat saja sulit menyampaikan Injil kepada orang lain yang belum mengenal kasih karunia, apalagi jika Anda mempunyai rasa permusuhan kepada orang lain. Pengabaran Injil adalah proses pemberitaan tentang Tuhan Yesus secara alkitabiah dan tanpa paksaan yang akan berjalan dengan baik, jika lingkungan tempat Anda berada dalam kondisi yang kondusif. Untuk menciptakan kondisi ini tidak ada cara lain selain Anda berjiwa besar memberi ma’af kepada semua musuh Anda sebanyak 70 kali 7 kali.

Pertumbuhan gereja menjadi terhambat. Keluarga Kristen adalah bangunan di atas dasar ajaran kasih karunia Kristus, tetapi, … justeru dari dalam keluarga awalnya sumber akar kepahitan dalam diri anggota-anggota keluarga. Seorang anak perempuan tidak merasakan kebahagiaan dari sejak kecil sampai remaja, karena ibunya yang possessive terhadap dirinya sehingga timbul rasa dendam kepada ibunya. Pertumbuhan gereja tidak dapat diharapkan berkembang dari anggota-anggota yang memiliki akar kepahitan, karena orang-orang seperti ini pasti sangat terikat oleh masa lalu mereka yang kelam; padahal untuk menyongsosng masa depan yang gilang gemilang adalah keberanian meninggalkan kekelaman masa lalu. Hanya sedikit orang saja yang berhasil melepaskan diri dari akar kepahitan di masa lalu, misalnya Oprah Winrey adalah salah satu dari yang sedikit ini.  Berjaga-jagalah, Iblis memasang jerat dosa melalui keluarga-keluarga Kristen.

Satu pelajaran untuk Anda. Tidak ada cara lain utk menutup masa lalu tidak menyenangkan selain dengan saling memaafkan satu sama lain. Ada baiknya kita simak kearifan dari orang Jawa, yaitu mikul dhuwur, mendhem njero, artinya seorang anak mempunyai kewajiban menjaga martabat keluarga, tetapi jika orang tua memiliki kesalahan di masa lalu terhadap Anda, Anda wajib untuk memberi ma’af. Jika Anda tidak mau memberi ma’af, Tuhan juga tidak mengampuni semua dosa Anda. Semua yang terikat di bumi, juga terikat di sorga.-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar