Minggu, 13 November 2011

Kuasa Tuhan Hadir Di Tengah Masalah Anda

Banyak gereja dibakar atau ditutup dan orang Kristen di negeri ini mendapat tekanan sehingga kesulitan untuk melakukan ibadat. Orang Kristen tidak mudah mendapatkan ijin membangun gedung gereja, karena memang sengaja dipersulit. Orang Kristen secara pribadi juga tidak pernah lepas dari deraan satu masalah ke masalah berikut. Sebetulnya, orang Kristen tidak boleh takut dengan adanya masalah, karena Tuhan memang mengijinkan masalah mengunjungi Anda supaya hidup Anda menjadi semakin dewasa. Masalah adalah bagian integral kehidupan. Karena Anda mempunyai masalah, Anda kemudian berpikir bagaimana mengatasi masalah tanpa menimbulkan efek masalah baru. Karena Anda mempunyai masalah, Anda menyadari bahwa hidup Anda tergantung dengan perkataan Tuhan dan kuasa-Nya. Alkitab memberikan satu kisah tentang seorang percaya dan taat yang hidupnya pernah mempunyai masalah, bahkan hidupnya sangat sengsara, seperti Ayub, harta kekayaannya dijarah perampok dan semua anaknya mati, karena dicobai oleh Iblis.

Walaupun Tuhan mengijinkan masalah demi masalah mengelilingi Anda, Dia tetap setia menemani Anda, karena Dia tidak menginginkan Anda tenggelam di dalam berbagai lautan masalah. Tidak ada masalah yang tidak mempunyai solusi, karena Dia yang mengijinkan masalah itu datang, Dia juga yang memberi jalan keluar dari masalah. Tuhan tidak pernah datang terlalu cepat atau terlambat, karena Dia tahu Anda mempunyai kekuatan sampai di mana dalam menghadapi satu masalah. Tuhan mempunyai banyak cara menurut kehendak-Nya untuk menolong Anda, tetapi ketidakpekaan hati manusia terhadap kehendak Tuhan, sering terjadi pertolongan Tuhan disikapi dengan skeptis. Hal ini terjadi karena mind-set yang salah tertanam di dalam pikiran seseorang atau pada kelompok masyarakat pada umumnya.

Pusat religi orang Jawa adalah slametan. Slametan adalah acara makan bersama secara seremoni dipimpin oleh seorang modin [pekerja masjid] membaca doa singkat dalam bahasa Arab. Tujuan slametan adalah menginginkan keadaan menjadi slamet, yaitu di mana suatu kegiatan akan dilakukan, maka diharapkan tidak menimbulkan kemalangan kepada sembarang orang. Setiap aspek kehidupan selalu dihubungkan dengan ritus slametan, karena setiap kegiatan yang diharapkan mendatangkan selamat harus dilakukan slametan, seperti kelahiran anak, memberi nama, mengganti nama, naik pangkat atau jabatan, dan seterusnya. Ritus slametan sudah menjadi mind-set orang Jawa pada umumnya, karena tanpa slametan, rasanya hidup ini kurang lengkap. Rasanya. Sekali lagi rasa. Mind-set orang Jawa mengutamakan rasa dibandingkan dengan logika. Biaya social slametan semakin hari semakin mahal, tetapi mind-set sudah terbentuk, sulit untuk dihilangkan begitu saja.

Mind-set yang salah dapat menimbulkan kebimbangan, bahkan mungkin ketakutan bagi seseorang ketika mendapat pertolongan sewaktu menghadapi masalah. Murid-murid Yesus berteriak ketakutan ketika Yesus datang kepada mereka untuk memberi pertolongan dengan cara berjalan di atas air danau. Sebagian besar murid kecuali Matius, si pemungut cukai adalah nelayan di danau Galilea. Mind-set seorang nelayan, pertolongan di dalam kesulitan di tengah badai adalah Yesus mendayung perahu mendekati mereka, bukan berjalan di atas air. Mind-set para muris tidak salah, hanya karena belum menyadari realitas Injil, bahwa Tuhan pasti datang menolong orang percaya dengan cara Tuhan sendiri yang jalannya tidak terjangkau oleh akal budi manusia.

Banyak orang Kristen meninggalkan Tuhan, karena takut kehilangan peluang meningkatkan karir. Kata takut itu diperhalus menjadi ‘saya sebetulnya tidak menginginkan meninggalkan Tuhan’, padahal tidak sedikit di antara mereka pernah bertahun-tahun menjadi pengikut yang sangat aktif dan berpendidikan tinggi. Terhadap orang seperti ini Tuhan berkata :”Hai orang yang kurang percaya percaya, mengapa engkau bimbang?” Hanya Tuhan saja yang Mahatahu seberapa ketebalan iman Anda. Takut itu adalah perasaan yang Anda pikirkan. Peluang meningkatkan karir, suami dikelilingi oleh banyak perempuan cantik, suami mudah tempeleng isteri adalah beberapa masalah di seputar kehidupan kita. Namun, percayalah, di balik masalah yang diijinkan Tuhan terjadi atas diri Anda, kuasa Tuhan hadir di tengah masalah Anda.

Semakin Anda memikirkan masalah, semakin membuka jalan meningkatkan perasaan takut. Apabila tangan Anda menggapai pertolongan yang datang ketika masalah mendera kehidupan Anda, percayalah itu adalah tangan Tuhan yang menolong Anda dengan segala cara-Nya. Tangan Tuhan adalah kuasa Tuhan, lebih perkasa dibandingkan masalah Anda. Tuhan menginginkan Anda tidak tenggelam ke dalam lautan masalah Anda. Kebanyakan orang mempercayai kuasa Tuhan setelah mengalami, dari keadaan belum mengalami sampai mengalami inilah Iblis mencobai kesungguhan iman kita.  Ya Tuhan, mampukanlah kami melewati cobaan ini.-


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar