Rabu, 23 Desember 2015

Pendidikan Rohani Untuk Gereja dan Keluarga


Semua negara maju mengetahui betapa pentingnya menyelenggarakan pendidikan bagi rakyatnya. Mereka mengalokasikan belanja negara sampai 20 persen. Negara semakin maju jika negara mempunyai sumber daya manusia yang semakin terdidik. Tenaga manusia yang terdidik berguna untuk mengolah sumber daya alam yang tersedia di negeri itu, bahkan tidak sedikit negara-negara yang tidak memiliki sumber daya alam, tetapi memiliki sumber daya manusia terdidik mampu mengolah sumber daya alam yang didatangkan dari negara lain sehingga menjadi produk yang bernilai tambah tinggi dan berdampak kenaikan pertumbuhan ekonomi. Negara yang memiliki teknologi tinggi cenderung akan menguasai ekonomi negara lain yang masih tertinggal jauh. Teknologi tinggi dapat dicapai dengan penyempurnaan pendidikan dari tahun ke tahun. Tanpa keinginan yang sungguh-sungguh dari pemerintah, maka mustahil suatu negara akan dapat mewujudkan ekonomi yang mampu membuat sejahtera rakyatnya.

Gereja di Ambarawa, Jawa Tengah.
Setelah orang Israel keluar dari Mesir, Tuhan mendidik umat-Nya secara intensive supaya mereka semakin mengenal dan taat kepada semua perintah, ketetapan, dan peringatan-Nya. Tuhan mengingatkan semua orang tua melalui Musa supaya memperkatakan semua perkataan dan perbuatan baik Tuhan di mana saja, baik di rumah maupun di perjalanan kepada anak-anak. Tidak berlebihan aku mengatakan, bahwa tugas orang tua adalah mewakili Tuhan di bumi dalam mendidik umat-Nya, maka anak-anak wajib patuh kepada orang tua. Orang Israel sangat memperhatikan pendidikan terhadap anak-anak mereka. Dari sejak kecil anak-anak bukan saja mendengarkan firman Tuhan melalui orang tua, mereka juga diajarkan banyak keterampilan praktis supaya mereka dapat menjadi orang yang mandiri di kemudian hari. Beberapa keterampilan praktis yang umum dalam masyarakat Israel antara lain adalah membuat benda-benda tembikar, menempa besi, pertanian, beternak domba, dan membuat tenda. Pada jaman Yesus masih berada di Palestina 2000 tahun yang lalu, di sana terdapat dua rabbi terkenal dalam pendidikan kerohanian bagi orang-orang Ibrani, yakni Sammas dan Gamaliel. Di tempat kedua rabbi inilah orang Israel atau Ibrani dididik menjadi ahli Taurat. Rasul Paulus, orang Israel diaspora dari suku Benyamin yang dibesarkan di Tarsus, Turki  adalah lulusan Gamaliel.

Jaman semakin maju dan modern. Kepada anak tidak saja dididik supaya taat kepada peringatan-peringatan Tuhan, melainkan anak juga diajarkan berani berbicara menyampaikan gagasan-gagasan yang terpendam di dalam pikirannya. Anak-anak berbicara santun dan berperilaku sopan tergantung lingkungan keluarga yang mendidik anak-anak ini, yakni dimulai dari ayah dan ibu. Orang tua yang memiliki roh takut kepada Tuhan, maka perkataan dan kelakuan mereka akan ditiru oleh anak-anak. Pendidikan memberi terang dan meluaskan horizon pikiran sehingga menumbuhkan banyak pilihan dalam pengambilan keputusan bertindak secara etis. Anak-anak yang tumbuh dewasa dengan pilihan yang terbatas sering bertindak tanpa pikir panjang. Misalnya? Kiranya banyak di kota-kota besar dijumpai kasus anak bunuh diri sebab tidak diijinkan pacaran atau melarikan diri dari masalah dengan minum minuman alcohol. Pendidikan moral jika disajikan dengan benar dapat menumbuhkan rasa kesabaran dan dari kesabaran menumbuhkan pengertian.

Mendidik dan mengajar adalah dua hal yang berbeda. Mendidik berbicara tentang metodologi dan konsep berpikir, sebaliknya mengajar adalah proses mengajarkan sesuatu kepada orang lain sehingga memahami dan dapat melakukan sesuatu yang telah diajarkannya kepada orang ini. Misalkan : aku mengajarkan bagaimana cara membuat nasi goreng Jawa kepada seorang siswa. Aku tunjukkan bumbu-bumbunya apa saja, persiapannya apa saja, cara mengolahnya, dan terakhir adalah cara menyajikan nasi goreng ini. Mendidik cakupannya bukan sekedar seseorang dapat melakukan sesuatu, melainkan dalam jangka panjang untuk menciptakan seorang chef yang handal, disiplin, jujur, dan kreatif. Untuk menjadi seorang chef ada institusi pendidikan bidang kuliner, untuk menjadi seorang pendeta ada institusi pendidikan theologia, untuk menjadi seorang ahli filsafat ada institusi pendidikan bidang filsafat, dan seterusnya.

Tuhan tidak pernah berbicara tentang kemanusiaan dan etika dengan metodologi rumit, sebaliknya Dia berbicara penuh kuasa sehingga orang yang mendengar perkataan-Nya menjadi semakin terkesan. Tiga kata di dalam Alkitab berbahasa Inggris tentang mendidik adalah discipline, chasten, dan instructions. Murid dalam bahasa Inggris adalah disciple. Satu akar kata yang mengharuskan murid adalah orang yang disiplin. Disiplin artinya taat. Sikap seorang murid adalah disiplin. Tuhan menghendaki semua orang percaya itu taat terhadap semua ketetapan-Nya dan peringatan-Nya. Tujuan menjadi murid Kristus adalah mendapat pengetahuan sebanyak-banyaknya dengan cara disiplin. Takut kepada Tuhan adalah awal pengetahuan. Orang yang mengabaikan perintah dan peringatan dari Tuhan adalah orang yang tidak mempunyai rasa takut kepada Tuhan. Lambat laun kepekaan terhadap hadirat Tuhan semakin berkurang dan kemudian meninggalkan Tuhan sama sekali, sebaliknya orang yang takut kepada Tuhan, maka dia akan menggali terus pengetahuan tentang perbuatan Tuhan yang ajaib terhadap umat-Nya dari sejak jaman dahulu. Pengetahuan yang paling utama adalah memiliki pengertian yang benar atas kehendak Tuhan. Bagaimana menjadi murid Kristus yang berguna bagi sesama?

Besi ditempa selagi masih panas membara. Besi yang masih panas membara ditempa berulang kali dan kemudian dibentuk menjadi bentuk menurut kehendak perancangnya, maka jadilah sesuatu yang ratusan tahun lalu adalah benda yang berharga, yakni kris. Pada jaman Kerajaan Singosari dan Majapahit di Jawa Timur masih berjaya, kris adalah senjata yang harus dimiliki oleh semua kaum pria satria. Perancang kris pada masa itu biasa disebut Mpu. Mpu adalah orang yang sangat ahli pada suatu bidang yang ditekuni. Ada Mpu bidang sastra, Mpu bidang medis dan ada pula Mpu bidang metalurgi [kris dan mata tombak]. Kris terbuat dari logam besi yang ditempa. Besi yang tengah ditempa kemudian dilipat ketika masih panas membara. Di antara lipatan disisipkan logam nikel. Logam sisipan ini biasa disebut pamor. Ditempa lagi, dilipat lagi, dan disisipkan logam pamor lagi. Semua tahapan ini dilakukan dalam keadaan membara dan dilakukan berulang kali antara 2000 sampai 4000 kali. Jumlah pengulangan menunjukkan kualitas kris yang bersangkutan, sebab penempaan untuk membuang kotoran besi, yakni karbon sehingga besi menjadi keras dan nikel membuat besi menjadi liat. Pendidikan berkualitas tinggi adalah penempaan diri dengan kedisiplinan Spartan sehingga murid berpengetahuan handal dan berkarakter teguh. Seorang anak layak disebut murid Kristus, maka dia harus setia, disiplin, dan mau ditempa dengan didikan dan teguran dari Tuhan. Ditempa artinya engkau dibentuk sehingga engkau memiliki karakter teguh dan mempunyai kesadaran untuk apa engkau hadir ke dunia ini. Seorang anak dari sejak dini jangan dibiasakan untuk merengek ketika menginginkan sesuatu, sebab hanya orang yang berkepribadian lemah yang merengek-rengek untuk mendapatkan sesuatu. Dan, merengek adalah tanda bahwa engkau belum dewasa. Merengek adalah suatu usaha fisik untuk menguasai orang lain dengan memaksa. Ketika masih muda, anak-anak digembeleng dengan berbagai ilmu untuk bekal di hari tua nanti. Baca Mzm 127:4-5. Besi yang sudah dingin tidak dapat ditempa lagi. Begitu juga dengan manusia, kalau sudah tua bangka, sangat sulit untuk menerima teguran, sebab dirinya sudah merasa banyak tahu atau kenyang pengalaman hidup. Karena itu ketika engkau masih bocah ingusan jangan menolak didikan dari orang tua, sebab kalau engkau sudah menjadi bocah yang tua bangka orang pasti akan enggan menegurmu yang sudah ubanan.

Pendidikan adalah proses yang berkelanjutan. Usia bawah lima tahun sampai setelah remaja adalah tugas orang tua mendidik anak. Pada usia setelah remaja adalah usia pada umumnya karakter manusia telah terbentuk dengan mapan. Setiap anak memiliki keunikan yang membentuk karakternya. Dari sejak anak masih kecil orang tua memberi teladan dalam perkataan dan tindakan, seperti menjaga ucapan tidak meremehkan dan memaki dan tidak menggunakan kekerasan. Ada pendidikan formal dan ada pula pendidikan yang tidak formal. Pendidikan formal diselenggarakan di sekolah-sekolah dari kindergarten sampai universitas, sedangkan pendidikan tidak formal dilakukan di rumah oleh orang tua. Tidak ada manusia sempurna, maka tidak ada pula orang tua yang sempurna mendidik anak-anaknya. Tuhan menyempurnakan hasil didikan orang tua terhadap anak-anak. Tuhan melakukan tahapan akhir pendidikan atau finishing secara terus menerus sehingga engkau menjadi orang dengan karakter seperti yang dikehendaki oleh Pencipta-mu. Tapi seperti apa yang disebut tidak sempurna? Ada anak yang sering berbantahan terhadap nasehat orang tua, tetapi sepanjang anak ini masih beriman kepada Tuhan di dalam Yesus Kristus dan masih melakukan tindakan etis, maka orang tua anak ini masih tergolong menjalankan tanggungjawab sebagai pendidik; sebaliknya ada anak seorang hamba Tuhan yang pada masa dewasanya meninggalkan Tuhan mencari jalan keselamatan sendiri. Untuk anak pada contoh kedua, orang tua anak ini bukannya tidak sempurna mendidik anak melainkan tidak memberi didikan yang benar. Tuhan menunggu dengan sabar bagi suatu pertobatan Tuhan menyempurnakan pendidikan rohani melalui berbagai cara. Misalnya, melalui mimbar mingguan, kebaktian keluarga, sharing di gereja, mimbar tv program rohani, dan lain sebagainya. Finishing goes on along your living.

Apa hasil pendidikan rohani? Memuliakan Tuhan dan orang tuamu. Anak-anak menjadi sadar bahwa dirinya harus menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja [Yakobus i:22]. Bekerja adalah satu bentuk ibadat. Bekerja dengan kesungguhan hati sebab mencintai pekerjaan yang sangat ditekuni. Orang yang sangat menekuni pekerjaannya sebab dia mencintai pekerjaannya. Ada orang yang menekuni suatu pekerjaan bukan karena upah yang diharapkannya, melainkan pengabdian total. Tapi ada juga orang bekerja bukan karena mencintai pekerjaannya, melainkan karena upahnya saja. Perbuatan yang pantas dan lumrah adalah engkau bekerja sebab engkau mempunyai keinginan untuk memuliakan Tuhan melalui sebagian dari upahmu. Tuhan memuliakan engkau melalui pekerjaan mulia yang engkau lakukan. Perintah Tuhan, jangan mencuri dan bersaksi dusta. Walaupun ada seorang bekerja sebagai wakil rakyat pakai jas dan berdasi, dia dinyatakan sebagai pencuri sebab melakukan tindak pidana korupsi. Korupsi tergolong kejahatan di hadapan Tuhan, yakni mencuri. Dan, mencuri bukan pekerjaan mulia. Tuhan tidak pernah memuliakan seorang pencuri. Memuliakan Tuhan berarti engkau sudah memuliakan orang tuamu.  

Segala tulisan yang diilhamkan dari Roh Kudus memang bermanfaat untuk mengajar untuk menyatakan kesalahan untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran [II Tim iii:16]. Jangan memberi celah sedikit pun terhadap roh-roh dunia sehingga anak-anak Tuhan tidak tercemari pikiran mereka terhadap ajaran-ajaran sesat. Orang tua jangan membuat anak-anak menjadi tawar hati, sebab Iblis sering masuk ke dalam pikiran anak-anak yang kecewa.-


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar