Jumat, 07 Maret 2014

Selamat Jalan Teman

Minggu, 2 Maret 2014 pukul 15.00 hp-ku berdering. Partono, temanku orang Surabaya memberitahukan kepadaku, bahwa Ahmad Juhana telah meninggal dunia pukul 12.00 siang, karena sakit demam berdarah. Asrizal, temanku orang Solok mengirim kabar melalui sms, bahwa Ahmad meninggal di RS Sentra Medika Cibinong. Berita kematian selalu memberikan suasana kesedihan, apalagi orang yang meninggal dunia adalah seseorang yang mempunyai hubungan emosi. Syarifuddin, Iwan, Iswahyanto, Ahmad, aku, Leo, Arifin, Partono, dan Azril adalah sebagian kecil dari kami yang memiliki hubungan emosi selama puluhan tahun di tempat pekerjaan kami, di pabrik semen di Cibinong. Empat teman pertama tersebut di atas telah mendahului kami dipanggil oleh Tuhan. Aku dan Partono telah pension tiga setengah tahun yang lalu, tetapi kami masih berkomunikasi melalui tilpon selular. Hampir tiga puluh tahun aku mengabdikan diri bekerja sebagai analis kimia di pabrik semen ini sejak 1981. Hanya karena kemurahan Tuhan saja aku telah melewati masa kerja yang aman di perusahaan ini. Sebetulnya temanku Ahmad ini akan pension tinggal satu atau dua tahun lagi.

Berdiri paling kiri :Ahmad, Naibaho, Syarifuddin, Suyono, Iwan, Sugiarto, ?, ?
Duduk dari kiri : Rujito, Kusworo, aku, Suharjito [1982?].
Aku, Ahmad, Syarifudin, Partono, Asril, Arifin, Iswahyanto, Haris, dan Dade, kami yang tergabung pecinta motor Vespa pernah melakukan perjalanan tamasya bersama ke beberapa tempat di Jawa Barat, antara lain ke Cibatok, Cibeureum, dan Pelabuhan Ratu. Kami adalah kelompok buruh pabrik semen unit semen putih dari departemen produksi dan quality control. Secara tidak resmi kami menyebut kelompok kami adalah Vespa Club P5, karena unit kami disebut P5. Tidak perlu ada anggaran dasar atau anggaran rt, yang penting asal mempunyai Vespa lalu bergabung. Di club seperti ini jangan mempunyai pikiran pangkat dan jabatanku lebih tinggi dari pangkatmu, walaupun di tempat pekerjaan memang ada hierarkinya. Di club seperti ini memang tidak cocok bagi mereka yang mengutamakan jaga image. Demikianlah kenyataannya begitu, bahwa jabatan tertinggi di club ini adalah kepala regu.

Berdiri dari kiri : Ahmad, Syarifuddin, Iswahyanto, Azril, aku, Haris, Dade.
Syarifuddin adalah teman kami yang pertama kali dipanggil oleh Tuhan setelah berjuang selama satu minggu dirawat di RS Islam Jakarta karena leukemia.Yang membuat kematian adalah memang malaikat pencabut nyawa yang diperintahkan oleh Tuhan untuk menyabut nyawa orang pada waktu yang telah ditetapkan. Ketika Syarifuddin meninggal, dia meninggalkan seorang anak yang masih berusia belum genap satu tahun. Kemudian menyusul Iwan Setiawan setelah berjuang selama satu minggu koma di RS Husada Jakarta karena kecelakaan, pada akhirnya nyawanya lepas dari badannya. Iswahyanto dipanggil oleh Tuhan setelah tamasya di RS PMI Bogor karena salah minum obat yang membuat ginjalnya gagal berfungsi. Yang terakhir adalah Ahmad hidupnya berakhir di RS Sentra Medika Cibinong, trombositnya turun jauh di bawah minimum setelah dia digigit oleh nyamuk Aedes Aegypti yang membuatnya sakit demam berdarah. Bicara hubungan sebab-akibat, maka ada banyak hubungan sebab-akibat yang harus terpenuhi dengan alasan yang memenuhi logika. Semua orang pada waktunya nyawanya akan tercabut dari badannya, tetapi jalan setiap orang berbeda caranya satu dengan yang lain kembali ke rumah Tuhan. Tuan dokter menulis status pasiennya demikian, mati setelah minum racun nyamuk Baygon atau kecelakaan tergilas truk container. Jika ada berita tertulis, begini Paijo mati karena … kelanjutan dari karena inilah yang disebut sebagai jalannya kembali ke Rumah Tuhan. Keajaiban memang selalu ada di dunia ini. Misalnya ada orang dari suku Indian di Amerika kepalanya tembus kena panah musuhnya, tetapi tetap hidup dan anak panah ini dibiarkan tetap menancap di kepalanya sampai akhir hayatnya benaran.

Di Cibeureum, Sukabumi.
Belakang dari kiri : Partono, Ahmad, PG, Suharyanto, Ujang Nurhadi.
Aku sendiri ketika masih aktif bekerja di Cibinong pernah bertamasya ke RS Mitra Keluarga Bekasi karena sakit demam berdarah. Penyakit yang sama diderita oleh Ahmad. Dua minggu aku dirawat di sini. Selain diinfus, aku mengonsumsi tiga sampai empat liter air mineral per hari. Proses penyembuhan demam berdarah memang sederhana kalau tidak terlambat, yakni banyak istirahat, banyak minum air mineral, multi vitamin, dan makan bergizi. Setiap lima belas menit aku harus kencing. Hanya karena kemurahan Tuhan, maka aku ada sebagaimana ada sekarang.    

Ahmad orang yang aku kenang sebagai pribadi yang rajin di tempat pekerjaan. Jabatannya sama seperti aku, yakni kepala regu. Aku dan kepala regu yang lain dalam 4 shift mempunyai tugas yang sama, yakni membuat sampling system lancar in operation, tetapi dia yang paling rajin. Ia orang Ciamis berusia lima tahun lebih muda daru usiaku, kepala regu yang paling muda dalam angkatan kami. Ia juga kepala regu yang aktif memotivasi anggota regu dalam practiced improvement. Tentu saja kami tidak mempunyai hubungan darah persaudaraan, hanya sebatas pertemanan, dan tidak begitu akrab, tetapi waktu hampir 30 tahun memang bukan waktu yang singkat dalam suka dan duka. Duka? Perusahaan pernah mengalami surut keuangan pada 1998 yang memaksa kami harus menekan overwork, padahal upah tambahan overwork cukup untuk menambahi isi dompet. Ini adalah salah satu duka yang kami jalani bersama sebagai buruh. Ia adalah kepala regu setelah giliranku. Kalau aku lagi tidak tergesa-gesa pulang dari shift pagi, biasanya aku selama satu atau dua jam ngobrol dulu dengan dia di tempat kerja. Well, sometimes!


Ada waktunya menanam, ada waktunya menuai. Ada waktunya membangun, ada waktunya membongkar. Ada waktunya hidup, ada waktunya pula untuk mati. Banyak rancangan di dalam pikiran manusia, tetapi hanya keputusan Tuhan saja yang terlaksana. Apa yang telah dibengkokkan Tuhan, siapa yang sanggup meluruskannya kembali. Pada akhirnya semua akan menuju kekekalan, belum genap 70 tahun seperti yang ditulis di dalam Alkitab, rohnya harus kembali kepada pemilik-Nya. Manusia semakin pandai, mereka dapat meramal bilamana badai Katarina akan tiba di pantai, dapat mempredikisi nilai saham satu perusahaan sekian bulan mendatang. Namun, satu hal yang tidak dapat diramal oleh manusia, bilamana dirinya akan mati. Selamat jalan Ahmad! Selamat jalan teman!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar