Sabtu, 24 Januari 2015

Aku Harus Menjadi Teladan Bagi Gereja

Aku pernah menulis di blogku, bahwa manusia yang berpikiran modern tidak membutuhkan idola untuk dijadikan teladan bagi dirinya, sebab dari dalam hati terdalamnya mempunyai kesadaran diri melakukan segala sesuatu yang dituntut oleh Hukum Taurat. Misalnya, Henokh, Nuh, Ayub, dan Abraham dipandang Tuhan adalah sebagai manusia yang keadaan jiwanya paling sehat dibandingkan dengan orang-orang lain pada masa hidup mereka. Orang yang mempunyai jiwa sehat dapat dilihat dari prilakunya, yakni dapat membedakan yang baik dan yang jahat menurut standar gambar dan rupa Allah. Namun, hari demi hari, tahun demi tahun, bahkan abad demi abad kelakuan manusia bukan semakin baik, sebaliknya semakin jahat. Kejahatan yang dilakukan oleh sebagian besar manusia masa kini bukan saja kuantitasnya meningkat, bahkan kualitasnya juga semakin sophisticated. Kejahatan tidak saja dilakukan dengan kekuatan fisik, melainkan sudah menggunakan teknologi tingkat tinggi. Manusia membutuhkan model yang dapat dijadikan teladan supaya keadaan moralnya tetap terkendali. Model manusia yang dapat dijadikan teladan itu biasa disebut pahlawan.

Definisi. Pahlawan adalah orang yang menonjolkan keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran dan bangsanya. Seorang pahlawan selalu membuat kekaguman luar biasa terhadap orang yang mengaguminya sebagai pahlawan. Orang yang banyak memberi kontribusi terhadap nasionalisme bagi bangsanya dan kemanusiaan secara universa, maka dia layak disebut pahlawan. Pahlawan ada di mana-mana. Ada pahlawan sungguhan dan ada pula pahlawan kesiangan. Setiap bangsa mempunyai pahlawan dan setiap generasi pasti muncul pahlawan baru. Daud, anak Isai dari sejak muda ketika masih menjadi gembala, kemudian menjadi raja Israel, dan sampai dia dipanggil oleh Tuhan tidak lepad dari responsibilitasnya berperang membela bangsa Israel terhadap serangan dari suku-suku bangsa lain, seperti Amalek, Edom, Moab, Amon, Amon, Aram, dan terutama adalah orang Filistin. Orang Filistin adalah musuh yang paling sengit bagi bangsa Israel. Daud adalah pahlawan tak terlupakan bagi bangsa Israel. Ia tidak sendiri berjuang membela bangsanya, melainkan dia dibantu oleh banyak pahlawan bangsa ini. Mereka berjumlah tiga puluh tujuh orang pahlawan.

Figur. Orang Islam memandang Daud sebagai nabi, sedangkan orang Yahudi memandang dia sebagi raja, bukan raja sembarang raja, melainkan raja yang diurapi oleh Roh Tuhan. Seorang figur pemimpin yang diurapi oleh Roh Tuhan, diurapi artinya Roh Tuhan menaungi orang ini menerima anugerah memimpin bangsanya. Walaupun Daud telah diurapi oleh kuasa Roh Tuhan, tetaplah dia adalah seorang manusia yang tidak sempurna. Ia jatuh dalam dosa perzinahan dengan Batseba, istri Uria, orang Het, seorang dari tiga puluh tujuh pahlawan yang membantu Daud. Namun, Daud adalah seorang raja yang dapat memberi teladan kepada rakyatnya. Ia dengan jujur mau mengakui dosanya kepada Tuhan. Well, orang disebut pahlawan bukan hanya keberaniannya bertarung melawan musuh, melainkan berani mengalahkan dirinya jika kedapatan dia bersalah. Pahlawan adalah figur yang berprestasi. Pahlawan bukan orang biasa saja, tetapi figur yang luar biasa. Orang dapat berprestasi sebab dedikasi dan sikap konsisten yang dimilikinya. Kedua sikap inilah yang membedakan pahlawan dengan orang-orang kebanyakan. Suami atau ayah yang mengasihi keluarganya dipandang sebagai pahlawan bagi istri dan anak-anaknya. Seorang gembala yang berdedikasi terhadap tugas diakonia adalah pahlawan bagi domba-dombanya. 

Diperingati. Harimau mati meninggalkan belang, sebaliknya manusia mati meninggalkan nama, kata orang bijak. Walaupun seorang pahlawan telah tewas dalam pertempuran, pengabdian dan semangatnya selalu diingat oleh bangsanya. Sebagai tanda penghargaan terhadap seorang pahlawan, maka nama pahlawan ini disematkan, entah sebagai nama jalan, kapal perang, lapangan terbang, peralatan tempur militer, gedung, universitas, gereja, dan seterusnya. Di satu wilayah di Jakarta Pusat, yakni Kemayoran, ada jalan diberi nama Benyamin Suaeb. Benyamin Suaeb adalah seorang artis komedian dan penyanyi orang Betawi. Bagi orang Betawi dia adalah pahlawan, sebab semasa hidupnya telah memberi banyak kontribusi dalam kemajuan budaya Betawi. Abraham Lincoln pernah menjadi presiden Amerika pada abad ke 19. Ia adalah pahlawan yang telah memberi banyak kontribusi dalam masalah hak azasi manusia dan dia tewas ditembak oleh penentang gagasannya. Gagasannya adalah penghapusan perbudakan di Amerika Serikat. Namanya diabadikan sebagai nama kapal induk [aircraft-carrier], USS Abraham Lincoln. Kapal induk ini pernah melakukan tugas kemanusiaan di Provinsi Aceh pada Desember 2014 ketika provinsi ini dilanda bencana alam terhebat abad ini, yakni badai tsunami yang menewaskan hampir 100 ribu orang. Bagaimana dengan Christine Hakim? Ah, engkau senang, ya dengan aktriss ini? Well, mungkin pada suatu hari nanti ada Jalan Christine Hakim di satu tempat di Jakarta.

Tuhan dipersonifikasi sebagai pahlawan. Figur seorang pahlawan di mata banyak bangsa diimajinasikan sebagai seorang laki perkasa, menampilkan otot lengan dan kaki berdiri tegak, tangan terangkat ke atas, telapak tangan dikepalkan, dan matanya memandang ke depan dengan sorot yang tajam. Well, Tuhan yang perkasa, El Gibbor dipersonifikasi oleh bangsa Israel sebagai pahlawan dengan imajinasi tersebut di atas. Tuhan adalah pahlawan perang. Tuhan itulah nama Allah yang disembah oleh semua orang percaya. Dilepaskan-Nya panah-panah, sehingga diserakkan-Nya mereka [musuh-musuh orang percaya]. Tuhan akan menjadi roh keadilan bagi orang yang duduk mengadili, dan menjadi roh kepahlawanan bagi orang yang memukul mundur peperangan ke arah pintu gerbang. Tuhan itu ada di tengah-tengah engkau sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan bersuka cita, Dia membaharui engkau dalam kasihnya, Dia bersorak-sorak karena engkau bersorak-sorai. Tuhan yang kita kenal sebagai pahlawan. Tuhan telah terlebih dahulu berbuat sebab kasih-Nya untuk menyelamatkan manusia, maka apa yang seharusnya dilakukan oleh orang Kristen dalam kehidupan sehari-hari supaya tercatat di dalam Buku Kehidupan dan dikenang oleh sesamanya di bumi. Jadilah pelaku firman, demikian kata Tuan Pendeta. Tapi seperi apa melakukan firman itu?

Gunakan waktu yang singkat untuk kegiatan yang berguna. Daud penulis mazmur berkata, bahwa umur manusia hanya sampai 70 tahun dan yang dibanggakan adalah kesengsaraan belaka. Tentu saja ini adalah umur rata-rata. Dengan umurmu yang sesingkat ini, maka prestasi apa yang telah engkau capai untuk mengharumkan nama keluargamu. Engkau pasti pernah hidup berkelompok dari sejak masa kanak-kanak sampai tua. Kalau tidak suka berkelompok, maka hidup saja di hutan tempatmu. Ingat saja, Yesus juga suka berkumpul dengan masyarakat. Ikutilah semua kelompok kerja yang ada di tempat pekerjaan, sebab di tempat seperti ini engkau mempunyai kesempatan berserita tentang kehebatan Tuhan. Masa kerja itu singkat hanya 35 tahun. Sejak usia muda remaja engkau harus aktif terlibat kegiatan di gereja. Orang yang sejak usia muda antusias mau terlibat kegiatan di gereja, walaupun pada hari tua yang tak bertenaga lagi orang seperti ini selalu enerjik menggarami generasi penerusnya. Ingat saja, pada usia muda Yesus sudah memberi teladan bagi orang-orang Nazaret, Dia bekerja sebagai tukang kayu membantu Yusuf, ayah sebagai manusia di dunia. Dan, Dia rajin datang ke Bait Allah.

Berkelakuan rohani. Berdoa itu disebut sebagai nafas kehidupan orang Kristen, maka mulailah dari dirimu sendiri sebagai seorang suami atau ayah berdoa terlebih dahulu. Ketika mata masih dapat digunakan untuk membaca, bacalah Alkitab setiap hari. Engkau dapat bercerita tentang kehebatan Tuhan, sebab engkau mendapat banyak pengetahuan dari membaca firman Allah. Pengetahuan ini engkau transformasikan kepada anak-anakmu. Ingat saja, Yesus sendiri terlebih dahulu memberi teladan kepada murid-murid-Nya bagaimana seharusnya berdoa. Bukan karena berpuasa engkau diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan, melainkan berpuasa itu menyempurnakan semua perbuatan baik yang engkau lakukan. Tuhan menyukai jika umat-Nya berpuasa dengan tulus untuk-Nya. Tampaknya sepele saja, berdoa, membaca Alkitab, berpuasa, datang ke gereja, dan mengikuti pertemuan keluarga. Jangan sepelekan, sebab setiap hari anak-anakmu di rumah memperhatikan kelakuan dan kebiasaanmu. Kelakuan dan kebiasaan baikmu biarkan dilakukan dengan konsisten, maka kebiasaanmu akan menjadi teladan bagi anak-anakmu. Dan, kiranya anak-anakmu akan menjadi tunas zaitun.

Memberi harapan. Kehadiran seorang pahlawan selalu menghadirkan setetes harapan. Harapan sekecil apa pun menumbuhkan semangat baru yang lebih dahsyat. Aku masih ingat satu cerita dari Jogyakarta. Di kota ini pernah ada seorang pengayuh becak membeayai semua anak-anaknya kuliah di universitas negeri di kota ini. Semua anak-anaknya berhasil menjadi sarjana. Walaupun hanya menjadi seorang pengayuh becak, pengayuh becak ini pastilah menjadi tumpuan harapan bagi anak-anaknya. Ia telah menjadi pahlawan bagi anak-anaknya. Di kota kecil bernama Citeureup di sebelah utara Bogor juga pernah ada cerita seperti pengayuh becak dari Jogyakarta. Di kota kecil ini ada seorang koki berjualan nasi goreng membeayai anaknya kuliah di satu universitas di Bandung. Walaupun hanya seorang koki nasi goreng, pastilah dia menjadi tumpuan harapan bagi anaknya. Ia telah menjadi seorang pahlawan bagi anaknya yang telah lulus menjadi sarjana hukum. Ketika aku masih menjadi buruh di satu pabrik semen di kota kecil ini, aku pernah penjadi penikmat nasi goreng ini selama bertahun-tahun, dan warung nasi goreng ini masih ada sampai sekarang. Banyak wilayah luas di negeri ini mengalami kerusakan lingkungan karena keserakahan manusia, tetapi ada saja pelopor yang tergerak hatinya untuk memperbaiki lingkungan yang telah rusak ini menjadi pulih kembali seperti pada mulanya. Misalnya melakukan penanaman pohon bakau di sepanjang pantai. Terbukti kegiatan pelopor ini menumbuhkan harapan kepada teman-temannya yang lain dan bersemangat membantu pekerjaannya. Kiranya, engkau adalah tumpuan harapan bagi anak-anakmu dan istrimu juga seperti kedua orang tersebut di atas.

Perkataan yang membangun kepribadian. Bagaimana pun nakalnya seorang anak, orang tua jangan sekali-kali mengucapkan kata-kata yang bernilai negative. Misalnya :"Setan kamu!", "Bangsat kamu, anak bandel", atau "Lonte kamu!" Ingatlah, bahwa semua perkataanmu itu dapat menjadi berkat atau menjadi kutukan dan mempunyai kuasa terjadi. Jadi, berhati-hatilah dengan setiap perkataan yang keluar dari mulutmu. Nuh mengucapkan sumpah serapah kepada Ham, anak bungsunya, bahwa Ham pasti akan menjadi hamba bagi saudara-saudaranya. Dan, perkataan Nuh ini terjadi menjadi kenyataan. Biasakan menyampaikan perkataan yang bernilai positive demi membangun kepribadian ytang baik bagi anak. Misalnya :"Tuhan memberkatimu.", Tuhan menyertaimu sepanjang hidupmu.", atau "Tuhan memberi kekuatan kepadamu." Tuhan sudah memberi perintah kepada orang yang berposisi sebagai ayah, yakni memperkatakan setiap firman Allah di mana dan waktu kapan pun berada. Walaupun anak bersalah, tegurlah dengan perkataan yang membangun dan tidak perlu melakukan kekerasan fisik terhadap anak. Sekarang bukan jamannya lagi mendidik anak dengan pukulan tongkat rotan. Ingat saja, bahwa Yesus menegur murid-murid-Nya, sebab mereka menunjukkan sikap kasar terhadap anak-anak.

Ada pahlawan besar, sebaliknya ada pahlawan kecil. Banyak orang menganggap dirinya berjasa dan ingin dirinya disebut pahlawan. Apakah pahlawan besar atau pahlawan kecil, biarlah masyarakat yang menilai. Ada orang yang telah dinyatakan sebagai pahlawan dan ketika mati dikuburkan di taman makam pahlawan, tetapi ternyata kemudian hari diketahui, bahwa orang ini semasa hidupnya telah melakukan hidup yang tercela. Namun, siapakah sejatinya pahlawan itu? Apakah pahlawan besar atau pahlawan kecil, yang paling hakiki adalah hidup tidak bercela di hadapan Tuhan. Satu keharusan bagi orang percaya adalah harus menjadi teladan bagi gereja. Tanpa keharusan ini ditanamkan di dalam jiwa orang percaya, maka hidup kekristenan ini akan berjalan biasa-biasa saja. Mari berlomba menjadi teladan bagi orang lain. Katakan saja kepada jiwamu :"Aku harus menjadi teladan bagi gereja!"---


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar